Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Pemberian Kristus bagi Sahabat-Sahabat-Nya

Ibadah

Pemberian Kristus bagi Sahabat-Sahabat-Nya

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 18 November 2018

Bacaan Alkitab: Yoh 15:26-16:4

Dari Yoh 15:18 Tuhan Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa mereka akan dibenci oleh dunia ini. Dunia ini menuju satu sistem yang melawan Tuhan, satu cara pandang dimana Tuhan tidak diperhitungkan. Paulus mengatakan (lihat 2 Tim 3:1-2) pada akhir jaman dunia akan menjadi lovers of themselves, pencinta diri, pencinta uang, pencinta kenikmatan, tetapi bukan orang-orang yang mencintai Tuhan. Inilah yang Yesus maksudkan dengan dunia yang melawan Tuhan, yang akan membenci orang-orang yang mengikuti Kristus. Dalam Yoh 16:1-4, Tuhan Yesus melanjutkan akan hal ini, Dia mengatakan bahkan kamu murid-murid-Ku akan dianiaya dan dibunuh oleh saudara-saudara sebangsamu sendiri.

Dalam Yoh 16:2 Yesus mengatakan “kamu akan dikucilkan”. Dalam terjemahan Inggris “put you out of the synagogue”, sepertinya berbeda, tetapi dalam bahasa aslinya, kalimat ini merujuk kepada konteks bangsa Yahudi yang akan mengusir, mengekskomunikasi mereka yang dikucilkan dari pusat kehidupan orang Yahudi. Tuhan Yesus memperingatkan murid-murid-Nya bahwa mereka akan diusir, diekskomunikasi dari pusat hidup mereka yaitu sinagog. Ini adalah suatu penganiayaan yang besar sekali bagi orang Yahudi, karena sinagog adalah tempat mereka beribadah kepada Tuhan. Di sinagog-lah mereka boleh mendengarkan pembacaan kitab suci. Bahkan mereka yang diusir dari sinagog akan dianggap kafir oleh teman-teman mereka sendiri, yang akan memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi mereka. Jadi ini adalah suatu peringatan yang sangat serius bagi murid-murid Kristus saat itu. Tentu peringatan ini juga memberi dampak yang besar bagi kita saat ini.

Terlebih lagi Yesus mengatakan bahwa rekan-rekan sebangsamu akan membunuh engkau, dan lebih parah lagi, ketika mereka membunuhmu, mereka menyangka bahwa mereka sedang berbakti kepada Allah.

Di dalam sejarah kekristenan seringkali terjadi hal yang persis yang seperti Yesus katakan di sini. Salah satunya adalah puritan di Inggris, archbishop Thomas Cranmer, seorang yang memulai reformasi di Inggris. Ketika akhirnya dia ditangkap oleh gereja saat itu dan kemudian dinyatakan bersalah, dia dihukum dengan dibakar. Yang menjadi sangat parah, adalah gereja ketika membakar dia mereka mengkotbahkan firman Tuhan.

Kalau kita melihat konteks alkitab maka peringatan Kristus itu juga sebenarnya segera terjadi di dalam hidup Kristus sendiri. Dia ditangkap, dianiaya, dipaku di atas kayu Salib juga karena pemimpin-pemimpin agama. Setelah Kristus naik ke surga, muncullah Saulus yang sangat bengis dan kejam. Dalam Kisah Para Rasul 9, Saulus dengan kemarahan, dengan kesungguhan dia menangkap dan memenjarakan murid-murid Kristus. Kita melihat apa yang dilakukan Saulus waktu itu adalah sangat jahat, tetapi kalau kita mengerti dari sudut pandang Saulus, sebenarnya dia berpikir dia sedang berbakti kepada Allah. Dia berpikir bahwa Yesus dan pengikut-Nya adalah orang-orang yang menyesatkan agama Yahudi. Jadi persis apa yang dikatakan Yesus dalam bagian ini bahwa mereka yang membunuhmu berpikir bahwa mereka sedang berbakti kepada Allah. Sampai Saulus pergi ke Damsyik dengan surat yang ada di tangannya, untuk menangkap, memenjarakan, membunuh orang-orang Kristen. Sampai Yesus menyatakan diri-Nya kepada Saulus di dalam perjalanan Paulus ke Damsyik. Saulus yang dengan keyakinan yang berapi-api, dengan otoritas yang dia miliki, dia akan menangkap, memenjarakan orang-orang Kristen. Tetapi setelah Yesus menyatakan diri-Nya kepada dia, bahkan berjalan pun dia tidak bisa sendiri, dia harus ditopang karena matanya buta. Tuhan Yesus berkata kepadanya, “Saul Saul why have you persecuted Me?” Saulus bertanya “Siapakah Engkau Tuhan?” Yesus menjawab “Akulah Yesus yang engkau aniaya itu.” Apa yang dialami oleh Saulus adalah persis apa yang Tuhan Yesus alami di bagian ini. Mereka akan membunuh engkau, berpikir mereka sedang berbakti kepada Allah. Mereka berbuat demikian karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. “Siapakah Engkau Tuhan?” Saulus betul-betul tidak mengenal Tuhan, karena dia tidak mengenal Yesus Kristus yang sesungguhnya itu.

Kita boleh melihat di sini, seluruh perkataan Tuhan sudah diberikan kepada murid-murid-Nya, ketika hal itu belum terjadi. Murid-murid-Nya adalah orang-orang yang mengenal Bapa dan mengenal Kristus. Bahkan Kristus menyebut murid-murid-Nya sebagai sahabat-Nya, karena Kristus telah memberitahukan segala sesuatu yang telah Dia terima dari Bapa. Alkitab menegaskan bahwa kita adalah sahabat Kristus. Kristus memang sahabat kita, Kristus bukanlah musuh kita, Dia bahkan telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Kristus menganggap kita sebagai sahabat-Nya, tetapi apakah kita menganggap Dia sebagai sahabat kita? Kristus telah menyatakan berita firman kepada sahabat-sahabat-Nya, kalau kita adalah sahabat Kristus, Dia telah memberitahukan segala sesuatu yang Dia terima dari Bapa kepada sahabat-sahabat-Nya.

Kita bisa merenungkan tiga aspek dari apa yang Tuhan Yesus sudah nyatakan kepada kita sebagai sahabat-sahabat-Nya untuk menguatkan iman kita

1. Murid-Murid-Nya tidak menjadi kaget

Dengan mengetahui apa yang akan terjadi kepada mereka, mereka tidak menjadi kaget, kecewa dan meninggalkan Tuhan. Dalam Yoh 16:1 Yesus mengatakan “Semuanya ini Kukatakan kepadamu supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.”

Inilah berbahayanya health and wealth theology atau prosperity gospel. John MacArthur mengatakan health and wealth theology bersifat satanic, karena setan yang menawarkan kepada Kristus segala hal yang ditawarkan oleh health and wealth theology. Sewaktu setan mencobai Yesus (lihat Mat 4:1-11), setan mengatakan jikalau Engkau adalah Anak Allah, ubahlah batu ini menjadi roti; jikalau Engkau Anak Allah tunduklah kepadaku, aku akan memberikan segala kemuliaan dari dunia ini. Jikalau Engkau Anak Allah, lempar Diri-Mu, Allah akan menopang Engkau, sehingga Engkau tidak akan jatuh sama sekali. Semua yang ditawarkan oleh health and wealth theology adalah apa yang ditawarkan oleh Setan sebagai godaan kepada Yesus Kristus.

Kalau kita mempercayai health and wealth theology maka ada dua kemungkinan yang akan terjadi.

Yang pertama ketika kita menghadapi pergumulan dan kesulitan dalam mengikut Tuhan maka kita akan kecewa dan meninggalkan Tuhan.

Yang kedua: kita akan berjuang untuk tidak mengalami segala pergumulan itu, dan yang terjadi adalah hidup yang bukan mengikuti jalan salib, hidup yang tidak menyangkal diri, tidak memikul salib, yang tidak mengikut Kristus.

Inilah bahaya dalam ajaran yang populer pada jaman ini.

Tuhan Yesus mengatakan dengan jelas bahwa pengikut-pengikut-Nya akan mengalami penganiayaan dan kesulitan ketika mereka taat mengikuti Tuhan. Dia mengatakan supaya ketika hal itu terjadi, kita tidak menjadi kecewa, kaget dan meninggalkan Tuhan. Melainkan itu akan membuat hidup kita makin bersandar dan tinggal di dalam Kristus. Karena kita menyadari ketika kita mentaati Tuhan maka iblis tidak akan diam dan dia akan menyerang kita dengan dahsyat.

Sewaktu kita mentaati Tuhan, kita tahu kita tidak berdaya dalam diri kita sendiri, maka kita akan sadar satu-satunya pengharapan bagi kita adalah kalau kita tinggal di dalam Kristus. Karena di luar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa (lihat Yoh 15:5). Biarlah kalimat ini tidak menjadi suatu slogan yang diulang-ulang, biarlah kebenaran ini menjadi realita di dalam hidup kita.

Ketika kita menggumuli firman Tuhan dan hidup di dalam firman-Nya, kita akan berbuah, dan kita tahu berbuah itu bukan karena kekuatan kita sendiri. Kita bisa terus berbuah adalah karena kita tinggal di dalam Kristus. Karena seperti ranting-ranting itu harus menempel pada pokok anggur, barulah ia bisa berbuah. Kalau kita dilepaskan dari pokok anggur itu, kita akan kering, mati dan akan dibakar. Ini mendorong kita bukan hanya untuk tinggal di dalam firman tetapi juga mendorong kita untuk hidup bersandar kepada Tuhan di dalam doa. Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk berbuah supaya kita datang kepada Dia berdoa meminta supaya apa yang kita minta di dalam nama-Nya, akan diberikan-Nya kepada kita.

Ketika kita datang ke persekutuan doa, itu bukan karena kita lebih suci dan taat kepada Tuhan, bukan karena kita lebih hebat daripada mereka yang tidak datang ke persekutuan doa. Tetapi kita datang ke persekutuan doa, justru karena kita sadar kita adalah orang yang tidak bisa berbuat apa-apa di luar Kristus. Kalau engkau sadar bahwa di luar Kristus engkau tidak bisa berbuat apa-apa, maka salah satu yang dapat engkau lakukan adalah datang ke dalam persekutuan doa. Kita bisa bertumbuh bersama-sama di dalam Tuhan.

Tuhan Yesus memberikan peringatan akan segala pergumulan dan kesulitan yang terjadi supaya kita datang dan bersandar kepada Tuhan.

2. Segala kesulitan adalah di bawah kedaulatan Tuhan.

Segala kesulitan yang akan terjadi adalah di bawah kontrol dan kedaulatan Tuhan. Dalam Yoh 15:25 Yesus mengatakan “Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.” Orang-orang yang membenci Kristus itu secara tidak sadar menggenapi firman yang ada tertulis di dalam kitab Taurat mereka sendiri. Ketika mereka membenci Kristus, mereka tidak sadar mereka sedang menggenapi firman Tuhan.

Dalam Yoh 16:4a Tuhan Yesus mengatakan “tetapi semuanya ini Ku katakan kepadamu supaya apabila datang saatnya kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” Artinya segala kesulitan, penganiayaan dan pergumulan yang engkau alami itu tidak pernah di luar kontrol Tuhan. Aku telah mengatakannya kepadamu dan Aku mempunyai tujuan dari segala hal itu.

Tuhan Yesus juga mengatakan (lihat Luk 21:18), tidak ada selembar rambutmu pun yang akan jatuh kalau itu tidak dikehendaki Allah. Tuhan Yesus mau memberi kekuatan kepada kita bahwa Allah tetap berdaulat atas segala situasi yang kita hadapi. Allah mengijinkan itu terjadi di dalam hidup kita untuk memurnikan iman kita. Sehingga kita boleh mengalami suka cita yang tak terkatakan hanya di dalam Kristus. Dalam 1 Petrus 1:6-8, Petrus mengatakan “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api – sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya keapda Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan.”

Tuhan Yesus mengatakan bahwa murid-murid-Nya akan mengalami kesulitan dan penganiayaan, sebelum semua itu terjadi untuk menyatakan bahwa Aku mengerti, Aku tahu, dan Aku selalu berdaulat akan situasi itu. Bukan hanya itu, Aku mempunyai tujuan yang baik, yaitu untuk memurnikan imanmu seperti emas yang dimurnikan. Emas yang terus dibakar beribu-ribu derajat sampai menjadi emas yang murni. Ketika engkau sudah murni, engkau akan mengalami suka cita yang dialami oleh Kristus sendiri. Kamu akan mengalami sukacita yang tak terkatakan melampaui segala pikiran. Inilah maksud Tuhan Yesus memberi peringatan-peringatan ini.

Dalam Kol 1:24, Paulus juga berbicara tentang penderitaannya bahwa penderitaan yang Paulus terima itu adalah untuk menggenapi apa yang kurang pada penderitaan Kristus untuk tubuh-Nya yaitu jemaat. Apa yang masih kurang pada penderitaan Kristus? Bukankah penderitaan Kristus khususnya melalui kematian-Nya di atas kayu salib Dia berkata it is finished, it is completed, it is accomplished, sudah selesai (lihat Yoh 19:30). Tetapi yang Paulus maksudkan di sini adalah bukan karya keselamatan Kristus yang masih kurang, karya keselamatan Kristus di atas kayu salib sudah sempurna dan selesai. Tetapi yang masih kurang adalah karya keselamatan Kristus itu belum diterima dan dialami oleh orang-orang di dalam dunia ini. Masih banyak orang-orang yang belum percaya kepada karya keselamatan Kristus. Masih banyak domba-domba Kristus yang tersebar dan belum kembali kepada Tuhan. Paulus menegaskan melalui penderitaan Paulus ,karena nama Kristus ,orang-orang boleh datang dan percaya kepada Kristus. Karena melalui penderitaan Paulus, orang-orang boleh melihat betapa berharganya Kristus, dan mereka boleh datang dan percaya kepada Kristus.

Ada suatu autobiografi yang ditulis oleh Sergei Kourdakov yang berjudul “the Persecutor”. Dia adalah seorang intel Rusia sewaktu komunisme berkuasa. Dia dengan timnya membongkar pertemuan-pertemuan Kristen. Suatu kali dia masuk membongkar suatu persekutuan di suatu rumah. Dia menangkap dan menganiaya orang-orang Kristen di persekutuan itu. Dia bertemu seorang gadis muda dalam persekutuan itu yang bernama Natasha. Dia melihat rekannya Viktor, yang menangkap Natasha, mengangkat dia tinggi tinggi. Gadis yang masih kecil itu berkata don’t, please don’t, God help us. Viktor melempar dia sampai dia jatuh dengan begitu kesakitan. Viktor sambil melempar berkata saya harap pikiran tentang Allah itu keluar dari kepalamu. Beberapa hari kemudian Sergei dan timnya membongkar satu persekutuan di rumah yang lain. Dia kaget karena melihat Natasha ada lagi di situ. Dia menangkap Natasha dan menghantam punggung Natasha berkali-kali, sampai tangannya begitu sakit, dan punggung Natasha berdarah-darah. Betapa sakitnya apa yang dialami Natasha. Natasha menahan rasa sakitnya sambil menggigit bibirnya sampai berdarah. Beberapa hari kemudian, Sergei membongkar suatu persekutuan Kristen lainnya, dan dia melihat Natasha ada lagi di situ. Tetapi kali ketiga ini, ada suatu yang berbeda terjadi, rekan dari Sergei yang bernama Alex mengangkat kayu untuk memukul Natasha. Tiba-tiba Viktor yang pertama kali menganiaya Natasha, mencegah Alex. Viktor mengatakan jangan apa-apakan Natasha, karena Natasha mempunyai sesuatu yang kita tidak punya. Peristiwa ini sangat menggelisahkan hati Sergei Kurdakov, dan menyentuh hatinya. Singkat cerita, beberapa tahun kemudian Sergei bertobat dan menjadi orang Kristen. Dalam bukunya itu dia menulis: terakhir kepada Natasha yang telah saya aniaya begitu rupa, yang rela dianiaya ketiga kalinya, terutama karena engkau dan imanmu, saya sekarang berubah, saya menjadi saudaramu seiman di dalam Kristus; Tuhan telah mengampuni saya, saya berharap engkau juga mengampuni saya, terima kasih Natasha di manapun engkau berada. Dia tidak pernah bertemu lagi dengan Natasha, tetapi melalui iman, penderitaan, kesaksian Natasha di dalam Kristus, itu membawanya mengenal betapa berharganya Kristus bagi anak-anak Tuhan.

Inilah yang Tuhan inginkan bagi saudara dan saya. Tuhan memberi peringatan bahwa ketika engkau mengikut Aku, engkau akan mengalami kesulitan dan penganiayaan, tetapi Aku mempunyai rencana dibalik semua itu. Aku akan menyatakan kepada dunia, betapa berharganya Aku di dalam hidup murid-murid-Ku. Apapun yang kita alami, di tengah segala kesulitan dan pergumulan, maka dunia akan tahu betapa berharganya Kristus, bahkan lebih berharga daripada hidup kita sendiri.

3. Kesaksian para murid adalah Pekerjaan Roh Kudus.

Kesaksian para murid yang boleh bertahan dalam beriman kepada Kristus adalah karena pekerjaan Roh Kudus, Allah sendiri melalui Roh-Nya, memberi kekuatan, menopang, memimpin anak-anak-Nya. Dalam Yoh 15:26-27 Yesus mengatakan “Jikalau penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” Di sini, Tuhan Yesus mau menekankan bahwa Roh Kudus adalah pribadi yang utama yang akan menjadi saksi di tengah-tengah dunia ini. Roh Kudus adalah Roh Allah yang diutus yang akan memberikan kesaksian di tengah-tengah dunia ini, tetapi Dia selalu memberi kesaksian melalui hidup murid-murid-Nya.

Kita melihat ini terjadi di dalam hidup para rasul. Tuhan Yesus sendiri mengatakan di dalam Kisah 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Murid-murid di utus untuk menjadi saksi Kristus, tetapi mereka boleh menjadi saksi yang efektif kalau Roh Kudus turun menyertai dan memimpin mereka.

Roh Kudus adalah aktor utama di dalam menjadi saksi Kristus di tengah-tengah dunia ini. Tetapi Roh Kudus hampir selalu memakai murid-murid-Nya untuk bersaksi. Dalam Mat 10:19-20, Yesus juga mengatakan “Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.”

Inilah perkataan Yesus bagi murid-murid-Nya: bahwa engkau akan mengalami penganiayaan dan kesulitan dalam bersaksi di tengah-tengah dunia ini. Kalau engkau tidak mengalami penganiayaan dan kesulitan, itu menjadi tanda tanya besar apakah hidup kita menjadi saksi Kristus. Kalau kita sungguh-sungguh mentaati Kristus sesuai kehendak-Nya di dalam seluruh hidup kita, kita tahu segala nilai dunia ini bertentangan dengan firman Tuhan, dan kita akan mengalami kesulitan dan pertentangan. Tetapi ingatlah bahwa Roh-Ku yang Kudus akan Aku utus untuk menyertai dan memimpin kita. Bahkan Dia sebenarnya adalah pribadi/aktor utama untuk memberi kesaksian tentang Diri-Ku. Biarlah engkau rela dipimpin oleh Tuhan, dipenuhi oleh Roh Kudus, dan dipakai Tuhan menjadi saksi-Nya di tengah-tengah dunia. Petrus juga mengatakan hal ini dalam Kis 5:32 “Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.”

Inilah janji Tuhan kepada kita, inilah penghiburan dan kekuatan bagi kita, anak-anak Tuhan. Maukah kita dipenuhi oleh Roh Kudus dan dipakai Tuhan menjadi alat di tangan-Nya? Menjadi saksi-Nya di tengah-tengah dunia ini? Mengalami pertolongan, anugerah Tuhan di dalam hidup kita?

Biarlah kebenaran ini sungguh-sungguh menguatkan kita, dan mendorong kita untuk semakin taat kepada Tuhan. Hidup mentaati perintah dan kehendak Tuhan. Kita akan mengalami penghiburan dan kekuatan Tuhan yang melampaui segala akal.

Seperti 1 Petrus 1:8 yang mengatakan inexpressible joy akan memenuhi hati kita. Sukacita yang tidak dikenal dunia ini, sukacita yang dari Kristus sendiri. Ketika kita mentaati Dia, dan mengalami segala kesulitan, aniaya, kita semakin bersandar kepada Dia, berseru kepada Dia, dan anugerah, kekuatan dan sukacita Tuhan akan memenuhi hati kita.

Inilah yang Tuhan inginkan dalam hidup anak-anak Tuhan. Dia adalah Raja yang berkuasa atas seluruh alam semesta, langit dan bumi. Dia juga adalah Tuhan yang berkuasa atas hidup anak-anak Tuhan. Tetapi dunia ini tidak mengenal bahwa Dia adalah Raja dan Tuhan. Biarlah melalui ketaatan kita kepada perintah-Nya, dengan segala kesulitan, pergumulan, dan penganiayaan yang kita alami, kita boleh menyatakan Dia adalah Tuhan-Ku, Raja-Ku, Juruselamat-Ku, Dia yang berkuasa atas hidup-Ku dan Dia akan berkuasa atas seluruh alam semesta di langit dan bumi yang baru.

Ketika kita taat di dalam segala kesulitan kita, orang-orang boleh melihat bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat yang lebih berharga dari segala sesuatu. Melalui ketaatan kita dan melalui firman Tuhan yang diberitakan orang-orang boleh datang, digerakkan dan percaya kepada Tuhan. Roh Kudus yang akan diberikan akan bersaksi tentang Aku, tetapi kamu juga harus bersaksi karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya