Ibadah

Antikristus

Pdt. DR. Stephen  Tong

Pengkhotbah: Pdt. Dr. Stephen Tong
Date: Minggu, 17 Agustus 2014

Download audio

Bacaan Alkitab: 1 Yoh 2:18-23

Di mana ada Kristus yang asli di situ ada kristus yang palsu. Sebagaimana ada berlian dan Rolex yang asli, maka ada juga berlian dan Rolex yang palsu. Yang palsu selalu berusaha untuk kelihatan seperti yang asli dan juga selalu berusaha membawa keuntungan yang sebanyak mungkin. Di sini ada image dan quantity yang dituntut oleh yang palsu. Kalau lebih banyak yang palsu daripada yang asli, dan kalau kita mengikutinya, maka dengan demokrasi, kita akan hancur. Demokrasi bukan cara yang terbaik, bukan cara yang diinginkan oleh Tuhan. Alkitab mengatakan Teokrasi bukan demokrasi. Namun demikian manusia telah jatuh di dalam dosa, kalau setiap orang memakai Teokrasi, maka hal ini akan memperalat Allah, memanipulasi kebenaran sehingga masyarakat dihancurkan. Itulah sebabnya, demokrasi diijinkan di dunia karena manusia sudah jatuh di dalam dosa. Sumbangsih kekristenan untuk membangun masyarakat demokrasi didasari oleh pengertian yang dipimpin kebenaran, bukan dari ajaran Grika, bukan dari reformasi Perancis, tetapi dari Reformed Theology.

Pada waktu antikristus datang, dia berusaha menyerupai Kristus, berusaha membawa sebanyak mungkin orang untuk percaya kepada antikristus. Itulah sebabnya kuantitas telah menutupi kualitas. Orang yang tidak bisa membedakan kualitas selalu tertipu oleh kuantitas dan dia akan mudah jatuh kepada antikristus.

Saya pernah diminta untuk berkotbah di gereja yang besar, tetapi saya tidak mau karena saya tidak mau berbagian di dalam dosa mereka. Ajarannya sudah begitu menyeleweng, kalau saya mencampuri di mimbar itu, orang akan bilang di dalam gereja ini juga ada Firman yang baik, dengan demikian berarti ‘semua’ Gereja sama. Setelah GRII didirikan saya memutuskan untuk tidak mau diundang berkotbah di Gereja lain. Bukan berarti di dalam Gereja lain tidak ada kebenaran, tetapi khususnya saya harus memelihara Firman sehingga  Firman yang di dalam Gereja Reform yang terus didengar oleh saudara. Supaya ada satu  kebenaran Firman yang dipertahankan dan tidak dicampur-adukkan dengan yang lain.

Dari sejak berdirinya Gereja-Gereja besar yang sesat itu, mereka sudah berkompromi terhadap kebenaran. Kita mempunyai pendeta yang sifatnya gigih, yang kaku, tetapi itu untuk kebaikan kita. Emas dan berlian tidak berkompromi. Kekukuhan, kegigihan dan kekakuan tidak bisa dicampuradukkan yang membuat emas dan berlian sangat bernilai. Bahan metal yang lain seperti perak dan tembaga, bisa cepat bercampur dengan yang lain dan berubah warnanya, tidak mempunyai kualitas yang bisa diuji. Biarlah Gereja Reform menjadi tempat di mana emas dilatih, berlian diasah dan diakui karena kualitasnya dan bukan karena kuantitas.

Antikristus berusaha menjadi banyak, mengajak banyak orang mengikutinya. Kalau mereka menyembah Kristus yang sama, di mana kesamaannya? Jika Kristusnya berbeda, di mana perbedaannya? Ayat-ayat 1 Yoh 2 di atas menyerang Gnostisisme. Gnostisisme mendualismekan roh dan materi; dunia roh bersifat moral baik, dan dunia materi bersifat moral jahat.  Alkitab menolak hal ini, karena ada roh baik dan ada juga roh yang jahat, kalau semua roh itu baik maka tidak ada setan. Kalau semua materi jahat berarti Allah telah menciptakan dunia sebagai kejahatan. Kalimat-kalimat Gnostiksisme kelihatan baik, enak didengar, tetapi telah menipu banyak orang.

Ada ajaran lain yang mengajarkan bahwa ada roh zinah, roh judi di dalam hatimu, dan dengan mengusir roh-roh ini maka hidupmu akan beres. Ajaran ini mengatakan roh-roh ini yang membuat kamu melakukan perbuatan dosa, tetapi tidak mengatakan bahwa kamu yang sebenarnya berdosa. Akhirnya kamu tidak perlu mengaku dosa, asal bisa mengeluarkan roh zinah maka akan beres. Ajaran ini salah dan berbahaya sekali, karena mengajarkan bahwa bertobat itu tidak perlu. Kalau kita berdosa, yang harus mengaku dosa itu kita sendiri dan bukan dosanya roh jahat tersebut.

Gnostisisme mengatakan jiwa itu suci sedangkan badan itu najis maka dunia itu harus dipisah menjadi dua bagian : dunia roh dan dunia materi. Ajaran ini mengatakan oleh karena badan ini bersifat dosa, maka Yesus harus disalibkan karena memiliki tubuh yang bersifat dosa dan harus dipaku dikayu salib. Ajaran seperti ini rusak luar biasa.   Di Gereja-Gereja yang sesat, seringkali ajaran-ajaran yang salah ini jarang terdengar di antara banyak kotbah mereka yang baik. Tetapi ini berbahaya sekali, dan kita harus jeli untuk membedakannya. 

Pengawal berdiri di menara yang tinggi dan melihat musuh dari segala penjuru. Pengawal mengatakan jangan tidur, tetapi kamu bermimpi duduk di kursi raja. Yang mana yang benar, yang memperingatkan atau yang memberi mimpi? Saya memperingatkan supaya kita sensitif terhadap bahaya-bahaya yang mengancam kekristenan.

Tuhan memberkati Yohanes dengan hidup jauh lebih panjang dari rasul-rasul yang lain, untuk melihat terus rongrongan dari ajaran-ajaran palsu, yang memalsukan Kristus dan meracuni Gereja; dan untuk melawan ajaran-ajaran tersebut. Yohanes diperpanjang umurnya untuk menjaga gawang. Saya mungkin seperti Yohanes, di usia 40 tahunan saya hampir mati karena penyakit, tetapi Tuhan memperpanjang umur saya untuk menjaga gawang kekristenan dan untuk memberitahu kepada jaman ini apa yang benar dan apa yang tidak benar.

Yohanes mengatakan antikristus sudah datang, siapa antikristus itu? Dalam ayat 20, Yohanes mengatakan beberapa prinsip “Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.”. Berarti orang Kristen sudah menerima urapan dari yang Kudus untuk mengetahui siapa antikristus itu.

Di dalam jaman Yohanes, terlalu banyak ajaran-ajaran yang muncul dan tidak gampang membedakan mana yang benar. Rasul-rasul sudah lama meninggal, Gereja sedang dianiaya oleh Romawi, sedang dirongrong oleh filsafat yang salah, sedang dirobah oleh ajaran yang tidak bertanggungjawab. Yohanes mengatakan satu hal yang penting yaitu pengurapan oleh yang Kudus itu. Sang Kudus itu adalah Kristus, urapan itu adalah Roh Kudus. Holly Father sent the Holly Son to accomplish the atonement; Holly Son sent Holly Spirit to annoint the saints, and to teach them about the Truth. Ini semua berkait satu sama yang lain: Bapa Suci, Anak Suci, Roh Suci, Kitab Suci, dan Orang Suci. Kita ini ‘Orang Suci’, kita diKuduskan oleh Tuhan sehingga kita mengetahui Allah Tri-Tunggal: Holly Father, Holly Son dan Holly Spirit. Di sini peran Roh-Kudus memegang kunci penting: Roh-Kudus membawa kita kepada Kristus, Kristus membawa kita kepada Bapa. Tanpa Roh-Kudus tidak ada orang mengakui Kristus sebagai Tuhan, tanpa Kristus tidak ada orang datang kepada Bapa. Roh Kudus mewahyukan Kebenaran. Roh-Kudus memperanakkan Orang Suci. Kuncinya adalah Roh-Kudus. Itulah sebabnya doktrin Roh-Kudus penting sekali. Jika doktrin Roh-Kudusnya salah, maka seluruh Gereja akan hancur.

Dengan mengerti prinsip ini, kita harus sadar. Kita melihat banyak fenomena-fenomena di banyak Gereja, tetapi kalau kita tidak pegang kepada pengertian Roh-Kudus yang benar maka akan berbahaya sekali. Kalau Roh-Kudus tidak memberikan wahyu, maka tidak ada nabi dan tidak ada rasul yang menuliskan kitab-suci. Kalau Roh-Kudus tidak mem peranakkan bayi Kristus , tidak ada orang berdosa yang memperoleh hidup yang kekal. Tanpa Roh-Kudus, tidak ada orang yang menyebut Yesus itu Tuhan. Yesus dipenuhi oleh Roh-Kudus, karena di dalam pasal Kitab Para Rasul 10:38 “tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah telah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, sebab Allah menyertai Dia”.  Kalau pengertian tentang Roh-Kudus salah maka semuanya salah. Itulah sebabnya begitu banyak Gereja memperlihatkan banyak fenomena Roh-Kudus, tetapi ajarannya simpang-siur.

Untuk mengetahui Roh-Kudus kita harus melalui Kitab-Suci, karena satu-satunya yang menulis siapa Roh-Kudus itu adalah Kitab-Suci. Jangan mengerti Roh-Kudus dari sumber-sumber lain, jangan mengerti Roh-Kudus dari instink saja, jangan melalui fenomena fenomena ajaib. Kelemahan dari karismatik yang liar adalah mereka menganggap Roh-Kudus lebih besar dari Kitab-Suci, maka mereka menganggap fenomena-fenomena yang aneh-aneh yang tidak tertulis di dalam Kitab-Suci adalah dari Roh-Kudus juga.  

Bisakah kita mengupas hal ini lapis-demi-lapis? Saya melatih saudara untuk mengenal Tuhan, tetapi mengenal Tuhan dengan pikiran yang goblok itu salah. Mencintai Tuhan dengan teologi yang salah itu sayang sekali. Saya melatih logika supaya berfungsi untuk menyadarkan kita. Ini adalah prinsip dari Alkitab. Dari Alkitab kita mengetahui Roh-Kudus. Yang ditulis di dalam Alkitab bukan suatu teori tetapi suatu realita: Roh-Kudus itu betul-betul ada dan Dia adalah Tuhan, sekarang Dia ada di sini dan Dia akan memimpin kita untuk mengerti Alkitab.

Dari Alkitab kita mengerti siapa Roh-Kudus itu, dan dari Roh-Kudus kita mengerti Alkitab. Ini adalah mutual interpretation. Kita bagaimanapun tidak mempunyai hak untuk menjadi subjek untuk menentukan arah bagaimana Roh-Kudus harus dimengerti. Kita hanya takluk kepada Alkitab. Ini adalah worship – surrender before God to His Truth – kita menaklukkan diri di hadapan Allah. Ini bukan hanya 15 menit prayer and worship, tetapi ini adalah aktivitas seumur hidup – you are the worshipper of God.

Kita harus kembali kepada Alkitab  “kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus”, ini berarti Allah Bapa memakai Roh dari Kristus untuk mengajar kita. You are annointed by the Holy One, the Holly One is Jesus Christ, sent by God, and God who sent Christ also sent the Spirit, and the sent Spirit annoint you thru Yesus Christ, to understand the Holy Bible. Ini adalah hal yang dalam luar-biasa.

Kamu sudah diurapi oleh Roh-Kudus, ayat ini ada pendahulunya yaitu dari Yoh 14:16-17 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” yang merupakan pneumatologi dari Yohanes.  Doktrin Roh Kudus yang diajarkan oleh Kristus hanya dicatat oleh satu rasul yaitu Yohanes. Rasul Yohanes itu lain daripada rasul-rasul lainnya. Yudas selalu berbicara tentang duit, dan waktu perjamuan terakhir dia menyebut Yesus sebagai Rabbi, padahal ke 11 rasul lainnya sebelumnya menyebut Yesus sebagai Tuhan. Barang palsu itu bagaimanapun juga ada yang berbeda dari yang asli. Rolex yang asli itu mempunyai ada cap kepala ratu. Walaupun bisa ditiru, cap kepala ratu dari Rolex palsu itu tidak sebagus aslinya. Bagaimanapun juga yang palsu itu pasti ada bedanya dengan yang asli.

Antikristus dan Kristus bisa kelihatannya sama, tetapi di dalamnya ada sesuatu yang berbeda. Kamu sudah menerima urapan dari sang Kudus, sehingga orang yang sejati mau hidup dari kekudusan karena yang mengurapi dia adalah kudus. Seorang yang betul betul melayani Tuhan itu menyukai hidup suci. Seorang yang bicara banyak tentang Roh-Kudus tetapi hidupnya najis, itu sulit dipercaya bahwa dia sungguh-sungguh diurapi oleh Tuhan.

Orang kalau tidak takut kepada Tuhan apa saja dia bisa lakukan, sebaliknya orang yang takut kepada Tuhan bagaimanapun dia akan menjaga hidupnya. Yesus berkata pada waktu Roh-Kudus datang, kamu akan menegur dosamu sendiri, tentang dosa, tentang keadilan dan tentang penghakiman. Jadi siapa yang mempunyai Roh-Kudus adalah siapa yang dapat menegur diri sendiri di dalam ketiga hal ini: tentang dosa, tentang keadilan dan tentang penghakiman. Orang itu tidak perlu ditegur tentang ketiga hal ini. Roh-Kudus kalau dia hadir di dalam hidup seseorang, Dia akan menegur tentang ketiga hal ini.

Kalau Roh-Kudus datang ke dalam hidup seseorang, Dia akan mengingatkan kembali apa yang sudah pernah Tuhan katakan kepadanya. Tuhan sudah mengajarkan banyak hal, tetapi orang itu mungkin lupa. Dalam hal ini Roh-Kudus akan mengingatkan dia kembali tentang Firman Tuhan. Ini adalah urapan. Banyak orang mengatakan bahwa seseorang pendeta banyak memiliki urapan, tetapi apakah urapan itu sebenarnya? Orang Kristen diurapi oleh Yesus Kristus, diurapi dengan Roh Kudus. Pertama, Roh Kudus mengurapi kemudian orang itu hidup suci, sebab dia selalu ingat Firman. Ini adalah urapan. Urapan bukan berdiri di mimbar dan berkata yang muluk-muluk, tetapi urapan mengingatkan kembali tentang Firman Tuhan.

Mengingat kembali Firman Tuhan itu penting, untuk mengkoreksi diri, untuk menuntut diri. Ingatan ini untuk mengingatkan kembali tentang apa yang diperingatkan dan apa yang dijanjikan untuk mendatangkan pengharapan. Kita seringkali lupa tentang hal ini dan mengikuti kebebasan sendiri. Semua peringatan Tuhan memelihara kita dari penyelewengan. Semua janji Tuhan memberi pengharapan dari keputus-asaan.

Setiap minggu kita cuman mendengar kotbah 1 jam, bagaimana waktu selebihnya. Cara yang terbaik adalah membaca Firman, membaca buku yang baik.  Ini adalah pekerjaan Roh-Kudus, yang memelihara kita pada jalan yang benar. Roh Kudus akan mengingatkan kembali semua yang pernah Yesus Kristus telah ucapkan kepada kita.

Roh Kudus akan memimpin kita masuk ke dalam segala kebenaran. “Ke dalam” berarti menuntun untuk mengerti seluruh Kitab-Suci. Kitab-Suci kalau diabaikan untuk menjadi satu-satunya wadah di mana kita mendapat pengertian tentang Allah, maka Gereja mulai terancam oleh bahaya.  

Ada pendeta yang mengatakan jangan membatasi Allah dengan Alkitab yang ditulis oleh manusia, tidak boleh membatasi Roh-Kudus dengan Alkitab karena Roh-Kudus lebih besar dari Alkitab.  Kalau hal ini diterima sebagai kebenaran, maka setan akan memalsukan Roh-Kudus untuk menipu Gereja, sehingga Gereja tidak mempunyai kekuatan untuk mencegahnya. Justru Allah membatasi kebebasan-Nya sendiri maka Allah memiliki kesucian yang tak mungkin luntur. Justru Roh-Kudus membatasi diri-Nya di dalam Kitab-Suci maka tidak mungkin ada peluang bagi setan untuk menipu kita. Justru Kristus membatasi diri-Nya dengan tubuh sehingga Dia menjadi contoh bahwa Dia pernah hidup suci menjadi teladan bagi manusia. Ketiga batasan dari Allah Tri-Tunggal adalah sengaja. Allah Bapa memiliki kebebasan yang mutlak, tetapi Dia rela membatasi kebebasan-Nya di dalam semua attribut tentang moral, Dia itu suci, kebebasan-Nya dalam kesucian, Dia itu adil, kebebasan-Nya dalam keadilan. Kristus rela membatasi diri-Nya di dalam tubuh yang hanya beberapa puluh kilo. Bayangkan Dia yang menciptakan seluruh langit dan bumi, datang dan menjadi daging yang hanya beberapa puluh kilo. Allah yang tidak terbatas, menjadi terbatas di dalam tubuh yang bisa haus, bisa lapar, karena Dia rela membatasi diri-Nya. Roh-Kudus rela membatasi Diri di dalam tulisan Kitab-Suci untuk tidak mengijinkan setan  memiliki alasan untuk menipu Gereja. Ketiga batasan ini adalah bijaksana Allah.

Pemimpin Karismatik bisa berkata jangan membatasi Roh-Kudus karena Roh-Kudus lebih besar dari Kitab-Suci. Kalau begitu kita bisa bertanya, bagaimana kita bisa membedakan Roh-Kudus? Jawaban mereka: pokoknya ikut apa yang mereka katakan. Kalau begitu mereka tuhannya. Gereja Reform mengatakan kita harus kembali ke Alkitab, sola-scriptura. Hanya dari Alkitab kita mendapatkan semua Firman Allah.

Prinsip ini diajarkan untuk mengerti siapa Kristus yang sejati. Kristus yang sejati adalah Allah yang menjadi daging. Sebaliknya antikristus adalah daging yang mengaku allah.  Tetapi tidak semua daging berani mengaku allah. Antikristus dibagi dua macam: antikristus yang jamak (antichrists -- plurar), dan antikristus yang terakhir, yang hanya satu. Sebelum antikristus yang terakhir datang, antikristus yang jamak itu datang satu per satu. Yesus Kristus adalah the Messenger (tunggal), utusan-utusan yang lain (messengers - plurar) yang rohani adalah malaikat, yang jasmani adalah rasul-rasul. Demikian juga setan-setan yang mendahului sang antikristus adalah antichrist. Antikristus yang terakhir akan muncul ke dalam dunia sebagai daging yang mengaku allah.  Antikristus yang tidak mengaku bahwa Allah telah menjadi daging itu tetap antikristus. Mereka tidak bisa menerima kalau di dalam diri Yesus itu ada Tuhan.

Gnostisisme mewakili antikristus secara prinsip, di dalam sejarah awal Gereja, sekitar 50 tahun mereka menipu Gereja dengan mengatakan daging itu materi dan materi itu jahat, maka Allah itu tidak mungkin menjadi daging, dan mereka menolak inkarnasi. Kalau begitu Yesus itu adalah manusia biasa, dan waktu Dia dibaptiskan Allah bergabung dengan Dia menjadi Yesus Kristus. Menurut Gnostisisme, gabungan itu bersifat sementara dan penggabungannya tidak sempurna, sifat jasmaninya adalah Yesus sedangkan sifat rohaninya adalah Kristus. Setelah di salib, maka Allah itu tidak mau lagi bergabung, sehingga mereka anggap itulah yang membuat Yesus berkata “My God, my God why you forsaken me”.

Ajaran Gnostisisme ini adalah ajaran antikristus, maka Yohanes mengecam hal ini. Kalau Gereja mempunyai pneumatologi yang salah maka kristologinya juga salah. Gnostisisme tidak percaya bahwa Yesus adalah inkarnasi Allah yang bergabung dengan manusia menjadi satu pribadi yang mempunyai dua sifat.

1 Yoh 2: 21 mengatakan “Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.“. Di dalam ayat  ini ada tiga lapisan: Aku menuliskan bukan karena kamu tidak tahu, aku menuliskan karena justru kamu tahu, dan bahwa kamu tahu suatu kebenaran tidak boleh keluar dari ketidakbenaran. To know and to know what you know adalah dua lapisan yang berbeda. The knowledge concerning knowledge is not knowledge itself but it is philosophy of the knowledge. Ini adalah epistemologi. Aku tahu orang ini boleh dipercaya maka saya percaya pengetahuan yang dia katakan. Pengetahuan yang pertama adalah dasar pengetahuan yang kedua. Maka kita dalam mencari pengetahuan harus mencari sumber yang bisa dipercaya.

Yohanes mengatakan aku menulis ini justru karena kamu tahu, dan aku menulis ini supaya mengingatkan kamu tentang apa yang kamu tahu dan kamu juga bukan tahu kebenaran tetapi juga tidak ada penipuan yang berasal dari kebenaran.

Membentuk iman itu tidak gampang. Kita diselamatkan satu kali dengan penginjilan. Tetapi untuk membentuk orang Kristen yang bertanggungjawab, yang bisa bersaksi bagi Tuhan tanpa merusak iman orang dengan pengetahuan yang salah itu adalah tidak gampang. Kiranya Tuhan memberkati kita untuk dididik dengan baik di dalam Firman Tuhan.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya