Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya

Ibadah

Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 2 September 2018

Bacaan Alkitab: Yoh 14:19-24

Ada suatu cerita dari seorang archbishop katolik roma. Dia menceritakan tentang tiga pemuda yang nakal. Suatu kali mereka datang ke Gereja untuk mengerjain pastur di situ. Mereka masuk ke ruang pengakuan dosa, dengan mengaku dosa yang aneh-aneh, ingin melihat apa respons pastur di situ. Dua anak setelah melakukan itu cepat-cepat kabur. Tetapi anak yang terakhir ditanggapi secara serius oleh pastur itu, dan pastur itu mengatakan kamu sekarang harus melakukan sesuatu sebagai penant, sebagai pembayar dosa-dosa dia. Kamu harus berdiri di hadapan patung salib Kristus, dan memandang wajah-Nya lekat-lekat, dengan mengatakan tiga kali: You did that for me and I don’t give you this much, sambil menklikan tangannya. Pemuda itu kemudian melakukan hal itu di depan salib, satu kali, dua kali, tetapi begitu dia mau melakukan yang ketiga kali, dia tidak bisa. Pemuda itu kemudian mulai menangis memandang salib Kristus dengan Yesus yang tersalib di situ. Pemuda itu pulang menjadi orang yang berubah secara total. Archbishop itu mengatakan mengapa saya bisa tahu cerita itu? Karena pemuda itu adalah saya, pemuda yang nakal itu sekarang menjadi archbishop.

Ini adalah suatu cerita yang menyatakan bahwa ketika kita mengenal Kristus, sungguh-sungguh percaya kepada Dia, mengalami kasih-Nya, maka kita pasti menjadi orang yang berubah. Alkitab mengatakan we love because He first loves us. Kita percaya khususnya melalui pekerjaan Roh-Kudus ke dalam hati kita, melalui firman yang diberitakan, maka kita menyadari kasih Tuhan di dalam hidup kita, percaya kepadanya, dan respons pertama adalah kita mengasihi Dia. Kasih itu terpancar didalam ketaatan kita melakukan kehendak Tuhan.

Sebelumnya Yoh 14:15 Yesus mengatakan “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Orang yang mengasihi Tuhan, mengerti, menerima kasih Tuhan yang khususnya dinyatakan di atas kayu salib, maka respons yang utama adalah dengan mengasihi Dia, dan itu dinyatakan didalam melakukan yang Tuhan perintahkan didalam hidupnya. Meskipun kasih itu lebih besar daripada sekadar mentaati perintah Tuhan, tetapi ketika kita mengasihi, itu harus terpancar secara minimal didalam ketaatan kita mengikuti perintah Tuhan.

Dalam bacaan kali ini, kita akan merenungkan tiga janji yang lain daripada Kristus yang memberikan kita kekuatan untuk melakukan segala perintah-Nya itu. Melakukan perintah Tuhan itu adalah tidak mudah, ada banyak tantangan, kesulitan. Yesus di sini memberikan tiga janji yang menghibur dan memberi kekuatan bagi kita.

 

  1. Janji tentang kebangkitan Yesus dan janji tentang kebangkitan kita

 

Yoh 14:19 Yesus mengatakan “Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.“ Istilah “tinggal sesaat lagi” merujuk kepada Dia yang akan mati sebentar lagi. Ketika Dia mati, dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu, murid-murid-Ku akan melihat Aku, karena Aku hidup, bangkit , dan kamupun akan hidup. Sebab Dia hidup maka kamupun hidup, sebab Dia hidup ada hari esok, sebab Dia hidup ‘ku tak gentar.

Sebagai implikasi, ini adalah sesuatu yang penting bagi murid-murid-Nya dan juga bagi kita khususnya karena di dalam konteks saat itu Yesus akan mati disalibkan dan kematian itu sendiri sangat menggoncang dan menghancurkan pengharapan murid-murid. Saat Yesus di salib, mati, dan sebelum kebangkitan-Nya, satu per satu murid-Nya menjadi sangat ketakutan dan kehilangan pengharapan, bingung, karena mereka sudah meninggalkan segalanya untuk mengikuti Yesus.

Hal itu dinyatakan di dalam respons para murid sebelum mereka mengetahui bahwa Yesus bangkit. Salah satunya adalah ketika dua orang murid yang sedang berjalan ke Emaus (lihat Luk 24:13-35), mereka bercakap-cakap dan muka mereka murung. Yesus datang menghampiri mereka namun mereka tidak tahu bahwa itu Yesus. Yesus bertanya “Apa yang sedang engkau percakapkan”, murid-murid itu berkata “tidak tahukah kamu apa yang terjadi belakangan ini.” Apa yang ditulis Lukas di sini adalah ironis sekali, karena Yesus adalah satu-satunya orang yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka berbicara tentang Yesus yang mereka anggap Mesias, dan mereka mengatakan tadinya mereka berharap Ia akan membebaskan Israel, tetapi Dia mati disalibkan. Ini adalah ungkapan kekecewaan, kebingungan, kehilangan pengharapan dari pada murid-murid.

Hal yang serupa dapat kita lihat dari perkataan Tomas ketika murid-murid berkata kepada dia bahwa mereka sudah bertemu dengan Yesus yang sudah bangkit (lihat Yoh 20:24-29). Tomas berkata “sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-sekali aku tidak akan percaya.” Kita bisa mengerti perkataan Tomas adalah suatu ekspresi kekecewaan yang dalam. Sehingga penting sekali Yesus menyatakan diri-Nya kepada Tomas, dan kepada murid-murid yang berjalan ke Emaus dan kebangkitan itu mengubah segalanya.  

Dalam bacaan ini, Tuhan Yesus berjanji dan janji itu pasti akan terjadi, seakan-akan sudah terjadi, as if it already happens. Karena itu adalah janji Tuhan, tidak ada yang lebih pasti daripada perkataan Tuhan. Kristus berjanji sebelum Dia mati dan dibangkitkan, bahwa kematian bukanlah akhir cerita-Ku, kematian bukanlah cerita akhir ceritamu, karena Aku hidup dan kamupun akan hidup. Fakta kebangkitan Kristus itu mengubah segalanya. Tanpa kebangkitan, kematian Kristus harus dimengerti sebagai kekalahan. Seperti maut yang sudah mengalahkan semua manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa. Maka kalau Kristus mati dan tidak dibangkitkan seperti pendiri agama-agama yang lain, maka tidak ada pengharapan bagi manusia. Karena pendiri-pendiri agama itu juga dikuasai oleh kuasa maut, yang juga mencengkram semua manusia di dunia ini.

Tetapi Yesus mengatakan Aku akan hidup, dan kamu akan tahu bahwa Aku hidup dan kamupun akan hidup. Kematian Kristus, karena Kristus sudah dibangkitkan, berubah sama sekali artinya dari tanda kekalahan, menjadi tanda kemenangan. Kematian-Nya menjadi tanda kemenangan Kristus atas kematian, the death of death in the death of Christ.

Janji Tuhan ini berdampak radikal bagi orang percaya. Ketika kita percaya bahwa Yesus mati dan bangkit, maka kita dipersatukan didalam kematian-Nya, manusia lama kita dipersatukan didalam kematian-Nya, aku sudah disalibkan bersama-sama dengan Kristus, tetapi aku hidup seperti Kristus hidup. Aku sudah dipersatukan dengan Kristus, Dia hidup maka akupun pasti hidup. Tidak ada lagi yang bisa mengalahkan dan menghancurkan hidup kita, karena hidup itu sendiri adalah dari Tuhan yang diberikan kepada kita yang adalah orang-orang yang mengasihi Kristus.

Bagi Paulus, fakta ini memberi dampak yang luar biasa. Paulus beragumentasi akan pentingnya Kristus bagi hidup dia dan bagi anak-anak Tuhan (lihat 1 Kor 15). Paulus mengatakan kalau Kristus tidak dibangkitkan maka marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati (1 Kor 15:32). Istilah “Makan dan minum” di sini bukan menunjuk kepada kehidupan pesta-pora, mabuk-mabukan dlsb. Kehidupan Kristen bukan hanya kontras dengan pesta-pora, tetapi juga kontras dengan kehidupan yang normal. Paulus mau mengatakan kalau Kristus tidak dibangkitkan maka kita akan makan dan minum, artinya marilah kita hidup seperti orang biasa. Kalau Kristus tidak dibangkitkan maka hidupku akan seperti hidup orang normal, tidak perlu ada sesuatu yang perlu aku kejar di dalam hidup ini. Aku cukup mengejar kenikmatan yang dikejar oleh manusia secara normal. Tetapi Paulus mengatakan yang benar adalah Kristus sudah dibangkitkan, maka hidupku tidak bisa menjadi seorang yang normal. Kehidupan yang Tuhan berikan itu memberiku tujuan hidup yang berpusat kepada Dia, hidup yang harus memuliakan Dia. Orang dunia ini akan mengatakan bahwa hidupmu sangat kasihan sekali. 1 Kor 15:19 “Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus (artinya Kristus tidak dibangkitkan) maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.” Kalau engkau menjalani hidup sekarang seolah-olah Kristus bangkit , namun kalau Kristus tidak dibangkitkan maka kehidupanmu kasihan sekali. Bukan hanya kita hidup didalam kebodohan, tetapi juga hidup dalam kebohongan, penipuan, dan orang akan mengatakan bahwa hidup kita kasihan sekali.

Kebangkitan telah merubah hidup Paulus secara luar biasa. Bagi Paulus seperti dirangkum dalam Kis 20:24, dia mengatakan “Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.” Paulus melakukan apa yang Tuhan kehendaki, memberitakan Injil, mengalami penderitaan demi Kristus, kesulitan demi kesulitan, karena Kristus sudah dibangkitkan. Itu mendorong seluruh hidupnya untuk melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Tetapi kalau Kristus tidak dibangkitkan maka seluruh perjuangan Paulus akan menjadi sia-sia dan orang akan mengatakan betapa kasihannya kamu. Namun Kristus memang sungguh sudah bangkit, sehingga seluruh perjuangan Paulus adalah make sense. Paulus menghadapi maut, menghadapi binatang buas yaitu orang-orang yang melawan Injil, dlsb.

Betapa berbedanya hidup Paulus dengan banyak ajaran Gereja yang mengajarkan orang untuk menikmati hidup di dalam dunia ini saja. Kita mengejar kesukaan yang terbesar, tetapi kenikmatan itu bukan didalam materi, bukan didalam seks, bukan didalam kekuasaan didalam dunia ini, namun yang seperti Paulus kejar adalah didalam Tuhan. Seperti apa yang dinyatakan dalam Westminster Cathechism: What is the chief end of man? To glorify God and to enjoy Him forever. Not only for His Glory but also for our enjoyment in Him forever. Kalau Yesus sudah dibangkitkan, itu seharusnya merubah hidup kita secara radikal, menjadi kekuatan bagi Paulus dan bagi setiap orang yang mengasihi Tuhan, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Tidak apapun yang bisa menghancurkan hidup kita, tidak ada tantangan, tidak ada kuasa apapun baik di surga dan di bumi yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan di dalam Kristus karena Kristus bangkit dan kitapun akan dibangkitkan.  

  1. Kita dipersatukan dengan Kristus

Dalam Yoh 14:20 Yesus melanjutkan “Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Dalam Yoh 14:23 Yesus sekali lagi menegaskan “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” Kita percaya akan janji Kristus ini karena semua yang beriman didalam Kristus telah dipersatukan dengan Kristus.

Dipersatukan dengan Kristus adalah sesuatu yang sangat menakjubkan dan sangat penting didalam kehidupan Kristen. Kita tidak seluruhnya mengerti Yoh 14:20 yang menggambarkan persatuan kita dengan Kristus yang diidentikkan dengan persatuan Kristus dengan Bapa. Persatuan antara Kristus dengan Bapa adalah begitu menyatu didalam Allah Tritunggal, yang dari kekekalan bersatu. Sekarang Kristus mengatakan kamu didalam Aku, dan Aku didalam kamu. Mystical union ini tidak mungkin kita mengerti sepenuhnya, tetapi yang pasti adalah ketika kita beriman, percaya kepada Kristus, sesuatu yang radikal telah terjadi didalam hidup kita yang paling dalam, didalam roh kita yang paling dalam.

Paulus mengatakan barangsiapa didalam Kristus, dia adalah ciptaan baru (lihat 2 Kor 5:17). Didalam Kristus berarti dipersatukan dengan Kristus; ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Paulus memparalelkan “ciptaan baru” ini seperti creation didalam perjanjian lama. Tuhan berkata jadilah terang maka terang itu jadi; jadilah bintang di langit, jadilah matahari-bulan, binatang-binatang di darat, laut dan udara, maka seluruhnya terjadi. Paulus mengatakan ketika kita beriman, Roh Kudus bekerja ddalam hati kita, maka yang terjadi adalah lebih dahsyat daripada apa yang terjadi saat creation. Dalam creation, Tuhan berkata maka seluruhnya jadi, tetapi disini Tuhan tidak berkata dengan berfirman-Nya, Tuhan bekerja mengirim Anak-Nya yang tunggal untuk mati menebus dosa kita. Roh-Nya yang kudus bekerja didalam hati kita yang sudah mati karena dosa kita memberi kita hidup yang baru, membuat kita percaya akan firman-Nya, dan kita dipersatukan dengan Kristus. Kita menjadi new-creation. Barangsiapa didalam Kristus, dia adalah ciptaan yang baru, dari tidak ada menjadi ada, dari yang mati rohaninya, diberi hidup yang baru. Sesuatu yang radikal terjadi didalam hati kita yang paling dalam ketika kita dipersatukan dengan Kristus.

Dalam pengertian praktis, apa artinya dipersatukan dengan Kristus? Artinya adalah: membebaskan kita dari kebutuhan untuk menyatakan eksistensi diri kita di dalam dunia ini. Di group-group Whatsapp saya, group teman-teman SD/SMP/SMA atau group teman-teman kuliah, selalu ada orang-orang yang “aneh” yang selalu ingin menyatakan eksistensi diri mereka di dalam group-group itu. Mereka mengirim banyak message yang aneh-aneh, tetapi tidak ada orang yang menggubris. Kalau ditanggapi sedikit, mereka malah berkomentar macam-macam, kalau tidak ditanggapi, mereka terus mengirim. Mereka terus mengirim message yang aneh-aneh mungkin untuk to prove themselves, menyatakan keberadaan dan eksistensi mereka. Mungkin hidup mereka banyak berbenturan dengan orang lain dlsb.

Bagi kita yang didalam Tuhan yang sudah dipersatukan dengan Kristus, kita tidak perlu untuk prove ourselves anymore. Karena kita tahu bahwa identitas kita ada didalam Kristus. Ketika kita masih berdosa Dia sudah mati bagi kita. Tidak ada lagi kasih yang lebih besar daripada itu. Martin Luther mengatakan beriman itu seperti tangan orang minta-minta yang terulur dan kosong. Tangan orang beriman terulur dan kosong, dan Tuhan memberikan semuanya yang terbaik bagi kita: dipersatukan dengan Anak-Nya yang tunggal. Manusia lama kita sudah mati, sesungguhnya yang baru sudah datang. Ini memberikan dorongan dan penghiburan yang besar.

Energi yang besar untuk menyatakan eksistansi diri kita sebenarnya bisa dipakai untuk melakukan pekerjaan Tuhan, melayani Tuhan dan sesama, menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan Yesus juga mengatakan jangan kuatir apa yang kau makan dan kau pakai. Kekuatiran itu menyerap energy kita begitu banyak. Tentu banyak pergumulan yang membuat kita kuatir, tetapi kita tidak boleh kuatir terlalu besar. Energi untuk kekuatiran itu sekarang bisa dipakai untuk hal yang baik, melayani Tuhan dan sesama.

Persatuan dalam Kristus itu juga bukan suatu persatuan yang statis, tetapi dinamis dan progresif. Persatuan itu memang terjadi hanya sekali, tetapi dampak realistisnya adalah dinamis. Yoh 15 berbicara tentang Kristus yang merupakan pokok anggur yang benar. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, maka dia akan berbuah banyak. Berbuah itu tidak langsung jadi, perlu proses yang panjang. Pergumulan yang terjadi akan membuat fakta yang semakin nyata bahwa kita dipersatukan dengan Kristus. Di dalam perjalanan ini, akan ada buah-buah yang muncul.

CS Lewis menjelaskan hal ini di dalam bukunya Mere Christianity. Dia membedakan antara nice people dan new people. Dia mengatakan ada orang-orang yang dilahirkan sebagai nice people: orang-orang yang secara naturnya baik. Mereka berbicara dengan lembut, tidak kasar, tidak terlalu egois, seperti orang jawa. Ada anak-anak yang easy, gampang diberi makan dlsb. Tetapi CS Lewis mengatakan bahwa orang Kristen itu bukan primarily nice people, orang didalam Kristus adalah new people. Ada orang-orang yang dibentuk dengan latar belakang yang kurang baik, dari broken home, dari keluarga yang sangat materialistik, di-abuse waktu kecil, tumbuh dengan kemarahan, penuh dengan iri hati, difficult child. Banyak di antara kita juga mengalami hal ini, dan itu bukan salah kita. Tetapi CS Lewis mengatakan kalau engkau didalam Tuhan dan engkau mempunyai latar belakang seperti demikian, maka jangan putus asa. Yesus mengetahui semua itu.

CS Lewis mengilustrasikan bahwa Dia tahu engkau sedang menyetir mobil yang rongsokan. Tetapi engkau sudah di dalam Kristus, dan karenanya janganlah menyerah, terus bersandar kepada Dia. Suatu hari, mungkin di kehidupan yang akan datang, tetapi mungkin sekali juga jauh sebelum itu, Tuhan akan melemparkan mobil rongsokan itu dan memberikan mobil yang baru. Engkau akan mengagetkan orang-orang di sekelilingmu termasuk dirimu sendiri. Engkau adalah orang yang bangkrut, namun engkau adalah orang yang diberkati Tuhan, orang yang memiliki kerajaan Surga.

Ini adalah new-people. Waktu Alkitab berbicara tentang orang yang didalam Kristus, Alkitab tidak berbicara tentang nice people, tetapi khususnya nyata di dalam orang-orang yang later belakangnya tidak baik. Di dalam Kristus, percaya kepada Kristus, menjadi orang-orang yang mengasihi Tuhan, tetapi susah sekali. Dengan segala latar belakang kebencian, iri hati, pergumulan itu menjadi susah sekali. Namun jangan menyerah dan bergantung kepada-Nya, Tuhan akan bekerja. Di dalam orang-orang seperti demikian pekerjaan Tuhan menjadi begitu nyata. Persatuan dengan Kristus menjadi resource yang besar, sehingga kita boleh menyaksikan pekerjaan Tuhan di dalam hidup kita, yang terpancar dalam segala yang kita kerjakan. Saya telah menyaksikan hal ini di dalam hidup banyak orang yang di dalam Tuhan, termasuk dalam hidup saya sendiri. Saya melihat begitu banyak kekacauan yang membentuk hidup mereka, ada yang jualan narkoba, dan kemudian bertobat.

 Kita bukan berbicara tentang nice-people, tetapi yang lebih dasar adalah new-people, new person in Christ. Barangsiapa di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Kita sudah lahir baru, mendapat hidup yang baru, yang nyata di dalam hal yang demikian.

 

  1. Kristus akan semakin menyatakan diri kepada kita, dan kita akan semakin mengalami kasih-Nya.

 

Yoh 14:21 menyatakan “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Ini bukan berbicara tentang kasih yang mempersatukan kita dengan diri-Nya, tetapi ketika sudah mengalami kasih itu dan kita meresponi dengan mengasihi Dia dan mentaati-Nya, maka kita akan mengalami kasih yang lain. Ketika kita mentaati perintah-Nya, kita semakin menyadari akan kasih-Nya, mengalami kehadiran dan pertolongan-Nya. Ini adalah kasih yang kita terima sebagai buah ketaatan kita kepada Kristus. Kita akan semakin kagum, semakin sadar, semakin merasakan kasih Kristus yang begitu besar. Karena kita semakin bertumbuh dan menyadari kasih-Nya dan makin mengenal Dia.

Ini digambarkan CS Lewis dalam percakapan Lucy dan Aslan dalam kisah Narnia. Lucy yang sudah lama tidak bertemu dengan Aslan mengatakan “Aslan you are bigger”. Tetapi Aslah mengatakan “No I’m not but you are, because every year you grow you’ll find me bigger”. Aslan menggambarkan Kristus, pada waktu engkau bertumbuh, engkau makin tahu betapa besarnya, makin sadar berapa besarnya Kristus; tetapi bukan Aku yang bertumbuh melainkan engkau yang bertumbuh.  

Inilah yang Kristus inginkan bagi kita. Kita yang sudah mengenal dan menerima kasih-Nya, dengan mentaati Dia. Dengan mentaati Kristus, kita akan semakin mengenal Dia, makin mengalami kasih-Nya. Inilah yang Tuhan janjikan bagi kita:

“Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yoh 14:21).

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya