Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa

Ibadah

Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 6 Agustus 2017

Bacaan Alkitab: Yoh 6:41-51

Kita membahas bukan hal-hal yang gampang, bukan hanya memilih bagian-bagian yang mudah diterima. Kalau kita hanya mencomot bagian-bagian tertentu dan berputar-putar di situ, maka kita tidak akan mendapatkan kedalaman pengertian seperti yang diinginkan oleh penulis Alkitab. Kadang kadang jemaat merasa itu tidak perlu, tetapi Tuhan sudah memberikan Firman di dalam Alkitab, itu berarti penting bagi kita. Tuhan tidak menyatakan Firman-Nya untuk kesia-siaan. Kita akan menghadapi bagian yang sulit dan kontroversial. 

Kali ini kita akan membahas sesuatu yang kontroversial. Bagian ini adalah perkataan Tuhan yang penting bagi kita. Khususnya Yoh 6:44, di situ Tuhan mengatakan “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.” Bagian kalimat “akan Kubangkitkan pada akhir zaman” tidak terlalu sulit karena bagi kita, anak-anak Tuhan, karena Bapa telah memberikan mereka kepada Kristus, dan Kristus akan menjaga mereka selama-lamanya, membangkitkan mereka dan memberikan hidup kekal. Tetapi hal yang kontroversial adalah “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku”.

Bagian kontroversial karena menjadi bahan perdebatan dua school of theology yang berbeda, yang mengartikannya menjadi dua hal yang  berbeda.

Penafsiran pertama mengatakan : tidak ada yang datang kepada Kristus kalau tidak ditarik Bapa, dan Bapa menarik semua orang, tetapi hanya sebagian orang yang datang kepada Kristus dan kemudian diselamatkan. Dengan demikian Bapa yang menarik semua orang itu tidak menyebabkan orang datang kepada Kristus. Bapa menarik semua orang hanya untuk memberikan kemungkinan orang itu datang. Dengan kata lain, orang yang datang itulah yang memberikan keputusan yang menentukan untuk dia boleh percaya dan diselamatkan oleh Kristus.

Semua pihak memang setuju bahwa tanpa Bapa menarik maka tidak mungkin orang itu datang. Bapa menarik semua orang tetapi hanya sebagian orang yang datang kepada Kristus. Dengan kata lain, ketika Bapa menarik semua orang itu, hal itu tidak menjadikan mereka datang kepada Kristus. Tetapi hanya memberikan kemungkinan bagi orang itu untuk datang kepada Kristus. Artinya keputusan orang itulah yang menentukan apakah dia diselamatkan atau tidak.

Penafsiran atau pandangan yang kedua : tidak ada seorangpun yang datang kepada Kristus tanpa ditarik oleh Bapa DAN semua orang yang ditarik oleh Bapa itu pasti akan datang kepada Kristus. Karena tarikan Bapa itu yang membuat orang datang kepada Kristus. Faktanya tidak semua orang datang kepada Kristus, artinya memang tidak semua orang ditarik oleh Bapa. Ada orang yang memang tidak ditarik oleh Bapa.

Pandangan pertama decisive cause-nya adalah manusia, sedangkan pandangan kedua decisive cause-nya adalah Bapa. Mana yang benar dari dua pandangan ini? Betapa pentingnya kita mengerti dan menjawab bagian ini dengan tepat. Jawaban ini merupakan kebenaran yang memberi dampak yang besar sekali di dalam hidup kita sebagai anak-anak yang Tuhan. Ada orang yang yang berpendapat kalau pergi ke Gereja, otaknya ditaruh di luar, yang perlu hanyalah Roh. Tidak saudara, kita memang perlu Roh, kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita, segenap jiwa kita tetapi juga dengan segenap akal budi kita.   

Untuk mengerti ayat Yoh 6:44 dengan benar kita perlu mengenal konteksnya. Konteksnya adalah Yesus sedang mengajar di Sinagog (lihat ayat 6:59). Kalau saudara lihat pengajaran Yesus, semakin hari, Yesus mengalami penolakan. Yoh 6:41 “Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga." Mereka berpikir, siapa sih Dia, kami kenal siapa orang tua-Nya, tahu Dia sejak kecil. Bagaimana Dia bisa mengatakan Dia turun dari surga. Inilah yang menyebabkan mereka bersungut-sungut dan tidak bisa menerima Dia. Charles Spurgeon mengatakan kita datang kepada Kristus seperti ulat yang makan daun. Ulat itu makin kuat makin besar dan berubah menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu yang indah. Tidak ada gunanya ulat itu berjalan-jalan di atas daun yang hijau tetapi dia tidak makan daun itu. Ini adalah gambaran yang bagus. Engkau tidak ada gunanya datang Gereja dan mengantuk, bahkan mungkin Tuhan murka. Engkau sudah datang ke rumah Tuhan namun tertidur. Biarlah kita datang ke rumah Tuhan, makanlah Firman itu, seperti ulat makan daun yang hijau itu, yang memberi kekuatan rohani kepada kita.

Tetapi orang-orang Yahudi itu grumble, karena perkataan Yesus tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan dan mengerti. Tuhan Yesus mengatakan Akulah roti hidup yang turun dari surga. Namun orang-orang Yahudi itu sangat tidak bisa menerima hal itu, mereka pikir mereka tahu orang-tua-nya, mereka tahu siapa Dia dari kecil. Mungkin kita juga sama seperti mereka juga, karena kita memiliki pemikiran kita sendiri yang sudah kita bawa. Biarlah kita mohon Tuhan bekerja dan berkata-kata ke dalam hati kita, untuk membongkar hati kita, memberi kebenaran, dan membawa kita kepada isi hati Tuhan.

Pertentangan ini semakin tajam, Yoh 6:51 Tuhan Yesus sekali lagi menegaskan “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."” Tuhan Yesus di sini jelas mengacu kepada kematian-Nya untuk menyelamatkan dunia ini. Ayat 6:52 mengatakan orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan." Mereka sulit menerima apa yang Tuhan Yesus katakan, hal itu tidak sesuai dengan konsep pengertian mereka. Tuhan mau membongkar pengertian itu.

Yoh 6:43-44 adalah respons Tuhan Yesus terhadap sungut-sungut mereka, Tuhan Yesus mengatakan “Jangan kamu bersungut-sungut. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku” Semakin mereka menolak Kristus, semakin eksplisit Tuhan Yesus mengatakan ketidakmungkinan mereka untuk datang kepada Kristus dengan pemikiran mereka sendiri. Pemikiran yang berdasarkan analisa independen, terlepas dari Firman Tuhan dan pekerjaan Roh-Kudus dan pekerjaan Allah Bapa yang menarik engkau kepada-Ku.

Apa arti ayat 6:44a ini dan mengapa Kristus mengatakan ini sebagai respons terhadap sungut-sungut mereka?

Kalau saudara perhatikan penafsiran yang kedua adalah yang jelas sesuai dengan maksud Yohanes. Dalam penafsiran pertama, Allah menarik semua orang, namun decisive cause-nya adalah keputusan orang itu; kalau mereka tidak datang, maka tarikan Allah itu tidak berarti apa-apa. Dalam penafsiran yang kedua, semua yang ditarik oleh Bapa (bukan semua orang), pasti akan datang kepada Kristus, sehingga tarikan Bapa sebagai decisive-cause apakah orang diselamatkan atau tidak.

Hal ini tidak bertentangan dengan kita datang dan percaya kepada Kristus karena kita ingin datang. Kita akan percaya karena Bapa menarik kita. Kita hanya mungkin datang dan percaya karena Bapa menarik kita. Tanpa tarikan Bapa tidak seorangpun yang bisa datang kepada Kristus. Tetapi ketika Bapa sudah menarik kita, maka kita pasti datang; sehingga yang menjadi decisive cause adalah pekerjaan Bapa, bukan keputusan orang.

Kita akan melihat dua bagian Firman Tuhan yang mengkonfirmasi kebenaran ini:

-       Yoh 6:37 “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Kata  “diberikan Bapa” mempunyai arti yang sama dengan Yoh 6:44 “ditarik oleh Bapa”. Ketika kita datang kepada Kristus maka itu karena Allah memberikan kita kepada Kristus. Kita datang itu karena keinginan kita, tetapi itu terjadi karena Allah terlebih dahulu sudah menarik dan menggerakkan kita sehingga kita datang dan percaya kepada Kristus.

-       Yoh 6:65 Tuhan Yesus sekali lagi secara eksplisit namun sedikit berbeda mengatakan “Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Kata “mengaruniakannya” ini mempunyai pengertian yang sama dengan “menarik dia” dalam Yoh 6:44. Di sini, Yesus secara eksplisit mengaplikasikan Yoh 6:44 kepada orang yang tidak percaya, khususnya Yudas, Yoh 6:64 “Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.” Dalam Yoh 6:65 Yesus menjelaskan fakta bahwa ada orang yang tidak percaya “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Tuhan Yesus mau menegaskan fakta bahwa Yudas dan setiap orang yang tidak datang kepada Kristus, memang tidak seorang dapat datang kepada-Ku kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepada-Nya.

Kalau saudara masukkan penafsiran pertama ke dalam konteks ini, maka ini tidak masuk akal. Kalau semua orang dikaruniakan oleh Bapa kepada Kristus, tetapi ada fakta ada orang yang tidak percaya seperti Yudas, maka ini doesn’t make sense. Kaitan antara Yoh 6:44a dengan Yoh 6:65, ada orang yang tidak percaya dan “itulah sebabnya tidak seorangpun dapat datang kepada-Ku kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepada-Nya”. Memang Allah tidak menarik Yudas, namun Allah menarik orang-orang lain untuk percaya kepada Kristus.

Allah membiarkan Yudas di dalam keserakahannya dan dosanya yang mencuri. Allah melakukannya dengan adil, seperti Allah membiarkan kita dalam dosa-dosa kita, karena kita memang tidak layak menerima segala kebaikan Allah. Paulus sendiri mengatakan “kita sendiri adalah orang-orang yang patut dimurkai Allah” (lihat Efesus 2:3).

Tetapi kalau Bapa menarik kita supaya kita boleh datang kepada Kristus, yang mengenyangkan jiwa kita yang paling dalam, maka itu adalah semata-mata adalah anugerah Tuhan. Why have you chosen me Lord out of millions Your child to be, You know all my iniquities. Engkau tahu segala dosaku tetapi Engkau memilih aku, itu hanya karena anugerah-Mu.

Saya akan simpulkan dengan menjawab pertanyaan “Mengapa Yesus mengatakan hal ini sebagai respons terhadap orang Yahudi yang bersungut-sungut?” Tuhan Yesus mau mengatakan bahwa kalau engkau terus bersungut-sungut, engkau tidak mungkin percaya kepada-Ku. Karena semakin engkau bersungut-sungut, semakin engkau akan merasa benar, dan semakin engkau akan menolak-Ku. Engkau tidak mungkin percaya kepada-Ku berdasarkan pemikiran dan pengamatanmu sendiri. Lebih baik engkau diam, mendengar dengan sungguh-sungguh, dan berdoa kepada Allah “kalau benar Yesus adalah roti yang turun dari surga, maka engkau akan menemukan bahwa Allah adalah penuh dengan belas kasih”. Lebih lagi, engkau akan semakin kagum karena belas-kasih-Nya kepadamu justru telah dinyatakan sebelum engkau bisa berseru kepada-Nya. Tuhan akan bukakan hatimu dan menyatakan bahwa apa yang Tuhan katakan adalah benar; dan bahkan belas kasih-Nya sudah dinyatakan sebelum engkau berdoa. Ini adalah jawaban Tuhan bagi orang Yahudi yang bersungut-sungut dan mungkin juga bagi kita saat ini. Buka hatimu dan Tuhan akan memimpin engkau.

Saya akan lanjutkan dengan lima akibat daripada anugerah Allah bagi kita. Ketika kita mengerti bahwa Bapa telah menarik kita kepada Kristus dan semua orang yang ditarik oleh Bapa itu pasti akan datang. Tetapi kalau ada orang yang tidak datang, itu artinya Tuhan membiarkan mereka dalam kekerasan hati mereka. Tuhan melakukan itu dengan adil karena dosa dosa mereka.

Kelima anugerah itu adalah :

1. Anugerah itu akan membuat kita menjadi rendah hati. Karena Bukan berdasarkan kita sendiri kita percaya. Memang kita percaya sesuai dengan keinginan kita. Tetapi keinginan itu karena Bapa kita yang telah menarik kita terlebih dahulu. Kedatangan kita kepada Kristus bukan yang membuat kita diselamatkan. Namun karena dibelakangnya ada Bapa yang menarik kita untuk datang kepada Kristus. Sehingga kita sadar bahwa seluruh keselamatan kita adalah semata-mata karena anugerah Tuhan, sola gracia. Hal ini pasti membuat kita menjadi rendah hati; aku ada sebagaimana aku ada karena anugerah Tuhan. Seluruh jati diriku, keselamatanku adalah karena anugerah Tuhan. Semua orang yang tidak percaya hal ini akan menjadi orang Kristen yang arrogant. Sola artinya “hanya”, tanpa hanya anugerah Tuhan maka tidak mungkin kita percaya. Arrogant Christian sebenarnya tidak ada, seperti membayangkan segitiga yang bulat. Kalau dia sungguh-sungguh sadar, pasti dia akan menjadi rendah hati. John Piper pernah memberi contoh, suatu saat dia ke toko buku, dan mencari buku tentang self-help yang berbicara tentang humility. Dia hampir tidak menemukannya, dan dia mulai sadar ketika humility dibuang maka Tuhan juga dibuang. Doktrin sola gracia membuat kita rendah hati (humble).

2. Kita akan menjadi orang Kristen yang penuh ucapan syukur. Why have You chosen me – ini bukanlah suatu kalimat protes. Seorang teolog mengatakan bahwa itu adalah kalimat yang pertama yang kita katakan kepada Tuhan waktu kita bertemu muka-dengan-muka dengan Dia: why do You love me Lord. Sadar bahwa kita layak menerima murka Tuhan. Orang-orang di neraka akan selama-lamanya berteriak my God my God why have You forsaken me – ditinggalkan Tuhan selama-lamanya. Karena itu kita harus penuh dengan ucapan syukur bukan penuh dengan sungut-sungut, protes, ketidakpuasan, kedengkian di dalam hati kita.

Kita akan memiliki kepuasan hidup. Bukan masalah orang berapa kaya, berapa pintar, dsb. Ucapan syukur itu bertentangan dengan pride. CS Lewis mengatakan bahwa pride is essentially competitive. Orang tidak sombong karena dia pintar, kaya, dlsb. namun dia menjadi sombong karena dia lebih pintar, lebih kaya, dlsb. Pintar dan kaya itu sebenarnya bukan masalah. Kalau se-seorang kaya namun hidup di antara orang-orang yang lebih kaya dari dia, maka dia tidak bisa sombong. Namun ketika dia ingin lebih kaya, maka dia akan sombong, dan kesombongan itu akan menghancurkan relasi satu dengan lain. Anak-anak Tuhan haruslah penuh dengan rendah hati, penuh ucapan syukur kepada Tuhan; dan ini akan memberikan suka cita bagi mereka.

3 Doktrin Allah yang menarik kita kepada Kristus, memberikan kepastian yang tak tergoncangkan. Bapa yang memberikan kita kepada Kristus sehingga kita pasti datang kepada Kristus. Waktu kita datang kepada Kristus, Kristus akan memelihara selama-lamanya, dan kita akan dibangkitkan pada akhirnya, dan seluruhnya adalah kehendak Bapa yang berdaulat. Kehendak Allah memberikan kepastian yang tidak tergoncangkan. Tidak ada yang lebih pasti lagi daripada kehendak Bapa. Bagaimana saya tahu bahwa saya adalah orang yang dipilih oleh Tuhan. Kita tahu itu kalau kita datang dan percaya kepada Tuhan. Roma 10:9 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Mengaku dengan mulut dalam kitab Roma adalah engkau sedang mempertaruhkan hidupmu. Karena bagi orang Roma, tidak ada tuhan selain kaisar. Kalau engkau mengaku kaisar bukan tuhanmu melainkan Yesus Tuhanmu, maka engkau akan dianggap pengkhianat dan nyawamu terancam. Mengaku dengan mulut berarti engkau sedang mempertaruhkan hidupmu. Ketika kita sadar bahwa tidak ada apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus, inilah iman yang sejati. Kehendak Bapa menarik kita kepada Kristus, dan Kristus akan memelihara kita selama-lamanya. Biarlah kita memiliki kerendahan hati, ucapan syukur, assurance of salvation. Bukan karena keputusanku, aku diselamatkan. Dibalik keputusanku ada tangan Tuhan yang menggerakanku sehingga aku bisa percaya. Jauh lebih kuat dan dahsyat daripada keputusanku. Kita harus datang dan percaya kepada Kristus, tetapi dibalik kedatangan kita ada tangan Bapa yang membawa kita kepada Kristus. Itulah assurance of salvation yang tidak tergoncangkan.

4. Selalu ada pengharapan bagi orang berdosa. Jikalau percaya kepada Kristus tergantung kepada keputusan orang, maka sesungguhnya kalau kita berhadapan dengan orang yang sudah puluhan tahun menolak Kristus, masih ada pengharapankah bagi orang itu. Seperti orang sakit kanker yang dokter perkirakan dua minggu lagi akan mati. Masih ada kemungkinankah dia tidak menolak. Kalau keselamatan itu berdasarkan keputusannya, maka tidak ada pengharapan. Tujuh puluh tahun dia sudah menolak, tinggal dua minggu lagi, dia pasti menolak lagi. Tetapi kalau keselamatan itu tergantung kepada Bapa yang berdaulat, kita masih bisa berdoa bagi dia. Kita tidak tahu apakah dia orang pilihan, tetapi kita masih mempunyai pengharapan, kita masih bisa berseru kepada Tuhan supaya Tuhan bukakan hatinya dan dia boleh datang kepada Tuhan. Kalau itu adalah pekerjaan Tuhan maka selalu akan ada pengharapan. Bagi manusia tidak mungkin, tetapi bagi Allah selalu mungkin.

5. Seluruh kemuliaan hanya bagi Tuhan, Soli Deo Gloria. Inilah sebabnya Allah menyelamatkan manusia dengan cara demikian – dari awal hingga akhir - supaya segala hormat dan pujian bagi Dia. Mazmur 115:1 mengatakan “Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!”

Yesus tidak mengajar Yoh 6:44 untuk menimbulkan kontroversi tetapi untuk memanggil orang berdosa pulang, supaya engkau tidak lapar lagi dan tidak haus lagi. Karena Bapa sudah menarik engkau, maka tantangan bagi saudara adalah datanglah dan percayalah kepada Kristus, seperti seorang yang lapar dan haus yang terus gelisah sampai kita bertemu dengan Dia.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya