Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Janganlah Gelisah

Ibadah

Janganlah Gelisah

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 12 Agustus 2018

Bacaan Alkitab: Yoh 14:1-18

Suatu kali ada seorang ayah yang membawa anaknya yang kerasukan roh kepada Yesus (lihat Mrk 9:14-29). Roh itu membuat anak itu bisu, dan membuat dia berguling-guling dan berbusa mulutnya. Tuhan Yesus bertanya kepada ayahnya sejak kapan anak itu begini. Ayahnya berkata sejak kecil roh itu sering menyeretnya ke dalam api atau air untuk membinasakannya, sebab itu jika engkau dapat ya Tuhan, tolonglah kami dan kasihanilah kami. Kristus menjawab (Mrk 9:23) “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Maka ayah ini berteriak (Mrk 9:24) “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini.”

John Calvin mengatakan kalimat dari ayah ini “aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya” sepertinya sesuatu yang kontradiksi, tetapi setiap orang percaya pasti pernah mengalami pergumulan seperti ini. Seringkali kita sebagai anak-anak Tuhan sering mengalami, di satu pihak kita percaya dan mengenal Tuhan, tetapi di tengah-tengah pergumulan hidup kita, ketika kesulitan demi kesulitan datang bertubi-tubi, ketika kita dinyatakan sakit kanker, ketika orang yang kita kasihi meninggal, ketika kecelakaan, maka kita bergumul apakah kita sungguh-sungguh percaya akan Tuhan, akan janji-Nya. Percaya Tuhan yang berdaulat akan segala suatu, percaya bahwa Tuhan mengijinkan segala kesulitan itu terjadi di dalam hidup kita, tetapi Dia sesungguhnya bisa bekerja di situ dan membalikkan hal itu untuk kebaikan dari  anak-anak-Nya. Apakah kita sungguh-sungguh percaya akan hal itu?

Kali ini kita akan membahas dua janji Tuhan dalam Yoh 14:7-11 supaya kita jangan gelisah, dan sungguh-sungguh percaya kepada Dia. Supaya kita mempercayakan diri kita kepada Dia, kita beriman, dan kita pegang itu di dalam hidup kita.

Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku

Jawaban yang Yesus berikan atas pertanyaan Filipus dalam Yoh 14:8 “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Filipus meminta kepada Yesus supaya mereka melihat Bapa dan mengenal Dia, supaya mereka mengerti bahwa Dia memimpin dan menyertai mereka, bahwa Bapa adalah Allah yang berkuasa dan tidak akan meninggalkan mereka. Kalau kami dapatkan semua itu, maka kami akan puas, dan tidak akan gelisah lagi.

Mengenal Allah adalah suatu kerinduan bagi setiap orang beriman, suatu kerinduan yang benar dan sah bahwa Tuhan menyertai mereka dan tidak akan meninggalkan mereka. Seperti rusa merindukan air, jiwaku merindukan Engkau ya Tuhan (Mzm 42:2).

Yesus menjawab permintaan Filipus ini, dan tidak mempersoalkan keinginan Filipus yang sebenarnya baik. Yang menjadi persoalan dari Filipus adalah dia belum sungguh-sungguh sadar bahwa Allah itu sesungguhnya sedang berdiri di hadapannya dan berkata-kata dengannya. Yoh 14:9 “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.”

Berkali-kali Tuhan Yesus menyatakan bahwa Aku dan Bapa adalah satu, kalau engkau melihat Aku maka engkau telah melihat Bapa. Bapa hadir di dalam seluruh keberadaan-Ku, Allah menjadi nyata ketika engkau hadir di hadapan-Ku.

  • Dalam Yoh 14:7 Yesus mengatakan “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
  • Yesus mengatakan selanjutnya (Yoh 14:10) “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.”
  • Tuhan Yesus mengatakan sekali lagi (Yoh 14:11) “Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.”

Persoalan Filipus bukan karena dia merindukan dan menginginkan Allah, tetapi dia tidak menyadari bahwa Bapa sudah hadir dan bahkan sudah bercakap-cakap kepada dia. Seperti sewaktu Yesus berkata kepada perempuan Samaria (lihat Yoh 4:1-30) kalau engkau mendapat air hidup itu maka engkau tidak perlu datang lagi ke sumur, ketika engkau meminum air hidup itu maka air itu akan memancar di dalam hatimu seperti mata air yang memuaskan jiwamu sampai selama-lamanya. Maka perempuan itu berkata Tuhan berikan air itu kepadaku dan Tuhan Yesus mengatakan (Yoh 4:26) “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”

Filipus belum menyadari bahwa Allah itu sedang berdiri di hadapannya dan sedang menyatakan diri-Nya kepada dia dan murid-murid-Nya. Ini menjadi pertanyaan bagi kita. Ketika Filipus melihat Kristus dia melihat Bapa, tetapi mengapa dia belum melihat Allah itu sendiri di dalam diri Yesus Kristus.

Ada pengertian tertentu tentang “melihat” yang sesungguhnya. Apa artinya “melihat” di sini? Di dalam Alkitab , sesungguhnya, dalam perjanjian baru, kata “melihat” itu diterjemahkan dari tiga kata yang memiliki pengertian yang berbeda-beda.

Dalam Yoh 20, Yohanes berbicara tentang kebangkitan Yesus Kristus. (Yoh 20:1-2) “Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan” (Yoh 20:3) “Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu (kemungkinan besar adalah Yohanes) ke kubur.”

(Yoh 20:4-5) “Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.” Kata “melihat” yang pertama diterjemahkan dari kata Yunani “blepo”. Kata ini adalah kata yang paling umum diterjemahkan menjadi “melihat”, artinya secara ilmiah, ada cahaya dipantulkan pada kain kafan itu yang membentuk image pada retina murid itu.  

Kalimat yang selanjutnya Yoh 20:6 “Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.” Kata “melihat” di sini memakai “theoreo”, artinya adalah melihat dengan menyelidiki dengan teliti, to scrutinize, mengapa kain kafan itu ada di situ, mengapa kain peluh itu terlipat.

Ayat yang selanjutnya Yoh 20:8 “Maka masuklah juga murid yang lain (Yohanes), yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.” Kata “melihat” yang ketiga di sini adalah “oraw” artinya adalah to see with understanding.

Dalam Yoh 20:9, Yohanes menyimpulkan “Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.” Ketika Yohanes melihat kembali dia bukan hanya melihat dengan teliti, dia juga melihat dengan iman.  Dia menyimpulkan bahwa satu-satunya penjelasan dari  peristiwa ini adalah Yesus sudah dibangkitkan dari pada kematian.

Kata “oraw” ini adalah kata yang dipakai Yesus sebagai jawaban kepada Filipus. Yoh 14:9 “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat (oraw) Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.” Kata melihat “oraw” di sini berarti mengerti dengan pengertian yang tepat, yaitu melihat berdasarkan perkataan dan perbuatan Kristus. Yohanes melihat kain kafan dan kubur yang kosong itu, dia teringat akan perkataan dari pada Tuhan Yesus.

Yesus melanjutkan dalam Yoh 14:10 “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.”

Kita perhatikan di sini, dari Yoh 14 ayat 7,8,9 ada beberapa kata melihat.

  • Yoh 14:7 “Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”,
  • Yoh 14:8 Filipus berkata “tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami. (supaya kami melihat)”,
  •  Yoh 14:9 “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”.

Yesus kemudian menjelaskan dalam Yoh 14:10-12 dengan tidak menggunakan lagi kata melihat, tetapi Dia berbicara tentang percaya.

  • Yoh 14:11 “Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.”
  • Yoh 14:12, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.”

Di sini kita boleh mengerti bahwa Tuhan Yesus membukakan dan menyatakan lebih jelas lagi bahwa Aku dan Bapa adalah satu. Biarlah engkau melihat dengan pengertian yang benar, dengan mata iman, sesuai dengan yang Aku katakan dan yang Aku kerjakan. Engkau sudah melihat Aku membangkitkan Lazarus dari  kematian, melihat bagaimana Aku dengan satu perkataan meneduhkan badai yang hampir menenggelamkan murid-murid-Nya. Engkau sudah melihat dengan mata kepalamu sendiri bagaimana lima roti dan dua ikan dipecahkan memberi makan 5000 orang laki-laki, atau 20000 kalau dihitung dengan perempuan dan anak-anak mereka. Engkau sudah melihat semua pekerjaan itu tetapi apakah engkau mengerti bahwa Aku bukan hanya miracle worker, Aku bukan hanya Mesias yang seperti engkau harapkan, tetapi Aku adalah Allah itu sendiri. Aku datang menyatakan Allah yang tidak pernah dilihat oleh manusia.

Yoh 1:18 mengatakan “Tidak ada seorangpun pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.”

Ini adalah melihat dengan mata iman, melihat sesuai dengan apa yang sudah Tuhan katakan berkali-kali melalui perkataan dan pekerjaan-Nya. Dia menyatakan bahwa Dia-lah Allah. Percayakah engkau kepada-Ku hai Filipus. Tuhan Yesus juga mengatakan kepada Marta (Yoh 11:40) “jikalau engkau percaya maka engkau akan melihat kemuliaan Allah.”

Ketika kita membaca firman Tuhan, melihat pekerjaan dan pertolongan Tuhan di dalam hidup kita, maka kita boleh melihat dengan iman bahwa Tuhan menyertai, memimpin, dan sudah hadir di dalam kehidupan kita dan dalam kehidupan para murid. Ini adalah melihat dengan mata iman yang percaya bahwa matahari tetap bersinar di balik awan yang gelap, hujan yang deras. Ini adalah melihat dengan understanding, ini adalah melihat dengan iman, yang Tuhan inginkan di dalam hidup kita.

Tuhan Yesus mengatakan janganlah gelisah hatimu, karena Bapa yang memastikan tempat bagimu di dalam kekekalan (lihat Yoh 14:1). Kristus yang akan menjadi jalan bagi kita kepada Bapa, sekarang ini ada bersamamu, karena Aku dan Bapa adalah satu. Sehingga kita boleh melihat dan percaya bahwa Kristus adalah Allah yang beserta kita, memimpin kita, dan hadir di dalam sejarah untuk menyatakan keberadaan-Nya bagi kita.

Kalau kita melihat Kejadian 3, ketika ular menggoda Hawa, setan datang melalui ular dan berkata makanlah buah pengetahuan yang baik dan jahat ini karena “sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Maka Hawa dihadapkan kepada 2 perkataan yang bertentangan satu sama lain. Dia tahu Firman Tuhan bahwa jangan makan buah pengetahuan itu karena pada waktu kamu memakannya kamu pasti mati, namun ular berkata makanlah, kamu tidak akan mati tetapi matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah. Kita tahu seharusnya ada Adam dan Hawa tidak berpikir dari dirinya sendiri, tidak memutuskan dari dirinya sendiri yang mana yang benar, dan tidak seharusnya mengikuti perkataan ular.

Dari dua pendapat yang berbeda ini, Adam dan Hawa seharusnya percaya akan perkataan Tuhan, yang mungkin mereka tidak mengerti seluruhnya, tetapi seharusnya mereka memegang perkataan Tuhan itu: karena pada waktu engkau memakannya, engkau akan mati. Tuhan menginginkan kita percaya kepada perkataan Tuhan. Dari dua pendapat yang berbeda itu, dari mana mereka boleh tahu mana yang benar? Mereka harus tahu, kita harus tahu, yang benar adalah perkataan Tuhan; karena Dia adalah Tuhan yang benar. Akulah jalan, kebenaran dan hidup itu, maka perkataan Tuhan pasti tidak salah. Biarlah kita percaya akan perkataan Tuhan.

Ini adalah hal yang pertama yang dapat membuat kita tidak gelisah. Karena Tuhan hadir, dan kita boleh melihat-Nya dengan mata iman, percaya kepada perkataan-Nya dan apa yang sudah Dia kerjakan bagi kita.

Aku akan meminta kepada Bapa seorang penolong yang lain

Kita bisa berkata bagaimana dengan sekarang, memang Allah hadir pada waktu itu karena Yesus hadir di hadapan Filipus dan murid-murid-Nya, bukankah setelah itu Yesus mati dan meninggalkan murid-murid-Nya. Maka ada jawaban bagi pergumulan orang-orang Kristen sepanjang jaman. Tuhan Yesus mengatakan “janganlah gelisah, karena Aku tidak akan meninggalkanmu dan Aku akan menyertai kamu sekarang dan sampai selama-lamanya.”

Hal ini dinyatakan dalam Yoh 14:16-18 “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.”

Yesus berbicara tentang Roh penghibur itu, Roh kebenaran itu akan datang. Yesus memang akan pergi meninggalkan mereka, tetapi Yesus meminta kepada Bapa-Nya untuk mengirimkan Penolong yang lain (another counselor). Kata “yang lain” di sini adalah penting, karena di dalam bahasa Yunani, kata “yang lain” bisa di ambil dari kata “heteros” (heterogen – yang tidak akan bisa bercampur seperti minyak dan air) atau dari kata “alos” yang artinya another just like the first one, yang lain tetapi sama dengan yang pertama.

Siapa another counselor itu? Kristus sendiri dinyatakan dalam Yesaya 9 “Anak yang lahir itu akan disebut sebagai "the wonderful counselor, mighty God, the everlasting Father.” Tetapi Yesus di sini mengatakan Aku akan pergi kepada Bapa dan meminta seorang penolong yang lain, another counselor.

Roh Kudus disebut sebagai another counselor. Pribadi yang berbeda dengan Kristus tetapi adalah memiliki esensi yang sama dengan Kristus itu sendiri. Dalam Roma 8:9-10, Paulus menyimpulkan kebenaran ini “Tetapi kamu tidak hidup dalam daging melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.”

Di sini, Roh Allah dan Roh Kristus adalah menunjuk kepada hal yang sama. Yesus mengatakan Aku akan meminta Bapa untuk mengutus Roh yang Kudus datang kepadamu untuk menyertai engkau selama-lamanya. Memang Kristus akan pergi mempersiapkan jalan bagi kita, dan Dia akan menjadi jalan itu. Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, Dia akan menjadi jalan bagi kita. Dia tidak lagi hadir secara fisik, tetapi Dia sesungguh-sungguhnya hadir melalui Roh-Nya yang kudus yang diutus ke dalam hati setiap orang yang percaya. Meskipun kita tidak melihat Roh itu secara fisik, tetapi kehadiran-Nya akan sungguh-sungguh nyata di dalam hidup kita.

Justru dengan cara Yesus meninggalkan kita dan pergi kepada Bapa, Dia mengutus Roh Allah, Roh Kristus datang ke tengah-tengah kita, maka Dia bukan hanya menyertai kesebelas murid, tetapi Dia bisa menyertai seluruh orang percaya di segala tempat, di segala abad. Di manapun orang percaya berada, Roh-Nya yang Kudus itu menyertai dan memimpin akan anak-anak-Nya.

Biarlah kita boleh diingatkan dengan kebenaran ini. Di mana pun kita berada, keadaan apapun yang kita alami, biarlah kita sungguh sadar, sebagai orang-orang yang percaya di dalam Kristus, kita mengenal Dia sebab Roh-Nya itu menyertai kita dan diam di dalam hidup kita. Ketika Paulus mengatakan (Gal 2:20) “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku”, artinya adalah Roh-Nya yang kudus hidup di dalam dia. Dengan hidup di dalam Kristus, kita dipersatukan dengan Dia, dan kita dipimpin oleh Roh-Nya yang kudus.

Ini menjadi sesuatu penghiburan, kekuatan, penyertaan bagi kita anak-anak Tuhan sepanjang jaman. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim-piatu. Di dalam segala pergumulanmu, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri. Kalau kita adalah anak-anak Tuhan, maka Bapa yang di surga tidak akan pernah meninggalkan kita, Kristus tidak akan meninggalkan kita sebagai yatim piatu karena Dia adalah Bapa kita yang mengirimkan Roh-Nya yang kudus yang akan memimpin dan menyertai kita dalam segala pergumulan, apapun yang kita hadapi.

Biarlah ini menjadi penghiburan dan kekuatan kita yang paling dalam, di dalam segala kesulitan, kesedihan yang kita hadapi, kita menyadari bahwa Tuhan hadir di tengah-tengah kita, memberi kekuatan, menolong kita, dan tidak pernah meninggalkan kita sebagai anak-anak-Nya.

Saya teringat waktu saya melayani di pedalaman Kalimantan, di tempat yang amat terpencil, di tengah-tengah hutan, melayani orang-orang Dayak di sana. Tidak ada kamar mandi dan toilet yang baik, dan harus mandi dan buang air di pinggir hutan. Ada teman sepelayanan yang mengatakan bahwa di situ sangat berat untuk menyanyikan lagu pak Tong: kemana saja ku telah sedia. Tetapi bagi saya, setiap pagi saya boleh berdoa dan merenungkan firman Tuhan setiap pagi di atas beranda kayu, menjadi saat saat yang sangat indah. Justru nyanyian itu menjadi real:

Kemana saja ku telah sedia, pimpinan-Mu tak kan pernah bersalah  

Tolong ku taat, memikul Salib-Mu, ku mau cinta yang dicinta-Mu.

Dalam kota besar, atau dalam rimba.

Jiwa sama berharga dimata-Mu.

Kemana saja ku telah sedia, ku mau cinta yang di cinta-Mu.  

Kehadiran dan kekuatan Tuhan menjadi nyata di saat saat seperti itu.

Ada suatu kisah seorang missionaris yang bernama John Paton, yang pergi ke kepulauan pasifik sekitar akhir abad 19. Dia seorang Skotlandia yang akhirnya meninggal dan dikuburkan di Melbourne. Ketika dia mengabarkan injil ke Fiji, Tonga dan Vanuatu, orang-orang di sana sangat barbar dan sebagian kanibal.

Misionaris sebelum dia pernah dibunuh dan mati dikanibal oleh orang-orang di sana. Waktu dia pergi ke sana, dan banyak orang yang mendengarkan pelayanannya. Tetapi banyak juga orang yang tidak senang dengan pelayanannya dan mereka ingin menangkapnya. Orang-orang yang bersimpati dengan dia, menyuruh dia kabur, dan membawa dia ke dalam hutan. Dia naik ke atas pohon dan bersembunyi di sana. Tidak lama kemudian orang-orang mencari dia. Dia memberi kesaksian, bahwa di tengah-tengah keadaan seperti demikian, di atas pohon dan melihat orang-orang yang akan menangkap dan membunuh dia, justru dia merasakan kehadiran Tuhan, penghiburan dari Roh Kudus yang melampaui segala akal. Di situlah dia berdoa, Tuhan hadir di situ dan menghibur, memberi kekuatan kepada dia. Dia mengatakan saat itu saya tidak mau berada di tempat yang lain, saya sadar bahwa Tuhan menghibur, menyertai, memberi kekuatan, dan memimpin aku. Aku tidak mau di tempat yang lain, karena di atas pohon ini Tuhan hadir, memberi kekuatan dan penghiburan yang begitu besar.

Tuhan Yesus mengatakan percayalah kepada-Ku, jangan gelisah hatimu, karena Aku hadir di dalam dunia 2000 tahun yang lalu, tetapi Aku juga hadir sekarang.

Aku akan meninggalkan engkau, untuk mempersiapkan jalan bagimu, Aku akan menjadi jalan satu-satunya kepada Bapa, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Tetapi sewaktu Aku pergi meninggalkan engkau, Aku tidak meninggalkan engkau sendiri, tidak meninggalkan engkau menjadi yatim piatu, melainkan Aku akan datang kembali, Aku akan mengutus Roh-Ku yang kudus, Bapa akan mengutus Roh-Nya, pribadi ketiga dari pada Allah Tritunggal untuk menyertai engkau. Kalau engkau adalah anak-anak-Nya, engkau akan mengenal Roh itu, Roh itu akan tinggal di dalam engkau, Dia akan menghibur, memberi kekuatan.

Tidak ada perkataan manusia yang dapat menghibur kita di tengah-tengah kesulitan, ada orang tua yang meninggal, ada anak yang sakit, diri kita sendiri sakit, soal pekerjaan, rumah tangga dlsb. Biarlah di dalam segala kesulitan ini, kita boleh datang kepada Tuhan. Biarlah firman Tuhan ini menghibur, seperti Tuhan Yesus sendiri mengatakan “janganlah gelisah, percayalah kepada-Ku, percayalah kepada Allah. Aku memang pergi, tetapi Aku tidak akan meninggalkan engkau, Aku akan datang kembali dan Dia sudah datang, menyertai dan memimpin kita sampai selama-lamanya.

Ketika kita menerima Perjamuan Kudus, biarlah kita mengingat akan penghiburan ini. Kristus yang sudah mati dan bangkit bagi kita, mempersiapkan jalan itu bagi kita. Jalan itu sudah terbuka lebar, tirai yang memisahkan ruang suci dengan ruang maha suci, sudah terbelah, sehingga kita boleh datang secara langsung kepada Bapa melalui Yesus Kristus. Bukan hanya itu, setelah Dia pergi kepada Bapa, biarlah kita ingat, Dia mengutus Roh-Nya yang kudus untuk menyertai kita sekarang dan sepanjang hidup kita, bahkan sampai selama-lamanya.

 

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya