Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan

Ibadah

Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 19 Agustus 2018

Bacaan Alkitab: Yoh 14:10-14

Ada seorang hamba Tuhan yang mengirim link youtube, tentang seorang pembuat film Kristen, Jacob Dufour. Dia mengatakan di klip singkat itu (https://www.youtube.com/watch?v=8dJBmCSkGSA&t=58s), dia join ke group-group Kristen yang cukup besar di facebook. Dia melihat apa yang dikatakan di facebook itu seperti sampah, seperti berikan jempol ke bawah untuk setan, dlsb; tidak ada content yang mendalam, tidak ada hal-hal yang sungguh-sungguh berkaitan dengan iman Kristen. Dia ingin membuktikan betulkah group-group itu mengenal firman Tuhan. Maka dia mempost satu ayat dari Lukas 4:7 “So if you worship me, it will all be yours.”; dan hampir semua meresponi dengan amin puji Tuhan, haleluya, thank you brothers, kalimat itu sudah menguatkan saya, bersyukur kepada Tuhan untuk janjinya. Ada seorang pendeta yang membalas terima kasih untuk postinganmu. Jacob me-reply dengan bertanya apakah kamu betul-betul pendeta? Kamu tahu siapa yang mengatakan Lukas 4:7? Kalau kita membaca Lukas 4:7 itu adalah perkataan setan kepada Tuhan Yesus, yang mencobai Dia “so if You worship me, it will all be Yours.” Tuhan Yesus menjawab “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Dari begitu ratusan respon yang ada, hanya 3,5 persen yang mengkritisi kamu tidak salah mempost ayat itu, selebihnya mengatakan post itu bagus, amazing dlsb.

Apakah kita sungguh-sungguh mengenal perkataan Kristus, apakah kita sungguh-sungguh percaya di dalam Kristus. Yoh 14:12-14 khususnya membawa kita mengerti untuk percaya sungguh-sungguh akan ayat-ayat yang merupakan perkataan Kristus sendiri. Biarlah kita boleh menghidupi dan mengalami perkataan Kristus yang sangat luar biasa ini. Biarlah kita membaca seperti seorang anak kecil yang sungguh-sungguh mendengar perkataan ayahnya dan kemudian menerimanya dengan sepenuh hati.

Yesus mengatakan dalam (Yoh 14:12) “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.” Betulkah kita percaya akan perkataan ini, apakah kita mengalami perkataan ini, menghidupi perkataan ini?  Yoh 14:13-14 melanjutkan “apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Apakah kita mengalami kuasa perkataan ini?

Kita akan merenungkan tiga bagian yang Yesus ajarkan dalam Yoh 14:12-14.     

Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan (Yoh 14:12)

Pernyataan Yesus ini bukan hanya untuk para rasul, para pendeta, para missionaris, atau bapa-bapa Gereja, tetapi untuk setiap orang yang percaya kepada Kristus. Setiap orang yang percaya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan. Beberapa kali Yesus mengatakan kalimat yang mirip dengan “Barang siapa yang percaya kepada-Ku.”:

  • (Yoh 6:35) “barang siapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”
  • (Yoh 11:25) “barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
  • (Yoh 12:46) “supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal dalam kegelapan.”

Artinya Yesus di sini sedang berbicara kepada semua orang yang percaya, beriman di dalam Kristus. Semua orang yang percaya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan.

Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, betulkah kita percaya perkataan Kristus ini, dan apa maksudnya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan?

Problem langsung ada ketika kita berpikir bahwa pekerjaan yang Yesus lakukan adalah mukjijat-mukjijat yang Dia lakukan, seperti mengubah air menjadi anggur, mencelikkan mata orang yang buta sejak lahir, memberi makan 5000 orang dengan lima roti dan dua ikan, berjalan di atas air, membangkitkan Lazarus, dengan satu kata menenangkan badai. Kalau kita melihat sejarah, tidak ada orang Kristen, bahkan para rasul yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang seperti demikian. Mereka mengerjakan satu-dua hal yang Yesus lakukan, tetapi tidak ada pernah rasul yang meneduhkan badai, yang berjalan di atas air.

Jadi apa maksudnya ketika Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan?

Kita perlu melihat konteks dari ayat-ayat ini. Yoh 14:11 “Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.” Di sini kita melihat ada kata “percaya” dan “pekerjaan”, sebagaimana ada di Yoh 14:12 juga. Seluruh pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan menyatakan akan kemuliaan Allah di dalam diri-Nya, menyatakan siapakah Kristus itu.

Inti dari pekerjaan-pekerjaan yang Yesus lakukan adalah menunjuk kepada kebesaran akan Kristus. Dia membawa kemuliaan bagi nama Allah yang ada di dalam Kristus. Seluruh pekerjaan-Nya menyatakan keagungan dan betapa berharganya Kristus. Tuhan Yesus mengatakan (Yoh 14:6) “Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” Dia menempatkan diri-Nya menjadi satu-satunya pribadi yang mempunyai otoritas absolut akan jalan kepada Bapa. Yesus mengatakan (Yoh 10:25) “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,”

Kita mengerti pekerjaan yang Yesus lakukan menyatakan betapa besarnya, mulianya, indahnya Kristus, supaya orang melihat dan percaya kepada diri-Nya, dan kemudian beriman kepada Kristus dan memperoleh hidup yang sejati. Yohanes sendiri menyatakan dalam Yoh 20:31 “tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”

Kita boleh simpulkan bahwa setiap orang yang percaya akan melakukan pekerjaan yang menyatakan keagungan Kristus. Sehingga orang-orang boleh melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa di surga. Bagaimana hal itu bisa memuliakan Bapa? Karena pekerjaan-pekerjaan itu menunjuk kepada kemuliaan Kristus. Segala pekerjaan yang kita lakukan biarlah disaksikan oleh orang sebagai sesuatu yang memuliakan Kristus. Apakah sesungguhnya semua pekerjaan yang kita lakukan di dalam hidup kita menyatakan keindahan dan kemuliaan Kristus, betapa berharga dan besarnya Dia. Sebaliknya jika segala hal yang kita lakukan tidak menyatakan kebesaran dan kemuliaan Kristus, maka kita tidak termasuk orang-orang yang percaya kepada Kristus.

Tentu ini adalah suatu peringatan yang sangat penting bagi kita. Biarlah kita boleh merefleksikan apakah orang-orang di sekitar kita bisa melihat apa yang kita kerjakan itu menunjuk kepada Kristus. Apakah ketika mereka melihat pekerjaan-pekerjaan kita, mereka bisa melihat bahwa Kristus lah yang diutamakan oleh kita di dalam hidup kita. Hidup kita menunjuk kepada Kristus dan bukan kepada diri kita sendiri, bukan menunjuk kepada uang, istri, suami, anak, atau apapun. Apakah istrimu, suamimu, anak-anak-mu menyaksikan bahwa Kristus adalah yang paling berharga di dalam segala hal yang engkau lakukan. Namun bukan berarti setiap anak akan percaya kepada Tuhan, khususnya bagi anak-anak yang sudah besar, mereka sendiri harus bertanggung jawab untuk mengenal Kristus secara pribadi. Apakah apapun yang kita kerjakan menyatakan Kristus adalah yang paling utama? Atau seluruh hidup kita diarahkan kepada kenikmatan, uang, atau bahkan kepada anak dan mengutamakan hal-hal itu.? Tuhan Yesus memberikan peringatan “setiap orang yang percaya kepada-Ku, akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan.” Karena untuk itulah kita diselamatkan dan percaya, untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang dipersiapkan Bapa sebelumnya. Pekerjaan baik adalah pekerjaan yang dilakukan oleh Kristus sendiri, dan setiap orang yang percaya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Kristus lakukan.

Barang siapa percaya kepada-Ku akan melakukan “pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar” (Yoh 14:12b)

“Pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar” bukan menunjuk kepada mukjijat-mukjijat yang spektakuler, yang lebih besar daripada berjalan di atas air dlsb. Kita dapat melihat arti “Pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar” melalui ayat-ayat selanjutnya. Yesus melanjutkan (Yoh 14:12c) “Sebab Aku pergi kepada Bapa”….. sebentar lagi Yesus akan pergi, mati dan bangkit, dan naik ke surga. Kita bisa bertanya dengan kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga, berapa banyak yang Dia lakukan.

Di atas kayu Salib Yesus mengatakan (19:30) “it is finished (tetelestai)”. Apanya yang “selesai” di atas kayu salib?  Setelah kematian dan kebangkitan-Nya masih banyak orang yang belum percaya kepada Tuhan, masih banyak orang yang hidup di dalam dosa, masih banyak ketidakadilan yang terjadi, penderitaan, sakit-penyakit.

Kita boleh mengerti kata “selesai” ini dalam konteks perkataan Yesus dalam Yoh 17:4 ----- “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.” -----

Apa yang dikerjakan Yesus memang sudah selesai di dalam konteks pekerjaan yang Bapa berikan kepada-Nya: Dia mati dan bangkit untuk menebus dosa manusia. Dia menyelesaikan tugas utama-Nya, dan kematian dan kebangkitan-Nya menjadi berita sepanjang jaman.

Tetapi ketika Yesus mati dan bangkit ada berapa banyak orang yang percaya kepada-Nya? Selain dari pada 11 rasul, atau sebelumnya ada 72 murid, kita tidak pasti. Ada ahli yang berpendapat paling banyak pada waktu Yesus mati dan bangkit, itu ada kira-kira 500 orang yang percaya. Sebelum Yesus naik ke surga Dia sendiri mengatakan (Kis 1:8) “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Ketika Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, kita tahu Petrus berkotbah tentang Kristus, dan pada hari itu juga 3000 bertobat dan percaya kepada Kristus. Sepanjang tiga setengah tahun Yesus melayani paling banyak 500 orang percaya. Tetapi ketika Petrus berkotbah, satu hari, pada hari Pentakosta, maka 3000 orang datang dan percaya kepada Kristus. Kalau kita membaca Kisah Para Rasul, maka tidak lama kemudian ada 5000, dan kemudian terus berkembang ke seluruh dunia. Yang disebut ujung dunia pada saat itu adalah Efesus, Injil diberitakan sampai Efesus, di mana ribuan, jutaan orang percaya kepada Kristus.

Inilah yang disebut oleh Tuhan Yesus ketika Dia mengatakan bahwa barang siapa yang percaya akan melakukan pekerjaan yang lebih besar daripada yang Dia kerjakan. Bahwa orang-orang yang diurapi menjadi wakil Kristus, dengan pertolongan Roh Kudus akan pergi ke seluruh dunia dan menjadi saksi-Nya di tengah-tengah dunia ini.

JC Ryle mengatakan “Greater works need more conversion. There is no greater work than the conversion of a soul.” Inilah yang dimaksudkan Tuhan waktu Dia mengatakan bahwa murid-murid-Nya akan melakukan pekerjaan yang lebih besar daripada yang Dia lakukan. Meskipun tidak semua dari kita dipakai menjadi penginjil besar, tetapi setiap dari kita dipanggil menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini. Tuhan Yesus akan pergi dan mengirim Roh-Nya yang Kudus, Roh-Nya yang akan menguasai, memimpin semua orang yang percaya di dalam Kristus. Satu demi satu mereka akan pergi, melalui berbagai macam cara, melalui aniaya, pergi ke tempat-tempat yang jauh dan di manapun mereka berada, mereka menjadi saksi Tuhan dan memberitakan Injil.

Secara keseluruhan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang percaya kepada Kristus menjadi jauh lebih besar daripada apa yang Yesus kerjakan saat di dalam dunia ini. Kita membaca di dalam Kisah Para Rasul, mereka yang tadinya di Yerusalem, kemudian dianiaya, dan lari ke perbagai tempat. Di manapun mereka berada mereka memberitakan Injil, dan orang-orang menjadi percaya melalui pemberitaan mereka.

Pemberitaan Injil juga dibantu oleh teknologi. Kita harus ingat bahwa reformasi dapat tersebar luas karena tepat muncul ketika ada teknologi yang penting yang ditemukan beberapa puluh tahun sebelumnya, yaitu mesin cetak. Ketika Martin Luther memakukan 95 tesis di pintu gerbang Gereja Guttenberg, maka ada orang yang memperbanyak tesis tersebut dengan mesin cetak. Reformasi dapat menjadi besar dari satu kota yang kecil, ke seluruh Jerman, ke seluruh Eropa, karena mereka memakai teknologi yang paling canggih pada waktu itu yaitu mesin cetak. Demikian pula di jaman era digital ini, saya percaya, teknologi dapat menjadi alat bagi pengabaran Injil kepada lebih banyak orang lagi.

Pentingnya doa dalam melakukan pekerjaan Tuhan

Di dalam konteks orang percaya melakukan pekerjaan yang lebih besar, maka Yesus berkata dalam Yoh 14:13-14 “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." Kita melihat doa bukanlah intercom domestik yang membuat hidup kita lebih mudah, yang dapat kita gunakan untuk memanggil pembantu yang ada di ujung yang lain dari pada rumah kita. Janganlah kita menganggap doa sebagai sesuatu untuk membuat hidup kita lebih mudah. Doa diberikan kepada kita di dalam konteks kita melakukan pekerjaan Tuhan.

John Piper mengatakan doa bukanlah interkom domestik, tetapi walkie talkie di dalam medan peperangan. Seperti prajurit yang diberi tugas oleh jendral untuk merebut suatu kota. Ada banyak kesulitan, banyak ranjau, banyak musuh, engkau harus berjuang untuk masuk ke kota itu. Tetapi di tengah kesulitan yang ada, sang jendral memberi engkau walkie talkie. Setiap saat, 7x24 jam, kapanpun engkau membutuhkan nasehat, kekuatan, hikmat, engkau dapat bertanya kepada sang jendral. Inilah yang Yesus maksudkan di dalam Yoh 14:13-14, doa ditaruh di dalam konteks kita melakukan pekerjaan yang Yesus lakukan.

Biarlah kita boleh menangkap ayat yang begitu menakjubkan ini.

Tuhan Yesus mengatakan (Yoh 14:13) “apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya” dan (Yoh 14:14) “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Ini menjadi suatu janji yang kita boleh sungguh-sungguh percayai. Tidakkah ini menggentarkan hati kita, dua kali Yesus menegaskan apapun yang engkau minta Aku akan melakukannya. Betulkah kita mempercayai hal ini di dalam hidup kita? Betulkah kita bisa meminta apa saja dan Yesus akan melakukannya? Tentu kita mengetahui bahwa berdoa dalam nama Yesus adalah bukan mantera untuk meminta apa saja yang kita inginkan.

Permintaan kita bisa salah, Yakobus memperingatkan (lihat Yak 4) bahwa engkau tidak mendapat apa-apa karena engkau tidak berdoa. Tetapi Yakobus melanjutkan atau kamu berdoa juga tetapi tetap tidak mendapat apa-apa karena kamu memintanya untuk memuaskan hawa nafsumu. Artinya kita tahu ada doa yang salah. Yakobus mengatakan engkau adalah orang-orang yang berzinah, karena engkau seperti minta kepada-Ku, suami dari pada Gereja, untuk engkau habiskan untuk berzinah dengan pria lain. Kita tahu bahwa ada doa dan permintaan yang salah. Di sini Yesus menegaskan biarlah engkau meminta apapun di dalam nama-Ku, artinya dengan motivasi untuk memuliakan nama Kristus.

Berdoa di dalam nama Yesus berarti segala sesuatu yang kita minta sesuai dengan karakter Kristus. Berdoa di dalam nama Yesus berarti mempunyai motivasi utama untuk memuliakan Kristus. Itulah arti berdoa di dalam nama Yesus.

Biarlah kita menerima kebenaran ini dengan sungguh-sungguh. Seperti pergumulan Yesus di taman Getsemani, (Luk 22:42) “Ya Bapa, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku”. Yesus berdoa dengan cucuran keringat seperti darah, dengan penuh kesungguhan; suatu doa yang begitu berat. Kita mengetahui dengan kesatuan hati Bapa dan hati Anak, Bapa pun sebetulnya bergumul akan hal itu. Bagaimana Anak-Nya yang tunggal, yang terkasih, yang seluruh hati-Nya adalah satu dengan hati Bapa, sekarang harus dipisahkan karena Anak harus menerima cawan murka karena dosa manusia. Maka dengan pergumulan yang paling berat, Yesus melanjutkan “tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Inilah arti berdoa di dalam nama Kristus.

Banyak dari antara kita yang sungguh-sungguh mengerti akan hal ini, tetapi saya merasa kita tidak sungguh-sungguh percaya akan perkataan-perkataan Yesus ini. Kita mengerti bahwa kita harus berdoa dengan motivasi yang benar dan tunduk kepada bijaksana kedaulatan Allah. Bukan kehendakku tetapi kehendak-Mu yang jadi ya Tuhan. Biarlah kita boleh memegang sisi yang lain yang Yesus katakan bahwa kita harus sungguh-sungguh percaya, beriman dan meminta kepada Bapa, apa saja yang di dalam kebenaran dan kedaulatan Tuhan, Tuhan akan melakukannya: (Yoh 14:14) “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

Biarlah kita bisa mempercayai hal ini seperti anak kecil yang mempercayai perkataan ayahnya. Percaya akan janji Kristus yang tidak mungkin gagal, dan tidak mungkin diingkari. Kita boleh memegang dengan sungguh-sungguh janji yang sangat indah ini. Biarlah kita berdoa di tengah segala pergumulan, dengan beriman sambil menyadari bukan kehendakku tetapi kehendak-Mu yang jadi ya Tuhan. Kita berdoa dengan iman, percaya bahwa Dia akan menjawab apa pun yang kita minta di dalam nama-Nya.

Ravi Zakharias suatu kali bercerita tentang seorang pemuda yang ikut di dalam perang. Pemuda itu tidak percaya kepada Tuhan tetapi dia memiliki ibu yang percaya kepada Kristus. Ibunya selalu mengingatkan dia untuk datang ke Gereja dan percaya kepada Tuhan, tetapi dia terus tidak mau. Suatu kali pemuda ini ikut berperang, sebelum dia pergi ibunya terus mengingatkannya tentang Injil Kristus. Ibunya selalu mengatakan bahwa dia akan terus berdoa untuknya, berdoa setiap hari jam sekian, aku akan berdoa bagi kamu. Pemuda itu tetap tidak mau percaya dan tidak tergerak hatinya, tetapi dia pergi perang. Di dalam suatu pertempuran yang sengit, grupnya sedang terkepung. Pemimpin grupnya memerintahkan pemuda itu untuk pergi ke suatu tempat melewati daerah yang berbahaya untuk menyelamatkan teman-temannya. Di tengah tembakan, pemuda itu berkata siap kapten, tetapi dia tidak berangkat, dan dia terus melihat jamnya. Kaptennya menemukan dia masih belum pergi juga, dan berulang kali memerintahkan dia untuk pergi. Pemuda itu terus menjawab siap kapten tetapi tidak pergi juga. Akhirnya sang kapten marah sekali dan bertanya mengapa kamu terus melihat jammu? Pemuda itu menjawab saya melihat jam saya karena saya tahu kapan ibu saya berdoa untuk saya. Saya akan pergi pas saat ibu saya berdoa untuk saya. Bahkan orang yang tidak percaya kepada Tuhan pun menyadari betapa Tuhan menjawab doa anak-anak Tuhan.

Biarlah kita sebagai anak-anak Tuhan yang sudah mengerti banyak, boleh percaya dengan sungguh-sungguh perkataan Kristus ini. Apa pun yang menjadi pergumulan di dalam hidup kita, biarlah kita memegang janji Tuhan yang sangat indah ini: (Yoh 14:13-14) “ dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Biarlah ini menjadi suatu realita di dalam hidup kita, kita sungguh berdoa, beriman dan melihat Tuhan menjawab doa kita sesuai dengan bijaksana-Nya. Tentu ini adalah pergumulan yang tidak mudah.

Bagi saya sendiri, setiap minggu saya harus mempersiapkan kotbah. Setiap hari saya harus bergumul, berseru kepada Tuhan. Waktu saya membaca bagian ini, saya diingatkan, betulkah saya percaya bahwa Tuhan akan menjawab apa pun yang saya minta di dalam nama-Nya. Seringkali Tuhan menyatakan kesetiaan-Nya, menyatakan bahwa janji-Nya dapat dipercaya. Tentu tidak selalu seperti yang saya inginkan, karena ada dosa, kesombongan, ada kebodohan saya; yang melalui hal ini, Tuhan ingin membentuk saya supaya saya makin mengerti dan mengenal jalan Tuhan dan bagaimana mengikut Dia. Di dalam banyak hal, setiap minggu, Tuhan menyatakan pertolonganNya, menjawab doa, memberi jawaban sesuai apa yang kita minta kepada Tuhan.

Biarlah kita boleh taat kepada Tuhan di dalam apa yang kita kerjakan dan kita boleh berseru apa pun yang kita minta di dalam nama-Nya, dan kita boleh mengalami pertolongan dan jawaban Tuhan yang begitu indah. Sungguhkah kita percaya akan ayat-ayat yang merupakan perkataan Kristus sendiri? Biarlah dengan iman kita dapat mengakui dan mempercayai perkataan Kristus ini dengan sungguh-sungguh.

 

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya