Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Berdoa di dalam Nama Yesus

Ibadah

Berdoa di dalam Nama Yesus

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 4 November 2018

Bacaan Alkitab: Yoh 15:12-17

Dalam Yoh 15:16 Tuhan Yesus secara jelas menyatakan ke tidak-reciprocal-an pada persahabatan antara Kristus dengan kita: “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Kita adalah sahabat Kristus, Kristus yang memilih kita dan bukan kita yang memilih Kristus. Apa maksudnya hal ini? Bukankah waktu itu murid-murid memutuskan untuk mengikuti Kristus?

Seperti Yoh 1:35 yang menceritakan bagaimana Yohanes Pembaptis berkata kepada murid-muridnya “Lihatlah Anak domba Allah” dan kemudian murid-murid Yohanes itu mengikuti Kristus. Andreas dengan murid yang lain mengikuti Kristus karena mendengar perkataan ini. Andreas kemudian juga mengajak Simon Petrus saudaranya untuk mengikuti Petrus. Yesus bahkan tidak memanggil Simon Petrus, tetapi Andreas yang mengajak dia mengikut Kristus, dan Simon Petrus kemudian mengikuti Kristus. Apa artinya “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.”

Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita bisa berpikir secara terbalik dengan mengatakan apa kira-kira arti pertanyaan ini kalau Yesus menyatakan sebaliknya: bukan Aku yang memilih kamu, tetapi kamu yang memilih Aku?

Kalau Yesus mengatakan hal ini, maka kita bisa mengatakan kalau ada sesuatu yang buruk terjadi pada kamu maka itu bukan salah-Ku, karena itu adalah hasil pilihanmu. Kalau kamu mengalami pergumulan, dianiaya dlsb, maka terima saja, karena bukan Aku yang memilih kamu, tetapi kamu yang memilih Aku. Aku tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepadamu, karena kamu sendiri yang memilih Aku.

Dari sini kita bisa mengartikan “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu” itu sebagai Aku akan bertanggung jawab penuh akan keberadaanmu, Aku akan memberikan segala hal yang kamu perlukan untuk melaksanakan misi yang Aku tetapkan bagimu, untuk menggenapi panggilanmu dan pilihan-Ku kepadamu.

Murid-murid dan kita juga memutuskan untuk memilih Kristus, kita diselamatkan sebagai suatu pribadi, bukan sebagai robot, yang hanya mengikuti yang diperintahkan Tuhan. Tuhan memilih kita sebagai suatu pribadi (person) artinya kita memiliki keputusan, pemikiran, keinginan dan kita memutuskan untuk mengikuti dan percaya kepada Kristus.

Tetapi kalau kita membaca Alkitab, kita tahu bahwa keputusan kita sesungguhnya merupakan response dari pada panggilan Tuhan dalam hidup kita. Kita memang menjawab panggilan Tuhan, tetapi itu adalah sebagai response. Kita tidak pernah mengambil keputusan dari diri kita sendiri di luar anugerah dan pekerjaan Tuhan di dalam hidup kita.

Dalam Yoh 6:44 Tuhan Yesus mengatakan “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku“. Kita memang harus datang, memang harus mengambil keputusan, tetapi Tuhan Yesus mengatakan tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Nya, jikalau ia ditarik oleh Bapa.

Jadi keputusan kita untuk memilih Kristus adalah response karena Tuhan sudah memilih kita terlebih dahulu, Bapa sudah menggerakkan kita terlebih dahulu untuk datang dan percaya kepada Kristus.

Tanpa Kristus memilih kita terlebih dahulu maka kita adalah orang-orang yang mati di dalam dosa, yang tidak mungkin berespons, yang tidak mungkin memilih-Nya. Agustinus mengatakan bagaimana aku bisa mengenal Engkau, kalau Engkau tidak terlebih dahulu memilih aku. Dalam anugerah-Nya yang besar maka Bapa telah memilih kita di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan, dan melalui Injil yang diberitakan kepada kita, maka Roh Kudus bekerja di dalam roh, jiwa yang paling dalam, sehingga kita boleh datang, percaya dan mengikut Kristus. Ini adalah semata-mata anugerah-Nya yang besar sehingga kita boleh percaya kepada Kristus.

Kita tidak mengerti bagaimana Tuhan bekerja seluruhnya secara detail, bagaimana Dia memilih kita, menggerakkan hati kita. Roh Kudus bekerja secara misterius di dalam hati kita, sehingga kita yang tadinya mati di dalam dosa, yang tidak mungkin berespons kepada apapun seperti orang yang mati. Seperti orang mati yang digoncang, digerakkan, didorong, dilempar bom di hadapannya, dia tidak akan bergerak. Tetapi hanya karena anugerah-Nya, karena pekerjaan Roh Kudus, oleh firman Tuhan, maka Injil yang berkuasa itu menggerakkan kita, menghidupkan kita terlebih dahulu, sehingga kita bisa berespons kepada panggilan Tuhan kepada kita, dan kita boleh percaya kepada Dia.

Ada suatu lagu yang menyatakan hal ini:

I sought the Lord and afterward I knew

He moved my soul to seek Him, seeking me.

It was not I that found, O Saviour true,

No I was found of Thee.

 

Aku mencari Engkau Tuhan, tetapi kemudian Aku tahu bahwa Dia telah menggerakkan hatiku dulu, Dia yang telah mencari aku. Bukan aku yang menemukan Engkau O Saviour, tetapi aku yang ditemukan oleh Engkau. Inilah anugerah Tuhan yang besar bagi kita.

Di dalam Yoh 10:27 Tuhan Yesus mengatakan “Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku karena mereka adalah domba-domba-Ku yang telah Aku pilih sebelum dunia dijadikan.

Ini adalah anugerah Tuhan yang besar, ketika Tuhan Yesus mengatakan bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

Suatu lagu yang mengekspresikan kekaguman, ucapan syukur sekaligus ketidakmengertian akan anugerah yaitu lagu Amazing Grace. Ada seorang pengkotbah yang mengatakan, ketika kita bertemu dengan Tuhan maka perkataan pertama yang kita katakan kepada Tuhan adalah

Why Have You Chosen Me .

Why have You chosen me. Out of millions Your child to be.

You know all the wrongs that I've done. Oh, how could You pardon me And forgive my iniquities,

To save me you gave Jesus, Your Son.

Engkau mengetahui segala dosaku, mengetahui segala kerusakanku, jalanku yang sudah melawan Engkau, tetapi Engkau memilih aku terlebih dahulu, menggerakkan hatiku, sehingga aku melalui Injil yang diberitakan kepadaku aku boleh berespons kepada Engkau. Ini adalah anugerah yang besar: bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

Tuhan Yesus melanjutkan dalam Yoh 15:16b-17 “Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Ini berkaitan dengan ayat-ayat yang menyatakan Tuhan yang memilih murid-murid-Nya untuk menghasilkan buah. Kemudian Yesus mengkaitkan hal ini dengan doa, “supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”; lalu Yesus mengkaitkan lagi dengan kasih “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Mirip sekali dengan Yoh 15:7-9, yang juga ada berbicara tentang buah, tentang doa dan tentang kasih:

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.”

Apa yang dimaksudkan dengan “buah” di sini? Kita bisa mengartikan kata “buah” ini dengan buah Roh-Kudus, ada penafsir yang juga menafsirkannya sebagai buah Injil. Benih yang ditanam itu akan berbuah banyak, menjadi tiga puluh kali lipat, enam puluh kali lipat, ada seratus kali lipat. Dari satu benih akan menghasilkan benih-benih yang lain. Pokok anggur dan ranting-rantingnya menghasilkan buah anggur, menghasilkan jiwa-jiwa yang lain.

DA Carson mengartikan kata “buah” di sini dengan lebih luas lagi, sebagai segala sesuatu yang dilakukan oleh anak-anak Tuhan, oleh ranting-ranting itu, yang sesuai dengan kehendak Kristus.

Tetapi kali ini kita akan memfokuskan dengan buah kasih. Waktu Kristus berbicara tentang buah dalam Yoh 15:16b-17, maka konteksnya adalah buah kasih, yang sebenarnya mencakup keseluruhan dari pada buah Roh Kudus dan buah Injil, dan segala sesuatu yang dilakukan oleh Kristus. Karena kasih adalah buah pertama dan utama dari buah Roh Kudus. Kalau saudara mengerti kasih maka di dalamnya ada aspek-aspek yang lain. Dalam Gal 5:22-23 Paulus berbicara tentang buah Roh Kudus. Paulus mengatakan buah Roh Kudus secara singular, bukan tentang buah-buah Roh Kudus.  Artinya ini adalah satu buah tetapi buah ini memiliki sembilan rasa, dan buah yang pertama dan utama adalah kasih.

Kasih juga merupakan motivasi utama kita memberitakan Injil, untuk menghasilkan buah Injil. Ketika kita mengajak orang datang mendengarkan Injil, dorongan yang utama adalah seharusnya karena kasih.

Sewaktu saya sekolah teologi, ada seorang mahasiswa yang sepertinya mau mengikuti teladan DL Moody, yaitu dia berjanji setiap hari dia harus memberitakan Injil kepada satu orang. Dia melakukannya secara konsisten, namun suatu malam, sebelum tidur, dia sadar, hari itu dia belum memberitakan Injil. Maka malam-malam dia bangun keluar dan mencari orang yang dapat diinjili. Tentu ini bagus sekali, tetapi sewaktu memberi kesaksian tentang hal ini di sekolah Teologi, ada satu orang yang mempertanyakan apa yang dia kerjakan: karena apa engkau bangun malam-malam itu? Apakah karena merasa bersalah, sudah berjanji tetapi tidak melakukan atau sebenarnya karena mengasihi orang yang akan diinjili itu.

Pertanyaan ini juga membuat kita sadar bahwa motivasi utama kita memberitakan Injil adalah bukan karena rasa bersalah, tetapi karena kasih yang sudah curahkan di dalam hati kita. Kita sadar kasih itu tidak bisa diam, tapi menggerakkan kita mengasihi orang-orang di sekeliling kita. Inilah motivasi utama untuk memberitakan Injil.

Konteks Yoh 15 adalah kehendak dan perintah Kristus yang utama. Berkali-kali Yesus berbicara mengenai kasih.

  • Yoh 15:17 Yesus mengulangi lagi, ” Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain”.
  • Yoh 15:12 “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu”.
  • Yoh 15:10 “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku”.

Dalam konteks Yoh 15, yang disebut dengan buah adalah buah kasih, dan kasih itu muncul dalam segala macam pengertian: sebagai buah Roh Kudus, sebagai kasih yang mendorong kita mengasihi orang lain, sebagai dorongan untuk terus tinggal di dalam Kristus, sebagai dorongan untuk mentaati perintah-Nya yang utama yaitu mengasihi Tuhan dan sesama, seperti Kristus sudah mengasihi kita.

Dalam Yoh 15:16, Yesus mengkaitkan buah kasih dengan doa: “Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Apakah kaitan antara kasih dengan doa yang dijawab? Ada dua hal yang dapat kita lihat:

1. Alasan Tuhan menjawab doa kita adalah karena Kristus telah memberi kita misi untuk menghasilkan buah kasih. Ketika kita mengasihi orang-orang di sekeliling kita, orang yang belum percaya, orang yang sulit seperti pemarah, yang iri hati, yang susah memaafkan, yang mendendam, yang selalu merasa benar, yang self pity. Mereka adalah orang-orang yang sulit untuk dikasihi, tetapi Tuhan memanggil kita untuk mengasihi orang-orang semacam ini. Bahkan kita harus mengasihi orang-orang yang menganiaya kita.

Ketika engkau berusaha mengasihi, memberitakan Injil kepada orang-orang yang susah ini, maka Yesus mengatakan bahwa engkau memerlukan anugerah-Ku, dan Yesus berjanji bahwa Dia akan memberikan whatever you ask in My Name, apa pun yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku. Janji Yesus ini bukan untuk membuat hidup kita lebih nyaman, apalagi untuk hidup lebih mewah, tetapi karena Dia sudah memilih, memanggil dan mengutus kita untuk menghasilkan buah di tengah-tengah dunia ini.

Doa dan misi saling berkaitan dengan erat. Tuhan Yesus memberi jawaban doa kita bukan untuk lebih nyaman atau lebih mewah tetapi untuk menjalankan misi yang sulit. Engkau akan dibenci oleh dunia ini, tetapi engkau harus mengasihi mereka, berdoa bagi mereka, menjadi saksi bagi mereka, menjadi kepanjangan kasih Kristus kepada mereka.

John Piper mengatakan doa itu seperti walkie talkie di medan perang. Yesus seperti jendral yang memilih dan memerintahkan kita untuk berperang, merebut kota. Yesus memberikan arahan strategi, mengutus kita, dan Dia memberikan walkie-talkie. Arahan, prinsip, dan apa yang harus engkau lakukan sudah jelas, tetapi ada banyak detil yang engkau tidak tahu. Aku memberikan walkie talkie supaya setiap waktu, kapan saja, di mana saja, kesulitan apa saja, maka engkau dapat mengkontak Aku secara langsung. Doa bukan interkom domestika di rumah-rumah, yang digunakan untuk memanggil pembantu.

Ketika kita pergi memberitakan Injil, mengasihi orang-orang yang sulit, kita akan sadar dan mengetahui bahwa hal ini adalah sangat berat. Karena itu datanglah kepada Yesus berseru kepada-Nya dan Dia akan memberikan apa yang kita minta di dalam Nama-Nya. Inilah janji Tuhan.

 

2. Alasan Yesus memberi misi untuk kita berbuah supaya kita datang kepada-Nya, supaya kita bersekutu dengan intim dengan Dia, dan mengalami kuasa Tuhan yang jauh melampaui dari pada apa yang dapat kita lakukan. Ini adalah kebalikan dari point pertama di atas. Tuhan ingin kita datang kepada-Nya melalui doa. Melalui doa, suatu tindakan yang seolah-olah sangat simple, tujuan utama hidup manusia itu digenapi. Di dalam doa yang sungguh-sungguh, terjadi dua hal yang menjadi tujuan akhir manusia yaitu menikmati Tuhan dan memuliakan Dia selamanya.

Doa yang sungguh-sungguh adalah doa di dalam Nama Yesus. Berkali-kali Yesus mengatakan dalam Injil Yoh:

      • (Yoh 15:16) “supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku…”;
      • (Yoh 14:13) “apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.”
      • (Yoh 14:14) “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

 Apa artinya berdoa di dalam nama Yesus.?

Pertama-tama itu bukan kalimat magic, seperti abracadabra, yang mengharuskan jawaban doa harus terjadi. Tetapi artinya adalah supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Seluruh doa kita di dalam nama Yesus yang sesuai dengan karakter Tuhan, memiliki tujuan utama yaitu supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. (Yoh 14:13) “apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.”

Bagaimana Bapa dipermuliakan di dalam Anak? Ketika kita berdoa, di dalam ketidakberdayaan kita, kelemahan, ketidakmampuan mengasihi orang-orang yang menyebalkan, mungkin hati kita juga dingin, apalagi mengasihi orang yang menganiaya kita (?), tapi Tuhan akan menjawab doa kita, Tuhan akan menggerakkan dan menguatkan kita.

Tuhan ingin nama-Nya dipermuliakan. Ini adalah the chief end of God, Dia melakukan segala sesuatu, segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, bagi Dia-lah kemuliaan untuk selama-lamanya ( Roma 11 : 36).

The chief end of God is to glorify Himself --- Ketika kita berseru di dalam doa kita, di dalam ketidak berdayaan kita, dan Tuhan menjawab doa kita, ketika jawaban doa itu Tuhan kerjakan maka nama-Nya dipermuliakan.

Tetapi sebaliknya, ada suatu contoh negatif dalam Yes 30:15-16:  “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”  Tetapi kamu enggan, kamu berkata “Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat,” maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: “Kami mau mengendarai kuda tangkas,” maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.” Yes 30:18 memberikan kesimpulan “Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!”

Dosa orang Israel adalah mereka bersandar kepada dirinya sendiri, dengan kekuatan mereka, kehebatan mereka, perjuangan dan usaha mereka, mereka menganggap mereka tidak membutuhkan Tuhan.

Doa adalah suatu pengakuan bahwa di luar Kristus, kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Berdoa di dalam nama Kristus, adalah berdoa bukan di dalam nama kita, bukan di dalam nama uang, bukan di dalam nama gereja, bukan di dalam nama apa pun yang ada di dunia ini.

Berdoa di dalam nama Kristus artinya menyadari dan mengakui bahwa di luar Kristus, aku tidak dapat berbuat apa-apa.

Ini adalah ekspresi yang paling jelas ketika kita berdoa: kita mengakui ketidakberdayaan kita. Tuhan ingin kita tinggal tenang, diam, dan mengetahui bahwa Tuhan akan mengerjakannya. Tuhan akan menyatakan kasih setia-Nya, kebesaran-Nya, dengan menjawab doa. Karena Dia ingin dipermuliakan, bukan karena Dia kurang mulia, tetapi Dia ingin kita menyadari betapa besarnya dan mulianya Dia. Kita menyadari ketidak berdayaan kita, kita memerlukan anugerah-Nya, dan belas kasihan-Nya, dan di luar Engkau, aku tidak dapat berbuat apa-apa.

Ketika kita datang kepada Tuhan dengan kesadaran seperti ini, Tuhan akan senang. Dia memanggil kita datang untuk berseru kepada-Nya, tinggal tenang, diam di hadapan Tuhan. Berseru seperti seorang budak yang melihat kepada tangan tuannya, sampai Dia memberikan belas kasihan (lihat Mazmur 123:2). Biarlah kita jangan bodoh dan jahat seperti orang Israel, yang berkata, tidak, aku akan datang dengan kudaku, dengan kekuatan pedangku, dengan kehebatan keretaku.

Biarlah kita datang kepada Tuhan karena Tuhan ingin menyatakan kemuliaan-Nya melalui jawaban doa-doa yang kita panjatkan di dalam nama Kristus.

Melalui jawaban Tuhan, Tuhan juga menginginkan kita supaya mendapatkan kesukaan yang besar di dalam hati kita.

Yoh 15:11 “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Kata “Semuanya” mengacu kepada hal hal yang Yesus katakan, termasuk di dalamnya adalah doa.

Yoh 16:22-24 secara eksplisit mengkaitkan hal ini dengan jelas “Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.”

Konteks ayat-ayat ini adalah Yesus yang sebentar lagi akan naik ke atas kayu salib, engkau berduka cita karena Aku akan meninggalkan engkau, mati di atas kayu salib, tetapi setelah itu engkau akan segera bersuka cita kembali karena Aku akan bangkit, dan bertemu dan bersekutu lagi dengan engkau. Terpisah dengan Kristus adalah dukacita yang mendalam, sebaliknya persekutuan yang dipulihkan dengan Kristus itu menghasilkan sukacita yang penuh.

John Piper mengatakan prayer is the nerve centre of fellowship with Jesus. Doa memberikan sukacita yang besar karena doa adalah pusat syaraf dari pada persekutuan dengan Yesus. Ini bukan berbicara tentang hanya tahu tentang Kristus, bukan hanya melayani Kristus, tetapi engkau memiliki persekutuan yang intim dengan Kristus itu sendiri. Salah satu persekutuan yang intim itu diekspresikan secara puncak di dalam doa.

Pengakuan di luar Kristus, aku tidak dapat berbuat apa-apa; pengakuan ini terus menempel, dan aku akan tinggal di dalam Kristus. Ketika kita datang kepada Tuhan di dalam doa, Dia akan memberikan apa pun yang kita minta di dalam nama-Nya supaya penuhlah suka cita kita. Not only for His glory but also for our enjoyment of Him, in Him. Tuhan ingin kita berdoa supaya penuhlah suka cita kita.

Sebaliknya, prayerlessness produces joylessness. Kalau kita tidak bersuka cita, salah satu sebab alasan yang paling utama adalah karena kita tidak berdoa. Masih banyak di antara kita yang masih belum sungguh-sungguh menyadari betapa pentingnya doa.

Prayerfulness produces joyfulness. Kita bisa berdoa secara pribadi, namun kita juga bisa berkumpul bersama-sama untuk berdoa. Alkitab banyak memberikan contoh, dalam Gereja mula-mula, mereka berkumpul setiap hari untuk berdoa. Karena dua tiga orang berkumpul di dalam nama-Ku, Aku hadir. Biarlah kita melihat perintah Tuhan itu nyata dan Dia menjawab doa-doa kita.

Charles Spurgeon pernah berkotbah yang berjudul Robinson Crusoe Test. Robinson Crusoe adalah seorang yang terdampar di suatu pulau terpencil, dia hanya sendiri di sana dan tidak ada seorangpun di sana. Dia sangat kesepian dan berjuang menghadapi kesulitan dengan sangat luar biasa untuk survive. Suatu hari dia terkena demam, dia begitu kesakitan dan menggigil, putus asa dan siap mati. Tetapi kemudian di dalam keadaannya yang begitu sakit itu, dia teringat akan segala dosanya sebagai seorang pelaut. Dia sadar akan dosanya di hadapan Tuhan, tetapi dia ingat akan satu kotak yang terdampar bersama-sama dengannya, dan ada Alkitab di situ. Dengan segala kelemahannya, dia mengambil dan membaca satu ayat dalam Alkitab Mazmur 50:15 Tuhan berkata “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” Ayat ini menyadarkan dia, untuk pertama kali di dalam hidupnya dia berdoa kepadad Tuhan dengan sungguh-sungguh. Charles Spurgeon mengatakan di dalam doa itu, lahirlah suatu kehidupan baru dari sorga, suatu pengharapan di dalam Tuhan.

Ayat ini mengingatkan kita akan pentingnya kita berseru kepada Tuhan, di dalam waktu ketidakberdayaan, di dalam segala pergumulan, Tuhan akan menjawab, meluputkan kita dan kita akan memuliakan Dia, kesukaan kita akan berlimpah-limpah.

Apa yang Yesus katakan di sini Dia katakan pada malam sebelum Dia disalibkan. Ini perintah-perintah yang sangat penting, paling penting dalam hidup kita. Sebelum Dia sendiri akan menyatakan kasih-Nya yang terbesar kepada kita. Biarlah kita berdoa kepada Tuhan, supaya Dia menggerakkan hati kita, mendorong, menguatkan kita supaya kita boleh mengasihi orang-orang di sekitar kita.

 

 

 

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya