Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Roh Kudus Menginsafkan Dunia akan Dosa, Kebenaran dan Penghakiman

Ibadah

Roh Kudus Menginsafkan Dunia akan Dosa, Kebenaran dan Penghakiman

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 25 November 2018

Bacaan Alkitab: Yoh 16:5-11

Dalam bacaan Alkitab kali ini Kristus menjelaskan lebih detail tentang pekerjaan Roh Kudus. Dalam Yoh 16:8 Yesus mengatakan kalau Roh Kudus datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman - ini adalah tiga hal yang akan kita renungkan. Tetapi sebelumnya kita harus mengerti konteks dari ayat ini. Tuhan Yesus mengatakan dalam Yoh 16:5 “tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?” Ini kalimat yang menimbulkan pertanyaan, karena sebelum itu dalam Yoh 13:36, Petrus bertanya dengan pertanyaan yang sama "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Tetapi dalam Yoh 13, Petrus bukan sungguh-sungguh bertanya kemana Yesus akan pergi.  Petrus bukan ingin tahu Yesus akan pergi kemana dan apa yang akan terjadi ketika Yesus pergi, melainkan Petrus ingin tahu apa yang akan terjadi dengan dirinya dan murid-murid lainnya kalau Yesus pergi. Karena itulah Yesus melanjutkan dalam Yoh 16:6 “Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita.” Dalam Yoh 16:5-6 Yesus menegur murid-murid-Nya karena mereka hanya memperdulikan kepada diri mereka sendiri. Sebentar lagi Yesus akan pergi, ditangkap dan mati di atas kayu salib, tetapi mereka tidak memperdulikan hal itu. Karena itulah Yesus mengatakan “tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?”

Dalam teguran Kristus ini, sebenarnya Yesus mengerti segala kelemahan mereka; karena mereka akan kuatir apa yang akan terjadi ketika Yesus meninggalkan mereka. Oleh sebab itu dalam Yoh 16:7 Yesus mengatakan hal yang penting “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”

Kalimat yang mirip pernah juga dikatakan oleh Kayafas (lihat Yoh 11:50) Sangat menarik kalau kita melihat bagaimana Yohanes menginterpretasikan perkataan Kayafas itu. Kayafas mengatakan (Yoh 11:50) “lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa.” Kayafas mengatakan itu karena kalkulasi dan kelicikannya yang ingin mengorbankan Kristus daripada seluruh bangsa Israel akan dibunuh oleh Roma. Yohanes menginterpretasikan bahwa tanpa Kayafas sadari, Kayafas sedang menggenapi rencana Allah yang kekal. Meskipun motifasi Kayafas adalah untuk kepentingan posisi dirinya, tetapi kalimat itu mengandung arti Injil yang sesungguhnya: bahwa Kristus mati untuk menggantikan semua orang yang percaya dan beriman di dalam Kristus. Kematian orang percaya digantikan dengan kematian Kristus di atas kayu salib.

Murid-murid juga tidak menyadari kepergian Kristus yang sebentar lagi akan terjadi. Mereka kuatir apa yang akan terjadi kepada mereka ketika Kristus pergi. Tetapi Kristus mengatakan adalah lebih berguna bagi kamu jika Aku pergi, sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu. Tetapi mengapa jika Kristus tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang? Hal ini tidak dijelaskan dalam Yoh 16:7, tetapi ayat-ayat sebelumnya memberikan suatu petunjuk (clue).

Dalam Yoh 7:39b Yohanes mengatakan “Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.”  

Jadi kedatangan Roh Kudus sangat erat kaitannya dengan Yesus dimuliakan.Kita mengetahui bahwa Yesus dimuliakan pada saat dia dipaku di atas kayu salib. Karena itu ada kaitan yang erat antara kedatangan Roh Kudus dan kematian Yesus di atas kayu salib.

Kita harus mengerti keutuhan karya keselamatan Allah. Bapa adalah yang merencanakan keselamatan dari kekekalan. Anak (Yesus Kristus) adalah pribadi yang datang ke dalam dunia melaksanakan keselamatan itu melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Roh Kudus adalah pribadi yang mengaplikasikan keselamatan yang telah digenapi oleh Kristus di atas kayu salib. John Murray, seorang professor dari Westminster seminary, menulis suatu buku yang sangat terkenal “Redemption, Accomplished and Applied” keselamatan yang digenapi di dalam Kristus dan diaplikasikan oleh Roh Kudus di dalam hidup setiap orang percaya; atau secara keseluruhan Redemption, Planned, Accomplished and Applied. Keselamatan yang direncanakan oleh Bapa dalam kekekalan, yang digenapi oleh Anak dan diaplikasikan oleh Roh Kudus.

Roh Kudus adalah pribadi yang mengaplikasikan keselamatan yang telah digenapi oleh Kristus. Karena itulah Yesus mengatakan lebih baik kalau Aku pergi. Yesus sebentar lagi akan disalibkan dan kembali kepada Bapa dan di atas salib Yesus mengatakan “It is accomplished” (Yoh 19:30) Karya keselamatan sudah selesai, digenapi di dalam Kristus, tetapi karya keselamatan Kristus di atas kayu salib tidak akan berguna bagi kita kalau tidak Roh Kudus yang mengaplikasikan keselamatan itu di dalam hidup setiap orang percaya.

Kristus mati menebus dosa manusia tetapi bagaimana kaitan kematian Kristus 2000 tahun yang lalu itu dengan kita dan juga dengan orang percaya sepanjang sejarah. Bagaimana yang Kristus kerjakan itu boleh bermanfaat bagi hidup orang percaya. adalah semata-mata karena pekerjaan Roh Kudus. Tanpa pekerjaan Roh Kudus keselamatan yang sudah digenapi di atas kayu salib itu tidak ada manfaatnya sama sekali bagi kita.

Inilah keutuhan karya keselamatan Allah. Bapa yang merencanakan keselamatan, Anak yang menggenapi keselamatan, Roh Kudus yang mengaplikasikan keselamatan di dalam setiap orang percaya. Dalam konteks inilah kita boleh mengerti pekerjaan Roh Kudus dengan lebih detil dalam Yoh 16:8-11.

Ada tiga hal yang dapat kita lihat dalam Yoh 16:8-11:

1)    Roh Kudus datang untuk menginsafkan dunia akan dosa

(Yoh 16:8a) "dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia"; Yoh 16:9 melanjutkan “akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;”

Bagian ini perlu diteliti dengan detil karena tidak mudah untuk dimengerti. Roh Kudus menginsafkan akan dosa karena mereka tidak percaya kepada Kristus. Kata “menginsafkan” secara singkat berarti Roh Kudus menyatakan kesalahan manusia berdosa, dan setelah itu memberi kesadaran bahwa manusia telah berdosa, kemudian mengarahkan manusia kepada jalan yang benar. Namun pekerjaan Roh Kudus jauh lebih dalam daripada menyatakan kesalahan orang. Roh Kudus memberi kesadaran dalam hati dan jiwa manusia yang paling dalam. Secara positif Roh Kudus membawa orang berseru kepada jalan yang benar yaitu kepada Kristus itu sendiri.

Manusia tidak percaya kepada firman-Nya, tidak percaya kepada apa yang telah Yesus lakukan.Roh Kudus mengekspos dosa manusia ini, memberikan kesadaran dan kemudian mengarahkan mereka kepada Kristus. Hal ini menunjukkan bahwa manusia tidak mungkin percaya tanpa Roh Kudus bekerja menginsafkan manusia dalam hati mereka yang paling dalam. Ketika Roh Kudus bekerja manusia akan sadar akan dosanya, dan berseru kepada Tuhan meminta belas kasihan Tuhan.

Hal ini sesungguhnya terjadi secara dramatis saat Roh Kudus dicurahkan pertama kali pada hari Pentakosta. Dalam Kis 2 diceritakan bahwa Roh Kudus turun dan memenuhi para murid. Petrus kemudian berdiri dan berkotbah kepada ribuan orang pada waktu itu, berkotbah tentang Kristus yang datang ke dalam dunia dan mati untuk menebus dosa manusia, tentang Kristus, sang Mesias yang telah disalibkan oleh orang-orang Israel. Ketika Petrus selesai berkotbah, Lukas, penulis Kisah Para Rasul, mencatat (lihat Kis 2:37-38) bahwa ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka sangat tertusuk, dan mereka berkata “apa yang harus kami perbuat” dan Petrus menjawab “bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis.” Kisah Para Rasul kemudian mencatat (lihat Kis 2:41) bahwa hari itu 3000 orang bertobat dan diselamatkan.

Ini adalah semata-mata pekerjaan Roh Kudus yang bekerja di dalam hati orang-orang yang mendengar Injil, yang menginsafkan mereka akan dosa. Karena mereka sebelumnya tidak percaya akan Kristus. Mereka disadarkan akan dosa mereka, dan mereka kemudian bertobat dan percaya kepada Kristus. Ini bukanlah karena kehebatan Petrus, bukan karena kuasa dan kepandaian Petrus dalam berkata-kata. Petrus dan semua rasul, semua hamba Tuhan dan semua orang Kristen tidak dapat menginsafkan manusia akan dosa manusia. Ini adalah semata-mata pekerjaan Roh Kudus di dalam hati manusia yang paling dalam.

Manusia juga tidak bisa menginsafkan diri mereka sendiri. Ini adalah inti perbedaan antara ajaran Pelagius dan ajaran Agustinus, antara ajaran Armenius dan dan ajaran Reform. Ajaran Pelagius dan Armenius setuju bahwa manusia memerlukan anugerah Tuhan untuk diselamatkan, bahwa Kristus harus mati untuk keselamatan manusia. Tetapi yang mereka tolak adalah kata “Sola” yang ditekankan oleh para reformator. Ajaran Reformasi mengajarkan akan “Sola Gratia”, “Solus Christus”, “Sola Fide”, “Soli Deo Gloria”, “Sola Scriptura” yang menekanan kata “Sola”. Tetapi ajaran Pelagius dan Armenius menolak bahwa keselamatan hanya karena anugerah, menolak bahwa keselamatan adalah Sola Gracia. Ajaran Pelagius dan Armenius mengatakan bahwa kehendak manusia itu selalu bebas dan karenanya bisa menolak atau menerima anugerah yang ditawarkan. Mereka percaya bahwa anugerah keselamatan diberikan kepada semua orang di dunia ini, tetapi yang menentukan apakah seseorang diselamatkan atau tidak adalah keputusan orang itu untuk menerima atau menolak anugerah keselamatan. Ajaran Armenianism tidak mengerti bahwa tanpa pekerjaan Roh Kudus di dalam jiwa manusia yang paling dalam, manusia tidak mungkin insaf akan dosanya.

Ajaran Reform yang kita percaya sesuai dengan bacaan Alkitab di atas, menegaskan bahwa tanpa pekerjaan Roh Kudus yang bekerja di dalam jiwa manusia yang paling dalam, manusia tidak mungkin insaf akan dosanya. Tanpa pekerjaan Roh Kudus manusia tidak mungkin bertobat dan percaya kepada Kristus. Tanpa pekerjaan Roh Kudus dunia tidak akan insaf akan dosanya dan akan penghakiman dari pada Allah.

Teologi Reform menegaskan bahwa sesuai dengan Firman hanya Roh Kudus yang membuat manusia sadar akan dosanya. Ketika Roh Kudus bekerja, Roh Kudus akan memberi kesadaran sejati kepada manusia akan dosa mereka. Maka respons manusia adalah seperti Yesaya dan juga seperti anak-anak Tuhan sepanjang jaman. Ketika Yesaya dibongkar dosanya dan dinyatakan akan kemuliaan Allah, maka seperti Yesaya, tidak mungkin tidak manusia akan berkata celakalah aku manusia yang berdosa ini (lihat Yes 6:5) Orang dapat menyadari dosanya, hanya dapat terjadi jika Roh Kudus bekerja dalam hatinya. Manusia akan berseru seperti pemungut cukai di bait Allah (lihat Luk 18:13) yang berkata “have mercy for me, O Lord, for I am a sinner.

Tidak ada orang yang menyadari akan dosanya sungguh-sungguh seperti yang Roh Kudus inginkan, yang kemudian menolak akan anugerah-Nya. Kalau orang itu menolak berita Injil maka sesungguhnya orang itu tidak pernah mengerti akan dosa yang sesungguhnya di hadapan Allah. Orang itu tidak pernah insaf akan dosanya. Orang insaf akan dosanya, semata-mata karena pekerjaan Roh Kudus di dalam hati manusia.

Karena itulah, Reform Teologi membuat kita mengerti bahwa kita diselamatkan hanya karena anugerah Allah. Karena tanpa pekerjaan Roh Kudus di dalam hati kita, kehendak kita pasti akan menjadi dosa. Tanpa pekerjaan Roh Kudus kita tidak akan mungkin sadar akan dosa-dosa kita dan berseru meminta belas kasihan Allah. Ketika Roh Kudus datang Roh Kudus akan menginsafkan dunia dari dosa, karena mereka tidak percaya kepada-Ku. Roh Kudus bekerja, membuat manusia dapat menyadari dosanya, dan ketika manusia sadar akan dosanya, pasti dia akan percaya kepada Allah. Kalau dia tidak percaya dan menolak Kristus, artinya Roh Kudus tidak pernah bekerja secara khusus kepadanya untuk menginsafkan dosa. Orang itu tidak betul-betul sadar akan dosanya yang mengerikan di hadapan Tuhan.

2)    Roh Kudus menginsafkan dunia akan penghakiman Allah

(Yoh 16:8) “kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;” Setelah menyadarkan manusia akan dosanya, Roh Kudus akan juga menginsafkan manusia akan penghakiman Allah. Yoh 16:11 melanjutkan “akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.”

Tanpa pekerjaan Roh Kudus, manusia akan menganggap sepi kekayaan kemurahan Allah, akan menganggap enteng kesabaran dan kelapangan hati-Nya; manusia tidak akan tahu bahwa maksud kemurahan Allah adalah menuntun kita pada pertobatan. Roma 2:5 mengatakan “Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.” Tanpa pekerjaan Roh Kudus, manusia akan menganggap penghakiman Allah tidak berarti sama sekali.

Tetapi karena pekerjaan Roh Kudus, manusia akan insaf akan dosanya dan akan gemetar dan sadar akan penghakiman Allah yang adil. Inilah yang terjadi pada saat the Great Awakening, ketika Jonathan Edwards berkotbah. Kotbahnya sangat terkenal, tetapi kotbahnya itu tidak berapi-api, Jonathan Edwards hanya membaca kotbahnya, dia membacanya kalimat demi kalimat. Tetapi sebelum dia selesai membacanya, saat dia membaca firman Tuhan, Roh Kudus bekerja dengan luar biasa. Orang-orang yang mendengarkannya mulai ketakutan, menangis dan berteriak teriak, karena kengerian akan murka Allah. Salah satu yang Jonathan Edwards katakan adalah bahwa Allah memberi engkau kesempatan hari ini, Allah adalah suci dan tidak bisa kompromi akan dosa, Allah murka dan jijik terhadap dosa, seperti anak perempuan kecil yang memegang laba-laba, dia sangat takut dan jijik terhadap laba-laba. Dia memegang kita, tidak melepaskan kita ke api neraka, tetapi sebenarnya Dia sangat jijik terhadap dosa. Namun seperti anak perempuan kecil yang memegang laba-laba itu dan ingin segera melepaskannya, Tuhan juga ingin segera melepaskan orang berdosa ke dalam api neraka, tetapi Dia belum melepaskan karena kesabaran-Nya kepada mereka. Firman Tuhan hari itu menggetarkan semua orang yang hadir.

Itulah pekerjaan Roh Kudus yang menginsafkan manusia akan dosa dan akan penghakiman Allah. Kita bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan tidak hanya berhenti sampai di situ. Dosa memang mendatangkan pengadilan Allah, tetapi kita bersyukur kepada Allah, karena Allah melakukan intervensi kepada manusia yang berdosa.

3)    Roh Kudus menginsafkan manusia akan kebenaran

Yoh 16:10 “...akan kebenaran, karena   Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi;” Kata kebenaran di sini lebih tepat diterjemahkan sebagai keadilan (righteousness).”. Roh Kudus menginsafkan manusia akan keadilan karena Kristus pergi kepada Bapa.

Ini adalah keadilan Allah yang dinyatakan oleh Kristus sendiri, khususnya di dalam kematian-Nya di atas kayu salib.

Ini adalah kata keadilan (righteousness) yang terus ditekankan dalam kitab Roma dan Galatia. Keadilan Allah (righteousness of God) menjadi berita pusat dari Roma. Dalam Roma 3, Paulus berkali-kali mengatakan bahwa kematian Kristus adalah untuk menyatakan keadilan Allah.

Roma 3:25-26 “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Kristus.”

Berkali-kali Paulus menunjukkan bahwa kematian Kristus adalah untuk menyatakan keadilan Allah. Keadilah Allah hanya akan dikerjakan dengan dua cara khususnya di dalam konteks manusia yang berdosa yaitu manusia yang tidak percaya akan menerima hukuman Allah secara langsung, atau melalui Kristus Yesus yang menanggung dosa orang percaya. Murka Allah terhadap dosa akan dilakukan dengan menghukum manusia yang berdosa. Itulah yang yang akan terjadi pada semua orang yang tidak percaya kepada Kristus, bahwa keadilan Allah akan ditegakkan. Semua manusia yang berdosa akan menanggung murka Allah yang adil itu. Tetapi di sini Yohanes menegaskan berita baik Injil Yesus Kristus, yaitu Roh Kudus bekerja menginsafkan manusia akan keadilan Allah, karena keadilan Allah sudah digenapi oleh Kristus di atas kayu salib.

Yesus kembali kepada Bapa berarti segala karya-Nya di atas kayu salib telah diterima oleh Bapa. Ketika Allah Bapa melihat Anak-Nya yang tunggal itu mati di atas kayu salib, Kristus yang tidak berdosa dijadikan dosa karena kita. Maka setiap kita yang beriman dan dipersatukan dengan Kristus, juga menerima murka Allah di dalam Kristus yang menanggung dosa kita. Maka ketika Allah Bapa melihat Yesus Kristus di atas kayu salib, Allah Bapa menyatakan inilah keadilan-Ku ditegakkan. Bahwa Aku adalah Allah yang tidak berkompromi sama sekali terhadap dosa, bahwa Aku adalah Allah yang suci dan terang dan tidak ada kegelapan sama sekali pada-Nya. Maka dosa yang melawan Allah itu harus dihukum dan upah dosa adalah maut.

Keadilan Allah harus ditegakkan kepada manusia yang berdosa: apakah di dalam diri manusia itu sendiri, atau di dalam diri Kristus. Bagi semua orang yang percaya kepada Kristus, keadilan Allah dinyatakan di atas kayu salib. Inilah yang Yesus katakan bahwa Roh Kudus datang untuk menginsafkan dunia akan keadilan karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi. Keadilan Allah sudah dinyatakan melalui Kristus yang sudah mati, bangkit dan kembali kepada Bapa. Inilah anugerah Allah melalui pekerjaan Roh Kudus yang membawa kita kepada Kristus.

Sebagai kesimpulan, kita meninggalkan dosa, bertobat, dan percaya kepada Kristus adalah semata-mata karena pekerjaan Roh Kudus. Ini adalah pekerjaan Allah yang besar melalui Roh Kudus boleh membawa orang-orang berdosa kembali kepada Allah. Melalui kesadaran akan dosa, kesadaran akan murka dan penghakiman Allah, kesadaran akan penghakiman Allah yang dinyatakan dengan murka Allah kepada Kristus di atas kayu salib, untuk menyatakan keadilan Allah, kita boleh percaya dan beriman di dalam Kristus. Ini adalah semata-mata karena anugerah Allah di dalam Kristus melalui pekerjaan Roh Kudus.

Pekerjaan Roh Kudus menginsafkan manusia akan dosa, akan keadilan, akan penghakiman Allah. Roh Kudus melakukannya melalui saudara dan saya. Ini adalah pekerjaan Roh Kudus semata-mata. Tidak ada manusia yang bisa menginsafkan manusia lain akan dosa, bahkan kita sendiri tidak bisa menginsafkan kita akan dosa kita sendiri. Itu adalah semata-mata anugerah Allah melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam hidup kita.

Tetapi pekerjaan Roh Kudus yang bekerja di hati manusia itu boleh terjadi melalui kesaksian hidup kita. Dalam Kisah Para Rasul, kita melihat Stefanus yang penuh dengan Roh Kudus bersaksi memberitakan Injil (lihat Kis 6-7), membawa manusia kembali kepada Kristus. Petrus yang penuh dengan Roh Kudus memberitakan Injil dan Roh Kudus bekerja di dalam hati orang yang mendengarkannya, dan 3000 orang bertobat dan percaya pada hari itu (lihat Kis 2). Kalau kita melihat hidup Paulus, setelah Yesus menyatakan diri-Nya kepada Paulus, maka Roh Kudus berbicara kepada Ananias untuk datang kepada Paulus yang buta, dan mendoakan dia, sehingga Paulus akhirnya boleh melayani Tuhan seumur hidupnya (lihat Kis 9).

Di sini kita lihat bahwa manusia insaf karena dosa mereka hanya karena Roh Kudus, tetapi Roh Kudus bekerja melalui Stefanus, Petrus, Ananias, Paulus, dan melalui setiap orang yang percaya. Karena itulah saya mendorong kita agar kita juga membagikan berita Injil, paling sedikit menjadi alat di tangan Tuhan untuk mendoakan dan mengajak orang untuk datang mendengar Injil Kristus. Biarlah kita berdoa supaya Roh Kudus bekerja melalui kesaksian yang kita berikan, sehingga Roh Kudus boleh bekerja menginsafkan orang-orang akan dosa, akan penghakiman, akan keadilan Allah yang telah dinyatakan di atas kayu salib. Hanya pekerjaan Roh Kudus yang boleh membawa manusia kembali kepada Tuhan.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya