Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Tujuh Keunikan Kristus

Ibadah

Tujuh Keunikan Kristus

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 24 September 2017

Bacaan Alkitab: Yoh 7:40-52

Salah satu buku CS Lewis yang terkenal Mere Christianity banyak memberi pengaruh kepada banyak orang. Salah satu kutipan yang paling terkenal dalam buku ini adalah “Engkau tidak bisa hanya menerima Kristus sebagai guru yang agung tanpa menerima Dia sebagai Allah”. Hanya orang bodoh yang akan mengatakan saya bisa menerima Yesus sebagai guru moral yang agung tetapi tidak bisa menerima Dia sebagai Allah. Yesus tidak membuka kemungkinan itu. Kamu harus mengambil keputusan bahwa Yesus adalah Allah atau orang gila. Kamu bisa menganggap Yesus sebagai orang bodoh, kamu bisa meludahi Dia atau membunuh-Nya sebagai orang yang kerasukan setan, atau kamu bisa tersungkur di kaki-Nya dan memanggil-Nya Tuhanku dan Allahku.

Dari perkataan ini saya memikirkan betapa banyak orang yang datang ke Gereja yang jatuh ke dalam kesalahan yang CS Lewis katakan ini. Yang jatuh ke dalam kebodohan dan ketidakmungkinan. Tidak mungkin tetapi somehow terjadi didalam hidup orang-orang yang datang ke Gereja. Kita mungkin tidak menganggap Yesus sebagai orang gila, atau tidak meludahi dan membunuh Dia, tetapi di sisi lain kita tidak sungguh-sungguh menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat kita. Kita tidak sungguh-sungguh tersungkur di kaki-Nya dan mengatakan Engkau adalah Tuhan-ku dan Allah-ku, artinya Engkau berkuasa atas seluruh hidupku. Aku tidak dapat berbuat apa-apa diluar Engkau, seluruh hidupku adalah milik-Mu. Berapa orang yang datang ke Gereja yang sesungguhnya jatuh kedalam kesalahan yang CS Lewis katakan: kita hargai Yesus sebagai pengajar guru moral yang baik tetapi kita tidak sungguh-sungguh menerima Kristus sebagai Tuhan, Juruselamat, Allah kita yang berkuasa atas segala hidup kita. Seluruh yang kita lakukan bukan berdasarkan atas yang aku mau, tetapi berdasarkan atas apa yang Tuhanku inginkan didalam hidupku. Ini adalah masalah yang seringkali ada didalam hidup anak-anak Tuhan yang datang ke Gereja.

Ayat-ayat Alkitab kali ini khususnya ingin menyatakan kebenaran ini. Kita tidak bisa menerima Dia hanya sebagai guru moral yang agung tetapi tidak menerima Dia sebagai Tuhan. Khususnya ayat-ayat ini menggambarkan dua pertentangan karena pribadi Yesus Kristus. Kita akan fokus pada Yoh 7:46 “Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"” Ayat ini dijepit dengan dua pertentangan yang terjadi: ayat Yoh 7:40-44 dan ayat Yoh 7:47-52.

Saya berdoa kita bisa melihat keunikan Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita dan kemudian boleh menyerahkan hidup kita secara total kepada Kristus. Karena ini adalah satu-satunya respons yang layak ketika kita mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Pertentangan yang pertama: Yoh 7:40 “Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang." Ini menunjuk kepada Ul 18:15 yang menyatakan bahwa Allah akan membangkitkan seorang nabi seperti Musa. Orang Israel pada waktu itu sangat merindukan seorang nabi yang datang yang akan mewakili Tuhan kepada umat-Nya. Karena terakhir kali ada nabi di antara mereka dalam perjanjian lama sebelum Yesus datang adalah 400 tahun yang lalu, yang disebut sebagai intertestamental gap. Selama 400 tahun orang Israel tidak mendapatkan nabi, tidak mendapatkan Firman Tuhan yang keluar dari seorang nabi yang diutus oleh Tuhan. Mereka sangat merindukan Firman Tuhan melalui nabi yang datang dan memberitakan Firman Tuhan kepada mereka. Sehingga ketika Yesus datang mereka berharap mungkinkah Yesus adalah benar-benar nabi yang akan datang?

Yang lain berkata Yoh 7:41a  "Ia ini Mesias." Mesias yang juga dinanti-nantikan sejak perjanjian lama. Mesias yang akan membebaskan mereka dari perbudakan Roma. Mesias yang akan membebaskan mereka dengan tangan yang kuat, dengan politik. Tetapi yang lain lagi berkata: Yoh 7:41b "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!” Mesias itu harus dari keturunan Daud dan lahir di Bethlehem. Ini adalah salah satu ironi yang Yohanes tuliskan, bahwa sesungguhnya Yesus memang adalah keturunan Daud, khususnya Matius menjelaskan bahwa Dia adalah anak Daud, dan memang Dia dilahirkan di Bethlehem. Tetapi orang-orang Yahudi tidak tahu, mereka pikir Yesus itu dari Galilea, bukan keturunan Daud. Mereka tidak mengetahui latar belakang Yesus.

Di sisi lain kita bisa melihat secara positif, bahwa orang-orang Yahudi ini mengetahui nubuat perjanjian lama. Mereka tahu bahwa Mesias harus lahir dari keturunan Daud dan lahir di Bethlehem. Namun mereka tidak tahu bahwa Yesus memang keturunan Daud dan lahir di Bethlehem. Yohanes menyatakan hal ini sebagai suatu ironi.

Pertentangan pertama ini disimpulkan dengan Yoh 7:43 “Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.” Inilah yang terjadi di dalam jaman Yesus, dan juga akan terus terjadi ketika Yesus yang sejati diberitakan. Yesus sendiri mengatakan Aku datang bukan untuk membawa damai, tetapi membawa pertentangan (lihat Luk 12:51). Ayah akan bertentangan dengan anak laki laki, anak laki-laki akan bertentangan dengan ayahnya. Ibu akan bertentangan dengan anak perempuan, anak perempuan akan bertentangan dengan ibunya. Menantu perempuan dengan mertua perempuan.   

Ketika satu anggota keluarga menjadi percaya kepada Kristus sedangkan yang keluarganya belum, maka akan terjadi pertentangan. Orang-orang dari keluarga Islam, kalau ada anaknya yang menjadi percaya kepada Kristus, maka akan menjadi susah luar biasa. Anaknya mungkin akan diusir atau bahkan akan dibunuh. Sepanjang manusia hidup di dalam dosa, belum sungguh-sungguh taat kepada Tuhan, maka pemberitaan Kristus yang sejati akan terus menyebabkan pertentangan dan perpecahan. Karena di hadapan Kristus orang harus berrespons kepada Dia. Apakah orang akan meludahi, menolak, membuang dan membunuh Yesus, ataukah orang akan berlutut menyembah-Nya menjadi Tuhan dan Juruselamat.

Yoh 7:45-46 menjadi engsel yang membagi pertentangan yang pertama dengan yang kedua.

Pertentangan yang kedua (Yoh 7:47-52) menjadi lebih tajam lagi dibandingkan dengan pertentangan yang pertama. Kita melihat ada orang farisi yang memberi diagnosa tentang tiga jenis respon orang terhadap Kristus. Semakin mereka memberi diagnose negatif terhadap respon orang, semakin nyata kebutaan dan kekerasan hati mereka.

Orang farisi bertanya kepada penjaga-penjaga itu (Yoh 7:47) “"Adakah kamu juga disesatkan?” Penjaga-penjaga itu diutus untuk menangkap Yesus namun mereka tidak menangkap-Nya. Alasan mereka tidak menangkap Yesus ditulis dalam Yoh 7:46 “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Pada saat itu memang situasinya tidak memungkinkan karena bisa membikin keonaran di tengah-tengah orang banyak, lagi pula banyak juga pengikut Yesus. Sebenarnya penjaga-penjaga itu bisa berkata situasinya tidak memungkinkan dan juga banyak orang mengikut Dia, dan itupun masuk akal. Tetapi di antara seluruh alasan, penjaga-penjaga itu berkata “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Penjaga-penjaga itu mendengarkan perkataan Yesus dan dengan kepolosan mereka, menjadi terkesan akan perkataan-Nya. Orang-orang begitu terkesan akan perkataan Yesus dan mengatakan tidak ada seorangpun yang mengajar seperti Dia. Dia mengajar dengan penuh kuasa tidak seperti orang-orang Farisi.

Kepada penjaga-penjaga itu, orang Farisi seolah-olah berkata kamu sekarang malah menjadi pengikut Kristus? Ayat 7:48 menjadi argumen orang Farisi “Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?” Ini adalah pertanyaan retorika yang menuntut jawaban “tidak ada”.

Orang Farisi memberi diagnosa yang kedua (Yoh 7:49) “Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!” Ini adalah sesuatu yang luar biasa, mereka menganggap orang banyak itu tidak tahu apa-apa tentang hukum Taurat. 

Yohanes menyatakan secara ironis, ketika orang Farisi berkata kepada penjaga-penjaga “Apakah kamu disesatkan juga”, Yohanes sebenarnya ingin mengatakan siapakah yang sebenarnya tersesat. Ketika mereka menganggap orang banyak tidak tahu apa-apa, dan terkutuklah orang banyak itu. Yohanes sebenarnya ingin menyatakan siapakah sesungguhnya yang terkutuk.

Ini dinyatakan dalam Yoh 7:51-52, dengan munculnya Nikodemus. Nikodemus berkata, "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" Kemunculan Nikodemus ditengah diagnosa orang Farisi seolah-olah berkata, walaupun secara tidak terang-terangan, aku adalah seorang pemimpin, aku adalah seorang Farisi, namun aku percaya kepada Kristus. Kita tahu bahwa Nikodemus sudah mulai percaya kepada Kristus, Nikodemus menemui Yesus dan bercakap-cakap dengan Yesus (Yoh 3).

Nikodemus membongkar ketidaktahuan dan ketidakpedulian orang Farisi akan hukum Taurat. Sebaliknya orang-orang banyak sebenarnya mengetahui perjanjian lama, sehingga mereka mengatakan Mesias itu pasti keturunan Daud dan pasti lahir di Bethlehem. Orang Farisi menganggap orang banyak itu tidak tahu hukum Taurat dan karena itu terkutuklah mereka. Tetapi Nikodemus muncul dan menyatakan betulkah orang banyak tidak tahu akan hukum Taurat, sedangkan engkau sendiri mengetahui, apakah hukum Taurat menghukum sesorang sebelum ia didengar dan orang mengetahui apa yang diperbuatnya?

Nikodemus muncul dan membalikkan, yang sebenarnya yang tersesat itu kamu, yang terkutuk itu kamu, orang-orang Farisi. Karena kamu sendiri mengabaikan hukum Taurat, tidak memperdulikan dan mentaati hukum Taurat. Karena hukum Taurat sendiri menuntut agar seseorang harus didengar sebelum dijatuhi hukuman. Yohanes membongkar kesesatan orang Farisi, dan ketidaktahuan mereka akan hukum Taurat.

Respon dari orang-orang Farisi kepada Nikodemus, Yoh 7:52 "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.” Dari jawaban Nikodemus tadi, orang Farisi menuduh Nikodemus bukan mau menemukan kebenaran, tetapi mungkin Nikodemus adalah juga orang Galilea, yang sama-sama mendukung orang-orang dari Galilea, karena Yesus dari Galilea. Orang Farisi menuduh Nikodemus memiliki bias, sehingga tidak sungguh-sungguh mencari kebenaran. Tetapi sesungguhnya mereka sendiri yang sangat bias.

Ini mirip sekali dengan salah satu dokumentasi akan same-sex marriage. Acara itu seolah-olah netral, mewawancara orang-orang dari dua belah pihak, dari yang setuju dan dari yang tidak setuju dengan same-sex marriage. Tetapi kita bisa melihat betapa biasnya acara itu. Karena orang-orang yang tidak setuju dengan same-sex marriage dipilih dari yang jelek-jelek; sedangkan dari yang setuju, dipilih orang-orang yang pintar-pintar, yang argumentasinya bagus. Padahal dari kedua belah sisi, pasti ada yang argumentasinya yang tidak masuk akal, tetapi ada juga yang argumentasinya kuat. Seolah-olah acara itu netral, tetapi dari pililhan orang-orang yang diwawancara, kita bisa tahu acara itu adalah sangat bias. Saudara harus tajam dan mengerti, bukan hanya menerima apa yang kita tonton. Kita harus mengkritisi dengan tajam. Kita begitu banyak menerima informasi dari internet, tetapi ironisnya untuk mendapatkan informasi yang benar itu adalah sangat sulit. Khususnya untuk hal-hal yang penting, banyak yang disampaikan adalah informasi yang rusak, yang membingungkan.

Bagi para pemuda, kita harus sering memberikan bahan-bahan yang berat yang menuntut mereka berpikir. Memberi mereka hal-hal yang dalam yang tidak bisa didapat hanya dengan mendengar secara pasif, tetapi harus actively engage dengan pikiran dan hati. Salah satu kesalahan Gereja dalam jaman ini adalah berpikir jangan memberikan yang berat-berat, karena orang akan meninggalkan Gereja karenanya. Sebaliknya justru yang terjadi, ketika Gereja hanya memberitakan hal-hal yang simple dan fenomenal, tetapi tidak memberikan hal-hal yang dalam, yang memerlukan perenungan, Gereja justru ditinggalkan oleh orang-orang muda. Karena pemuda di universitas belajar hal-hal yang susah, bukunya tebal-tebal, kalau di Gereja diberi materi yang gampang, maka mereka mulai meninggalkan Gereja. Sayangnya banyak orang Kristen tidak mau berpikir. Salah satu filsuf dan pemenang Nobel, Bertrand Russell mengatakan “Most christians would rather die than think, and infact they do”. Selama kotbah, saudara harus actively engage dengan materi Alkitab yang diajarkan, bukannya menaruh otak saudara di luar Gereja.

Pertentangan yang tajam ini membawa kita kepada fokus utama bagian Alkitab kali ini, yaitu keunikan Yesus Kristus yang dinyatakan dalam Yoh 7:46. Pertentangan ini berfokus pada pribadi Yesus Kristus yang diwakili oleh perkataan penjaga-penjaga ini "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" Apa maksud perkataan ini. Sebelumnya Yesus mengatakan dalam Yoh 7:37-38 “"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!

Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Siapa yang bisa berkata seperti ini? Minum dari apa yang Aku berikan, maka dari dalam hatinya akan mengalir alirah air hidup. Yohanes ingin secara khusus mengajar kita akan kebenaran yang maha penting ini. Bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya pribadi yang perkataan-Nya unik, yang tidak ada di dalam dunia ini. Tidak ada seorangpun yang bisa berkata dan sungguh sungguh bermaksud seperti yang Yesus katakan. Yesus adalah sangat unik, klaim tentang diri-Nya adalah sangat unik. Siapa yang bisa berkata datanglah kepada-Ku, minum daripada-Ku, maka dari dalam hatimu akan mengalir air kehidupan.

Dalam Injil Yohanes paling sedikit ada tujuh keunikan Yesus, yang patut mengklaim diri-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. 

  1. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Allah, ada perkataan “I’m saying”: “Akulah jalan kebenaran dan hidup”, “Akulah kebangkitan dan hidup”, “Akulah roti hidup”, “Akulah air hidup”, “Akulah gembala yang baik”. Kata “Akulah” adalah seperti kata “Aku adalah Aku” dalam perjanjian lama. Dengan menyatakan Akulah jalan kebenaran dan hidup, Dia mau menyatakan bahwa Dia adalah Allah itu sendiri. Seluruh agama dari timur mencari jalan kepada Allah. Seluruh filsafat dari barat mencari kebenaran. Tuhan Yesus mengatakan keduanya, Akulah jalan kebenaran, dan ditambah lagi Akulah hidup. Dia tidak mengatakan Aku mengajarkan jalan dan mengajarkan kebenaran tetapi Aku-lah jalan itu, Aku-lah kebenaran itu sendiri. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Allah.
  2. Tuhan Yesus menyatakan Aku sudah ada sebelum Aku lahir, “Before Abraham was, I am”. Aku sudah ada dari dulu, sampai sekarang, dan untuk selama-lamanya. Tidak ada seorangpun bisa menyatakan seperti ini.
  3. Yesus menyatakan Dia adalah satu-satunya jalan kepada Allah. “Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
  4. Yesus mengatakan kalau kamu terpisah dari Aku, kamu tidak bisa berbuat apa apa. “Akulah pokok anggur yang benar, kamulah ranting-rantingnya. Tinggallah di dalam Aku, dan Aku di dalam engkau, karena di luar Aku, engkau tidak bisa berbuat apa-apa.” Kita tidak berdaya, kita mati dan binasa tanpa Kristus. Siapa yang dapat mengatakan seperti ini.
  5. Yesus mengatakan Aku akan membangkitkan orang mati pada akhir jaman. Aku adalah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, dia akan tetap hidup, walaupun dia sudah mati. Siapa yang bisa berkata demikian.
  6. Yesus mengklaim tidak ada seorangpun yang bisa mengambil nyawa-Nya dari pada-Nya. Tidak ada seorangpun, bahkan Mohamad, bahkan Kong hu cu, Lao Tze, yang bisa berkata tidak ada seorangpun bisa mengambil nyawaku daripadaku. Bahkan pemimpin agama yang besar sekalipun, ketika sudah tiba waktunya untuk mati, tidak bisa menambah satu detikpun. Tetapi Yesus tidak, Dia satu-satunya yang mengatakan tidak ada seorangpun yang bisa mengambil nyawa-Nya, kalau Dia sendiri tidak menyerahkannya.’
  7. Yesus menyerahkan nyawa-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya. Akulah gembala yang baik yang menyerahkan nyawa-Ku bagi domba-dombaKu. Dia menyerahkan nyawa-Nya, dari ketaatan-Nya kepada Bapa, dari kerelaan hati, dari kedaulatan-Nya sendiri. Dia menyerahkan nyawa-Nya untuk menyelamatkan kita. Tidak ada orang yang bisa mengatakan aku mati dan kematianku itu akan menyelamatkan engkau, dan semua orang yang percaya kepadaku. Karena setiap orang adalah orang yang berdosa, dan waktu dia mati, dia mati karena dosanya. Semua orang, termasuk pemimpin agama, mati, dan kematian mereka tidak bisa menyelamatkan orang lain. Hanya Kristus, gembala yang baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya.

Ada banyak hal lain lagi akan perkataan Kristus yang menyatakan keunikan Kristus. Saya berharap, tujuh keunikan ini membawa kita menyadari kebenaran ini. Ketika penjaga-penjaga itu mendengarkan perkataan Kristus, mereka mulai sadar belum pernah seseorang berkata seperti ini, mereka menyadari Yesus adalah pribadi yang sangat unik. Kita sudah mendengar jauh lebih banyak dibandingkan penjaga-penjaga itu. Yesus adalah pribadi yang sangat unik. Dari seluruh klaim-Nya, hanya ada satu kesimpulan yang bisa diambil yaitu Yesus adalah Tuhan. Engkau bisa menolak, membuang seluruh perkataan-Nya, tetapi engkau tidak bisa mengatakan aku menghormati Yesus sebagai guru yang baik namun tidak menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Engkau bisa menolak, dan membunuh Yesus seperti orang-orang Yahudi dan orang-orang Farisi, atau engkau bisa seperti Yohanes, seperti para murid, seperti Tomas, yang akhirnya berkata (Yoh 20:28) You are my God and my Lord.

Biarlah renungan kali ini bukan hanya membawa kita setuju dengan perkataan Yesus, tetapi biarlah renungan ini membawa kita datang kepada Yesus, seperti orang yang lapar dan dahaga. Datanglah kepada Yesus, minum daripada-Nya, maka air hidup akan mengalir dalam hidup kita. Biarlah kita percaya dan mau datang kepada Yesus sebagai sumber Air Hidup supaya kita boleh menjadi saluran air Hidup yang mengalir keluar dari dalam hidup dan kehidupan kita. Amin.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya