Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Tetap Tinggal dalam Firman Kristus

Ibadah

Tetap Tinggal dalam Firman Kristus

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 29 Oktober 2017

Bacaan Alkitab: Yoh 8:30-36

Kalau saudara melihat kisah Rahab, seorang pelacur yang menyembunyikan dua pengintai Israel (lihat Yosua 2), waktu tentara-tentara Yerikho mencari pengintai-pengintai tersebut ke rumah Rahab, dia berkata “mereka tidak ada di sini, mereka sudah pergi keluar pintu gerbang.” Apakah dalam hal ini Rahab berbohong? Masalahnya bukan masalah berbohong atau tidak, masalahnya adalah Rahab sedang menunjukkan imannya yg sejati. Iman yang menunjukkan bahwa dia berani melawan raja Yerikho yang sangat berkuasa. Pada waktu itu orang-orang percaya bahwa raja mengetahui segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi bagi raja. Sehingga ketika Rahab mengatakan hal itu, dia berani melawan kepercayaan orang pada waktu itu. Rahab mengatakan kepada ke dua pengintai itu “Aku tahu bahwa Tuhan telah memberikan negeri ini kepadamu, karena kami mendengar apa yang Tuhan kerjakan pada waktu yang lalu, dan ketika kami mendengarnya hati kami meleleh.” Rahab percaya bahwa apa yang Tuhan sudah kerjakan di waktu yang lalu akan Tuhan kerjakan juga saat ini. Rahab percaya bangsa ini akan diberikan kepada Israel. Dalam kitab Ibrani (Ibr 11:31), disebutkan bahwa Rahab adalah salah satu pahlawan iman.

Kali ini kita akan melihat bahwa iman yang sejati itu seharusnya menghasilkan hidup Kristen yang radikal. Apa yang dilakukan Rahab adalah sesuatu yang radikal, dia berani mempertaruhkan nyawanya ketika dia mengatakan kalimat yang menentang raja Yerikho. Tuhan Yesus mengatakan (Yoh 8:31) “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” Apa artinya “tetap tinggal di dalam firman Tuhan?” Apa yang disebut sebagai “benar-benar murid-Ku?”

Tinggal di dalam Kristus dan menjadi murid yang sejati harus menghasilkan hidup yang radikal.

Hidup yang radikal bukan berarti harus menjadi misionaris, meninggalkan segala pekerjaan kita dan pergi ke negeri asing. Tetapi di dalam hidup kita sehari-hari, kita menjadikan Kristus sebagai pusat hidup kita. Dia tidak pernah tinggal di samping, tetapi Dia akan masuk di dalam hidup kita yang paling utama dan paling dalam hati dan pikiran kita , dan mempengaruhi seluruh hidup kita.

Saya memiliki salah satu contoh sederhana hidup seperti ini. Dalam salah satu pelayanan VBS (Vocation Bible School) di Gereja kami di dalam kota, seorang ibu setelah mengajar di VBS seharian, dia harus ikut mengantar beberapa anak pulang. Dia harus menyetir 1 jam ke tempat anak-anak itu. Karena hari itu juga ada persekutuan doa, maka dia langsung balik lagi, 1 jam lagi menyetir kembali ke kota untuk ikut persekutuan doa. Kita bisa melihat kesungguhan dia dalam menghadapi macetnya jalan selama dua jam, dan kelelahan setelah mengajar seharian. 

Hal-hal yang kecil di dalam hidup kita, dapat memperlihatkan ketaatan kita dalam mengikuti Kristus. Tidak harus melalui perjuangan melawan orang-orang kanibal di suku-suku terpencil. Seharusnya iman sejati harus muncul dalam bentuk hidup yang terlihat begitu berbeda. Kalau cerita-cerita seperti ini diceritakan kepada orang dunia, mungkin mereka menganggap itu aneh sekali.

Apakah betul iman kita adalah iman yang sejati? Apakah iman kita menggairahkan kita untuk berjuang, bukan sekedar ngomong. Kalau kita hanya datang di dalam kebaktian minggu, dan tidak banyak perjuangan, tidak membaca Alkitab, berdoa dlsb, apa artinya menjadi orang Kristen? Saudara harus mengkoreksi diri apakah betul kita adalah murid Kristus yang sejati dan tetap tinggal di dalam firman-Nya. Karena murid Kristus sejati pasti akan menghasilkan buah, yang walaupun berbeda-beda bentuknya tetapi intinya sama yaitu ketaatan kepada Kristus.

Apa artinya “tetap dalam firman-Ku”? Kita bisa memfokuskan pada kata “tetap dalam”. Ada lima hal yang dapat saya jabarkan berkaitan dengan “Tetap dalam Firman-Ku”

1)    Hidup dalam Kebenaran Kristus

Pertama, artinya kita hidup di dalam kebenaran firman Kristus. Kita percaya bahwa perkataan Tuhan adalah kebenaran yang tertinggi di dalam hidup kita. Ketika Hawa diperhadapkan kepada perkataan ular (lihat Kej 3), dia sudah tahu firman Tuhan yang melarang memakan buah pengetahuan itu, dan kalau kamu memakannya maka kamu akan mati. Tetapi ular datang dan berkata “kamu tidak akan mati, makanlah buah dari pohon itu, dan kamu akan hidup seperti Allah.” Kemudian mereka makan buah itu dan mereka jatuh di dalam dosa. Kalau Adam dan Hawa hidup di dalam kebenaran firman itu, bahwa perkataan Tuhan-lah yang memiliki otoritas tertinggi, maka mereka seharusnya percaya bahwa perkataan Tuhan-lah yang benar, dan bukan menilainya berdasarkan pikiran mereka sendiri. Perkataan Tuhan dan perkataan ular bertolak belakang, namun mereka menilai sendiri secara independen, buah itu sedap kelihatannya, memberi pengetahuan dst. sehingga jatuhlah mereka ke dalam dosa.

Inilah yang menjadi dorongan bagi Martin Luther untuk memakukan 95 tesisnya, yang kemudian menjadi gerakan Reformasi yang besar. “Unless I am convinced by Scripture and plain reason - I do not accept the authority of the popes and councils, for they have contradicted each other - my conscience is captive to the Word of God. I cannot and I will not recant anything for to go against conscience is neither right nor safe. God help me. Amen.” Dia percaya bahwa kebenaran firman Tuhan itu memiliki otoritas yang paling tinggi bahkan lebih tinggi dari Paus. Kebenaran firman itu harus yang paling tinggi di dalam kehidupan kita, bukan kebutuhan kita, bukan perkataan dunia ini, bukan godaan dunia ini.

2)    Keindahan Firman Kristus

Yang kedua, “tetap tinggal dalam Kristus” artinya adalah hati kita harus tertarik kepada keindahan firman Kristus. Suatu waktu, istri saya membawa pulang pakaian wisuda buat anak-anak saya. Ketika mereka melihat pakaian wisuda itu, mereka begitu terkesima, “wow it is so pretty”, mata mereka terbuka berbinar-binar. Saya dan istri belum pernah melihat mereka begitu senang sekali. Tentu ada hal yang membuat kita senang, apakah itu mobil, rumah yang indah atau yang lain.

Pernahkah hati kita tergerak seperti itu ketika melihat keindahan firman? Firman itu begitu indah yang menghibur kita, menegor kita dan menusuk hati kita yang paling dalam. Pernahkah saudara menyadari begitu indahnya firman Tuhan.? Saya percaya orang Kristen yang sejati pasti pernah mengalami hal ini. Tetapi Tuhan Yesus kali ini mengatakan bukannya hanya engkau pernah mengalaminya, tetapi hendaklah engkau tetap tinggal di dalam firman-Ku, Bukan hanya sekali atau dua kali, bukan hanya pada waktu retreat, bukan hanya pada waktu KKR, tetapi terus menerus kita tinggal di dalam firman-Nya. Kita menyadari keindahan firman itu, firman itu terus menerus menyegarkan kita, mengingatkan kita, membentuk kita, membuat mata kita berbinar-binar. Kalau kita tidak pernah seperti ini, maka ada tanda tanya yang besar kepada diri  sendiri: apakah benar kita adalah murid Kristus? Marilah kita menjadi murid Kristus yang sejati.

Memang seringkali firman itu tidak terus menerus menggerakkan kita, ada waktu-waktu kita bergumul akan hal ini, kadang kala kita merasa kering, kita lebih suka mendengarkan berita dibandingkan membaca Alkitab, membaca firman lima menit langsung mengantuk.

Saya bisa memberi kesaksian, bahwa pada umumnya, setiap kali saya mempersiapkan kotbah, firman terus menerus menggerakkan hati saya, firman itu membentuk dan mengarahkan saya. Waktu saya mempersiapkan kotbah, saya sadar bahwa saya tidak memiliki firman dari saya sendiri, saya tidak memiliki apa-apa yang bisa saya sampaikan bagi saudara, kalau tidak berdasarkan firman Tuhan, Firman itu sendiri yang mengarahkan perkataan, pikiran dan hati saya, Firman itu yang memimpin saya. Saya harapkan kita boleh bersama sama bertumbuh melihat keindahan firman Tuhan.

3)    Betapa Berharganya Firman Kristus

Yang ketiga, betapa berharganya firman Kristus. Mazmur 19:10 mengatakan bahwa firman itu “lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.” Bagi pemazmur firman itu begitu berharga sehingga ia menggambarkan firman dari A-Z dari huruf ibrani dalam Mazmur 119, setiap huruf dijabarkan dalam 8 ayat, menjadi 22 (jumlah abjad ibrani) kali 8 atau 176 ayat. Semuanya menggambarkan betapa berharganya firman itu. Setiap ayat seluruhnya berbicara tentang taurat tahun, hukum-hukum dan perintah Tuhan, dengan berbagai perspektif, betapa kayanya dan berharganya firman.

Tuhan Yesus sendiri mengatakan kerajaan Allah itu seperti menemukan harta yang berharga di tanah orang lain (lihat Mat 13:44). Maka orang yg menemukan harta yang berharga itu pulang dan menjual seluruh hartanya dengan senang. Dia menjualnya dengan suka cita, karena dia tahu seluruh harta yang dia miliki tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan harta yang berharga itu. Setiap orang Kristen harus menyadari harta yang berada di dalam firman Kristus itu begitu berharga.

4)    Kuasa dan Anugerah Kristus”

“Tetap tinggal dalam firman-Ku” berarti menyadari kuasa dan mengalami anugerah Kristus. Kita percaya bahwa firman Kristus itu mampu dan pasti terjadi, seperti yang dijanjikan. Apa yang dikatakan Kristus pasti terjadi dan kita mengalami kuasa itu. Seperti yang dikatakan dalam Roma 8:28 “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”. Allah bekerja dalam segala sesuatu dalam hidup kita, kita mengalami anugerah dari firman-Nya. Yusuf mengalami itu sehingga dia berkata kepada saudara-saudaranya yang melakukan kejahatan terhadap Yusuf dengan menjual dia sebagai budak: “Engkau mereka-rekakan yang jahat kepadaku, tetapi Allah mereka-rekakan kebaikan kepadaku” (lihat Kej 45:5-8) Meskipun pada waktu itu Roma 8:28 belum ditulis, tetapi kebenaran firman itu kekal. Kebenaran yang dialami oleh orang-orang Kristen sepanjang jaman, Yusuf dalam imannya dia mengerti bahwa Allah turut bekerja dalam apapun yang sedang dia hadapi.

Tentu seringkali tidak mudah dalam situasi hidup kita. Banyak hal yang tidak ideal, yang tidak bisa kita pikirkan. Tetapi biarlah di dalam keadaan seperti ini kita tetap bersandar kepada firman-Nya, dan kita akan mengalami kuasa dan anugerah firman-Nya. Tetaplah tinggal di dalam firman-Nya. Firman-Nya berkata (Yes 55:8-9) “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu..” Rancangan-Ku bagi kamu adalah “rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer 29:11)

Kita seringkali berpikir kalau kita tidak dalam keadaan susah, tetapi dalam keadaan yang lebih baik, kita bisa lebih memuliakan Tuhan. Tidak. Rancangan Tuhan lebih besar, ada banyak hal yang kita tidak mengerti. Kita harus memegang firman Tuhan dan percaya bahwa rancangan Tuhan adalah yang terbaik.

Yer 29:11 adalah ayat yang dibaca oleh Christopher Yuan seorang mantan homoseks yang juga pecandu narkoba. Dia sudah melakukan segala kenajisan dan waktu dia ditangkap, masuk penjara dan juga kena AIDS. Suatu waktu dia masuk ke suatu sel penjara dan mencoba tidur di bunk bed, dia melihat ada tulisan “If you are bored read Yer 29:11” di bawah ranjang di atas ranjangnya. Lalu dia membaca ayat itu dan firman itu bekerja di dalam hidupnya. Sebelumnya dia sudah bertobat, dan kali ini firman itu mendorongnya untuk sungguh-sungguh bertobat. Dia mengalami kuasa dan anugerah Tuhan. Akhirnya setelah dia keluar dari penjara, dia menyerahkan diri sebagai hamba Tuhan.

5)    Firman memberi hidup dan menopang hidup kita

Firman itu yang memberi hidup dan juga menopang hidup kita. Paulus mengatakan iman muncul dari pendengaran akan firman Kristus (lihat Roma 10:17). Menopang itu seperti makanan yang setiap hari kita makan. Kalau kita tidak terus menerus tinggal di dalam firman-Nya, maka seperti kita tidak makan, badan kita akan semakin lemah. Sewaktu berpuasa kita menyadari bahwa tanpa makanan, kita tidak bisa bertahan, makin lama makin lemas. Setelah makan kita kuat lagi. Kalau terus tidak makan berhari-hari, kita tidak bisa berjalan.

Bukankah manusia itu lebih berharga daripada makanan. Tuhan Yesus berkata (Mat 4:4) “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Biarlah kita setiap hari menerima makanan rohani yang menguatkan dan menyegarkan jiwa kita. Kita ditopang oleh Firman Tuhan dan tanpa firman kita “tidak bisa melangkah” dalam hidup. Apakah kebenaran ini kita alami, kita sadari, dan pegang dalam hidup kita. Firman itu datang dari banyak cara, melalui kotbah, melalui diskusi dengan teman-teman, melalui buku. Dengarlah firman dan Roh Kudus akan bekerja melalui firman itu. Kita harus ditopang, dikoreksi, dibentuk, dikuatkan oleh firman. Itu artinya kita terus hidup di dalam firman.

Kalau saudara sakit sedikit dan tidak mau ke Gereja, maka sayang sekali. Apakah betul saudara sadar firman itu menopang hidup saudara, dan tanpanya saudara tidak bisa hidup?

Ada kesaksian yang indah dari Tokichi Ishii 1). Dia adalah seorang yang dijatuhi hukuman gantung pada tahun 1918. Dia terkenal sebagai seorang yang seganas harimau. Satu kali di dalam penjara, dia menghajar sipir penjara habis-habisan. Karenanya dia digantung dengan kaki tidak menyentuh lantai, namun tetap dia tidak mau minta maaf kepada sipir penjara. Tetapi sebelum hari eksekusi, dia mendapat kiriman perjanjian baru dari miss West dan MacDonald. Mereka mengunjungi dia di penjara. Sampai kepada kalimat Tuhan Yesus waktu di salib (Luk 23:34) “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Tokichi Ishii berkata ketika saya mendengar kalimat itu maka  hati saya berhenti, seperti ditusuk jantungku dengan paku 5 inci. Firman itu menyatakan kepada saya, apakah saya harus menyebut firman itu sebagai kasih dari Kristus atau belas kasih Kristus, saya tidak tahu, tetapi saya hanya tahu dengan hati yang penuh ucapan syukur saya percaya. Dia lahir baru, mengalami firman yang memberi hidup. Dia menerima hukuman mati itu dengan rela. Menjelang hari eksekusi, firman Kristus yang melahirbarukan dia, adalah juga firman yang menopang hidupnya sampai akhir. Miss West datang lagi dan menyampaikan 2 Kor 6:8-10 yang berbicara tentang penderitaan orang-orang benar. Firman itu sangat menggerakkan hati Tokichi Ishii dan dia menulis seperti demikian: saya selalu senantiasa berduka tetapi sekaligus selalu bersuka cita. Orang-orang mengira saya sangat bersedih karena menunggu hari eksekusi, kenyataannya adalah tidak, karena meskipun saya dikurung di penjara 2x2,5 meter saya jauh lebih berbahagia dibandingkan dengan hari-hari di mana saya berdosa dan tidak mengenal Allah. Siang dan malam saya bersekutu dengan Yesus Kristus melalui firman. Sebelum dia digantung, dia mengatakan jiwaku dikuduskan dan disucikan untuk hari ini kembali kepada Kristus.

Biarlah kita tetap tinggal di dalam firman, karena firman Kristus bukan hanya memberi hidup yang baru, namun juga menopang terus hidup kita. Biarlah kesadaran ini terus muncul di dalam hati kita. Setiap hari, bacalah firman, bersekutu dengan Tuhan, karena Tuhan Yesus berkata (Yoh 8:31) “"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.”

 

1)    Lihat https://www.crossway.org/articles/the-conversion-and-execution-of-tokichi-ishii/

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya