Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Tujuan Injil Ditulis

Ibadah

Tujuan Injil Ditulis

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 25 Agustus 2019

Bacaan Alkitab: Yoh 20:29-31

Yoh 20:29-31 boleh dikatakan sebagai penutup dari Injil Yohanes. Meskipun masih ada pasal yang berikutnya, yaitu Yoh 21, tetapi banyak yang mengatakan ketiga ayat ini adalah penutup, dan Yoh 21 adalah bonus yang ditambahkan.

 

Apakah saudara pernah membaca buku atau artikel, dan setelah membaca hal itu bertanya apa tujuan orang itu menulis hal itu. Ada orang menulis untuk menimbulkan provokasi, kemarahan orang. Ada orang menulis karena terpaksa, seperti pelajar-pelajar Phd, karena mereka harus publikasi atau binasa. Ada orang yang menulis karena tidak ada kerjaan. Ada orang yang menulis karena ingin memberi kontribusi bagi bangsa dan negara. Seperti pak Ahok yang karena tidak ada kerjaan di dalam penjara, dia ingin memberi kontribusi kepada bangsa dan negara dengan menulis buku. Namun tidak ada tulisan yang lebih murni dengan tujuan memuliakan Allah daripada tulisan para nabi, dan para rasul, yang kemudian digabung menjadi satu, menjadi Alkitab.

Rasul Yohanes secara eksplisit menuliskan tujuan mengapa dia menulis Injil ini. Yoh 20:31 “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.“ Dengan pimpinan Tuhan, Yohanes menyatakan motivasinya, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias Anak Allah, dan yang kedua supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

 

Konteks ayat-ayat ini adalah dalam kisah sebelumnya yaitu kisah the unbelieve Thomas.

Yoh 20:29 “Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.". Kalimat ini bukanlah pertama-tama teguran kepada Tomas tetapi lebih menekankan kepada bagian kedua, menekankan kebahagiaan dan berkat kepada future believers, “berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.” Kita adalah the future believers itu, orang-orang yang kemudian percaya oleh pemberitaan para rasul. Tomas yang setelah pertemuan dengan Tuhan Yesus, dia sungguh-sungguh percaya, sewaktu dia mengaku (Yoh 20:28) “Ya Tuhanku dan Allahku”, dia sungguh-sungguh beriman dan mempersembahkan seluruh hidupnya. Sejarah mencatat dia pergi ke India untuk memberitakan Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat, dan dia mati demi pemberitaan Injil di India. Banyak orang percaya oleh pemberitaan Injil oleh Tomas, dan oleh para rasul lainnya.  Bagian ini ditulis bagi kita, Tuhan menginginkan kita, the future believers, supaya sungguh-sungguh percaya kepada Kristus.

 

Bagaimana kita semua bisa percaya? Kita bisa percaya melalui tulisan yang dicatat oleh Yohanes, melalui tulisan yang disebarkan, diberitakan oleh para murid dan para nabi; supaya kita menjadi orang yang percaya, orang yang diberkati. Berbahagialah kita yang tidak melihat, kita tidak lagi melihat Kristus secara fisik hadir di tengah-tengah kita, tetapi kita boleh mengenal Dia melalui Injil yang diberitakan kepada kita. Iman muncul dari pendengaran akan Firman Tuhan. Kita sadar bahwa kita adalah orang-orang yang Kristus sendiri tempatkan sebagai orang-orang yang berbahagia.

 

Alkitab terus dicetak dan diterjemahkan ke dalam berbagai macam Bahasa. Kertas Alkitab adalah kertas yang sangat mahal, kertas yang sangat tipis, namun sangat kuat dan tidak tembus sehingga tidak susah dibaca. Kertas yang sangat mahal yang hanya dipakai oleh Alkitab dan buku-buku hukum, ini adalah salah satu jenis kertas yang paling mahal di dunia. Harga jual Alkitab di Indonesia itu kira-kira hanya 30% daripada harga kertasnya saja, artinya Lembaga Alkitab Indonesia, dan juga Lembaga-lembaga Alkitab di manapun di seluruh dunia, menjual Alkitab dengan rugi. Mengapa Lembaga-lembaga itu tetap bisa bertahan sampai sekarang? Karena banyak orang Kristen yang sadar betapa berharganya firman Tuhan yang telah dicetak. Karena itu orang memberikan persembahan secara rutin supaya Alkitab bisa dicetak sebanyak mungkin, semurah mungkin, disebarkan ke seluruh dunia, bahkan diberikan secara gratis. Karena orang Kristen sadar, inilah sarana yang Tuhan inginkan supaya manusia membaca, mengenal berita Injil dan mereka percaya dan memperoleh hidup dalam nama-Nya.

 

Yoh 20:30 mengatakan “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini”. Yohanes menegaskan bahwa tidak semua “tanda” yang dilakukan Kristus yang dicatat di sini. Artinya Yohanes mencatatnya secara selektif, dia tidak mencatat semua perkataan dan perbuatan Kristus; masih banyak yang tidak dicatat. Tidak ada buku sejarah apa pun yang sebenarnya mencatat segala sesuatu yang terjadi. Setiap catatan sejarah mencatat apa yang perlu dan relevan, khususnya yang sesuai dengan tujuan dan maksud penulisan itu. Sebagai contoh kasus demo di Hongkong, kalau saudara memperhatikan ada dua kubu yang bertentangan: di satu pihak ada jutaan orang yang protes di jalan-jalan, dan di lain pihak ada orang-orang di pihak pemerintah Hongkong dan Cina. Kalau saudara bertanya kepada dua pihak itu atas peristiwa yang sama, maka mereka akan memberikan jawaban yang berbeda. Peristiwa yang sama yang diceritakan dengan berbeda oleh dua kubu yang berbeda. Setiap peristiwa memang tidak bisa dicatat semuanya, tetapi dicatat dengan satu tujuan sesuai dengan maksud penulis. Persoalannya adalah yang mana yang benar.

 

Tetapi bedanya dengan Injil Yohanes adalah apa yang dicatat dalam Injil ini adalah sesuatu yang kita boleh percaya, dan boleh pegang dengan benar-benar sebagai suatu kebenaran, adalah wahyu dari pada Roh Kudus yang memimpin seluruh penulis Alkitab. Roh Kudus memberikan inspirasi kepada Yohanes sehingga apa yang dia catat adalah sesuatu yang betul-betul bisa kita pegang dan terima, kita bisa mempertaruhkan seluruh hidup kita terhadap yang sudah ditulis di situ --- 2 Tim 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” ---

Kitab suci adalah kitab yang dinafaskan oleh Allah, nafas yang Allah berikan kepada penulis Alkitab. Karena itu Paulus mendorong, memerintahkan kepada anak rohaninya yaitu Timotius, dengan perintah yang amat serius dalam 2 Tim 4:1 “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi pernyataan-Nya dan kerajaan-Nya.”

 

Apakah perintahnya? ---2 Tim 4:2 “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” ---

Beritakanlah firman adalah tugas utama. Timotius adalah seorang hamba Tuhan yang menggembalakan jemaat di Efesus, diperintahkan untuk memberitakan firman, bukan memberitakan pendapat atau pemikirannya atau berita-berita lain. Karena firman itu adalah nafas dari pada Allah, yang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik kita didalam kebenaran. Karena itu firman yang dicatat di Alktab adalah maha penting dan kita harus sungguh-sungguh membacanya, merenungkannya, sesuatu yang betul-betul bermanfaat bagi kita, membentuk hidup kita untuk semakin serupa dengan Kristus.

 

Secara khusus Yohanes menggunakan kata “tanda”, “Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan murid-murid-Nya.” Kata “tanda” / sign atau semeon (dalam bahasa Yunani) digunakan oleh Yohanes secara unik dan sangat penting. Karena kita bisa melihat seluruh Injil Yohanes melalui kata “tanda”, ada tujuh tanda yang menunjukkan siapa diri Kristus sesungguhnya. Yohanes menggunakan kata “tanda” untuk menunjuk kepada mukjijat yang dilakukan oleh Kristus. Ada “tanda” yang menunjukkan siapakah Kristus itu. Matius, Markus dan Lukas tidak pernah memakai kata tanda untuk mukjijat-mukjijat yang dilakukan oleh Kristus.

 

Di dalam bahasa teologi filasaf, kata tanda “sign” adalah sangat penting karena the signifier is to signify the significance of the signified. Tanda itu penting tetapi tanda itu tidak penting pada dirinya sendiri, namun karena tanda itu menunjuk kepada sesuatu yang lain (the signified). Sebagai contoh kita memberikan janji iman kita untuk menunjukkan tanda kalau kita mengasihi Tuhan, menyatakan bahwa seluruh hasil kerja kita adalah karena anugerah Tuhan semata-mata, seluruh hidup kita milik Tuhan.

 

Tanda mukjijat bukan hanya menunjukkan bahwa Yesus mampu melakukan mukjijat, namun menunjukkan kemuliaan dan siapa Yesus Kristus itu. Dialah yang penuh kasih karunia dan kebenaran. Ada tujuh tanda yang Yohanes catat dalam Injilnya:

-       Yesus mengubah air menjadi anggur (Yoh 2)

-       Yesus menyembuhkan anak pegawai istana (Yoh 4)

-       Yesus menyembuhkan orang yang sudah lumpuh selama 38 tahun (Yoh 5)

-       Yesus memberi makan 5000 orang laki-laki dengan lima roti dan dua ikan (Yoh 6)

-       Yesus berjalan di atas air (Yoh 6)

-       Yesus menyembuhkan orang yang buta sejak lahir (Yoh 9)

-       Yesus membangkitkan Lazarus (Yoh 11)  

Inilah tanda-tanda yang Yesus tunjukkan, yang bukan hanya menunjukkan Dia mampu dan berkuasa untuk melakukan mukjijat-mukjijat itu, namun juga menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan yang mulia, Tuhan yang besar, yang agung. Tanda-tanda itu juga menunjukkan ketidakberdayaan manusia dan kemahakuasaan Kristus.

 

Ketika Yesus datang ke Samaria (lihat Yoh 4:46-54), ada seorang pegawai istana yang cukup tinggi kedudukannya menemuiNya dan berlutut di kaki Yesus, berkata “Tuhan datanglah sebelum anakku mati.”

Yesus menjawab “pergilah, pulanglah, anakmu hidup.” Pegawai itu pulang, dan sebelum dia sampai ke rumahnya, ada orang yang memberitahu bahwa anakmu sembuh. Ketika pegawai itu menanyakan kapan anak itu sembuh, maka jawabannya adalah saat ketika Yesus mengatakan pulanglah anakmu hidup. Alkitab kemudian mengatakan pegawai istana ini dan seluruh keluarganya percaya kepada Tuhan.

 

Ada 5000 orang laki-laki yang mengikuti Kristus (lihat Yoh 6:1-15), yang kalau dihitung dengan istri dan anak-anak mereka mungkin 20000 orang. Mereka seharian mengikuti Kristus dan sekarang hari sudah sore dan lapar. Murid-murid-Nya bingung bagaimana memberi makan orang sebanyak itu. Kemudian Tuhan Yesus mengatakan mereka harus memberi mereka makan. Akhirnya ada seorang anak yang mempunyai lima roti dan dua ikan. Tuhan Yesus kemudian mengangkat roti dan ikan itu, memecah-mecahkannya dan membagi-bagikannya dan mereka semua makan dengan kenyang dan masih ada sisa dua belas bakul.

 

Yoh 6:14-15 “Ketika orang-orang itu melihat mukjijat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.“ Yoh 6:15 “Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa menjadikan Dia raja, Ia menyingkir ke gunung seorang diri.“ Yesus menjelaskan mengapa Dia menghindari orang-orang itu (Yoh 6:26) “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Tuhan Yesus di sini memberikan peringatan, supaya kita jangan melihat tanda-tanda mukjijat-mukjijat itu saja, tetapi seluruh tanda-tanda itu mau menunjukkan siapa Aku, supaya kamu mengenal siapa Aku, kebesaran-Ku, keagungan-Ku, kemuliaan-Ku, Allah sendiri yang menyatakan diri kepadamu. Kalau mereka senang akan mukjijat-mukjijat itu, mereka kenyang karenanya, tetapi mereka tidak melihat itu sebagai tanda yang menunjuk kepada siapakah Yesus itu sesungguhnya. Mereka berhenti kepada mukjijat, mereka tidak sungguh-sungguh percaya bahwa Yesus adalah yang berkuasa, berdaulat atas segala sesuatu.

 

Yohanes terus memperingati, orang-orang bisa percaya mengikut Kristus, tetapi mereka bukanlah murid-murid Kristus yang sejati. Karena, setelah mendengarkan kalimat-kalimat Kristus yang keras, mereka kemudian meninggalkan Kristus: (Yoh 6:35-36) “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.”

 

Tanda-tanda itu adalah supaya engkau mengenal siapa Aku. Engkau bukan makan roti jasmani supaya kenyang, tetapi engkau menerima roti yang sejati yaitu Dia sendiri. Akulah roti hidup itu, barangsiapa datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi. Roti macam apa yang dimakan sekali tidak akan lapar lagi; air macam apa yang ketika diminum sekali tidak akan haus lagi. Kristus tidak sedang berbicara tentang roti dan air secara fisik, tetapi berbicara tentang diri-Nya sendiri. Aku adalah Tuhan, Allah dan Juruselamatmu, kalau engkau percaya, maka engkau sungguh-sungguh memiliki kehidupan yang penuh dengan kepuasan yang dalam, dan tidak apa pun yang membuat kita terus mengejar sesuatu dalam dunia ini, yang adalah sia-sia belaka. Tuhan ingin kita mengenal Dia melalui tanda-tanda yang dikerjakan-Nya, supaya kita boleh percaya kepada Dia, dan bukan hanya mengejar mukjijat-mukjijat yang dilakukan oleh Kristus.

 

Contoh lainnya adalah saat Kristus membangkitkan Lazarus dari kematian (lihat Yoh 11:1-44). Kematian adalah puncak ketidakberdayaan manusia. Tuhan Yesus sengaja menunggu empat hari sebelum membangkitkan Lazarus , supaya orang-orang tahu bahwa Lazarus betul-betul sudah mati, karena ada kepercayaan jaman itu bahwa sebelum tiga hari orang mungkin hidup lagi. Kristus menunjukkan bukan hanya Dia mampu mengalahkan kematian secara fisik, tetapi Dia juga mau mengatakan bahwa Dia adalah kebangkitan dan hidup itu.

Yoh 11:25-26 “Jawab Tuhan Yesus Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Semua tanda-tanda yang Yesus lakukan menyatakan siapa diri-Nya, supaya orang datang dan percaya kepada-Nya.

Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, dia akan hidup walaupun dia sudah mati. Apa maksudnya kalimat ini? Kalau engkau percaya kepada-Ku, maka setelah kematian secara fisik di dunia ini, engkau beroleh hidup untuk selama-lamanya.

 

Yoh 20:31 menyatakan semua yang dicatat ini adalah supaya kita the future believers percaya bahwa Yesuslah Mesias Anak Allah. Bahwa Kristuslah Mesias itu yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel.

Kata Mesias adalah sangat dekat dengan Perjanjian Lama, yang artinya adalah raja yang diurapi. Anak Daud yang dinanti-nantikan untuk menyelamatkan bangsa Israel. Tetapi sewaktu Yesus datang, Dia mengatakan Dia jauh lebih besar daripada Daud, kalau Daud mengalahkan musuh-musuh besar Israel, mengalahkan Goliat, Filistin; tetapi Anak Daud bukan hanya mengalahkan kuasa-kuasa dunia, tetapi Dia mengalahkan kuasa yang jauh lebih besar, yang mencengkram hidup manusia, yaitu dosa dan kematian.

 

Sang Mesias itu adalah raja, tetapi kerajaan-Nya bukan dari dunia ini, tetapi kerajaan-Nya adalah kerajaan Allah. Kristus mengalahkan maut melalui kematian-Nya, di atas kayu salib, memecahkan kepala si ular, the death of death through the death of Christ.

 

Hendaklah kita percaya bahwa Kristus adalah Mesias, namun bukan hanya Mesias, Kristus juga adalah Anak Allah, Sang Firman yang kekal, yang menciptakan segala sesuatu, yang berinkarnasi. Firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah, firman itu datang ke dalam dunia, berinkarnasi menjadi manusia. Dia adalah Anak Allah yang tunggal itu.

 

Ravi Zakarias mengatakan segala sesuatu yang kita ciptakan itu pasti berbeda dengan kita, betapa indah atau susahnya ciptaan kita itu. Lukisan yang sangat indah tetap berbeda dengan pelukisnya. Bangunan yang begitu megah tetap berbeda dengan arsiteknya. Hanya yang kita lahirkan yang memiliki natur yang sama dengan kita. Allah menciptakan segala sesuatu, natur semua ciptaan itu berbeda dengan Allah, namun hanya Anak Allah yang tunggal yaitu Yesus Kristus, Dia yang tidak diciptakan, Dia adalah the enternal begotten Son, Anak yang dilahirkan didalam kekekalan, yang melampaui pikiran kita. Dia adalah Anak Allah yang tunggal memiliki natur yang sama dengan Allah. Semua yang dicatat di sini adalah supaya kita percaya bahwa Yesus-lah Mesias, Anak Allah yang tunggal itu, the eternal begotten Son of God, yang telah mati bagi kita, satu-satunya pencipta dari segala sesuatu, datang ke dalam dunia, mati untuk menebus dosa, Dia bangkit menyatakan kemenangan-Nya, supaya kita percaya, sungguh-sungguh beriman kepada Dia, dan menjadi orang-orang yang berbahagia. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.

 

Apa yang terjadi setelah engkau percaya? Kalau kita percaya bahwa Kristus adalah Mesias, Anak Allah yang telah mati dan bangkit, kita memperoleh hidup di dalam nama-Nya. Ini adalah hidup yang sesungguhnya Allah inginkan bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya. Inilah hidup yang Yohanes katakan didalam Yoh 10:10 “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan, Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”. Life to the full, life abundantly.

Yohanes mencatat semua peristiwa ini supaya kita percaya, dan dengan kepercayaan kita, melalui iman itu, kita memperoleh hidup yang sesungguhnya, yang Tuhan inginkan, hidup yang berkelimpahan di dalam dunia ini dan bahkan sampai selama-lamanya. Maukah saudara memperoleh hidup yang berkelimpahan itu? Memiliki hidup yang sesungguh-sungguhnya yang Tuhan rencanakan dan sediakan, yang merefleksikan hidup dari pada Kristus itu sendiri.

 

Melalui iman, dipersatukan dengan Kristus, maka kita akan memperoleh hidup yang berkelimpahan, hidup yang berbuah. Seperti Kristus katakan, tinggallah di dalam Aku, maka engkau berbuah banyak (lihat Yoh 15:5).

Banyak orang Kristen yang hidupnya tidak mengalami hidup yang Tuhan inginkan dengan segala kelimpahannya, apalagi orang-orang dunia yang tidak percaya. Mereka pikir bahwa mereka hidup di dalam segala kepenuhannya, tetapi mereka tidak mengerti apa yang Tuhan sediakan bagi anak-anak-Nya, hidup yang sungguh-sungguh berkelimpahan.

 

Kalau kita melihat hidup pendeta Stephen Tong, yang walaupun sudah berumur lanjut, sudah berpuluh-puluh tahun Tuhan pakai, namun tetap berapi-api dalam kebenaran, Tuhan boleh memakai beliau dan masih menghasilkan banyak buah. Kita tidak harus seperti pendeta Stephen Tong, kita masing-masing memiliki panggilan yang berbeda-beda, ada yang menjadi kaki, menjadi mata dlsb, tetapi ketika kita beriman, sungguh-sungguh beriman, bukan hanya melalui mulut kita, maka hidup kita adalah hidup yang berkelimpahan.

 

Hidup yang mungkin sederhana seperti hidup Dorkas dalam kisah para rasul (lihat Kis 9:36-39), Dorkas yang pekerjaannya hanya membuat baju untuk orang-orang miskin, janda-janda yang membutuhkan itu. Hidup Dorkas menjadi berkat besar, ketika Dorkas mati, maka orang-orang miskin, janda-janda itu membawa baju-baju yang sudah Dorkas buat bagi mereka, menangis, mengingatkan Dorkas yang begitu sederhana itu sudah menjadi berkat yang besar.

 

Tuhan ingin kita semua percaya, mendengar firman Tuhan, sungguh-sungguh beriman. Bersandar terus kepada Tuhan, karena kalau kita terlepas dari pokok anggur yang benar itu maka kita akan menjadi ranting yang kering yang siap untuk dicampakkan ke dalam api untuk dibakar.

 

Hanya ada dua alternatif, apakah engkau tinggal di dalam Aku atau engkau tinggal di luar Aku. Biarlah kita berdoa supaya tidak ada seorang pun dari kita yang terlepas dari Kristus, namun setiap kita boleh percaya, beriman kepada Kristus, sang Mesias, Anak Allah yang hidup itu. Kita makin mengenal-Nya, mengasihi-Nya, mengenal kemuliaan-Nya, dan diubahkan hari demi hari semakin serupa dengan Kristus. Sehingga kita beroleh hidup yang berkelimpahan, hidup yang sesungguhnya di dalam nama-Nya.

 

Suatu ketika saya sempat diajak untuk mengunjungi seorang pemuda yang sakit. Seorang pemuda yang sewaktu sehat sangat pintar, anak yang baik dari keluarga Kristen yang baik, dan karirnya sangat bagus. Namun dia menjadi lumpuh total, tidak bisa apa-apa, hanya bisa tidur di tempat tidur. Dia adalah anak laki satu-satunya di dalam keluarga itu. Ibunya sedih sekali, dan sudah beberapa lama tidak lagi ke Gereja, karena ingin terus menjaga anak itu. Ketika saya mendoakan mereka, mensharingkan Mazmur 23.

“Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku, Ia membaringkan aku di padang rumput yang hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” Pemazmur sadar ada waktu-waktu yang lancar, seperti domba yang mendapat rumput yang hijau, air yang segar yang menyegarkan jiwanya. Pemazmur menggunakan kata “Ia” untuk keadaan lancar. Tetapi ayat selanjutnya (Mzm 23:4) menyatakan suasana yang berubah sama sekali “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelamanan, aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku.” The shadow of death, lembah bayang-bayang maut, seperti lembah yang sangat dalam, dengan tebing di kiri kanan yang sangat tinggi, sehingga sinar matahari tidak menyentuh lembah itu. Lembah yang gelap, yang menakutkan, dingin dan lembab. Tetapi pemazmur mengatakan “aku tidak takut bahaya sebab Engkau bersertaku.” Pemazmur tidak lagi mengatakan “Ia” melainkan menggunakan kata “Engkau”.

 

Di dalam hidup kita, ada waktu-waktu yang lancar, namun bukan berarti sewaktu kita percaya kepada Kristus, hidup akan selalu lancar. Kesulitan sebenarnya adalah suatu tanda bagi kita dalam mengikut Tuhan, apakah kita sungguh-sungguh mengikut Tuhan. Alkitab (lihat Mat 16:24) mengatakan barangsiapa mengikut Aku, ia harus menyangkal diri, memikul salib, mengikut Aku. Paulus mengatakan kepada Timotius (lihat 2 Tim 3:12), whoever wants Godly life, he will be persecuted. Kita betul akan memperoleh hidup di dalam nama-Nya, tetapi dalam hidup yang berkelimpahan itu, ada waktu-waktunya Tuhan memberikan kita kesulitan.

 

CS Lewis mengatakan Tuhan itu berbisik kepada kita pada waktu hidup kita lancar, Tuhan itu berbicara kepada kita dalam saat-saat kita biasa-biasa saja, tetapi Tuhan itu berteriak di telinga kita, ketika kita didalam kesulitan dan penderitaan. Meskipun aku berjalan dalam lembah bayang-bayang maut, aku tidak takut bahaya, karena aku justru lebih dekat kepada Tuhan, karena Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu yang menghibur aku, Engkau memberi kekuatan, penyertaan, penghiburan kepadaku.

 

Firman Tuhan yang sudah dicatat adalah supaya kita percaya bahwa Yesus adalah Mesias, dan supaya kita oleh iman kita, memperoleh hidup didalam nama-Nya. Biarlah kita boleh terus mentaati Dia, kemana pun Tuhan pimpin, kita mungkin mengalami saat-saat sulit, namun Dia bukan hanya tidak meninggalkan kita, tetapi Dia lebih dekat dengan kita. Kehadiran-Nya, penghiburan-Nya, kekuatan-Nya bisa lebih kita rasakan. Biarlah kita menjadi orang-orang yang seperti demikian dan mengalami hidup yang berkelimpahan yang Tuhan berikan.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya