Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Arti Mengasihi Kristus

Ibadah

Arti Mengasihi Kristus

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 26 Agustus 2018

Bacaan Alkitab: Yoh 14:15-24

Salah satu pola penting di dalam Alkitab berbicara dengan janji atau berkat yang selalu diikuti dengan perintah. Tuhan tidak pernah memberikan perintah tanpa adanya janji atau berkat dari Tuhan. Sebagai contoh dari Kej 1:28 setelah Tuhan selesai menciptakan alam semesta dan menciptakan manusia sesuai gambar dan rupa Allah, maka Tuhan memberkati manusia, dan memberikan perintah beranak cuculah bertambah banyak dan penuhilah bumi, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dst. Jadi ada berkat Tuhan yang kemudian diikuti dengan perintah. Ketika manusia mentaati perintah Tuhan, maka akan ada berkat Tuhan selanjutnya. Pola ini selalu ada di dalam Alkitab. Dengan kata lain, Tuhan tidak pernah memberikan berkat-Nya kepada kita hanya untuk kita nikmati saja. Tentu berkat itu bisa kita nikmati dan kita bersyukur karenanya. Tetapi berkat yang Tuhan berikan itu diberikan dengan satu tujuan supaya engkau melakukan perintah Tuhan. Sebaliknya perintah-perintah  yang Tuhan berikan tidak pernah tidak didahului atau tidak diikuti dengan berkat Tuhan. Perintah yang Tuhan berikan seringkali begitu berat dan tidak mungkin kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri. Kerena itu perintah yang Tuhan berikan selalu diikuti dengan berkat dan janji Tuhan, dengan penyertaan dan pimpinan-Nya di dalam hidup kita.

Contoh lainnya adalah Mat 28:18-20 yang berbicara tentang the Great Commission, Tuhan Yesus mengatakan “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi”, ini adalah janji penyertaan Tuhan, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” yang merupakan perintah Tuhan. Tetapi  kalimat Tuhan tidak berhenti sampai di situ, Tuhan juga berkata “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Jadi ada berkat dan janji dari Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu, Tuhan itu juga memberi perintah kepadamu, dan ketika engkau menjalankan perintah itu, maka sadarlah engkau akan kekuatan penyertaan dan pimpinan Tuhan.

Setiap anugerah yang kita terima bukan hanya untuk kita nikmati saja, tetapi juga ada perintah yang Tuhan berikan kepada kita. Seperti perkataan uncle-nya spiderman “with the great power, comes great responsibility”. Berkat Tuhan selalu diberikan kepada kita untuk kita boleh melakukan pekerjaan Tuhan; pekerjaan yang kita lakukan selalu disertai dengan berkat, penyertaan dan janji Tuhan.

Demikian juga Yoh 14:12-14 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,” kita bisa percaya karena anugerah Tuhan, dan oleh kepercayaan, kita didorong untuk melakukan perintah-perintah Tuhan. Tuhan kemudian memberikan janji “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” Jadi kita bisa melihat berkat yang disertai perintah, dan yang kemudian disertai janji selanjutnya.

Yoh 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Orang yang mengasihi Tuhan adalah sebenarnya orang yang diberkati Tuhan; dan mereka akan menuruti segala perintah Tuhan. Jadi ada berkat yang disertai perintah. Ayat selanjutnya Yoh 14:16 adalah janji “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,” pola ini terus ada di dalam Alkitab.

Kali ini kita akan merenungkan apa artinya mengasihi Kristus. Mengasihi Kristus adalah berkat Tuhan yang besar kepada kita. Kita juga akan memikirkan apa artinya perintah Tuhan bagi kita untuk menuruti segala firman-Nya. Kemudian kita akan melihat janji Tuhan bagi setiap orang yang mengasihi Dia dan yang melakukan segala perintah Tuhan.

Sebelum kita masuk ke dalam hal itu, kita perlu mengerti dua hal.

-       Perintah dan janji Tuhan tidak ditujukan bagi dunia, hanya diberikan bagi mereka yang mengasihi Kristus. Yoh 14:17 “Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Dunia tidak mengenal-Nya, bagi dunia, menyesalpun tidak tahu. Yoh 14:19 menegaskan sekali lagi, “Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.” Orang yang tidak mengasihi Tuhan tidak akan mendapat bagian janji Tuhan.

-       Janji ini diberikan kepada orang yang mengasihi Kristus. Alkitab berkali-kali mengatakan tentang orang yang mengasihi Kristus, bukan sekadar orang yang percaya, bukan orang yang sekadar mengaku orang Kristen. Ini ditekankan 4 kali di dalam bagian ini Yoh 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”, Yoh 14:21 “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.”, Yoh 14:21b “Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yoh 14:23 jawab Yesus “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.” Di sini, Yesus sedang berbicara tentang orang yang mengasihi Dia, bukan kepada orang yang sekadar mengaku Kristen, apalagi orang yang sekadar datang rutin ke Gereja. Orang bisa rajin ke Gereja, mengaku percaya, tetapi sesungguh-sungguhnya tidak mengasihi Tuhan. Mengasihi Tuhan itu jauh lebih dalam, dan lebih penting daripada sekadar melakukan perbuatan-perbuatan yang kelihatan dari luar.

Siapakah orang yang mengasihi Kristus? Mereka adalah orang yang mengerti, melihat, menerima, dan mengalami kasih Kristus. Ini adalah berkat, janji dan pekerjaan Tuhan di dalam hidup kita. 1 Yoh 4:19 mengatakan “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Roma 5:8 menyatakan “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.“ Jadi kasih Kristus mendahului dan memungkinkan kita untuk mengasihi Dia. Orang yang mengasihi Tuhan, bersandar dan mengerti, menerima dan mengalami kasih-Nya dan percaya kepada Allah yang mengasihi dia, dan dia kemudian meresponi dengan mengasihi Tuhan, yang terlebih dahulu sudah mengasihi dia.

Kita tidak mungkin mengasihi Kristus berdasarkan keinginan kita sendiri, terlepas dari anugerah Allah kepada kita.

Kita selanjutnya perlu merenungkan apa artinya mengasihi Kristus?

-       Mengasihi Kristus itu dikaitkan dengan menuruti perintah-Nya. Ini ditekankan empat kali: Yoh 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”, Yoh “14:21 “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.” Yoh 14:23 “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.” Yoh 14:24 secara negatif mengatakan“Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku;” Mengasihi Kristus dikaitkan dengan menuruti perintah Tuhan.

-       Tetapi apakah melakukan perintah Tuhan itu sama dengan mengasihi Kristus atau sebaliknya apakah mengasihi Tuhan itu sama dengan melakukan perintah Tuhan? Kalau kita membaca secara lebih teliti bagian ini dan mengerti konteksnya maka sesungguhnya pernyataan ini kurang tepat. Sesungguhnya pengertiannya adalah jikalau kamu mengasihi Aku maka hasilnya adalah kamu akan menuruti perintah-Ku. Jadi mengasihi Tuhan itu menjadi fondasi bagi kita untuk menghasilkan hidup yang mentaati perintah Tuhan.

Mengapa harus dibedakan seperti ini? Karena kalau kita tidak membedakan kedua hal ini, maka kita dapat jatuh ke dalam situasi yang menipu diri kita sendiri bahwa kita sudah mengasihi dengan menunjukkan beberapa ketaatan kita kepada Tuhan. Kalau kita datang ke Gereja, paling tidak kita sudah menuruti perintah Tuhan, namun kita bisa menipu diri kita, atau orang di sekitar kita atau bahkan Tuhan sendiri, dengan mengatakan bahwa kita termasuk orang yang mengasihi Tuhan.

Alkitab berkali-kali memberikan peringatan kepada kita bahwa banyak orang memuji Aku dengan mulut mereka, tetapi hati mereka jauh daripada-Ku. Artinya melakukan kehendak Tuhan itu tidak sama dengan mengasihi Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga melihat hal yang serupa. Seorang istri yang dengan rajin melakukan tugasnya setiap hari, tetapi belum tentu dia melakukan itu karena dia mengasihi suami dan anak-anaknya. Suami bisa bekerja keras membanting tulang, tetapi belum tentu dia mengasihi istri dan anak-anaknya. Kita tahu dalam pengalaman kita.

Mengasihi Kristus itu jauh lebih dalam dan jauh lebih besar daripada mentaati Kristus. Mentaati Kristus adalah bukan hal yang maksimal untuk menyatakan kasih kita kepada Kristus. Mentaati Kristus adalah respons minimal dari hati yang mengasihi Kristus. Kalau kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, kita bukan hanya mentaati perintah Tuhan. Mentaati perintah Tuhan adalah sesuatu hal yang otomatis terjadi, sesuatu yang secara natural akan terjadi. Kalau kita jatuh cinta kepada seseorang maka kita ingin melakukan apa yang terbaik bagi dia.

Tetapi bukan berarti kalau kita melakukan apa yang Tuhan inginkan, kita mengasihi Tuhan. Jikalau engkau mengasihi Aku, maka hasilnya adalah kamu menuruti perintah-Ku. Yoh 14:23 “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku.” Biarlah ini mengoreksi kita, apakah hati kita yang paling dalam sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.

Mengasihi Kristus itu berbeda naturnya dengan Kristus mengasihi kita. Kita akan melihat bagaimana Kristus mengasihi kita, dan bagaimana kita mengasihi Kristus. Keduanya memiliki natur yang berbeda, karena Allah mengasihi kita ketika kita masih berdosa (lihat Roma 5:8). Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal ketika kita masih berdosa, ketika kita masih seteru Allah. Allah mengasihi kita meskipun, in-spite-of, kita masih berdosa, melawan Dia, dan banyak kegelapan dan cacat cela. Kasih kita kepada Kristus tidak seperti itu, Kristus adalah sempurna, tidak ada dosa setitik pun dalam diri-Nya, Allah yang begitu mulia, begitu baik, begitu agung, begitu berkuasa. Jadi ketika kita mengasihi Kristus, kita mengasihi Dia yang memang selayaknya Dia untuk dikasihi, karena Dia adalah yang termulia, teragung daripada segala sesuatu. Kita mengasihi Dia karena sudah seharusnya kita mengasihi Dia. Seperti lagu Fairest love of Jesus, yang mengatakan Yesus jauh lebih indah dari segala sesuatu, dari sawah ladang, bunga-bunga, bintang di langit dan segala sesuatu yang mengagumkan di dunia ini. Apakah kita menyadari bahwa Yesus lebih indah, lebih mulia, lebih agung daripada segala sesuatu, sehingga respons kita yang seharusnya adalah mengasihi Kristus. Sebaliknya kalau kita tidak mengasihi Dia, itu adalah kebodohan dan dosa yang begitu besar.

Mengasihi Kristus adalah respons hati yang terdalam terhadap keindahan, kebesaran dan kemuliaan Kristus. Ketika kita mengasihi Tuhan maka kita akan mengalami sukacita yang terbesar. Ketika kita mengasihi Kristus yang begitu indah, yang sangat menggerakkan hati kita untuk mengenal Dia, kita akan mengalami kesukaan yang terbesar. Seperti orang yang menemukan harga yang begitu berharga (lihat Mat 13:44-46) yang ada di tanah orang lain. Dia dengan suka cita menjual segala sesuatu dan membeli tanah itu karena dia tahu ada harta yang jauh lebih berharga daripada seluruh harta miliknya. Biarlah kita menyadari bahwa mengasihi Kristus adalah kesukaan kita yang terbesar, ketika kita mengenal bahwa Dia sesungguhnya adalah yang terindah dan teragung.

Sebaliknya tidak mengasihi Kristus adalah kebodohan dan dosa yang terbesar. CS Lewis mengatakan orang di dunia ini seperti anak yang bodoh yang terus menerus ingin bermain di lumpur, di comberan, dan tidak mau pergi ke pantai putih dan besar, karena dia tidak pernah tahu pantai putih itu. Anak itu menyesalpun tidak, karena dia tidak pernah mengenal pantai itu. Kita bisa tidak mengasihi Dia karena kita tidak pernah mengenal akan indahnya, agungnya, kemuliaan Kristus. Sehingga ketaatan kita kepada Kristus menjadi terasa berat. Datang ke Gereja dengan hati yang tidak bersuka cita, melayani Tuhan dengan terpaksa, dan harus didorong-dorong. Keindahan, keagungan Tuhan selayaknya secara natural membawa kita untuk mengasihi Dia dengan segenap hati kita.

Seperti dalam cerita anak yang hilang, anak yang bungsu itu meminta warisan orang-tuanya, dan menghabiskan seluruh hartanya, sampai dia melarat dan harus bekerja di kandang babi. Dia kelaparan, bahkan makan makanan babi pun dia tidak diperbolehkan. Dalam keadaan seperti demikian, dia baru sadar bahwa menjadi budak di rumah bapaku itu jauh lebih baik daripada keadaanku sekarang, apalagi menjadi anaknya.

Mengasihi Kristus adalah sesuatu yang seharusnya terjadi kalau kita mengenal dan percaya kepada Dia. Ketika kita sungguh-sungguh mengenal Dia sebagaimana Dia adanya, yang dinyatakan di dalam firman dan Roh-Nya yang kudus di dalam hati kita, biarlah kita sadar bahwa mengasihi Dia adalah response yang wajar dan itu menjadi sumber kesukaan yang besar.

Ketika kita mengasihi Dia seperti demikian, maka secara logis kita akan menuruti segala perintah-Nya. Kalau kita mengasihi seseorang maka kita ingin bersekutu, ingin bertemu dengan dia sesering mungkin. Memang ada banyak perintah Tuhan, tetapi secara spesifik, ketika kita mengasihi Tuhan, maka kita akan datang kepada-Nya di dalam doa, ingin mengenal Dia lebih dalam, itulah yang Tuhan perintahkan. Jadi ini adalah sesuatu yang logis, kalau kita mengasihi Tuhan, maka kita akan menuruti perintah-Nya.

Ketika kita mengasihi Tuhan, kita juga ingin bersekutu dengan umat-Nya, karena umat Tuhan dengan Kristus adalah kesatuan yang tidak terpisahkan. Kristus adalah kepala dari pada Gereja, dari pada umat-Nya, Gereja adalah tubuh-Nya sendiri. Maka ketika kita mengasihi Tuhan, kita ingin bersekutu dengan umat-Nya yang adalah tubuh daripada Kristus.

Ketika Saulus pergi mengejar, dan membunuh orang-orang Kristen, dia bahkan mendapat surat kuasa untuk membinasakan orang-orang Kristen, dalam perjalanannya ke Damsyik (lihat Kis 9), Tuhan menyatakan diri kepadanya “Saulus Saulus mengapa engkau menganiaya Aku.” Saulus bertanya “Siapakah Engkau Tuhan?” “Akulah Yesus yang engkau aniaya.” Bagaimana dia menganiaya Yesus? Yesus sudah naik ke surga. Saulus sedang menganiaya umat-Nya, dan Tuhan Yesus menyatakan kalau engkau membinasakan umat-Ku, engkau sedang menganiaya Aku juga. Kristus begitu dekat dengan umat-Nya, sehingga kalau kita sungguh mengasihi Tuhan, maka kita ingin bersekutu dengan umat Tuhan, karena mengasihi Tuhan juga berarti mengasihi umat-Nya, tubuh-Nya, Gereja-Nya. Ini adalah salah satu perintah Tuhan juga.

Mengasihi Tuhan juga berarti mengajak orang lain untuk mengenal Kristus. Ketika kita menyadari betapa baik, mulia dan agungnya Tuhan, menyadari kasih-Nya yang terlebih dahulu kepada kita, maka kita akan digerakkan seperti perempuan Samaria untuk membawa banyak orang kepada Kristus. Ketika perempuan Samaria itu mengetahui bahwa Kristus-lah sumber air hidup, dan dia tidak akan haus lagi, dan bahkan di dalam hatinya akan terpancar mata air yang mengalir tidak ada hentinya, maka dia sadar betapa berharganya anugerah Tuhan yang Dia berikan kepadanya. Adalah sesuatu yang logis, ketika kita mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dan gratis, free, maka kita akan bagikan itu kepada orang lain. Perempuan Samaria itu pergi ke kampungnya, menceritakan apa yang Yesus berikan kepadanya, dan mengajak orang-orang untuk datang kepada Kristus. Mereka kemudian berkata bahwa mereka sekarang percaya kepada Yesus bukan karena perkataan perempuan Samaria itu, tetapi karena mata mereka sendiri melihat dan mengenal Dia yang termulia, terindah, teragung dan merekapun percaya.

Apakah engkau mengasihi Tuhan seperti demikian. Tuhan Yesus mengatakan, jikalau engkau mengasihi Aku, engkau akan menuruti segala perintah-Ku. Tentu perintah yang kita lakukan tidak sempurna, Alkitab terus mengingatkan kita akan hal ini. Kita sering jatuh dan tidak taat kepada Tuhan. Justru ini membuat hal yang penting untuk membedakan antara mengasihi Tuhan dan melakukan kehendak-Nya.  Memang kita seringkali gagal menuruti perintah-Nya, tetapi Anak-anak Tuhan yang sudah mengenal Tuhan, sudah mengalami kasih-Nya, dan yang mengasihi Tuhan, maka kita akan disadarkan kembali. Karena perbuatan kita tidak menunjukkan bahwa kita sesungguhnya mengasihi Tuhan maka firman Tuhan akan menegur kita bahwa kita tidak konsisten, bagaimana kita bisa mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan, kalau hidup kita bertentangan dengan kehendak-Nya.

Yesus bertanya kepada Petrus tiga kali (lihat Yoh 21:15-19) “Apakah engkau mengasihi Aku?” masuk ke dalam hatinya yang paling dalam. Kalimat ketiga membuat Petrus sadar akan apa yang sudah dia lakukan itu bertentangan dengan pengakuannya, dengan hatinya yang paling dalam bahwa dia mengasihi Tuhan. Maka Petrus menjawab Tuhan engkau tahu segala sesuatu, engkau tahu aku menyangkali engkau tiga kali, bahkan bersumpah tidak mengenal-Mu sama sekali sebelum ayam berkokok tiga kali. Petrus mengingat semua itu dan menangis dengan sedihnya (ke loro-loro dalam bahasa Jawa), seperti hatinya tersayat-sayat dan berkata “engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” Petrus boleh mengatakan dia mengasihi Kristus meskipun perbuatannya gagal berat sekali dan menyangkali Tuhan. Tetapi dia kembali kepada Tuhan. Tuhan menegur, mengingatkan Petrus, membuka hatinya dan Petrus tetap bisa mengatakan bahwa dia mengasihi Tuhan. Tuhan memulihkan Petrus dan dia bisa mentaati Tuhan sebab memang sedalam hatinya Petrus mengenal dan mengasihi Kristus, karena Kristus sudah terlebih dahulu mengasihi dia.

Yesus melanjutkan “feed my sheep”, kalau engkau mengasihi Aku, maka sekarang berilah makan kepada domba-domba-Ku. Saudara melihat lagi kaitan antara mengasihi Tuhan yang secara otomatis dengan ketaatan untuk melakukan kehendak-Nya.

Selanjutnya ada janji yang sangat indah. Mengikuti Kristus adalah sesuatu yang tidak mudah, bahkan tidak mungkin kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri. Kalau engkau mau mengikut Aku, engkau harus menyangkal diri, memikul salib, mengikut Aku. Kalau engkau mengasihi Aku, maka engkau akan Aku utus seperti domba di tengah kawanan serigala. Domba tidak mungkin survive dengan kekuatan dia sendiri. Domba yang bukan diberikan sebagai makan kepada serigala, tetapi untuk menjadi saksi, untuk bukan hanya bisa hidup, tetapi juga menang dalam memberitakan Injil di antara serigala-serigala itu. Ini artinya dia memerlukan kuasa yang bukan dari dirinya sendiri, tetapi dari Roh Kudus yang Tuhan janjikan untuk memimpin dia untuk selama-lamanya.

Yoh 14:16-18 adalah janji Tuhan itu: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Saudara bayangkan murid-murid itu di utus seperti domba ke kawanan serigala, tanpa uang, tanpa resources, tanpa organisasi yang membackup mereka. Tuhan tidak menyediakan support, tetapi Tuhan menjanjikan satu hal yaitu Aku sendiri, bahkan tiga pribadi Allah tri-tunggal. Yoh 14:23 “Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.“ Yoh 14:16-17 menyatakan Roh-Kudus dikirim. Allah Tri-Tunggal menyertai, memimpin hidup kita. Ini adalah hal yang kita butuhkan lebih daripada segala sesuatu. Karunia khusus yang diberikan kepada orang-orang yang mengasihi-Nya. Dunia tidak mengenal Roh Kebenaran ini karena dunia tidak mengenal-Nya, tetapi orang-orang yang mengasihi Kristus mengenal Roh Kebenaran ini, karena Dia akan menyertai dan diam di dalam kita.

Ini adalah sesuatu yang melampaui segala pengertian kita: bahwa Allah Tri-Tunggal akan diam bersama-sama dengan kita. Kata yang dipakai dalam Yoh 14:23 terjemahan Inggris untuk “diam bersama-sama dengan dia” adalah “make our home” – sama dengan Yoh 14:2 “di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal” dan tempat tinggal itu adalah diri-Nya sendiri. Tetapi Yoh 14:23 menyatakan Allah Tri-Tunggal akan menjadikan kita tempat tinggal-Nya, Dia sendiri akan hadir dalam hati kita, menyertai kita sampai selama-lamanya.

Artinya bagi anak-anak Tuhan yang mengasihi Dia, maka kita mengalami kehadiran Tuhan, yang disebut sorga itu mulai sekarang, di dalam dunia ini. Dia sendiri akan menyertai dan memimpin kita, melampaui segala apapun yang kita perlukan di dalam dunia ini. Karena Allah yang pencipta langit dan bumi itu akan tinggal dan make His dwelling among us.

Roh Penolong itu akan diberikan kepada kita, dan akan menyertai kita sampai selama-lamanya; Dia akan tinggal di dalam kita.

Marilah kita mengkoreksi hati kita apakah kita sungguh-sungguh mengenal Dia, mengasihi Dia, dan apakah ada bukti minimal bahwa kita menuruti segala perintah-Nya. Perintah-Nya itu tidak mudah di dunia ini, karena dunia ini penuh dengan godaan, penuh perkataan-perkataan yang melawan perintah Tuhan. Tuhan mengirimkan Roh-Nya yang Kudus yang adalah Roh Allah sendiri, Roh Kristus sendiri untuk hadir di tengah-tengah kita, menyertai dan memimpin kita. Kalau kita bisa mengasihi Tuhan itu adalah anugerah. Biarlah kita meresponi anugerah ini dengan taat menjalankan perintah-Nya. Ketika kita taat maka Tuhan akan memberikan berkat-Nya dan kehadiran, kekuatan Tuhan akan nyata. Roh penghibur itu akan mengajarkan kita kebenaran untuk semakin mengenal Dia. Biarlah kita menjadi anak-anak Tuhan yang mengasihi Tuhan, mentaati perintah-Nya dan mengalami pertolongan, anugerah, kekuatan, penyertaan dan penghiburan-Nya dalam hidup kita.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya