Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Makan Daging-Ku, Minum Darah-Ku

Ibadah

Makan Daging-Ku, Minum Darah-Ku

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 13 Agustus 2017

Bacaan Alkitab: 6:52-71

Setiap kali kita berbicara tentang anugerah Allah bagi manusia yang sudah mati dalam dosa dan dihidupkan dan boleh percaya kepada Kristus, ditarik dan diberikan oleh Allah kepada Kristus, maka kita perlu mengingat bahwa Alkitab dan Injil Yohanes berbicara tentang panggilan Injil yang bersifat universal. Bukan hanya bagi orang-orang yang diselamatkan, tetapi kita diperintahkan untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Allah itu tidak rasis, bukan hanya menyelamatkan bangsa Yahudi saja, tetapi harus diberitakan ke seluruh SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan). Yoh 6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.",

Yoh 6:35 “Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

Yoh 3 : 16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kata “dunia” dan “barangsiapa” di sini mengacu pada siapa saja. Injil harus diberitakan ke segala tempat. Bahkan juga kepada orang-orang Kristen sendiri, karena banyak orang yang mengaku dirinya Kristen, tetapi belum benar-benar percaya kepada Tuhan.

Kali ini kita akan merenungkan hal ini dengan lebih detil. Apa yang Yesus berikan kepada semua orang namun tidak semua orang akan merespons. Ada orang-orang yang Tuhan pilih di dalam kedaulatan-Nya; Tuhan memilih umat-Nya, memilih Gereja-Nya, tidak semua orang di dunia ini. Kristus datang ke dalam dunia, mengasihi Gereja-Nya, menyerahkan nyawa-Nya bagi Gereja-Nya, Dia bukan menyerahkan nyawa-Nya bagi semua orang di dunia ini, tetapi dalam menyelamatkan Gereja-Nya itu, Dia memberitakan Injil kepada semua orang. Semua orang diberi kesempatan untuk mendengar dan mereka harus berespons kepada Tuhan. Penolakan mereka akan berita Injil menjadi condemnation/hukuman bagi mereka. Mereka yang menerima-Nya adalah sebenarnya sudah dipilih Tuhan sebelum dunia dijadikan. Ini adalah hal-hal yang tidak mudah untuk dipikirkan.

Apa yang Yesus berikan kepada dunia ini? Yoh 6:53 “Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.”. Ayat 53 mengatakan secara negatif, “jikalau kamu tidak makan …”, ayat 54 mengulang hal yang sama namun dengan mengatakannya secara positif “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.”.

Makan daging dan minum darah adalah bahasa yang sangat offensif. Kalau orang salah mengerti maka hal ini akan dianggap kanibal. Namun Tuhan Yesus tahu sekali, terutama bagi orang Yahudi, kalimat ini adalah ofensif sekali. Mereka bahkan tidak boleh makan daging yang masih ada darahnya, apalagi minum darah itu sendiri. Mengapa Yesus menggunakan kalimat yang offensif ini?

Kristus ingin menekankan dengan menggunakan kalimat yang offensif dan grafik ini, bahwa ketika engkau percaya kepada-Ku maka engkau harus menerima-Ku dan Aku akan masuk ke dalam tempat yang paling dalam di jiwamu. Engkau harus mengunyah daging dan masuk ke tempat yang paling dalam di jiwamu. Orang yang datang ke Gereja mendengarkan kotbah namun tidak sungguh-sungguh percaya, itu seperti tidak sungguh-sungguh makan Firman itu, tidak masuk ke dalam jiwa kita yang paling dalam.

Inilah keinginan Tuhan: makan daging-Ku, minum darah-Ku, engkau menerima-Ku dan masukkan Firman-Ku ke dalam jiwamu yang paling dalam. Engkau bersuka cita akan makanan dan minuman yang akan menghidupkan kamu. Firman yang hidup yang akan menghidupkan kita.

Saya di rumah mempunyai kelinci, peliharaan anak-anak saya. Setiap kali kelinci diberi makan, dia lompat lompat senang sekali. Saya rasa harusnya itulah sikap kita waktu kita datang ke Gereja waktu datang kepada Firman Tuhan. Itulah makanan-Ku yang akan menguatkan aku yang menghidupkan aku. Saya percaya Tuhan menginginkan kita datang kepada-Nya seperti demikian.

Yoh 6:55 memberikan penjelasan tentang hal ini “”Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.” Kata “benar-benar makanan” dikontraskan dengan makanan sehari-hari. Makanan sehari-hari itu bukan “benar-benar” makanan meskipun itu sangat enak, itu hanya memberi hidup untuk sementara. Engkau makan, namun lapar-lagi, engkau makan, lapar lagi, sampai engkau mati dan tidak bisa makan lagi. Tetapi ketika engkau makan daging-Ku dan minum darah-Ku, engkau makan dan minum yang sejati, sungguh-sungguh makanan yang membuat engkau tidak akan lapar lagi, tidak akan haus lagi. Makanan ini akan menopang engkau sampai selama-lamanya.

Yoh 6:56-57mengatakan “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” Ini adalah bahasa Yohanes mengenai persatuan, mirip seperti kiasan pokok anggur dengan carangnya. Tinggallah di dalam pokok anggur yang benar, maka engkau berbuah banyak, kalau engkau terputus dari pokok anggur maka engkau tidak dapat berbuat apa-apa, akan mati dan dibuang. Kalau engkau tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam engkau, Aku adalah hidup, dan engkau akan beroleh hidup selama-lamanya. In adalah bahasa Yohanes tentang union with Christ. Paulus berbicara tentang beriman di dalam Kristus, “united in faith, we are justified by grace alone, thru faith alone, in Christ alone”. Melalui iman di dalam Kristus, kita dipersatukan dan diselamatkan. Manusia lama kita sudah mati, dan kita hidup seperti Kristus yang mati dan bangkit. Sekarang hidup kekal itu boleh kita alami sampai selama-lamanya. Bahkan kematian fisik tidak akan memisahkan kita dari kasih Kristus.

Inilah tawaran dari Tuhan, datanglah dan percayalah kepada-Ku, dan kamu akan hidup karena Aku akan di dalam kamu dan kamu ada di dalam Aku.

Bagaimana Yesus dapat memberikan daging-Nya dan darah-Nya kepada kita.?

Yoh 6:51 dan Yoh 6:62 menunjukkan jawabannya kepada kematian Kristus.

Yoh 6:51 mengatakan “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Yoh 6:62 menyatakan “Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?” Keseluruhan pekerjaan Kristus di dunia, dari lahir, kematian-Nya di atas kayu salib, kebangkitan-Nya dan naik ke sorga, seluruhnya untuk memberikan daging dan darah-Nya kepada kita.

Kalau kita melihat perkataan Tuhan yang semakin jelas ini juga membuat penolakkan semakin jelas.

Yoh 6:41 “Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."

Yoh 6:52 “Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” Yoh 6:60 “Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" Yoh 6:66 “Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.”

Yoh 6:70 “Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis."

Kita boleh melihat bagaimana Kristus yang sudah menyatakan diri-Nya sebagai roti hidup melalui seluruh pekerjaan-Nya di dunia, dan kemudian ditolak oleh orang Yahudi. Penolakkan itu makin lama makin parah, makin keras, dari mulai bersungut-sungut, bertengkar satu sama lain, dan akhirnya mereka meninggalkan Yesus, bahkan dari dua belas rasul itu ada satu iblis di antara mereka. Dari 5000 orang laki-laki, atau sekitar 20000, kalau dihitung bersama-sama istri dan anak-anak mereka, sisa sebelas orang.

Apakah yang dikerjakan Kristus adalah sesuatu yang gagal, yang menyatakan manusia yang lebih berkuasa yang menentukan. Bahkan Iblis yang menang, yang menjauhkan manusia dari Kristus. Manusia yang dengan independensinya menyatakan tidak kepada Kristus. Dari 20000, jadi tinggal 11. Saya tidak bisa membayangkan posisi Kristus. Karya keselamatan ditolak oleh ribuan orang.

Apakah ini menyatakan Allah gagal.?

Yohanes menceritakan kisah ini untuk menyatakan dalam segala sesuatu yang di mata manusia itu ‘sepertinya gagal’, namun sesungguhnya di balik segala penolakkan manusia, Kristus adalah yang berdaulat akan segala sesuatu. Justru kedaulatan-Nya itu semakin jelas dalam penolakan manusia.

Ada beberapa petunjuk akan hal ini.

Setelah orang-orang mengundurkan diri, (Yoh 6:67) “Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" Kalimat ini mengagetkan.

Saudara , tempatkan dirimu sebagai Tuhan Yesus, setelah diikuti 20000 orang, dikejar-kejar orang sebagai Guru yang begitu hebat, kemudian satu-per-satu dari mereka pergi. Siapapun pemimpin di dunia ini, kalau pengikut-pengikutnya meninggalkan dia, adakah yang bisa menantang, bahkan seolah-olah mengusir “apakah kamu tidak mau pergi juga.” Di mata manusia bisa dilihat kalah, tetapi Allah mempunyai rencana yang berbeda dari rencana manusia.

Petunjuk yang kedua adalah nama Yudas disebut, padahal Yudas dalam bagian ini tidak berbuat apa-apa. Sepertinya Yudas itu begitu penting dalam bagian ini. Yoh 6:64 menyatakan “Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.”

Yoh 6:70 “"Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis." Ini menjadi peringatan bagi kita! Yudas yang tidak percaya meskipun ia bersama-sama dengan Kristus selama tiga setengah tahun. Yudas yang melihat Yesus melakukan mukjijat, ikut mengumpulkan dua belas bakul, yang melihat Yesus berjalan di atas air, membangkitkan orang mati, mendengar pengajaran Yesus yang penuh kuasa dan tidak seperti ahli-ahli taurat mengajar. Yudas yang bersama-sama dengan rasul lainnya sebagai orang-orang yang paling dekat dengan Yesus Kristus, tetapi dia tidak percaya.! Pendeta Stephen Tong memberi tema “Yudas yang berbahagia”. Siapa di antara kita yang tidak mau mendengar Tuhan Yesus sendiri yang berkotbah, melakukan mukjijat, memberi makan 20000 orang, membangkitkan Lazarus yang sudah mati empat hari?. Yudas menyaksikan itu semua dan dia tidak percaya.!!!  

Apakah kita akan percaya setelah melihat itu semua? Apakah kita akan percaya kalau tidak melihat itu semua?”

Apakah Tuhan gagal? Yoh 6:70-71 menyatakan “Namun seorang di antaramu adalah Iblis. Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.”  Yohanes pasal 6 dimulai dengan kisah Yesus memberi makan 5000 orang laki-laki, dan di akhiri dengan Yudas. Dimulai dengan 20000 orang, dan kemudian mereka meninggalkan Yesus satu persatu, sisa 12 orang, bahkan dari 12 orang murid, ada satu Iblis di antara mereka.! Akhir daripada Yoh 6 menyatakan iblis itu yaitu Yudas. Apakah betul Iblis yang menang, apakah otonomi manusia yang bisa menolak Tuhan itu yang menang?.

Yohanes mau menyatakan tidak. Justru kalau engkau punya mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar, di tengah-tengah segala penolakkan orang Yahudi, rencana Yudas untuk mengkhianati Yesus, maka sesungguhnya Tuhan Yesus adalah Tuhan yang berdaulat. Mengapa demikian? Karena Yesus dalam Yoh 6:70 mengatakan “Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis." Sebelumnya Tuhan Yesus tahu, (Yoh 6:64) “Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.” Dia mengetahui hati Yudas, Dia mengetahui hati manusia yang paling dalam. Yesus memilih 12 murid-Nya, termasuk Yudas. Artinya, di dalam rencana kejahatanmu, Iblis memang akan mempengaruhimu, engkau bisa menjual Aku, tetapi aku yang memilih engkau. Bukan kemauanmu sendiri engkau ada di tengah-tengah murid, dan engkau akan melakukan exactly apa yang menjadi rencana Allah yang berdaulat.

Apakah ini berarti Yesus memilih Iblis, yang ada di belakang Yudas? Mengapa Yesus memilih seseorang yang Dia tahu akan mengkhianati Dia? Kalau Yesus tahu, maka Yudas pasti mengkhianati Yesus bukan?  Apakah Yudas bebas, dan mengapa Yudas masih dipersalahkan dan bertanggungjawab atas kesalahannya? Saudara bisa menghabiskan seluruh hidup saudara untuk menjawab permasalahan ini, dan tidak selesai, kepada problem yang bisa ada. Seperti orang-orang Yahudi yang tersandung dengan apa yang Yesus katakan, ketika Yesus menyerahkan daging-Nya, darah-Nya, orang-orang tersandung bagaimana juruselamat dunia bisa mati, yang katanya menyelamatkan dunia, namun tidak bisa menyelamatkan diri-Nya sendiri. Salib memang batu sandungan dan kebodohon bagi orang-orang pada jaman itu.

Kita bisa juga tersandung akan masalah dalam bagian ini. Atau kita bisa melihat Yoh 6, bahwa kita sedang masuk ke dalam tempat kudus Allah. Saya percaya Yohanes ingin mengajarkan hal ini. Menyadari kita sedang masuk tempat kudus Allah, bukan berarti tidak ada kesulitan untuk mengerti secara tuntas, tetapi kita menyadari kita itu terbatas. Allah berdaulat, Dia yang mengerti seluruh apa yang akan terjadi. Kita akan menghadapi kesulitan kalau kita hanya berfokus kepada pikiran kita yang terbatas, yang mau mengerti dengan pemikiran kita sendiri.

Mazmur 73 juga bergumul tentang hal ini, melihat keadaan orang-orang fasik yang melawan Tuhan, yang mengatakan Allah itu tidak ada, yang hidup sesuai kehendak mereka sendiri.

Mazmur 73 mengatakan mereka hidupnya lancar, hidupnya nyaman, sedangkan aku yang taat kepada Tuhan, yang menjaga kebersihan tanganku, tetapi setiap hari aku mendapat penderitaan . Ketika aku mencoba mengerti mengapa bisa begitu, maka itu menjadi kesulitan di mataku. Mengapa orang benar mendapatkan begitu banyak kesulitan, namun orang fasik hidupnya seperti lancar? Tidak ada jawaban sampai Mazmur 73:17 menjadi turning point: sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan aku mengerti apa yang Tuhan sedang kerjakan. Bukan berarti seluruhnya bisa kita mengerti, tetapi kalau ada jawaban atas pergumulan manusia, maka jawaban itu ada pada Allah. Dia adalah Allah yang berdaulat, yang maha bijaksana.

Ini adalah gambaran besar dari Yoh 6. Di tengah segala pekerjaan Kristus yang sepertinya gagal. Ketika penolakkan semakin besar, ketika Iblis seolah-olah menang, Kristus mengatakan “tidak”. Karena memang iblis ada di tengah-tengahmu dan iblis sedang bekerja dengan giat, tetapi Aku yang menempatkan iblis persis di tempat dia berada. Iblis akan bekerja sesuai dengan niat jahatnya. Yudas akhirnya digerakkan oleh iblis dan menjual Yesus; iblis menggerakkan imam-imam besar, Pilatus untuk membunuh Yesus. Tetapi tanpa mereka sadari, mereka sedang menggenapi rencana Allah yang kekal untuk menyelamatkan umat manusia.

Matius 7 mengatakan memang Anak Manusia akan pergi sesuai dengan rencana Allah, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia akan diserahkan. Sepertinya seolah olah iblis menang, akhirnya dia berhasil. Sejak Yesus lahir, iblis mau membunuh Dia, iblis menggerakkan Herodes untuk membunuh semua anak di bawah 2 tahun. Sampai Yesus berumur 33 setengah tahun, akhirnya iblis berhasil menggerakkan semua pemuka agama, memojokkan Yesus, menyalibkan Dia. Namun iblis tidak mengerti, bahwa di dalam kedaulatan Allah, justru kejahatan iblis, Yudas dan orang-orang yang tidak percaya, akhirnya menggenapi rencana Tuhan yang kekal.

Ini memberi dampak yang besar bagi kita, ini adalah prinsip yang sangat penting bagi kita. Di tengah-tengah keadaan yang sepertinya iblis menang, sepertinya kejahatan menang, sepertinya Kristus tidak mempunyai kekuatan apa-apa, sadarlah dan bergantunglah kepada Tuhan, bahwa Dia adalah Allah yang berdaulat. Dia mengasihi anak-anak-Nya, Dia sedang bekerja di dalam hal-hal yang kita tidak tahu, Dia memberi kekuatan kepada kita dalam segala pergumulan, malapetaka, ombak laut yang besar. Seluruhnya Tuhan ijinkan untuk terjadi di dalam rencana-Nya yang kekal, untuk membawa kita persis di dalam rencana-Nya, untuk menyatakan kebaikan-Nya.

Justru ditengah-tengah penolakkan orang Yahudi, dan pengkhianatan Yudas, Yesus mengatakan “Aku sendiri yang memilih kamu”. Biarlah kita percaya akan Kristus yang demikian, dan kita akan melihat melalui kematian-Nya di atas kayu salib, sepertinya kegagalan Kristus adalah paling puncak, tetapi sebenarnya di situlah justru kemenangan Kristus yang paling puncak. Drama yang besar, kisah yang ajaib, biarlah membawa kita beriman, makin terus taat kepada Tuhan. Kita akan mengerti to some extent Tuhan sedang bekerja memimpin kita di tengah segala pergumulan, sepertinya kejahatan yang menang. Biarlah kita boleh bergantung kepada Tuhan dan Tuhan pasti menyatakan kuasa-Nya.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya