Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Akulah Terang Dunia

Ibadah

Akulah Terang Dunia

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 8 Oktober 2017

Bacaan Alkitab: Yoh 8:12-20

Seperti dalam kisah Yesus dengan perempuan yang berzinah (Yoh 8:1-11), dalam bacaan Alkitab kali ini, penulis juga menekankan kebutaan dan kegelapan hati ahli-ahli taurat. Yesus mengatakan dalam Yoh 8:12 “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Kita akan memfokuskan ke dalam ayat ini, tetapi kita sebelumnya akan melihat Yoh 8:12-20 secara menyeluruh. Kita harus belajar dari bagian yang besar terlebih dahulu, sebelum kita masuk ke dalam detil yang lebih spesifik. Karena kalau kita langsung masuk ke dalam hal-hal yang detil dan tidak melihat garis besarnya, kita bisa miss the point, kita bisa tersesat di dalam hal-hal yang detil. We missed the forest for the trees, kita melihat detil pohon-pohon, namun kehilangan arah di dalam hutan.

Dalam Yoh 8:12, Yesus berkata “Akulah terang dunia”, orang Farisi meresponi ucapan Yesus ini dalam ayat 8:13  “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.” Mulai Yoh 8:14 dan seterusnya, Yesus meresponi perkataan orang Farisi ini, tentang kesaksian Dia yang tetap adalah sah. Kalau kita melihat ayat-ayat selanjutnya sampai Yoh 8:29 dan bahkan selanjutnya, tema tentang terang dunia tidak muncul lagi. Sehingga sepertinya Tuhan Yesus menyimpang, (detour). Tetapi kalau saudara memperhatikan dengan lebih teliti, maka sesungguhnya Tuhan Yesus menjawab pertanyaan orang Farisi, dengan cara yang justru membuat point tentang Dia sebagai terang dunia menjadi semakin jelas. Seperti seorang ayah yang bijaksana sedang berbicara dengan anaknya, tentang sesuatu yang penting. Seringkali anak meresponi dengan caranya sendiri yang kadang-kadang unexpected bagi orang tua. Tetapi orang tua yang bijaksana mengerti kemana arah pertanyaan anaknya. Mengerti mengapa anak ini bertanya seperti demikian. Orang tua yang bijaksana biasanya tidak terus memaksa akan apa yang dia katakan, namun mengikuti dan menjawab pertanyaan anak ini dulu. Orang tua yang bijaksana mengetahui pertanyaan ini berkaitan dengan hal yang mereka akan ajarkan. Mungkin anak ini bertanya lagi dengan pertanyaan lain, tetapi orang tua yang bijaksana dapat mengarahkan pertanyaan anak itu dan justru menegaskan main point lebih jelas kepada anak itu.

Inilah yang Tuhan Yesus lakukan kepada orang Farisi.  Fokus dari ayat 13-20 adalah kesaksian dan penghakiman dari Kristus itu adalah benar karena relasi-Nya dengan Bapa. Paling sedikit dari ayat 13-29 ada tujuh kali Yesus mengatakan bahwa Dia berasal dari Bapa. Apa yang Dia katakan itu atas otoritas dari Bapa, bahwa Dia akan kembali kepada Bapa, bahwa Dia tidak melakukan apapun dari diri-Nya sendiri, segala sesuatu yang Dia lakukan berasal dari Bapa. Dengan kata lain, otoritas yang Kristus miliki bukan bersumber dari manusia, tetapi bersumber dari relasi-Nya dengan Bapa. Inilah yang Yesus katakan: relasi-Nya dengan Bapa itulah yang menjadi dasar bahwa Dia adalah Terang Dunia.

Yesus mengatakan Dia adalah Terang Dunia karena Dia berasal dari Bapa. Dia adalah Terang Dunia karena Dia berbicara bagi Bapa, Dia akan pergi kepada Bapa, dan Dia adalah satu dengan Allah Bapa itu sendiri. Tanpa Dia berasal dari Bapa, Dia tidak mungkin bisa menyatakan Akulah Terang Dunia. Tanpa Dia adalah satu dengan Bapa, Dia tidak mungkin mengatakan Akulah Terang Dunia. Maka sesungguhnya detour dari ayat 13-29 itu, Tuhan Yesus membawa kita kembali bahwa Dia adalah Terang Dunia karena hal-hal itu. Detour ini justru menegaskan point bahwa Dia adalah Terang Dunia itu sendiri.

Dalam detour sepertinya kita memutar dan menjauh, tetapi Yesus detour sesungguhnya untuk menegaskan point bahwa Dia adalah Terang Dunia itu.

Yoh 8:12 adalah ayat yang amat penting. Ini adalah kalimat satu-satunya di dalam kitab Injil. Kita sering mendengar kalimat ini “Aku adalah Terang Dunia”. Di dalam Injil Matius Yesus berkata “kamu adalah terang dunia” (Mat 5:14). Tentu kita mengerti Yesus itu sumber terang itu, dan kita dengan berkait dengan Kristus, maka kita pun adalah terang dunia. Yoh 8:12 adalah satu-satunya tempat di Alkitab, di mana Yesus mengatakan Aku adalah Terang Dunia.

Kalau kita mengerti dan mentaati akan panggilan Tuhan di dalam kalimat ini, Tuhan Yesus mengatakan (Yoh 8:12) “barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Paling tidak ada tiga hal yang dapat kita renungkan.

Pertama, saya akan mengutip dari perkataan CS Lewis. Dia sering mengatakan kalimat yang sangat indah, yang merupakan kristalisasi kebenaran. Kepada para pemuda, saya mengajak mereka untuk berpikir, mengerti kebenaran firman dan mulai mengkristalisasikan kebenaran itu di dalam hidup kita. Itu adalah sangat penting, karena bagi hidup mu sendiri, itu menjadi sesuatu yang dapat kamu pegang sepanjang hidupmu. CS Lewis mengatakan “I believe in Christianity as I believe as the sun has risen, not only because I see it, but because by it, I see everything else.” Kalimat ini menangkap apa yang Tuhan Yesus ingin katakan di sini. Aku percaya kepada Kristus seperti aku percaya akan matahari telah terbit, bukan hanya karena aku dapat melihat matahari, namun karena aku dapat melihat segala sesuatu karena terang matahari itu.

Inilah yang akan terjadi ketika kita datang kepada Kristus. Ketika kita datang kepada Kristus dan percaya kepada-Nya, kita akan mendapatkan Kristus itu sendiri. Tuhan Yesus mengatakan “Barang siapa mengikut Aku, dia akan mempunyai terang hidup.”

Apa kaitan terang dan hidup. Yoh 1:4 menyatakan “Dalam firman ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia.” Di dalam Kristus dan melalui Kristus kita bisa melihat segala sesuatu dengan jelas. Artinya juga tanpa Kristus, kita adalah manusia berdosa yang mati dan berjalan dalam kegelapan. Kristus bekerja melalui firman Tuhan yang membawa kita kepada Kristus, sehingga kita boleh hidup dan mata kita terbuka, melihat segala sesuatu dengan jelas. Maka kita boleh melihat seperti Kristus melihat segala sesuatu.

Apa dampaknya ketika kita mengikuti terang ini. Seperti Paulus berdoa dalam Efesus 1:18, dia berdoa supaya jemaat di Efesus memiliki mata hati yang terang, supaya mereka mengerti pengharapan yang terkandung dalam panggilan Kristus. Mata hati mereka diterangi sehingga mengerti pengharapan dalam panggilan Kristus. Ini berarti bukan hanya ditujukan bagi orang yang belum percaya, namun juga bagi kita yang sudah percaya di dalam Kristus. Sehingga mata hati kita boleh diterangi dan kita boleh semakin mengerti panggilan-Nya, akan keindahan dan kemuliaan-Nya, akan rencana-Nya dalam hidup kita. Tetapi bagi mereka yang belum percaya, mereka masih berjalan di dalam kegelapan. Mereka memerlukan Kristus supaya mata mereka boleh terbuka dan mengenal akan Kristus. Dialah terang dunia, di dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

Kita harus juga terus berdoa supaya kita bisa mengerti segala sesuatu di dalam terang Kristus. Seberapa banyak di dalam hidup kita, cara kita mengerti dan mengatur kehidupan kita, seringkali bukan dipengaruhi oleh terang Kristus. Apa yang kita inginkan, kejar, dan utamakan di dalam hidup, apakah sungguh-sungguh sesuai dengan terang Kristus. Seringkali yang terjadi, bahkan bagi orang-orang Kristen yang mengaku percaya, hal ini dipengaruhi oleh dunia ini. Biarlah kita sungguh-sungguh melalui ayat-ayat ini boleh mengenal terang Kristus, dan terang itu menerangi setiap bagian dari hidup kita.

Hal yang kedua, Yesus adalah Terang Dunia juga berarti dunia tidak memiliki terang selain Kristus. Ravi Zakaria mengatakan di akhir abad ini adalah abad yang paling hebat karena pencapaian manusia yang tidak ada sebelumnya; orang-orang mengatakan manusia tidak lagi hidup dalam kegelapan. Tetapi di akhir abad ke 20 ini, di dalam segala pengetahuan dan kemajuan teknologi yang begitu dahsyat, abad ini adalah abad yang paling banyak memakan korban jiwa, abad yang paling berdarah. Mulai dari Perang Dunia I dan II, Hitler yang membunuh 6 juta orang Yahudi, sampai Osama Bin Laden yang membunuh ribuan orang, sampai Stephen Paddock yang menembak mati 58 orang di Las Vegas. Dengan kemajuan yang manusia alami, manusia semakin mengalami kerusakan. Tanpa Yesus maka sesungguhnya benar manusia hidup di dalam kegelapan.

Ravi Zakaria juga menceritakan pengalaman dia bertemu dengan salah satu pemimpin Hamas, yang membanggakan anaknya yang mati sebagai suicide bomber. Ravi berkata tidak jauh dari tempat kita ini, ada satu bukit di mana Allah mengorbankan Anak-Nya, untuk menyelamatkan semua orang yang percaya kepada Kristus. Ravi melanjutkan sampai engkau dan saya menerima Anak Allah yang mati di kayu salib, maka kita akan terus mengorbankan anak-anak kita. Kalimat ini adalah yang sangat tepat, bukan hanya karena anak kita tidak menjadi suicide bomber, tetapi karena kalau kita tidak menempatkan Yesus sebagai terang yang menerangi seluruh aspek hidup kita, maka kita akan menempatkan apa saja di dalam hidup kita, yang ultimately akan mengorbankan orang-orang yang ada di sekitar kita, dan menghancurkan hidup kita sendiri.

Dunia tidak memiliki terang selain dari pada Kristus. Biarlah saudara bisa percaya kepada Kristus sebagai satu-satunya terang itu. Tuhan Yesus mengatakan barangsiapa mengikut Aku dia tidak akan berjalan kegelapan. Kalau engkau tidak mengikut Aku, engkau akan terus berjalan di dalam kegelapan. Kegelapan itu ada di tengah-tengah dunia itu, kegelapan itu juga ada di dalam hati manusia.

Ketika Martin Luther memakukan 95 tesisnya di pintu gerbang Gereja Wittenberg, maka terang itu bercahaya ke dunia ini. Karena pada waktu itu dunia sudah begitu gelap, karena gereja sudah menyelewengkan ajaran firman Tuhan. Karena Kristus bukan lagi pusat dari pengajaran Gereja. Martin Luther dan reformator lain mengembalikan berita tentang Kristus dan teologia salib Kristus menjadi pusat pengajaran Gereja. Dari Kristuslah terang itu terpancar ke seluruh Eropa dan dunia.

Pendeta Stephen Tong mengatakan, kita bukan hanya mengingat reformasi 500 tahun yang lalu, tetapi biarlah kita boleh membawa terang reformasi pada jaman ini. Karena tanpa Kristus manusia akan berjalan di dalam kegelapan. Tetapi kalau kita datang dan mengikut Kristus, maka kita akan memiliki terang itu.

Hal yang ketiga, Yesus adalah Terang Dunia berarti ketika Kristus hadir maka dosa akan dinyatakan sebagai dosa dengan segala keburukan dan tipu-muslihat. Inilah yang tidak disukai oleh orang-orang dunia, oleh orang-orang yang hidup di dalam dosa. Karena Kristus adalah Terang Dunia, maka segala dosa dan kegelapan hati manusia akan dibongkar dengan jelas. 

Saya tidak mengerti apa yang dikerjakan oleh beberapa gereja, khususnya gereja-gereja yang mem-vote Yes kepada same-sex-marriage. Sepanjang perjalanan saya melihat gedung gereja yang selama ini tidak pernah memasang plang apa-apa. Tetapi kali ini ada electronic sign di gedung gereja itu yang berbunyi “We support equality, we vote yes.” Saya heran, mereka tidak pernah menaruh sign bahwa Yesus mati untuk orang berdosa untuk engkau dan saya, bahwa Yesus adalah terang dunia, tetapi kali ini mereka pasang sign “we vote yes”. Ini menjadi sangat aneh luar biasa. Equality adalah tipuan dari orang yang setuju dengan same-sex-marriage. Ada iklan di TV, di mana ada suami-istri dan dua anak, sepertinya istrinya sedang menuang orange jus ke empat gelas. Anaknya yang masih kecil itu melihat supaya ke empat gelas itu mendapat bagian yang sama. Istrinya berkata, bukankah kita ingin fair, its only about equality, that’s why we vote Yes. Ini adalah tipuan dari pihak ini yang mengatakan kalau engkau tidak setuju equality maka engkau salah. Ini bukan equality, ini mengubah tatanan social yang paling dasar. Engkau sedang mengubah definisi pernikahan, yang akan mendatangkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat, khususnya bagaimana anak-anak akan bertumbuh. Ini adalah eksperimen yang mengerikan.

Kita harus meneliti dengan terang Kristus akan hal-hal yang terjadi di sekitar kita.

Tetapi kita harus mengimbangi kritik ini, bahwa kita bukan hanya melawan same-sex-marriage. Seperti Christopher Yuan yang mengatakan bahwa lawan dari homoseksual bukanlah heteroseksual, tetapi kesucian Tuhan. Karena itu kita juga harus membongkar dosa dari pasangan heteroseksual, karena banyak di antara mereka juga melakukan dosa yang besar. Banyak suami yang meng-abuse istrinya, yang tidak bertanggung jawab dalam keluarga. Ada istri yang begitu dominan yang merusak seluruh keluarga. Banyak affair dalam keluarga.

Ketika Kristus hadir sebagai terang dunia di dalam hidup kita, maka Dia akan membongkar dosa sebagaimana adanya. Kristus sebagai terang dunia juga akan menerangi segala sesuatu yang baik yang Dia berikan di dalam dunia dan hidup kita. Sehingga kita bisa mengerti anugerah Tuhan di dalam dunia ini, keindahanNya, kemuliaan-Nya, dan bersyukur kepada-Nya atas segala yang telah Dia berikan.

Kita melihat keluarga-keluarga di dalam Tuhan, ada begitu banyak keindahan yang terjadi. Ada kasih Kristus, ada pengorbanan, kasih yang sejati, ada persaudaraan di dalam Kristus yang dapat kita nikmati. Ada pengorbanan dari saudara-saudara yang takut akan Tuhan, yang mengorbankan dirinya demi kebaikan orang lain. Ada firman Tuhan yang begitu berharga, yang kita boleh sadari.

Ketika Kristus datang sebagai Terang Dunia di dalam hidup kita, dan kita mengikuti Dia, kita memiliki terang hidup. Sehingga kita makin dapat menikmati akan segala anugerah-Nya yang telah Tuhan berikan. Ultimately segala anugerah yang baik itu mendorong kita untuk makin mengenal Kristus, dan memuliakan Dia.

Hal yang terakhir, Yesus menawarkan ini kepada orang banyak. Yoh 8:12, Yesus berkata kepada orang banyak “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Orang banyak itu juga termasuk orang-orang Farisi. Ini adalah panggilan Tuhan kepada setiap orang yang mendengar firman-Nya. Ini juga adalah panggilan Tuhan ketika saya memberitakan firman ini.

Yesus berkata dalam Yoh 12:35-36 “Hanya sedikit waktu lagi terang itu ada pada kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepada-Nya supaya kegelapan jangan menguasai kamu. Barangsiapa berjalan dalam kegelapan dia tidak tahu kemana dia pergi” Selagi ada terang itu percayalah kepada terang itu supaya kamu menjadi anak-anak terang. Itulah panggilan Kristus bagi setiap kita, supaya kita boleh percaya kepada terang itu. Konteks dari ayat ini adalah ketika Yesus sebentar lagi akan meninggalkan mereka. Tetapi bagi kita, selama terang itu datang kepada kita, biarlah kita boleh percaya kepada terang itu. Ketika kita percaya kepada terang itu maka terang itu tidak akan padam.

Bahkan ketika dunia mengatakan orang itu tidak ada “terang” lagi, artinya orang itu sebentar lagi mati, yang matanya sudah redup dan tidak memilki sinar lagi. Tetapi bagi kita yang adalah anak-anak terang, kematian-pun tidak akan memadamkan akan terang Kristus. Justru kita akan berbagian di dalam terang itu untuk selama-lamanya. Kita akan berbagian dalam kemuliaan anak-anak Allah.

Biarlah kita boleh menjadi orang-orang yang mentaati panggilan Tuhan, mengikut Kristus, percaya kepada-Nya sehingga kita boleh memiliki terang hidup itu untuk selama-lamanya. (1:35)

Saya mempunyai pengalaman ketika saya mengikuti KKR pak Tong di gelora Bung Karno. Ada puluhan ribu orang datang di stadion utama. Di hari pertama, sewaktu pak Tong memberitakan firman Tuhan dan menantang orang untuk percaya kepada Tuhan dan maju ke depan. Banyak orang menanggapi tantangan itu dan maju ke depan. Kami semua hamba-hamba Tuhan berdoa untuk panggilan itu. Namun ditengah-tengah itu, ada satu orang yang kesurupan. Kita buru-buru turun dan menemui seorang yang badannya gempal yang mengamuk, empat orang yang berbadan besar tidak mampu menahan dia. Artinya kekuatan orang itu melampaui orang normal. Salah seorang pendeta bertanya “Siapa Namamu”, dia menjawab “Kwan Kong”. Kita mendoakan dia dan akhirnya dia menjadi lemas dan dibawa untuk konseling lebih lanjut. Waktu dia kerasukan, muka dan pakaian-nya berantakan. Keesokan harinya, pak Tong kembali memanggil orang untuk percaya. Setelah semuanya sudah selesai, seseorang menemui saya, dan mengatakan “bapa yang kemarin mendoakan saya”. Saya begitu kaget sekali karena kemarin matanya begitu gelap dan badannya hancur, tetapi hari itu dia begitu bercahaya matanya. Dia berdoa, maju ke depan, dan menjadi percaya kepada Kristus. Dia memakai kemeja yang rapih, rambutnya rapih dan wajahnya bersinar-sinar. Saya menyaksikan betul-betul bagaimana seseorang yang sebelumnya hidup di dalam kegelapan sekarang setelah bertemu Kristus maka mukanya menjadi bercahaya. Ada terang hidup di dalam dia.

Biarlah kita rindu hal ini terjadi pada orang-orang di sekitar kita. Mungkin mereka tidak sampai kerasukan setan, tetapi setiap orang yang di luar Kristus hidup di dalam kegelapan. Biarlah kita boleh mendoakan mereka supaya mereka boleh datang kepada Kristus. Kalau ada di antara kita yang belum percaya, bolehlah dia datang dan menjadi percaya kepada Kristus. Ikutlah Aku, maka engkau akan mempunyai terang hidup.  

 

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya