Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Akulah Gembala yang Baik

Ibadah

Akulah Gembala yang Baik

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 18 Februari 2018

Bacaan Alkitab: Yoh 10:1-16

Ada video singkat di youtube yang menggambarkan domba-domba yang ada di padang rumput. Sang gembala sedang kedatangan banyak tamu, dan dia memberi contoh bagaimana memanggil domba-domba itu, dan meminta para tamu untuk menirukannya memanggil domba-domba itu. Mereka mencoba melakukannya, tetapi semua domba itu tidak menggubris suara mereka, dan tetap makan rumput. Setelah cukup banyak orang mencoba, maka sekarang giliran si gembala yang memanggil. Mulai dari suara pertama gembala itu, langsung domba-domba itu berhenti makan, dan dengan panggilan berikutnya, semua domba-domba itu datang.

Video singkat itu menggambarkan apa yang dinyatakan dalam Yoh 10. Ketika gembala yang baik itu memanggil domba-dombanya, maka mereka akan mendengar suaranya dan datang kepada gembala. Yoh 10 menggambarkan Yesus sebagai gembala yang baik, dan kita adalah domba-domba-Nya yang mendengar suara gembala yang baik itu dan mengikut Dia. Ketika kita mengikut Dia kita akan menemukan padang rumput yang hijau. Yoh 10:10 menyatakan “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Ini adalah gambaran yang indah yang sering digambarkan dalam berbagai macam cara, baik lewat film atau lukisan-lukisan. Salah satu lukisan yang dari kecil saya lihat adalah gambar Tuhan Yesus sebagai gembala yang memegang tongkat dan menggendong anak domba. Saya percaya banyak saudara yang pernah melihat gambaran seperti demikian. Gambaran Yesus sebagai gembala yang baik yang menjaga dan memelihara domba-dombanya, sudah menjadi berkat selama ribuan tahun.

Tetapi kalau saudara melihat konteks Yoh 10, maka gambaran yang indah ini ditaruh di dalam situasi yang sangat gelap. Perkataan Tuhan Yesus dalam Yoh 10 ada di dalam background orang-orang Farisi yang menolak ttg siapakah Kristus itu. Sehingga Yoh 9:41 Yesus mengatakan “sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.” Mereka siap mentertawakan Kristus yang mengimplikasikan mereka adalah orang-orang buta yang tidak mengenal Kristus. Tetapi Yesus membalikkan perkataan mereka, dan mengatakan justru kalau kamu buta kamu tidak bersalah. Kalau engkau tidak mengenali Aku sebagaimana Aku adanya karena engkau buta, maka sebenarnya kamu tidak bersalah. Tetapi kamu berkata kamu bisa melihat,dan ketika Aku sudah berada di depanmu dan engkau tidak mengenali Aku sama sekali, maka engkau bersalah, berdosa, dan hukuman tidak jauh daripada engkau. Maka dalam Yoh 10:1 Yesus langsung berkata “Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;” Sebenarnya dari Yoh 9:41 dan Yoh 10:1 itu tidak ada gap; kalimat dalam Yoh 10:1 adalah kelanjutan dari Yoh 9:41. Jadi jelas yang dimaksud oleh Yesus dengan pencuri dan perampok adalah orang-orang Farisi. Mereka adalah pemimpin-pemimpin yang seharusnya menjaga dan memelihara orang-orang Yahudi. Tetapi didalam apa yang terjadi dalam Yoh 9, maka sesungguhnya mereka adalah orang buta yang mencoba memimpin orang buta.

Mereka menekan orang buta yang sudah dicelikkan matanya oleh Yesus, dan mereka hanya memperhatikan posisi kedudukan mereka sendiri sebagai pemimpin. Ketika orang buta yang sudah dicelikkan itu mengatakan kebenaran kepada mereka, tentang siapakah Yesus Kristus itu sesungguhnya, maka mereka menjadi marah sekali dan mengusir orang buta itu. Tentu ini menjadi refleksi bagi setiap kita yang berada di posisi sebagai pemimpin. Sehingga kita boleh sungguh-sungguh belajar dari Kristus sebagai gembala baik, dan menjadi pemimpin-pemimpin yang meneladani Kristus.

Kristus memberikan gambaran sebagai yang gembala yang baik di dalam Yoh 10, untuk menguji dan memberi kesempatan bagi orang Farisi. Supaya mereka melihat dan mendengar panggilan gembala yang baik. Tetapi setelah lima ayat Yesus menjelaskan, maka Yoh 10:6 Yohanes menjelaskan respons orang-orang Farisi. Itulah yang dikatakan Yesus di dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Dia berkata demikian kepada mereka. Sehingga ini justru mengkonfirmasi kebutaan mereka. Gembala yang baik sudah berdiri di depan mereka, tetapi mereka tidak mengenali bahkan menolak Dia. Mereka tidak mendengar Gembala yang baik sedang memanggil mereka.

Saudara sekalian harap di antara kita sungguh-sungguh mendengar suara gembala yang baik. Khususnya saya akan menjelaskan perkataan Yesus dalam Yoh 10:16, yang menyatakan kebenaran kepada setiap kita. Biarlah kita boleh mendengar panggilan Tuhan dan mengikuti Gembala yang baik.

Dalam Yoh 10:16 Yesus berkata “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.” Kali ini saya akan mengajak saudara merenungkan empat kebenaran yang besar menjadi fondasi yang kokoh bagi mereka yang mendengar panggilan gembala yang baik.

1) Kebenaran yang pertama: orang yang mendengar perkataan Kristus dan percaya kepada-Nya tidak akan binasa untuk selama-lamanya.

Ada lagi pada-Ku domba-domba lain. Ini adalah domba-domba milik Kristus sebelum Kristus memanggil mereka. Yoh 10:3 mengatakan “ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. “ He calls His own sheep”, Dia memanggil domba-domba milik-Nya sendiri. Sebelum Yesus memanggil manusia, manusia itu adalah milik-Nya sendiri. Yesus datang ke dalam dunia memang memanggil manusia supaya datang kepada-Nya dan percaya kepada-Nya.

Seperti baru yang terjadi dalam Yoh 9, Yesus menyembuhkan orang yang buta dan kemudian Dia memanggil orang buta itu untuk datang kepada-Nya. Ketika orang buta itu yang bukan hanya dicelikkan mata fisiknya tetapi juga dicelikkan mata rohaninya, mengenal dan mendengar panggilan Kristus; maka ia berlutut menyembah Yesus, dan berkata “Ya Tuhanku.” Tuhan Yesus juga memanggil Zakeus (lihat Luk 19) yang naik ke atas pohon, karena badannya pendek, dia naik ke atas pohon untuk melihat Yesus yang datang. Maka Yesus yang dikelilingi banyak orang khusus datang ke pohon itu, dan Dia memanggil Zakeus “segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Zakeus menyambut Yesus mengikut Dia, mengundang Yesus ke rumahnya dan seluruh rumahnya mengikut Yesus. Kalau Zakeus berada di atas pohon, Yesus menemukan Matius ada di meja pemungut cukai (lihat Mat 9:9-13). Tuhan Yesus menghampiri Matius dan berkata “ikutlah Aku” Matius berdiri dan kemudian mengikut Dia seumur hidupnya.

Tuhan Yesus memanggil domba-Nya satu per satu, tetapi kebenaran yang mengejutkan di sini adalah sebelum mereka dipanggil oleh Kristus, mereka adalah milik Kristus. Aku memiliki domba-domba yang lain, mereka adalah domba-domba milik-Ku. Bagaimana mereka sudah milik Kristus sebelum mereka dipanggil? Jawabnya adalah mereka milik Allah Bapa, dan Bapa memberikan mereka kepada Anak. Yoh 17:6 menyatakan “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.” Mereka adalah milik Bapa yang diberikan kepada Anak dan mereka mendengarkan Tuhan Yesus yang mewakili suara dari Allah Bapa.

Ini adalah kebenaran yang meneguhkan akan iman kita. Sebelum kita boleh mendengar panggilan dan mengikut Kristus, sebenarnya kita di dalam kekekalan, telah dipilih Allah sebagai umat-Nya, sebagai milik-Nya sendiri. Ini adalah kebenaran yang agung dari Efesus 1:3-4, di mana Paulus mengatakan “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.” Ini adalah kebenaran yang agung dari doktrin pilihan Allah bagi umat-Nya.

Bagi Paulus ini adalah alasan yang sangat kuat untuk memuji Allah, yang telah memilih kita di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan. Sebelum kita ada, sebelum kita dapat mendengar panggilan Kristus, sebelum kita dapat berespons kepada Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan. Ini adalah kepastian yang kokoh bahwa setiap orang yang percaya dan mendengar perkataan Kristus, tidak akan binasa untuk selama-lamanya. Karena Tuhan Yesus berkata “Ada domba-domba lain yang adalah milik-Ku, yang bukan dari kandang ini”, karena Bapa telah memberikan kepada-Ku.

2) Kebenaran kedua yang dikatakan dalam Yoh 10:16: bahwa domba-domba itu harus kutuntun juga. Kata “harus” di sini adalah boleh dimengerti sebagai “divine necessity”. Ini berarti sesuatu yang pasti terjadi, karena ini adalah yang akan dikerjakan oleh Tuhan. 

Kita sering mendengar di Indonesia, orang berkata “demi Allah”, tetapi sesungguhnya itu sering kali dipakai untuk menegaskan kebohongan mereka, bahwa dia tidak melakukan korupsi atau hal-hal yang jahat lainnya. Tetapi kalimat Yesus di sini adalah sungguh-sungguh “divine necessity” pasti terjadi karena ini adalah perkataan Tuhan sendiri. Bapa telah memilih mereka dan telah memberikan mereka kepada Kristus. Kristus telah mati bagi mereka untuk menebus mereka, karena itu pasti mereka akan dituntun oleh Kristus. Ini adalah sesuatu yang tidak mungkin tidak terjadi.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mereka akan dituntun oleh Kristus. Sekali lagi Yoh 10:3 menegaskan Tuhan Yesus akan menuntun mereka dengan memanggil mereka “untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.” Yesus memanggil murid-murid-Nya satu per satu, Dia memanggil Filipus dengan namanya, Dia memanggil Petrus, Andreas dan Yohanes “tinggalkan jalamu dan ikutlah Aku.” Dia memanggil Saulus yang sedang menganiaya Gereja Tuhan, untuk menjadi murid-Nya. Domba-domba milik Kristus itu pasti akan mendengar suara-Nya.

Tuhan Yesus juga memanggil saudara, tentu tidak secara langsung berdiri di depan saudara, tetapi Yesus memanggil saudara melalui murid-murid-Nya.

Dalam Yoh 20:21 Yesus berkata “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Di dalam Yoh 17:20 Yesus juga mengatakan “Dan bukan untuk mereka saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka (murid-murid-Ku)” Sepanjang sejarah murid-murid Yesus, hamba-hamba Tuhan Yesus, anak-anak Bapa memberitakan panggilan Kristus dan membawa domba-domba milik-Nya untuk datang kepada-Nya.

Tuhan Yesus memanggil saudara juga melalui firman. Apakah saudara mendengar panggilan dari pada gembala yang baik: (Mat 11:28) “Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, dan Aku akan memberikan kelegaan”. Banyak di antara kita juga telah menjawab panggilan itu. Tetapi kalau ada di antara saudara yang belum pernah sungguh-sungguh mendengar dan kembali mengikut Kristus, biarlah kali ini saudara boleh mendengar dan menyambut panggilan itu.

3) Kebenaran ketiga: domba-domba-Nya pasti akan mendengarkan suara-Nya. “Ada pada-Ku domba-domba lain yang bukan dari kandang ini, domba-domba itu harus Kutuntun juga, dan mereka akan mendengar suara-Ku” Mereka pasti mendengar panggilan Tuhan. Ini adalah suatu penegasan, seperti divine necessity, domba-domba-Nya pasti mendengar panggilan-Nya.

Yoh 10:4 mengatakan “Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikut dia, karena mereka mengenal suaranya.”

Ini adalah tandanya bahwa kita adalah domba-domba milik Kristus: bahwa saudara mendengar dan mengenali suara-Nya, datang dan mengikut Dia. Meskipun kita sudah dipilih sebelum dunia dijadikan, meskipun kita adalah milik Bapa yang telah diberikan kepada Kristus sejak kekekalan, tetapi di dalam hidup kita, kita harus mendengar suara-Nya dan meresponi panggilan-Nya. Ini adalah tandanya bahwa kita adalah orang-orang milik Bapa yang sudah diserahkan kepada Kristus. Tandanya adalah kita mendengar suara Kristus, mendengar panggilan-Nya, dan kita datang mengikut Dia. Apakah saudara mendengar panggilan Kristus. Biarlah saudara mendengar, menyambut panggilan-Nya dan mengikut Dia.

4) Kebenaran yang keempat adalah mereka akan menjadi satu kawanan dan satu gembala. Apakah dasar kepastian janji ini, bahwa mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala? Jawabannya ada di dalam Yoh 10:27-29, Tuhan Yesus mengatakan “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.”

Ini adalah gambaran yang sangat indah akan keselamatan yang kekal dari pada hidup anak-anak Tuhan.

Dalam Yoh 10:28 Yesus mengatakan bahwa tidak akan ada seorang pun yang dapat merebut mereka dari tangan-Ku. Berarti domba-domba Kristus ada di dalam genggaman Kristus. Tetapi Yoh 10:29 juga berkata tidak ada seorang pun yang dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Domba-domba milik Kristus yang sudah dipilih sebelum dunia dijadikan, yang dipanggil oleh Kristus. Mereka akan mendengar suara-Nya dan mengikut Kristus, adalah domba-domba yang dijaga oleh Kristus, dipegang oleh tangan-Nya sendiri. Bukan oleh tangan Kristus saja, tetapi juga tangan Bapa yang memegang bersama-sama dengan Kristus. Maka tidak ada seorang pun yang dapat merebut kita dari tangan Kristus dan tangan Bapa. Mereka akan menjadi satu kawanan dan satu gembala untuk selama-lamanya.

 

Apakah saudara menyadari betapa indahnya panggilan Tuhan dan jaminan keselamatan? Sekali lagi tanda engkau adalah domba milik Kristus bahwa engkau mendengar panggilan-Nya, mendengar firman-Nya, dan datang percaya mengikut Dia. Ketika engkau mengikut Dia, engkau akan sadar bahwa itu bukan karena kekuatanmu, bukan karena kemauanmu sendiri. Tetapi karena Allah telah memilihmu sebelum dunia dijadikan dan Dia akan menggerakkanmu, menuntunmu, sehingga engkau boleh berrespons saat mendengar suara-Nya.

Kita yang berrespons, percaya dan mengikut Kristus, Dia akan pegang dan pertahankan sampai selama-lamanya. Di dalam kesulitan, tantangan, jalan yang sempit yang harus kita lewati, melalui penyangkalan diri, melalui memikul salib dan mengikut Kristus, Dia akan memelihara dan memimpin kita untuk selama-lamanya. Ini menjadi kesukaan yang besar, kekuatan kepastian bagi anak-anak Tuhan. Tidak ada kepastian dari ajaran apa pun oleh pendiri agama apapun yang dapat memberi kalimat seperti demikian. Mereka tidak akan binasa selama-lamanya, tidak akan ada yang dapat merebut mereka dari tangan Kristus dan dari tangan Bapa.

Kebenaran ini membawa kepada implikasi yang besar. Bahwa ayat ini menjadi fondasi bahwa rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dari segala suku bangsa, dan bahasa pasti akan berhasil.

Ini adalah tujuan Yesus datang ke dalam dunia: untuk menggenapi rencana keselamatan Allah bagi manusia dari segala bangsa dan bahasa.

Wahyu 5:9-10 menyatakan tujuan akhir bagi karya Allah menyelamatkan manusia “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya:

“Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatau kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”

Tuhan datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia dari segala suku bangsa. Ada lagi pada-Ku domba-domba yang lain, yang bukan dari kandang ini; “kandang ini” dalam konteks saat itu mengacu kepada bangsa Yahudi. Tetapi ada juga “domba-domba lain”, karena itu sebelum Tuhan Yesus naik ke Surga, Dia mengutus murid-murid-Nya untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia. Supaya domba-domba milik-Ku dari bangsa lain dari bahasa lain juga boleh percaya kepada-Ku. Wahyu 5 memberi gambaran itu, orang-orang dari segala bangsa dan bahasa datang menyembah Kristus, karena mereka adalah domba-domba milik Kristus.

Kalau kita dipanggil untuk berbagian di dalam rencana Allah ini, hal itu adalah suatu privilege yang besar sekaligus tanggung jawab yang besar. Tetapi ingatlah bukan tanggung jawab kita untuk membawa orang kembali kepada Allah. Yang membawa orang bisa bertobat dan bisa kembali Allah adalah hanya pekerjaan Allah semata-mata. Tanggung jawab kita adalah memberitakan perkataan Kristus yang memanggil domba-domba-Nya dari segala bangsa dan bahasa. Ini adalah suatu pekerjaan yang pasti berhasil karena ada domba-domba Kristus yang terpencar di segala suku dan bahasa.

Tanggung jawab kita adalah memberitakan, mengajak orang datang kepada Kristus. Tetapi apakah mereka mendengar dan percaya kepada Kristus, itu adalah semata-mata kedaulatan Allah yang bekerja melalui panggilan yang kita sampaikan. Ini memberikan kepada kita kesadaraan kepada privilege dan tanggung jawab kita kepada Tuhan. Sekaligus tidak membuat kita putus-asa ketika orang-orang tidak mendengar panggilan dan tidak menjadi percaya kepada Kristus.

Tetapi pekerjaan memberitakan Injil itu pasti akan berhasil karena ada orang-orang, domba-domba milik Kristus yang tersebar di segala bangsa dan bahasa. Saya menerima pesan kutipan yang saya pikir sangat baik: “the gospel is preached in the ears of all men, it only comes with power to some, the power that is in the Gospel doesn’t lie in the eloquence of the preachers, otherwise man will be converter of soul. Nor does it lie in the preacher’s learning, otherwise it will consist of the wisdom of man. We might preach till our tongue rorted, till we should exhaust our lungs and die, but never a soul will be converted, unless there were mysterious power going with it. The Holy Ghost changes the will of man. O sir, we might as well preach to stone wall as preach to humanity unless the Holy Ghost be with the word to give it power to convert the soul.  Secara singkat kalimat ini mau mengatakan ketika kita memberitakan Injil, betapa setianya engkau memberitakan firman, itu tidak akan membawa manusia kembali kepada Tuhan. Yang memberitakan orang datang bertobat kembali kepada Tuhan, bukan kehebatanmu, bukan perjuanganmu, bukan pengorbananmu, bukan kepintaranmu. Berkotbah kepada orang yang mati di dalam dosa itu sama seperti berkotbah kepada batu. Tanggung jawab kita adalah memberitakan firman yang sejati, perkataan Kristus yang sejati, dan Roh Kudus akan menyertai pemberitaan firman yang sejati dan membawa orang-orang kembali kepada Tuhan.

Kita memang tidak sering membicarakan Roh Kudus, kita lebih memfokuskan kepada Kristus, dan ini adalah sesuatu yang benar. Karena pekerjaan Roh Kudus adalah memberitakan perkataan Kristus, meninggikan Kristus. Tetapi janganlah kita melupakan pekerjaan Roh Kudus, yang juga sangat penting. Karena seluruh pekerjaan Kristus di kayu salib itu, tidak akan memberikan manfaat apa-apa bagi manusia, kecuali Roh Kudus bekerja di dalam hati manusia. Kristus mati dan bangkit untuk menebus dosa kita, tidak ada bermanfaat apa-apa bagi kita, kalau Roh Kudus tidak bekerja di dalam hati kita melalui firman yang kita dengar, dan memberikan hidup yang baru sehingga kita boleh berrespons terhadap panggilan Tuhan.

Perkataan Kristus ini mendorong kita untuk memberitakan Injil ke mana-mana. Bahwa Tuhan memiliki domba-domba yang lain dan kita dipanggil untuk memberitakan panggilan Kristus itu. Bagi setiap kita yang sudah mendengar perkataan Tuhan, menerima panggilan-Nya dan mengikut Dia, maka kita dipanggil untuk boleh memberitakan panggilan Kristus. Supaya domba-domba milik-Nya dari segala tempat di seluruh dunia boleh datang dan percaya kepada-Nya.

Ayat ini mendorong Hudson Taylor pergi ke Cina, untuk memanggil domba-domba yang bukan dari kandang ini. Ayat ini telah mendorong William Carey memanggil domba-domba milik Kristus yang bukan dari kandang ini. Ayat ini telah mendorong Pak Tong pergi ke seluruh dunia, ke kota-kota di dunia, untuk memanggil domba-domba milik Kristus yang bukan dari kandang ini. Biarlah kepastian keselamatan di dalam Kristus ini juga mendorong kita bahwa ada domba-domba lain yang juga milik Kristus yang juga memerlukan panggilan-Nya.

 “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.”  Kita yang sudah menerima panggilan Kristus, biarlah hal ini mendorong kita untuk memberitakan Kristus. Kalau kita sendiri tidak bisa memberitakan firman secara langsung, kita bisa membawa orang untuk datang mendengarkan firman dan panggilan Tuhan bagi mereka. Seperti perempuan samaria yang tidak sendiri memberitakan firman, tetapi dia mengajak orang-orang sekampungnya untuk mendengarkan Kristus yang memberikan air hidup itu.

Biarlah ayat-ayat ini khususnya Yoh 10:16 bukan hanya memberikan kesukaan dan kepastian keselamatan bagi kita, tetapi juga mendorong kita untuk pergi ke mana-mana, ke jalan-jalan, ke kampus-kampus untuk membawa orang kepada Tuhan.

Saya akan tutup dengan satu kisah nyata yang berkaitan dengan ayat ini. Seorang missionaris bernama Peter Cameron Scott, yang lahir tahun 1867, ketika dia masih muda dia terdorong tergerak oleh Tuhan untuk pergi menjadi missionaris ke Afrika. Dia pergi ke sana dengan semangat memberitakan Injil ke Afrika. Tetapi dia terkena penyakit malaria, demam yang sangat tinggi, dia tidak sembuh-sembuh untuk waktu yang cukup lama. Maka dia harus kembali ke Inggris. Setelah sembuh di sana, dia bersemangat lagi untuk kembali ke Afrika. Kali ini, dia lebih bersuka cita, karena adiknya John Scott ikut bersama dia. Mereka berdua melanjutkan misi mereka di Afrika. Tetapi tidak lama kemudian adiknya kena malaria, dan akhirnya meninggal. Maka dia menguburkan adiknya dengan tangannya sendiri. Tidak lama kemudian dia kena malaria lagi, dan harus kembali lagi ke Inggris. Dia sangat sedih dan terpukul. Di dalam keadaan yang lemah itu dia pergi ke Gereja Westminster Abbey, bergumul dan berdoa di situ. Dia pergi ke suatu tempat di mana ada kuburan David Livingstone, misionaris yang sudah pergi ke Afrika. Di batu nisan David Livingstone, tertulis ayat ini: “Others sheep I have which are not from this fold, them also I must bring” Ayat ini menggerakkan Peter Cameron Scott, dan dia sadar ada domba-domba milik Kristus di Afrika. Mereka adalah milik Kristus dan Kristus akan memanggil mereka, memakai murid-murid-Nya, hamba-hamba-Nya, untuk memberitakan panggilan Kristus itu. Tuhan pasti memanggil mereka dan memanggil mereka pulang. Dia pergi lagi dan melanjutkan pelayanan yang sampai hari ini masih berlangsung. Menjadi salah satu pelayanan misi yang paling berhasil di Afrika.

Biarlah kebenaran ini mendorong kita hari ini. Bukan hanya membawa kesukaan dan kepastian bahwa kita adalah milik Tuhan, bahwa tidak ada apapun yang bisa merebut kita dari tangan Kristus, tetapi juga boleh mendorong kita memberitakan panggilan Kristus ke segala tempat, ke kampus-kampus, ke keluarga kita dan biarkan Tuhan bekerja melalui pemberitaan itu.    Tentu kita harus menyadari bahwa hanya Roh Kudus yang bisa menggerakkan mereka, membawa mereka bertobat. Hal ini harus mendorong kita untuk berdoa, bersandar kepada Tuhan, dan Tuhan akan memimpin segala pelayanan kita.

 

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya