Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Berbahagialan Mereka yang Tidak Melihat, Namun Percaya

Ibadah

Berbahagialan Mereka yang Tidak Melihat, Namun Percaya

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 4 Agustus 2019

Bacaan Alkitab: Yoh 20:24-29

Cerita keraguan Tomas atas Yesus yang sudah bangkit adalah cerita yang sangat terkenal, dan unik dalam Injil Yohanes, karena Injil lainnya tidak menceritakan peristiwa ini. Banyak orang menyebutnya sebagai kisah “the doubting Tomas” – Tomas yang ragu-ragu. Namun istilah doubting Tomas adalah kurang tepat, karena sebenarnya Tomas tidak ragu-ragu, tetapi Tomas sebenarnya adalah tidak percaya “unbelieve Tomas”.  Tomas mengatakan dalam Yoh 20:25 “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-sekali aku tidak akan percaya.” Tuhan Yesus setelah menyatakan diri-Nya kepada Tomas, Dia mengatakan Yoh 20:27 “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, Melainkan percayalah.”  

Dalam kata Yunaninya, istilah “percaya” adalah menggunakan kata apistos: a (lawan) + pistos (percaya/believe) atau berarti lawan daripada pistos. Jadi Tomas bukan ragu-ragu tetapi dia tidak percaya.

 

Tetapi kita perlu mengingat bukan berarti Tomas lebih parah daripada murid-murid yang lain. Kalau kita membaca peristiwa-peristiwa sebelumnya, maka semua murid sebenarnya tidak percaya, sebelum mereka bertemu dengan Kristus yang bangkit itu. Meskipun Kristus sudah mengatakan berkali-kali bahwa Anak manusia akan ditangkap, dianiaya, akan mati dan akan dibangkitkan pada hari ketiga, tetapi ketika Yesus akhirnya ditangkap dan dipaku di atas kayu salib, mereka tergoncang imannya. Ketika Maria mengatakan kepada para murid bahwa “Aku telah melihat Tuhan” (Yoh 20:18), mereka pun belum percaya. Maria pun sebelumnya tidak percaya, dia berpikir Tuhanku itu mati dan mayat-Nya sudah diambil oleh orang, sampai Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya kepadanya.

 

Petrus ketika melihat kubur yang kosong (lihat Luk 24), dia belum percaya, dia pergi dan bertanya-tanya dalam hatinya, apa yang kiranya telah terjadi. Bahkan setelah dia melihat kubur yang kosong, Petrus masih bertanya-tanya apa sebenarnya yang telah terjadi. Dua murid di Emaus, mereka sudah mendengar akan Maria dan beberapa perempuan mengatakan bahwa kubur itu kosong, dan melihat Tuhan, tetapi mereka juga tidak percaya. Dua murid itu mengatakan kita tadinya berharap bahwa Dia adalah juruselamat yang akan membebaskan Israel, tetapi sekarang Dia sudah mati, dan sekarang ada kebingungan, ada desas-desus bahwa Dia sudah bangkit. Mereka masih sangat sedih karena mereka tidak percaya.

 

Jadi cerita ini adalah cerita unbelieve Tomas, bukan doubting Tomas.

 

Tetapi kalau kita bandingkan dengan murid-murid yang lain, mungkin Tomas lebih keras kepala. Karena sebelumnya Tuhan Yesus sudah menyatakan dirinya (lihat Yoh 20:19-23) ke sepuluh murid yang lain (kecuali Tomas). Mereka menjadi saksi mata Kristus yang sudah bangkit, mereka mengatakan (Yoh 20:25) “Kami telah melihat Tuhan.” Ini adalah saksi mata sepuluh rasul, tetapi Tomas mengatakan dengan begitu detil “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-sekali aku tidak akan percaya.”

 

Tomas bukan mengatakan kalau aku bisa menaruh tanganku di lambung-Nya, dan jariku di tangan-Nya, maka aku akan percaya – pernyataan yang agak positif. Namun Tomas mengatakan kecuali aku menaruh tanganku di lambung-Nya dan jariku di tangan-Nya, maka aku tidak akan percaya – ini adalah pernyataan yang sangat negatif dan keras kepala. Apalagi ditambah dengan perkataan teman-teman Tomas, kesepuluh rasul lainnya, Tomas juga tidak percaya.

 

Kalau saudara tempatkan diri saudara sebagai salah satu dari kesepuluh rasul itu, saudara sudah melihat Kristus yang bangkit, dan bersukacita, kemudian saudara bertemu Tomas. Saudara mengatakan kami sudah melihat Tuhan, dan Tomas menolak pernyataan saudara “kecuali aku menaruh jariku, aku tidak akan percaya”, saudara akan geregetan sekali. Kita tidak tahu apa yang ada di hati murid-murid lainnya, tetapi yang pasti, mereka tidak mengucilkan Tomas.

 

Mereka tidak mengatakan kepada Tomas, kami sudah melihat dengan mata kepala kami sendiri, kami juga tadinya tidak percaya, kami melihat tangan-Nya yang berlubang, lambung-Nya yang ditikam itu, namun kamu tidak percaya juga, salahmu sendiri kamu tidak berkumpul dengan kami minggu lalu. Hari itu adalah hari pertama pada minggu itu, yaitu hari minggu. Itulah sebabnya juga Kristus menyatakan diri pada hari pertama, pada hari minggu itu. Delapan hari sejak kebangkitan Kristus, mereka berkumpul pada hari pertama pada minggu itu, yaitu hari minggu. Sampai sekarang juga kita selalu berkumpul di Gereja pada hari minggu.

 

Para murid tidak mengatakan salahmu sendiri engkau tidak datang berbakti dan berkumpul bersama-sama dengan kami, sehingga kamu tidak menerima berkat, kalau kamu tidak percaya, ya pulang saja, tidak usah datang lagi, dlsb. Mereka tidak mengucilkan Tomas, namun mereka mengajak Tomas untuk datang berbakti, bersekutu bersama-sama dengan mereka.

 

JC Ryle mengatakan “How much Christian may lose by not regularly regularly the assembly of God’s people”. Berapa banyak kita kehilangan sesuatu yang bahkan kita tidak sadar bahwa hal itu hilang karena kita tidak datang berbakti bersama-sama dengan umat Tuhan yang lain. Tomas tetap ada dalam kegalauan selama satu minggu, sedangkan murid-murid yang lain sudah bersuka cita melihat Kristus. Kristus memperlihatkan tangan-Nya dan lambung-Nya dan mengatakan (Yoh 20:21) “Damai sejahtera bagi kamu.”, mereka bersuka cita dan bersemangat, Kristus sudah bangkit mengalahkan maut. Tetapi Tomas galau selama seminggu.

 

Ibrani 10:25 juga mengatakan “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.“ Jangan saudara take for granted di dalam setiap kesempatan yang ada, yang Tuhan sudah sediakan bagi saudara. Mungkin saudara seringkali merasa malas tidak mau datang ke Gereja, tidak mau ikut persekutuan, atau kegiatan Gereja yang lain. Justru di saat-saat kita merasa tidak mau mengikuti semua itu, namun kalau kita tetap datang juga, seringkali Tuhan menegur dan berbicara kepada kita, Tuhan menghibur dan menyatakan anugerah-Nya kepada kita.

 

Charles Spurgeon bertobat di waktu yang dia tidak bisa bayangkan. Di dalam salju yang tebal, pada hari minggu, Charles pergi ke Gerejanya, namun ada badai dlsb. dia tidak melanjutkan perjalanan ke Gereja di mana dia biasa pergi. Tetapi dia akhirnya datang ke Gereja yang lebih dekat dengan rumahnya. Sedikit sekali orang yang hadir di Gereja itu, pendetanya juga tidak datang karena ada badai. Namun seorang penatua berkotbah, dan dia membacakan alkitab berulang-ulang kalimat Alkitab yang sama. Kemudian penatua itu mengatakan hai anak muda yang duduk di pojok sana, kalau engkau tidak bertobat seperti yang firman Tuhan katakan, engkau akan binasa. Tetapi kalimat dari seorang penatua yang sangat sederhana membuat Charles Spurgeon bertobat dan menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan, dan Tuhan memakai Charles Spurgeon dengan hebat sepanjang hidupnya. Justru di saat-saat pergumulan dan kesulitan untuk bersekutu, tetaplah datang bersekutu dengan saudara-saudara seiman, mendengarkan firman. Tuhan akan memberi anugerah-Nya dan membentuk hidup kita.

 

Murid-murid tetap mengajak Tomas untuk bersekutu meskipun Tomas begitu keras kepala, dan kita melihat ada anugerah Kristus yang besar bagi Tomas. Yoh 20:26-27 “Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali di rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas” -  Kristus khusus datang hari itu untuk Tomas, orang yang keras kepada itu -  “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engaku tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

 

Kita perlu menyadari di sini bahwa Kristus penuh belas kasihan, Dia adalah Tuhan yang begitu baik, yang mengasihi murid-murid-Nya. Kristus bahkan datang kepada Tomas yang keras kepala dan yang tidak percaya.

 

Menghadapi Tomas, kita mungkin akan marah atau paling sedikit kesal, atau mengekskomunikasikan Tomas. Kalau Yesus mengekskomunikasikan Tomas pun sebenarnya Dia tidak bisa dipersalahkan, karena Tomas adalah orang yang keras kepala dan tidak mau percaya. Namun di sini kita melihat kesabaran, belas kasihan, kerendahan hati Kristus yang melampaui segala akal. Adalah satu hal bagi Kristus, bahwa Dia datang, berinkarnasi Firman menjadi manusia melayani sampai mati di atas kayu salib, tetapi ada hal yang lain lagi, ketika Dia sudah betul-betul mati, bangkit dari kematian, mengalahkan maut, dan Dia sudah menyatakan Diri-Nya, kemuliaan-Nya kepada Maria dan ke sepuluh murid-Nya, tetapi Tomas mengatakan sekali-kali aku tidak akan percaya kalau aku tidak mencucukkan jariku ke tangan dan lambungnya. Tuhan menyatakan diri kepada Tomas, Dia merendahkan diri-Nya, Dia datang menghampiri satu pribadi.

 

Di sini kita bisa belajar akan kesabaran, kebaikan Tuhan, yang sangat menggerakan hati kita. Bagaimana Tuhan yang mulia, pencipta alam semesta, yang sudah mengerjakan segala satu, sudah mati, bangkit, menyatakan kemuliaan-Nya, tetapi ada satu orang yang tetap tidak mau percaya; Kristus menyatakan diri-Nya khusus kepada Tomas. Peristiwa ini khusus dicatat untuk Tomas. Kristus berkata kepada Tomas lihatlah dan taruhlah jarimu di tangan dan lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi.

 

Biarlah apa yang Yesus lakukan ini juga sungguh-sungguh menggerakkan hati kita, karena apa yang telah Kristus kepada Tomas, sebenarnya Kristus sedang melakukannya bagimu. Apa pun keadaanmu, apa pun dosamu, keras kepalamu, kembalilah kepada Tuhan. Tuhan mengatakan jangan engkau tidak percaya lagi, kenalilah Aku, dan sungguh-sungguh beriman. Karena Kristus adalah Tuhan yang lemah lembut, penuh kebaikan. Jangan biarkan suara iblis menguasai engkau, menuduh karena engkau hidup di dalam dosa maka engkau tidak layak datang ke Gereja Tuhan. Biarlah apa yang Kristus kerjakan kepada Tomas mendorong kita, Tomas yang betul-betul keras kepada dan tidak percaya, Tuhan memperhatikan Tomas, menyatakan diri-Nya kepadanya. Biarlah kita datang kepada Dia, dan percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang baik dan mengasihi anak-anak-Nya. Biarlah kita beriman kepada-Nya, seperti Tomas yang akhirnya bertobat dan percaya kepada Tuhan.

 

Di sisi yang lain, bagi kita yang sudah mengalami kebaikan Tuhan, apa yang dikerjakan Kristus juga memberikan teladan bagi kita semua. Dia adalah pencipta segala sesuatu, Allah yang berdaulat atas langit dan bumi, tetapi Dia rela menyatakan diri-Nya, menghampiri satu pribadi yaitu Tomas. Baiklah kita yang adalah murid-murid Tuhan, memperhatikan saudara-saudara kita yang lemah, yang keras kepala, yang mundur imannya, yang tidak merasa perlu akan Gereja Tuhan, yang sudah muak. Biarlah kita perhatikan mereka dan kalau perlu kita mengatakan kalimat yang keras untuk menegur dan membangkitkan dia.

 

Paulus mengatakan (lihat 1 Kor 8:1-13) dalam pergumulannya tentang makanan najis atau tidak najis, bahwa segala makanan bagiku itu halal, tetapi kalau apa yang aku makan itu menjadi batu sandungan bagi orang lain yang lemah imannya, maka aku tidak akan makan daging itu untuk selama-lamanya. Paulus mengatakan hal itu karena kasih itu jauh lebih penting daripada menegaskan haknya.

 

Andaikan saudara sedang berlatih memanah di lapangan panah, tetapi tiba-tiba ada anak kecil yang masuk ke dalam lapangan panah. Apakah saudara akan berhenti memanah? Pasti saudara akan berhenti memanah, meskipun itu adalah hak saudara, saudara sudah membayar untuk hal itu. Namun anak itu tidak mengerti dan masuk ke tempat yang salah. Kalau saudara tidak berhenti memanah, menegaskan bahwa itu adalah hakku, dan anak itu yang salah, maka saudara tidak mengerti akan isi hati Tuhan. Kita berhenti, demi mengasihi saudara kita.

 

Inilah yang Tuhan ingin ajarkan, menjadi teladan bagi kita. Kalau kita membaca Matius 18:15-17 yang sering dipakai menjadi dasar dari ekskomunikasi

“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tia mendengar engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tiak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.”

Tetapi kalau kita perhatikan langkah-langkah itu, dari empat mata, kemudian satu atau dua orang lain lagi, sampai terakhir kepada jemaat, maka setiap tahap itu tujuannya adalah satu: membawa dia kembali kepada Tuhan. Supaya dia dipulihkan, meninggalkan dosanya dan kembali kepada Tuhan. Jadi, selalu tujuannya adalah memperhatikan, mengasihi orang-orang yang berdosa dan salah itu. Kita mengetahui banyak teman-teman kita yang undur imannya, hidup di dalam dosa, meninggalkan Tuhan, tidak mau datang ke Gereja, dengan segala alasan apa pun, biarlah kita mengajak, mengasihi dia, sehingga menjadi dampak yang besar. Biarlah kita belajar seperti Kristus, pencipta langit dan bumi, datang kepada satu pribadi yaitu Tomas.  Biarlah kita menjadi Gereja yang memperhatikan orang-orang seperti demikian.

 

Ketika Kristus sudah menyatakan diri-Nya kepada Tomas, maka Tomas berespon kepada Tuhan (Yoh 20:28) “Ya Tuhanku dan Allahku.” Tomas tidak menaruh jarinya di tangan-Nya, tidak mencucukkan jarinya di lambung-Nya, tetapi yang pasti Tomas kagum dan kaget, dan bertobat. Dalam kengerian melihat kemulian Tuhan, Tomas menyembah Kristus “Ya Tuhanku dan Allahku.”

 

Ini adalah pengakuan yang sangat penting, yang tidak pernah ada sebelumnya, yang tidak ditulis di dalam Injil yang lain. Seorang pribadi menyembah Kristus dan berkata “Ya Tuhanku dan Allahku.” Bahkan kalimat ini adalah lebih penting daripada pengakuan Petrus. Ketika Yesus bertanya kepada Petrus (lihat Mat 16:13-17) “siapakah Aku ini.” Petrus menjawab “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Pengakuan Petrus ini sangat penting, dan dari situ Gereja dibangun. Tetapi pengakuan itu hanya mengakui Kristus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup itu, namun pengakuan itu tidak menegaskan apa yang ada dalam pengakuan Tomas (Yoh 20:28): Engkau adalah Tuhanku dan Allahku. You are Curios and Theos. Curios adalah terjemahan Yunani dalam perjanjian lama untuk Yahwe, Theos adalah terjemahan untuk Elohim. Pengakuan Tomas itu betul-betul mengatakan bahwa Kristus adalah Tuhan dan Allah.

 

Satu kalimat ini sebenarnya bisa menghentikan perdebatan bahwa apakah Yesus adalah Allah, karena Yesus menerima mengkonfirmasi penyembahan Tomas ini “Ya Tuhanku dan Allahku.”

Ini berbeda sekali dengan apa yang dikatakan Petrus, ketika Kornelius melihat apa yang dikerjakan Petrus (lihat Kis 10:1-26). Kornelius datang dan tersungkur di kaki Petrus, menyembah Petrus. Namun Petrus mengatakan “Bangunlah, aku hanya manusia saja.” Juga terjadi dalam Paulus dan Barnabas dalam Kis 14:13-15

“Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru: “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.”

Para rasul sama sekali tidak bisa menerima kalau orang-orang menyembah mereka, meskipun Tuhan menyertai mereka dan mereka melakukan banyak mukjijat.

 

Tetapi ketika Tomas menyembah Kristus dan mengatakan “Ya Tuhanku dan Allahku”, maka Kristus menerima 100% akan hal itu. Kalau Kristus hanyalah manusia saja seperti para rasul, dan Dia menerima penyembahan Tomas, maka Dia sedang melakukan blasphemy dan jauh lebih rusak daripada Paulus dan Barnabas. Namun Kristus menerima penyembahan Tomas karena memang Kristus adalah Tuhan dan Allah yang patut disembah dan dipuji untuk selama-lamanya.

 

Perkataan Tomas ini harus kita tanam ke dalam jiwa dan pegang dengan nyawa kita sebagai taruhannya. Tidak ada kompromi satu langkah pun daripada kebenaran pengakuan ini. Kebenaran ini bukan hanya secara kognitif, namun harus membentuk seluruh hidup kita, kalau kita sungguh-sungguh mengaku bahwa Kristus adalah Tuhan dan Allah kita.

 

Kalau kita bertemu dengan saksi Yehova atau Mormon, saudara jangan berdebat soal apa pun, saudara harus langsung bertanya siapakah Yesus Kristus itu. Karena itu adalah kunci, saksi Yehova dan Mormon menolak bahwa Yesus Kristus adalah pribadi kedua daripada Allah tritunggal. Salah satu bukti bahwa Yesus adalah Allah adalah kalimat daripada Tomas ini. Ketika Tomas menyembah Kristus ‘Ya Tuhanku dan Allahku” maka Kristus menerimanya, karena Kristus memang adalah Tuhan dan Allah.

 

Kalimat Kristus yang sangat penting (Yoh 20:29) “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Kalimat ini adalah kalimat yang sering kita dengar. Kalimat ini adalah teguran bagi Tomas, namun kalau kita mengerti konteks kalimat ini, maka kalimat ini bukanlah teguran kepada Tomas, namun adalah a very gentle rebuke, karena semua murid-muridnya memang sebelumnya juga tidak percaya.

 

Kalimat ini sebenarnya lebih memfokuskan kepada berkat dan suka cita yang besar bagi future believers. Saat itu Tuhan menyatakan kebangkitan-Nya kepada murid-murid-Nya, setelah itu Tuhan mengatakan setelah engkau melihat, sekarang pergilah menjadi saksi, seperti Aku diutus oleh Bapa, sekarang Aku mengutus kamu menjadi saksi kebangkitan (lihat Yoh 20:19-21). Tomas juga seperti murid-murid yang lain sekarang bersuka cita, karena beriman dan percaya kepada Kristus.

 

Kalimat ini menekankan pada bagian kedua “berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.”

 

Kadang-kadang kita berpikir kalau Kristus datang hari ini kita akan senang, pasti semua orang akan percaya. Pada saat sekarang, Alkitab sudah diberikan, bukankah orang-orang seharusnya sungguh-sungguh bahwa Yesus Kristus itu bangkit. Tetapi hal itu tidak terjadi. Kita juga membaca bahwa orang-orang yang sudah melihat Lazarus bangkit pun juga tidak percaya, bahkan ingin membunuh Lazarus, dan juga Yesus yang membangkitkan Lazarus.

 

Tuhan Yesus ingin menegaskan kepada future believers, saudara dan saya, dan semua orang yang akan percaya, bahwa kita harus percaya bukan karena melihat secara fisik Yesus yang bangkit, tetapi melalui kesaksian daripada murid-murid yang sudah melihat dengan mata-kepala sendiri. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.

 

Seorang penulis mengatakan hal yang indah tentang hal ini. Bayangkan kita sedang menonton teater di panggung yang besar, kita melihat Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena. Scene selanjutnya Yesus menampakkan diri kepada ke sepuluh murid-Nya. Kemudian kita melihat scene Yesus menyatakan diri kepada Tomas dan Tomas menyembah “Ya Tuhanku dan Allahku”. Kita menonton itu dan bisa menerima berita yang disampaikan di panggung itu, tetapi berita itu kita terima secara tidak langsung (indirectly) melalui cerita itu, tetapi tidak secara langsung dari Yesus Kristus sendiri. Kita pikir pasti lebih berbahagia murid-murid itu yang bertemu dengan Kristus sendiri, seperti Tomas yang melihat tangan dan lambung itu dengan mata kepalanya sendiri. Kita berpikir seperti itu sebagai penonton. Tetapi kemudian sebelum teater itu selesai, tiba-tiba tempat penonton duduk disorot lampu sehingga menjadi terang. Tuhan Yesus yang tadi berbicara di panggung sekarang berbalik berbicara kepada kita, “Berbahagialah engkau, karena meskipun engkau tidak melihat namun engkau percaya.”

 

Berita ini ditulis khususnya bagi kita, the future believers. Kita tidak kurang berbahagia, tidak kurang diberkati dibandingkan dengan murid-murid-Nya. Tetapi lebih berbahagia kamu yang tidak melihat namun percaya.  Kita mendengar kesaksian melalui murid-murid-Nya, melalui hamba-hamba-Nya, kita tidak pernah melihat dengan mata kepada kita sendiri, kita tidak pernah menaruh jari kita di tangan dan lambung Kristus. Tetapi kita mendengar dan kita percaya karena memang seluruh perkataan Tuhan itu adalah supaya future believers sepanjang jaman adalah orang-orang yang berbahagia.

 

Tuhan Yesus mengatakan Aku akan pergi, kamu memang tidak akan melihat Aku lagi, tetapi dengan iman kepada firman-Nya yang berkuasa menyelematkan setiap orang yang percaya, kita mengetahui Kristus sudah bangkit bagi kita. Itulah kebahagian kita. Kita menjalani hidup, menyadari bahwa Dia hadir beserta kita, memimpin, memberi kekuatan, menegur, membawa kita kembali kepada Tuhan.

 

Sewaktu menerima perjamuan kudus, kita menyadari bahwa Dia hadir, bukan secara fisik, tetapi secara rohani, Roh-Nya yang kudus, menerima tubuh dan darah Kristus yang sudah diserahkan bagi kita. Kita tidak akan takut akan apa pun yang boleh terjadi di dalam hidup kita, sepanjang kita bersama Kristus; karena Kristus memimpin, memberi kita kekuatan. Bahkan kematian pun tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah di dalam Kristus. Ketika kita takut akan Tuhan maka kita tidak akan takut akan apa pun di dalam dunia ini. Karena takut akan Tuhan adalah justru ketakutan yang membebaskan kita daripada ketakutan yang lain. Karena Dia adalah kuat, memimpin dan tidak akan meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Berbahagialah kita yang tidak melihat namun percaya.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya