Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Domba-Domba Kristus

Ibadah

Domba-Domba Kristus

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 18 Maret 2018

Bacaan Alkitab: Yohanes 10:22-30

Suatu ketika ada protes murid dan orang tua di satu sekolah private yang terkenal. Mereka mengatakan bahwa pengurus Yayasan harus turun karena mereka pikir pihak yayasan tidak merepresentasikan murid lagi, karena yayasan memecat seorang guru yang merupakan favorit para murid. Meskipun guru ini adalah tegas mendisiplin murid dengan keras, guru ini mempengaruhi murid-murid untuk sungguh sungguh belajar. Ketika seribu pelajar dan orang tua mereka berkata yayasan tidak memiliki student best interest in the heart, ini adalah tuduhan yang sangat serius.

Tuduhan yang sama juga yang setan tuduhkan ketika dia menggoda Hawa, bahwa ketika Tuhan melarang engkau untuk tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, itu karena Tuhan tidak memiliki your best interest in His heart. Setan mengatakan bahwa Tuhan tidak ingin memberikan apa yang terbaik bagi hidupmu. Ini adalah jebakan Iblis.

Kalau kita melihat Yoh 10 kita melihat Tuhan kita bisa mengerti apa yang dikerjakan Kristus adalah ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Di dalam Yoh 10, Yesus menggunakan bahasa metaphor: “Aku adalah pintu bagi domba-domba-Ku”, domba-domba yang masuk melalui pintu itu akan selamat dan menemukan padang rumput yang hijau. Aku datang bukan seperti pencuri, perampok dan pembunuh, tetapi Aku datang untuk memberikan hidup di dalam segala kelimpahannya. Inilah rencana Tuhan yang untuk kebaikan. He has our best interest in His heart

Karena itu masuklah melalui satu-satunya pintu yang sah ini. Dia memberikan itu dengan menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Gembala yang baik adalah gembala yang menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya. Inilah tujuan Kristus datang, inilah tugas yang Yesus lakukan ketika Dia datang ke dalam dunia. Ketika kita melihat salib Kristus dan kematian Dia, maka kita harus sadar, kecuali orang yang keras hatinya, Kristus mempunyai motivasi yang terbaik yaitu menyelamatkan kita manusia yang berdosa. He has our best interest in His heart, ini adalah kebenaran yang sangat penting di dalam hidup kita. Kristus memberikan yang terbaik melalui kematian-Nya, supaya kita memiliki hidup dan hidup di dalam segala kelimpahan-Nya.

Yoh 10:18 berkata “Tidak seorang pun mengambilnya (nyawa-Nya) daripada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterimma dari Bapa-Ku” Ketika Yesus mengatakan hal itu, juga karena kalimat-kalimat sebelumnya, maka terjadilah pertentangan di antara orang-orang Yahudi yang kemudian mengatakan bahwa Dia kerasukan setan dan gila. Namun ada juga di antara mereka yang berkata Dia bukan orang yang kerasukan setan; dapatkah setan memelekkan mata orang buta?

Di dalam konteks seperti itu maka orang-orang Yahudi bertanya-tanya siapakah Dia? Tidak ada seorangpun yang bisa berkata “Tidak ada seorangpun yang bisa mengambil nyawaku, kalau aku tidak memberikannya” Kalau seseorang mati maka tidak ada apapun yang dapat menahannya. Tetapi terlebih lagi Yesus mengatakan ketika Dia sudah mati, Dia akan mengambilnya kembali. Hanya Kristus yang dapat menyerahkan nyawa-Nya dan mengambilnya kembali. Ini menjadi bahan pertentangan dan kebingungan orang Yahudi.

Maka dikatakan dalam Yoh 10:24 bahwa orang-orang Yahudi datang dan bertanya kepada Tuhan Yesus: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Maka kita akan merenungkan jawaban Tuhan Yesus dalam Yoh 10:25-30.

Jawaban Tuhan Yesus bukan hanya menjawab pertanyaan mereka tetapi juga mengajarkan doktrin yang sangat penting yang akan mempengaruhi hidup kita dengan mendalam. Ada tiga hal yang sangat penting di dalam jawaban itu.

  1. Keselamatan adalah anugerah Tuhan tetapi ketidak percayaan adalah dosa manusia. Jawaban Yesus dalam Yoh 10:25-26 “Aku sudah mengatakannya kepadamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.” Mereka tidak mempercayai semua perkataan Yesus sebelumnya di dalam konteks yang barusan saja terjadi dalam Yoh 10:1-20, atau juga perkataan Yesus sebelumnya seperti “Before Abraham was, I am” (Yoh 8:58). Yesus tidak mengatakan before Abraham I was, tetapi Yesus mengatakan dengan kalimat yang sangat jelas bahwa Dia menyamakan Diri-Nya dengan Allah yang the great I AM, suatu pribadi yang sudah ada dari dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. Kalau engkau sungguh-sungguh mendengar maka engkau akan mengetahui siapakah Aku sesesungguhnya. Juga bukan dari apa yang Aku katakan tetapi dari apa yang Aku lakukan, Yoh 10:25 “pekerjaan-perkerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku.” Dari pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan maka kita juga bisa mengenal siapakah Yesus itu sesungguhnya.

Dia memberi makan 5000 orang laki-laki dengan lima roti dan dua ikan, semua 20000 orang (kalau dihitung dengan anak-istri) bisa makan dengan kenyang, dan masih ada sisa 12 bakul. Dia menyembuhkan orang yang lumpuh, Dia mencelikkan mata orang yang buta sejak lahir. Kita melihat argumentasi antara orang yang dicelikkan matanya itu dengan orang farisi, argumentasi yang membongkar kebutaan orang-orang farisi. Mereka tetap tidak percaya, dan terus mencari alasan untuk tidak percaya. Mereka tidak percaya bukan karena Yesus tidak berkata terus-terang kepada mereka, tetapi karena kekerasan hati mereka.

Bertrand Russel adalah seorang atheis yang sangat terkenal. Richard Dawkins salah seorang pengikutnya pernah mengutip perkataan Bertrand Russel: kalau setelah kamu mati, ternyata Tuhan itu ada, kamu akan berkata apa di hadapan Tuhan? Dia katakan there is not enough evidence God, not enough evidence of your existence. Ini adalah omong kosong, karena kalau engkau mempelajari dan mengerti science dan apapun di alam semesta ini, maka seperti yang Alkitab jelaskan, sudah begitu jelas langit menceritakan kemuliaan Allah, cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. Salah satu argumentasi eksistensi Allah yang dikemukan oleh Creation Ministry adalah “the fine tuning of the universe”, bahwa alam semesta begitu tepat, semua konstanta fisika alam semesta adalah bggitu tepat untuk memungkinkan adanya kehidupan. Konstanta grafitasi, elektromagnetik, perbandingan massa proton dan elektron, seluruhnya begitu tepat yang memungkinkan manusia bisa hidup. Jika gaya grafitas dikurang atau dilebihkan 1/1060 maka dunia ini tidak bisa dihidupi manusia. Pasti ada sesuatu yang menciptakan dengan bijaksana yang sangat tinggi.

Ravi Zakarias mengatakan manusia tidak percaya bukan karena tidak cukup bukti, tetapi karena mereka tidak mau konsekuensinya. Kalau Allah itu ada seperti yang Alkitab katakan, maka mereka tidak bisa hidup seperti apa yang mereka hidupi sekarang. Namun mereka paling sedikit jujur, kalau Allah itu ada seperti yang Alkitab katakan maka mereka tidak bisa hidup seperti mereka hidup, mereka tidak boleh mencintai dunia dengan isinya, dan harus mencintai Tuhan dengan segenap hati mereka.

Orang-orang Yahudi dan orang-orang farisi, tidak percaya karena kekerasan hati mereka. Begitu juga banyak orang dalam jaman ini. Dengan kata lain, kalau manusia dengan kekerasan hati, kebutaan hati mereka tidak mungkin percaya kepada Tuhan, maka yang memungkinkan manusia bisa percaya adalah ketika Allah bekerja di dalam hati manusia yang terdalam. Mengganti hati yang keras itu dengan hati yang baru; dari hati yang membatu menjadi hati yang berdaging dan yang taat.

Ini sesungguhnya diimplikasikan dalam Yoh 10:26 “Tetapi kamu tidak percaya karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku”. Ayat ini adalah ayat yang keras. Ayat ini bukan mengatakan bahwa kamu tidak termasuk domba-dombaku karena kamu tidak percaya. Ayat ini mengatakan kamu tidak percaya karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Artinya yang memungkinkan orang percaya kepada Kristus adalah karena Allah yang bekerja terlebih dahulu, yang mengubah hati yang keras itu, yang memilih manusia sebelum dunia dijadikan, dan kemudian menyerahakan orang-orang itu kepada Kristus sebagai domba-domba milik Allah. Sehingga mereka adalah milik Kristus, dan mereka kemudian boleh percaya kepada Kristus. Yoh 10:27 mengatakan “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku”. Bukti bahwa kamu tidak termasuk domba-domba-Ku adalah karena kamu tidak percaya.

Saya tidak mengetahui apa yang saudara pikirkan ketika mendengar kalimat ini. Mungkin ada orang yang berkata demikian: kalau aku tidak termasuk domba-domba Kristus, ya sudah, aku tidak percaya kepada Kristus. Mungkin orang itu mengatakan demikian dengan santainya. Tetapi kalau ada orang sepert ini, itu hanya sebagai alasan dari hati yang tidak mau bertobat dan tidak mau tunduk kepada Kristus. Saudara bisa pakai ayat apa saja, doktrin apa saja sebagai alasan bagi saudara untuk tidak percaya kepada Kristus. Saudara bisa mengatakan bukankan Allah mengasihi, dengan kasih yang terbatas, karena itu aku akan hidup dengan kehendakku sendiri. Bukankah aku dapat datang kapan saja kepada-Nya, dan Dia akan mengampuni dan mengasihiku? Orang dapat memakai ayat manapun, doktrin apapun sebagai alasan untuk hidup sesuai keingingan diri sendiri dan tidak mau taat kepada Tuhan.

Alkitab menegaskan dengan kalimat yang keras, dengan doktrin yang sebenarnya sangat sulit: kamu tidak percaya karena kamu tidak termasuk domba-domba Kristus. Tuhan Yesus mau mengatakan bahwa alasan kamu tidak percaya ultimately karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Mengapa Yesus mengatakan kalimat yang keras ini, karena Yesus mengatakannya kepada orang-orang yang tidak percaya. Doktrin pilihan bukan hanya diajarkan kepada orang-orang Kristen tetapi juga kepada orang-orang Yahudi yang terus tidak mau percaya kepada Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan kalau kamu terus tidak mau percaya kepada Tuhan, itu membuktikan kamu bukan domba-domba-Ku.

Kalau ada di antara saudara yang terus tidak mau percaya kepada Kristus, tidak mau sungguh-sungguh datang dan mengikut Kristus, meskipun engkau datang ke Gereja setiap minggu, maka dengarkan perkataan Tuhan ini: alasan kamu tidak percaya ultimately karena kamu tidak termasuk domba-domba Kristus.

Saya tidak tahu ketika saudara mendengar kalimat ini, apa yang ada di hati saudara. Tetapi saya harap perkataan kebenaran firman Tuhan ini justru Tuhan boleh pakai untuk menggoncang hati kita, dan kita boleh berseru kepada Tuhan: Tuhan berbelas kasihanlah kepadaku, hanya karena anugerah-Mu, yang boleh membuat aku percaya dan mengikut kepada Kristus.

Pdt Stephen Tong pernah bercerita tentang seorang mahasiswi yang belajar di SAAT Malang. Setelah Pak Tong mengajar tentang doktrin pilihan, maka ada seorang mahasiswi yang begitu tergoncang, dan bergumul luar biasa berhari-hari tidak bisa tidur, karena dia sadar sekali, kalau Tuhan tidak memilih dia, maka dia akan binasa, mempertanyakan apakah dia termasuk domba-domba Kristus. Maka akhrinya dia datang dan menceritakan pergumulannya kepada pak Tong. Pak Tong menghibur dia dengan mengatakan Yoh 10:25 dan kalau Tuhan tidak memilih seseorang maka sungguh-sungguh tidak ada harapan bagi orang itu. Kebenaran yang menggoncang engkau sesungguhnya membuktikan bahwa engkau sudah percaya kepada Kristus. Karena engkau percaya bahwa tanpa anugerah Tuhan yang telah memilih engkau sebelum dunia dijadikan menjadi domba-domba milik-Nya maka aku tidak mungkin percaya. Kalau engkau percaya akan kedaulatan Tuhan sesungguhnya membuktikan bahwa engkau sudah percaya kepada Kristus. Tetapi kalau ada yang berkata ya sudah kalau engkau tidak memilih aku maka aku tidak akan percaya, itu hanya membuktikan bahwa engkau memang belum pernah menjadi domba milik Kristus.

 

  1. Domba-domba milik Kristus adalah yang mendengar dan mengikut Kristus. Yoh 10:27 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku”. Ini adalah the mark of Christ’s sheep: mendengar Kristus, dan mengikut Kristus ke manapun dia pergi.

Suatu ketika saya liburan dan pergi ke perternakan domba di New Zealand. Salah satu gembala di sana mengatakan kadang-kadang dia harus memisahkan antara domba-damba yang akan dipotong bulunya, dan yang belum siap dipotong. Maka mereka diberi tanda dengan warna, dan kemudian dipisah-pisahkan dengan sebuah pintu. Tuhan Yesus mengatakan di sini ada dua tanda domba-domba-Ku mengenal suara-Ku dan mereka mengikut Aku.

Matius 25:31-33 mengatakan ketika Kristus datang yang keduakalinya maka Dia akan memisahkan kambing dari domba, sebagaimana seorang gembala mimisahkan kambing dari domba. Kambing-kambing di sebelah kiri-Nya, dan domba-domba di sebelah kanan-Nya. Kambing-kambing itu akan dimasukkan ke dalam penghukuman kekal, sedangkan domba-domba itu akan masuk dan menerima hidup yang kekal bersama-sama dengan gembala yang baik itu.

Bagaimana engkau tahu apakah engkau kambing atau domba, apakah engkau dipilih atau tidak. Sekali lagi Yoh 10:27 menegaskan kepada kita: apakah engkau mendengar suara gembala yang baik itu, domba-domba-Ku mendengar suara-Ku. Apakah engkau mendengar panggilan Kristus marilah datang kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat (Mat 11:28). Apakah saudara mendengar suara Tuhan memanggil saudara? Engkau yang berbeban berat, tinggalkanlah dosamu, ikutlah Aku seumur hidupmu.

Domba-domba milik Kristus pasti akan datang mengikut Kristus. Bukan berarti kita sempurna sewaktu kita mengikut Kristus, bukan berarti kita tidak bisa tersesat. Ketika gembala itu melihat domba menyeleweng, dia akan menggunakan kayunya untuk menarik kembali kepada kumpulan domba milik Tuhan, kembali mengikut gembala yang baik itu.

Alkitab mengatakan (Mzm 37:24) ada kemungkinan kita jatuh tetapi tidak mungkin tergeletak, sebab tangan Tuhan memimpin kita. Karena Tuhan akan memelihara dan menjaga kita sampai selama-lamanya.

 

  1. Janji Tuhan (Yoh 10:28-29) adalah janji yang sepasti Diri-Nya sendiri. Yoh 10:27 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku”. Yoh 10:3 mengatakan Yesus mengenal secara personal “Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.”

Janji yang pertama adalah Tuhan mengenal dombanya secara pribadi. Dia bukan hanya menyelamatkan kita secara massal, tetapi Dia menyelamatkan kita satu demi persatu, by its name. Ini juga berarti Dia mengasihi kita sebelumnya Thus He foreknew (Rom 8). Dia mengenal kita secara intim seperti Bapa mengenal anak. Yoh 10:14-15 mengatakan “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku”. Pengenalan yang begitu akrab seperti Bapa mengenal Anak, Anak mengenal Bapa, sedemikianlah Kristus mengenal domba-domba-Nya. Ini seperti pengenal para ibu, yang di antara hiruk pikuk banyak anak, pasti dapat membedakan tangisan anaknya.

Kristus mengenal domba-domba-Nya satu per satu. Karena itu berserulah kepada Tuhan, seperti ketika Petrus yang berjalan di atas air (lihat Mat 14:22-33). Ketika Yesus memerintahkan Petrus untuk berjalan di atas air, maka Petrus berjalan di atas air. Tetapi ketika angin mulai bertiup, dan gelombang mulai besar maka takutlah Petrus dan dia mulai tenggelam. Lord help me, maka Tuhan Yesus datang dan mengulurkan tangan. Berserulah kepada Tuhan, maka Dia mendengar, Dia mengenal seruan anak-anak-Nya. Dia pasti akan menolong dan menjaga kita, bukan hanya di dalam hidup ini, bahkan sampai selama-lamanya.

Janji yang kedua, Yoh 10:28:29 “Dan Aku memberikan hidup kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.” James Boice memberikan suatu ilustrasi yang menarik tentang ayat ini. Seperti tukang kayu, kalau memaku satu yang terlalu panjang dan dalam menembus kayu, maka dia akan menekuk bagian yang menembus kayu. Itu yang disebut sebagai clinching the nail. Kalau paku itu sudah masuk dan ditekuk ke dalam, maka hampir tidak mungkin paku itu bisa dicabut lagi. Tuhan Yesus mengatakan di sini, bahwa kita diikat bukan dengan satu paku, tetapi memakai dua paku, dan kedua-duanya ditekuk sehingga tidak bisa lepas lagi. Yoh 10:28 “Dan Aku akan memberikan hidup yang kekal”, ini adalah paku yang pertama, dan paku itu ditekuk dengan Dia mengatakan “mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya’. Hidup yang kekal itu memang bearti tidak akan binasa sampai selama-lamanya. Tetapi hidup yang kekal itu adalah paku yang pertama yang masuk ke dalam, yang ditekuk lagi ke dalam supaya kita betul-betul mengerti bahwa ini adalah anugerah Tuhan yang besar. Tuhan yang sudah memberikan nyawa-Nya supaya kita boleh memiliki hidup yang kekal, Kristus memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya yang mendengar dan mengikut Kristus, supaya mereka tidak akan binasa sampai selama-lama-Nya. Ini adalah paku yang pertama.

Paku yang kedua bahkan lebih kuat dari itu. Yoh 10:29 “Dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” Ini adalah paku yang kedua yang kemudian ditekuk dengan Dia mengatakan “Bapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa”.

Biarlah kalimat ini boleh sungguh-sungguh menghibur, dan memberi kekuatan kepada kita, karena kita ada di tangan Kristus. Kita adalah domba-domba milik Bapa yang diserahkan kepada Kristus ke dalam tangan-Nya, Kedua tangan Kristus memegang kita dan tidak ada apapun yang dapat memisahkan kita dari tangan Kristus. Tidak ada apapun yang bisa merebut kita dari tangan Bapa. Tangan Kristus dan tangan Bapa yang memegang kita, memelihara kita, memimpin kita sampai selama-lamanya.

Tangan ini adalah tangan yang telah menciptakan kita, tangan ini adalah tangan yang mengasihi kita, tangan ini adalah tangan yang sudah terpaku bagi kita. Dia menyatakan kasih-Nya, menyelamatkan kita yang berdosa, menarik kita kembali dari kesia-siaan dan dari murka Allah. Tangan ini adalah tangan yang terpaku dan tangan yang berlubang. Tomas yang tidak ada sewaktu Yesus menampakkan Diri-Nya kepada murid-murid yang lain, Tomas berkata (lihat Yoh 20:24-28) “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Namun Tuhan Yesus menyatakan diri kepada Tomas, lihatlah tangan-Ku, lihatlah lambung-Ku, masukkan jarimu ke dalam tangan-Ku, ke dalam lambung-Ku. Tomas berlutut dan menyembah kepada Allah dan berkata “ya Tuhan-Ku dan Allah-Ku”.

Biarlah kita sungguh-sungguh percaya berdasarkan janji-Nya yang begitu indah. Janji yang tidak mungkin gagal. Tidak seorangpun yang dapat merebut kita dari tangan-Nya. Tangan yang begitu berkuasa yang telah menyelamatkan kita.

Namun ini bukan berarti saudara tidak akan diuji; bukan berarti setan tidak akan berusaha merebut kita dari tangan Kristus dan dari tangan Bapa. Ini sebetulnya adalah implikasi dari perkataan bahwa tidak seorangpun tidak akan merebut dari tangan Kristus. Ini berarti ada sesuatu yang akan berusaha merebut kita dari tangan Kristus. Ada orang-orang dan setan yang terutama yang berusaha merebut kita dari tangan Allah.

Salah satu contohnya adalah dalam kisah Ayub (lihat Ayub 1) yang memberikan saya kegentaran yang begitu besar. Setan berusaha merebut Ayub dari tangan Allah. Tuhan berkata kepada setan “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub?”. Ayub adalah hamba Tuhan yang setia, seorang yang takut akan Allah dan mempermuliakan Allah sepanjang hidupnya. Maka iblis berkata “apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub akan takut akan Allah. Ini adalah tuduhan setan yang luar biasa, karena dia memang penuduh manusia sejak Allah.

Setan akan menuduh kita di dalam ketidaksempurnaan kita. Pasti ada waktu-waktu kita akan jatuh dan tidak mengikut Kristus. Setan akan terus menuduh itu, membangkitkan keraguan di dalam hati kita. Setan menuduh bahwa engkau tidak sungguh-sungguh mengikut Kristus, engkau jatuh lagi. Dia juga menuduh kita di hadapan Allah. Setan bukan hanya menuduh Ayub tetapi sebenarnya dia juga menuduh Allah. Tuduhan setan ini menggentarkan kita: apakah dengan tidak mendapat apa-apa kamu takut akan Allah?

Ini sebenarnya kelicikan dan kejahatan setan yang begitu licik. Setan berkata kepada Hawa “Allah tidak menginginkan yang terbaik bagimu, karena Dia tidak mau engkau tahu seperti dia, mengetahui apa yang baik dan yang jahat.” Setan berkata Allah tidak mau disaingi, Allah mau menghalangi engkau untuk mendapatkan apa yang terbaik bagimu, karena itu jangan percaya kepada Allah.

Di dalam kisah Ayub, setan datang kepada Allah dan berkata sebaliknya: apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Engkau; terang saja Ayub takut akan Engkau, karena Engkau begitu baik kepadanya. Engkau terlalu baik kepadanya, Engkau berkati dia dengan anak yang banyak, dengan banyak ternak, tentu Ayub melayani engkau. Kita melihat setan yang begitu licik, dia masuk ke hal yang begitu dalam, jauh ke dalam pergumulan manusia. Bahkan setan menuduh Allah dengan mengatakan Engkau terlalu baik kepada Ayub.

Tuhan mengijinkan Ayub diuji. Setan mengambil semuanya, ternak-ternak Ayub, rumah-nya, anak-anaknya semuanya mati, semuanya habis. Ketika engkau mendengar suara Tuhan, setan pasti tidak akan tinggal diam. Setan akan terus berusaha merebut engkau dari tangan Tuhan dengan segala cara.

Ketika Tuhan berkata kepada setan (Ayub 1:8) “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub?” Setan memperhatikan hamba Tuhan, memperhatikan anak-anak Tuhan. Setan akan berusaha merebut kita dari tangan Allah, dan dia akan berharap, ketika dia berusaha menghancurkan Ayub, dan setan sering mendengar, bahwa orang-orang yang dalam keadaan demikian akhirnya akan mengutuki Tuhan. Setan berharap bahwa setelah orang mengalami kesulitan yang besar, sakit penyakit, maka orang itu akan berkata percuma aku mengikut Engkau ya Tuhan, dan mulai mengutuki Engkau dan berjalan menurut kehendakku sendiri. Setan menantikan perkataan itu keluar dari mulut Ayub. Tetapi Ayub diberikan kepada kita sebagi contoh. Ketika semuanya habis Ayub berlutut di hadapan Tuhan, merobek bajunya, mencukur kepalanya, menyembah Tuhan dan berkata (Ayub 1:21) “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.” Di dalam hal itu Ayub tidak bersalah dan melakukan apa yang benar, menjadi teladan bagi kita yang merupakan anak-anak Tuhan.

Ujian bagi kita adalah apakah kita ingin ada di surga di mana tidak ada lagi air mata, di mana semua kebutuhan kita dipenuhi, semua hal yang paling baik kita terima, berjalan di atas emas, tetapi tidak ada Kristus di situ? Apakah kita mengikut Kristus karena kebaikan-Nya, karena anugerah-Nya, ataukah kita mengikut Kristus karena Kristus itu sendiri, karena Kristus adalah harta yang termulia, kebaikan yang tertinggi, karena Dia adalah segala-galanya bagi kita. Kristus berkata domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan mereka mengikut Aku. Biarlah kita mengikut Tuhan ke mana Dia pergi, karena kita percaya bahwa Dia memiliki keinginan yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Meskipun kadang kadang kita tidak bisa mengerti. Seperti Ayub yang bergumul berat, bahkan dia sendiri mendapat penyakit yang begitu menyusahkannya, tetapi dia boleh percaya kepada Tuhan, sampai akhirnya dia mengerti. Dia mengatakan dulu Aku mendengar saja tentang Engkau, tetapi setelah melewati seluruh pergumulan ini, sekarang mataku sendiri memandang dan melihat kepada-Mu. Tuhan terus ingin memurnikan kita supaya kita makin mengenal Dia dan mengikut Dia ke manapun Dia pergi.

Apakah saudara domba-domba Kristus, apakah saudara mendengar perkatan Tuhan ini dan mengikut Dia seumur hidupmu?

Ringkasan oleh Budi Walujo | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya