Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Jika Kristus tidak bangkit Kotbah Sabtu Paskah

Ibadah

Jika Kristus tidak bangkit Kotbah Sabtu Paskah

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Sabtu, 19 April 2014

Download audio

Bacaan Alkitab: 1 Kor 15:1-32

Hari ini kita merenungkan apa yang terjadi jika Yesus tidak bangkit.

  1. Jika Yesus tidak bangkit, maka sebenarnya seluruh kekristenan akan runtuh. Dalam 1 Korintus 15:14 Paulus mengatakan “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu”. Sebelum Yesus dibangkitkan, murid-murid Tuhan Yesus tidak menyangka akan kebangkitan-Nya meskipun Yesus sudah berkali-kali mengatakan bahwa Ia akan menderita, dianiaya dan mati. Namun ketika para murid bertemu dengan Yesus yang  bangkit, maka seluruhnya berubah.  Thomas yang semula begitu skeptis tapi ketika dia bertemu Yesus, dia berlutut dan berkata “Engkaulah Tuhanku dan Allahku”. Hidupnya berubah 180 derajat; dia memberitakan Injil sampai mati di India.  Satu persatu hidup murid-murid ini diubah, dari orang-orang yang semula ketakutan, bingung, tidak mengerti misi hidup mereka dan siap kembali ke kehidupan mereka yang lama menjadi murid-murid yang berani mati karena Injil dan memberitakan Yesus yang bangkit. Penginjil Billy Graham pernah berkata (1) kepada Konrad Adenaur (kanselir Jerman) bahwa jika dia tidak percaya kebangkitan Yesus, maka dia tidak punya Injil untuk diberitakan ke seluruh dunia. Jika Kristus tidak bangkit, sia-sialah iman kita dan kita masih hidup dalam dosa kita. Ayat 1 Korintus 15: 16-17 menyatakan “Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu”.
  2. Jika Yesus tidak bangkit artinya Dia mati karena dosa-Nya; dosa mencengkram dan menguasai Dia karena upah dosa adalah kematian. Maka iman kita menjadi sia-sia, tidak ada gunanya dan kita masih hidup dalam dosa kita.  Kematian Kristus yang menebus, membebaskan kita, yang memperdamaikan kita dengan Allah, yang membenarkan kita di hadapan Allah tidak terjadi jika Kristus tidak bangkit.
  3. Jika Kristus tidak bangkit, kita hidup normal/biasa-biasa saja. Dalam 1 Korintus 15:32, Paulus menyatakan “Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”.  Maksudnya adalah jika Yesus tidak dibangkitkan, maka hidup kita biasa saja seperti manusia dalam dunia ini yang biasa menjalani hidup tanpa dengan pemikiran adanya Tuhan, tanpa pemikiran tentang kebangkitan, tanpa tanggung jawab pada Tuhan, tanpa pengertian akan kehendak Allah bagi hidup kita, tanpa pemikiran tentang dosa dan tanpa hidup yang harus berkenan kepada Dia.

 Hidup Kristen bukan hanya bertentangan dengan hal-hal yang negatif, yang rusak, dan yang jelek. Hidup Kristen adalah hidup yang bertentangan dengan hidup yang normal, yang biasa-biasa saja. Karena Kristus sudah bangkit dari kematian, maka kita tidak boleh hidup seperti biasa.  Panggilan hidup Kristen adalah kalau Kristus sudah dibangkitkan maka kita hidupnya akan berubah, berbeda secara radikal: menyangkal diri, memikul salib, mengikut Kristus.  Seharusnya hidup kita mau mentaati Tuhan dalam segala kesulitan dan penderitaan; di dalamnya ada anugerah, pertolongan, kehadiran dan kekuatan dari Tuhan.

 Jika kita adalah orang Kristen yang benar-benar melakukan hidup yang menyangkal diri, memikul salib, mengikut Kristus, maka orang dunia akan mengatakan bahwa kita bodoh sekali, kasihan sekali karena mereka tidak percaya bahwa Yesus dibangkitkan dari antara orang-orang mati.

 Panggilan hidup Kristen adalah panggilan hidup untuk menderita, mentaati Tuhan di dalam kesulitan dan tantangan yang besar di tengah-tengah dunia yang berdosa ini. Adalah hal yang aneh sekali bahwa kita melakukan hidup seperti ini jika Kristus tidak bangkit.

 Paulus mengatakan (Filipi 1:21) “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”.  Keuntungan bukan karena lepas dari penderitaan, tapi karena ketika kita mati maka kita pergi bersama dengan Kristus. Dalam bagian ini Paulus mengajarkan kita bahwa karena Kristus bangkit dari kematian sehingga ketika kita mati, kita akan bersama-sama dengan Kristus untuk selama-lamanya.

 Penginjil Jim Elliot mengatakan (2)He is no fool who gives what he cannot keep, to gain that which he cannot lose.” Maksudnya adalah hidup sekarang yang sementara ini akan hilang, mati. Akan tiba saatnya kita harus menghadap Tuhan. Tetapi bagi orang-orang yang percaya pada Tuhan, pada Kristus yang mati dan bangkit, maka akan mendapatkan apa yang tidak mungkin hilang yaitu keselamatan. Kristus yang terus pelihara hidup kita sampai kita bertemu muka dengan muka dengan Dia.

 Bagi kita yang di dalam Tuhan kalau Kristus sudah bangkit maka seluruh iman kita kepada Kristus yang mati menebus kita, yang mati membenarkan kita, yang mati untuk memperdamaikan kita dengan Allah semuanya menjadi tidak sia-sia dan menjadi kuat dalam Kristus yang sudah mati dan bangkit untuk menebus dosa kita.

 “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”. (1 Korintus 15:58). Biarlah makin diteguhkan iman kita untuk menyadari Kristus yang bangkit dari kematian dan kita boleh terus setia dalam segala pekerjaan Tuhan.

(1)   Dikutip di banyak tempat di antaranya di “The Real Face of Atheism”, by Ravi Zacharias

(2)   “Shadow of the Almighty: The Life and Testament of Jim Elliot”, by Elisabeth Elliot

 

Ringkasan oleh Adrian Gandanegara | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya