Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Kristus adalah Lapar dan Dahaga Jiwamu yang Terdalam

Ibadah

Kristus adalah Lapar dan Dahaga Jiwamu yang Terdalam

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 30 Juli 2017

Bacaan Alkitab: Yohanes 6:26-40

Fokus kita kali ini adalah Yoh 6:30-40. Sebelumnya Yoh 6:27-29 itu hanya menjadi background bagi ayat-ayat selanjutnya. Yoh 6:30-40 dapat dibagi menjadi dua bagian besar untuk menolong kita mengerti bagian ini dengan lebih baik. Ayat 30-36 adalah bagian pertama, yang menyatakan bahwa Allah memberikan Kristus kepada orang Yahudi, yang kemudian menolak Kristus.  Bagian kedua adalah Allah memberikan umat-Nya kepada Kristus dan kemudian diterima dan dijaga selamanya oleh Kristus.

Bagian pertama boleh dimengerti sebagai kegagalan respons dan tanggung jawab manusia. Allah memberikan Kristus kepada orang Yahudi. Mereka harus berespons tetapi mereka gagal. Bagian kedua adalah keberhasilan yang pasti dari rencana kedaulatan Allah. Allah yang memberikan umat-Nya kepada Kristus, diterima dan dijaga selamanya. Pasti Tuhan akan berhasil untuk memelihara dan menyelamatkan umat-Nya.

Saudara boleh memperhatikan firman kali ini, karena : Iman muncul dari pendengaran akan Firman Tuhan. Iman bertumbuh atas dasar kebenaran Firman Tuhan.

Sebelum bagian ini, kita melihat kisah lima roti dan dua ikan, dan kisah Yesus berjalan di atas air. Orang banyak mencari Yesus karena mukjijat yang Dia lakukan. Ketika mereka menemukan Yesus, mereka berkata (Yoh 6:25-26) “"Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” Kemudian Yesus menegur mereka “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal”. Apa artinya bekerja untuk makanan yang tidak dapat binasa?

Yesus mengatakan: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." Percayalah kepada-Ku, itulah makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal.

Setelah itu pada Yoh 6:30 mereka menjawab Yesus “"Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?” Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."

Saudara mungkin bingung mengapa mereka menjawab seperti itu. Bukankah mereka sudah melihat Yesus membuat mukjijat memberi makan ribuan orang, melihat kuasa Tuhan Yesus, mengapa mereka masih bertanya “tanda apakah yang Engkau perbuat?” Boleh disimpulkan, itu karena perut mereka sudah lapar lagi, mereka mencari roti-lagi. Mereka mengkaitkan dengan kisah Manna, makanan yang turun dari surga, di Perjanjian Lama. Musa memberi mereka makan bukan cuma satu kali, Musa memberi makan setiap hari selama 40 tahun.

Karena itu kalau Engkau mau kami percaya kepada-Mu, lakukanlah itu setiap hari, dan kami akan percaya kepada-Mu.

Dalam Yoh 6:32-33 Yesus menjawab dengan meluruskan dua kesalahan mereka dan kemudian memberikan suatu yang sangat berharga. Yesus mengatakan: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.” Yang kedua adalah tujuan Allah memberikan roti Manna melalui Musa setiap hari, adalah menunjuk kepada sesuatu yang lebih besar dari Manna itu. Bukan sekedar memenuhi perutmu yang lapar itu, bukan hanya membuat engkau kenyang, tetapi untuk menguji engkau.

Ul 8:3 mengatakan “Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.” Sekarang Firman itu ada di hadapanmu, inilah pemberian yang sangat berharga. Aku sekarang berdiri di hadapanmu, Akulah roti yang sesungguhnya, seluruh Manna adalah menunjuk kepada diri-Ku. Yoh 6:33 mengatakan “Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Kita harus memperhatikan penekanan bahwa Allah sedang mengerjakan sesuatu di dalam Kristus. Allah sedang memberikan roti yang sesungguhnya dari surga bagi engkau, dan juga bagi setiap orang yang percaya, yang menerima roti itu.

Ini juga menjadi panggilan bagi kita. Kita tahu selanjutnya Yesus mengatakan (Mat 28:19-20) pergilah beritakanlah Injil kepada seluruh dunia. Kita harus mengerti bahwa Kristus adalah roti yang sesungguhnya yang memberi hidup kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya; dan untuk itulah kita harus memberitakan Injil. Pendeta Stephen Tong mengadakan KPIN yang berjudul “Bertobatlah, mengapa engkau binasa” Terimalah roti hidup ini, yang berasal dari sorga, yang diberikan oleh Allah, Kristus diutus oleh Bapa, diberikan kepada dunia ini. Mengapa engkau harus binasa? Percayalah dan engkau akan diselamatkan. Yesaya 55:3 mengatakan “Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!”

Biarlah kita diingatkan pentingnya berbagian dalam pekerjaan Tuhan untuk memberitakan Injil. Kalau kita sudah menerima roti hidup itu, Tuhan juga mengutus kita untuk memberitakan Injil di sekeliling kita, ke tempat-tempat yang jauh, sejauh yang Tuhan percayakan kepada kita.

Kita melakukan KKR regional, ini adalah suatu kesempatan bagi kita. Kalau kita sadar kita sudah menerima roti yang berharga itu, yang sudah menyelamatkan dan memberi kepuasan bagi jiwa kita, maka kita (yang sudah menerima dan makan roti yang memberi kehidupan itu ) juga harus beritakan kepada dunia, kemanapun Tuhan percayakan kepada kita. Pengalaman KKR regional adalah sangat berharga, melihat ke desa-desa, ke kampung-kampung, melihat begitu banyak orang yang belum percaya kepada Kristus. Ketika kita pergi ke sana, biarlah kita boleh mengasihi mereka. Ada begitu banyak kesulitan dan penderitaan yang mereka alami. Memberitakan Injil kepada mereka adalah suatu privilege, bukan hanya menjadi berkat bagi mereka, tetapi kita sendiri semakin kaya. Kita semakin sadar begitu banyak hal yang baik, mendorong kita berbelas kasih, seperti Tuhan sendiri sudah berbelas kasih kepada kita. KKR regional adalah berkotbah ke sekolah-sekolah. Kita akan mengikuti latihan-latihan sebagai pengkotbah awam untuk memberitakan Injil kepada anak-anak di sekolah-sekolah tersebut.

Roti yang memberi hidup, yaitu Kristus, telah diberikan kepadamu. Tetapi kata mereka kepada-Nya (Yoh 6:34) “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Yang terjadi adalah persis seperti Nikodemus, persis seperti perempuan Samaria. Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus “Engkau harus dilahirkan kembali” namun Nikodemus menjawab “bagaimana aku bisa masuk lagi ke dalam Rahim ibuku”. Tuhan Yesus berkata kepada perempuan Samaria “Akulah air hidup, ketika engkau menerima Air itu, engkau tidak akan haus lagi, tapi air itu akan menjadi mata air di dalam jiwamu.”, maka perempuan itu berkata “berilah aku air itu sekarang supaya aku tidak harus datang ke sumur ini setiap hari”. Orang Yahudi, Nikodemus, perempuan Samaria, terus memikirkan hal-hal fisikal. Maka Yesus dalam Yoh 6:35 menjawab secara eksplisit untuk pertama kalinya kepada mereka "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Ini adalah jawaban yang sangat indah, sangat penting untuk kita perhatikan.

Kalau kita mengerti sungguh-sungguh perkataan Kristus ini, bahwa Kristuslah roti hidup, ini akan mengubah seluruh hidup kita, mengubah kerohanian kita. Yoh 6:35 mendefinisikan akan kelaparan dan dahaga jiwa kita yang terdalam, dan kemudian menjelaskan kepada kita tentang natur iman yang sejati. Apa itu kelaparan dan dahaga kita yang sesungguhnya. Apa yang sebenarnya yang kita cari? Ada sesuatu yang hilang di dalam hati kita. Alkitab mengatakan biarlah Roh Kudus bekerja di dalam hati kita untuk dapat mengerti bagian ini.

Alkitab mendefinisikan kelaparan dan dahaga jiwamu yang terdalam bukanlah seks, bukanlah cinta dari orang yang kau kasihi, bukanlah dari anak-anakmu, bukanlah uang, hobi atau apapun yang kita pikir dapat memuaskan kita. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan kelaparan dan dahaga jiwamu yang terdalam adalah lapar akan roti hidup, dahaga akan air hidup. Inilah kelaparan dan kehausanmu yang paling dalam. Engkau lapar dan haus akan Kristus: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

Biarlah ayat ini boleh sungguh mengingatkan kita, seperti Agustinus mengatakan “You have created us for Yourselves, oh Lord, and our heart are restless till we find rest in Thee” Hatiku terus gelisah, aku terus puaskan dengan uang, dengan seks, dengan kekasih yang aku dapatkan di dunia ini, namun hatiku terus kosong, terus lapar, terus haus, sampai aku bertemu dengan Kristus, sampai aku menyadari bahwa Dia-lah roti hidup. Bukan berarti kita tidak perlu Kristus lagi setelah kita percaya, tetapi ketika kita lapar lagi kita tahu kemana kita harus datang. Kita tidak akan datang kepada seks, kepada kasih daripada orang lain, kepada power dari pekerjaan kita. Kita akan datang kepada Kristus, karena Dialah roti dan air hidup yang akan memuaskan lapar dan dahaga jiwa kita yang paling dalam.

Bukan berarti uang, keluarga, cinta dari kekasih tidak penting, tetapi kalau itu yang menjadi utama di dalam hidup kita, maka hal-hal itu tidak akan pernah memuaskan lapar dan dahaga jiwa kita. Melainkan membuat kita menjadi semakin kosong. Ada seseorang yang suaminya sakit parah, uangnya banyak, perusahaannya banyak, namun masih menjaga toko tidak menjaga suaminya. Apa yang kamu cari sebenarnya? Uang sudah cukup banyak, rumah besar sekali, suami sudah hampir mati namun tidak dikunjungi.

Kalau kita tidak menempatkan Kristus sebagai yang terutama, maka kita akan hancur. Karena itu Yesus mengatakan jika matamu menyesatkan engkau, cungkil matamu, jika tanganmu menyesatkan engkau potong tanganmu. Kalau hal-hal yang bukan utama menjadi yang utama di dalam hidupmu, congkel dan potonglah itu. Tentu ini bukan pengertian yang literal, tetapi kalau ada sesuatu yang menggantikan Kristus, buanglah itu. Karena lebih baik kalau satu anggota tubuhmu binasa, daripada seluruh tubuhmu masuk ke neraka.

Ada cerita yang sungguh-sungguh terjadi, 20 Juli 1993, seorang yang bernama Donald Wyman [1], seorang yang bekerja di mining company, dan dia disuruh membabat hutan. Dia mulai menebang pohon seorang diri, di dalam proses itu ada pohon yang tumbang dan menimpa kaki dia. Dia berusaha mendorong pohon itu namun tidak bisa. Kakinya patah, dia meminta tolong sekuat tenaga namun tidak ada yang menolong. Matahari sudah mulai terbenam, maka dia melakukan sesuatu yang unthinkable, dia potong kakinya sendiri. Akhirnya dia pergi dari situ dan dapat pergi ke rumah sakit. Apakah saudara akan memotong kaki saudara dalam keadaan seperti itu?

Biarlah kita bisa melakukan itu, bukan secara literal, tetapi kita harus membuang hal-hal yang tidak harus diutamakan. Tuhan menuntut kita mengikut Dia secara total, supaya kita tidak akan lapar lagi, dan tidak akan haus lagi. Dialah yang akan memuaskan jiwa kita yang terdalam dan tidak boleh ada hal yang lain. Inilah iman yang sejati. Kita datang kepada Kristus sebagai satu-satunya pribadi yang akan memuaskan lapar dan dahaga jiwa kita. Iman yang sejati bukan sekedar setuju bahwa Yesus adalah Juruselamat.

Yak 2:19 mengatakan “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.” Tetapi Iblis tidak pernah datang kepada Kristus sebagai satu-satunya yang memuaskan dahaga jiwanya. Iblis tidak pernah menyembah Kristus di atas segala-galanya. Iblis justru melakukan apa saja untuk menjauhkan kita dari kepuasan yang sejati, yaitu Kristus. Iblis menjauhkan kita supaya kita menemukan kepuasan dalam hal-hal lain. Ini menjadi tipuan Iblis, sehingga kita tidak sungguh sungguh mengenal Kristus yang adalah roti hidup, air hidup yang dari surga. Kristus adalah pribadi yang harus kita sembah, mengasihi Dia dengan segenap hati dan segenap jiwa. Itulah panggilan Tuhan bagi setiap kita.

Tetapi orang-orang Yahudi tidak percaya, dan menjadi contoh negatif bagi kita. Yoh 6:36, Tuhan Yesus berkata “Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.” Roti hidup ada di hadapan mereka, dan mereka tidak mau datang dan tidak percaya.

Apakah berarti pekerjaan Tuhan itu gagal? Mereka hanya mau roti fisik yang hanya akan memuaskan perut mereka. Mereka merasa tidak perlu akan roti hidup itu. Kalau Allah berhenti pada menawarkan keselamatan itu, kalau berita Injil diberitakan dan berhenti sampai disitu, pasti gagal. Karena tidak ada orang yang bisa percaya dari dirinya sendiri, tidak ada orang yang datang kepada Kristus untuk roti dan air hidup untuk memuaskan lapar dan dahaga mereka. Tetapi kita bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan tidak berhenti sampai di situ.

Yoh 6:37-40 menyatakan Allah akan bekerja untuk memastikan rencana-Nya yang berdaulat itu pasti terlaksana. Allah bukan hanya menawarkan Kristus, Allah juga yang akan membawa orang-orang kepada Kristus. Kita akan melihat  lima hal yang Allah kerjakan untuk memastikan rencana-Nya terlaksana.

 1)    Allah memberikan umat-Nya kepada Kristus. 6:37 “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.”, Yoh 6:39 “Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang”. Allah tidak menunggu umat-Nya datang kepada Kristus, karena mereka tidak mungkin datang kepada Kristus dengan kekuatan mereka sendiri. Tetapi Allah menggerakkan mereka, ketika Injil diberitakan, maka hanya Allah yang bisa mengubah hati mereka untuk datang kepada Kristus.

2)    Umat-Nya pasti datang kepada Kristus. Yoh 6:37 “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku”. Kalau dikaitkan dengan Yoh 6:35, maka mereka juga akan percaya kepada Kristus. Karena Allah menggerakkan, memastikan umat-Nya datang kepada Kristus. Bukan terbalik, bukan karena mereka datang, dan Allah memberikan Kristus kepada mereka. Tetapi justru Allah yang pertama-tama memberikan Kristus kepada mereka. Allah yang bekerja di dalam hati umat-Nya sehingga mereka pasti datang. Ketika kita percaya kepada Kristus dan meninggalkan dosa, sadar bahwa Kristus lebih mulia dari segala sesuatu dan menebus dosa kita, melihat Kristus yang paling berharga daripada sesuatu, itu hanyalah karena pekerjaan Tuhan terlebih dahulu di dalam hati kita. Melalui Injil yang diberitakan , Roh Kudus bekerja dan menggerakkan kita dan percaya kepada Kristus. Roma 8:29-30 “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. “ Ini adalah panggilan secara efektif, Allah bekerja di dalam hati umat-Nya, supaya mereka dapat percaya, lima rantai emas dalam Roma 29-30 tidak dapat diputus.  

3)    Mereka yang datang kepada Kristus tidak mungkin hilang tetapi akan dipelihara dan dijaga oleh Kristus sampai selama-lamanya. Ini menjadi penghiburan dan kekuatan bagi kita semua. Yoh 6:37 “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Yoh 6:39 “Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.” Yoh 6:40 mengatakan “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."  Tidak mungkin ada yang hilang, Tuhan akan memeliharanya terus sampai   mereka memperoleh hidup yang kekal. Memberikan umat kepada Kristus, dan kemudian umat-Nya datang kepada Kristus adalah pekerjaan Allah yang berdaulat. Umat-Nya akan dipelihara oleh Allah Anak yang berdaulat juga. Kalau Allah sudah memberikan engkau kepada Kristus, maka Kristus akan memelihara engkau, dan tidak satupun yang bisa memisahkan engkau dari kasih Kristus. Tidak ada yang hilang karena Kristus adalah Tuhan yang  berdaulat dan Dia akan menjaga kita sampai selama-lamanya.

4)    Kristus akan membangkitkan kita pada akhir jaman. Hal ini dikatakan dua kali, dalam Yoh 6:39-40: “..tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.” Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”  Apa kaitannya di sini dengan pemeliharaan Kristus kepada kita ?  Kaitan/hubungannya adalah ketika Kristus mengatakan bahwa Dia akan memelihara umat-Nya, dan tidak ada yang hilang, juga semua orang mati, termasuk saudara dan saya. Bukankah kematian itu seolah-olah kekalahan, seperti sesuatu yang hilang, paling sedikit tubuh. Tetapi Kristus mengatakan tidak, Aku akan memelihara orang-orang yang mati pun secara total, Aku akan membangkitkan tubuhmu pada akhir jaman. Setiap kita yang percaya kepada Kristus, tubuh kitapun akan dibangkitkan. Tidak ada yang hilang, semuanya, termasuk tubuh kita yang Tuhan ciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

5)    Rencana Tuhan pasti akan berakhir, karena dasar seluruh karya Allah dan Kristus, adalah berdasarkan kehendak Allah yang berdaulat. The Sovereign Will of God. Tidak ada yang lebih pasti dari pada kehendak Allah yang  berdaulat. Yoh 6:38 menyatakan “Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” Yang dilakukan Kristus adalah kehendak Bapa. Yoh 6:39 menegaskan sekali lagi “Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.” Ini menjadi alasan yang paling mendasar mengapa Kristus akan memelihara kita sampai selamanya, tidak akan ada yang hilang. Seluruhnya adalah karena kehendak Allah yang berdaulat. Yoh 6:40 sekali lagi menegaskan hal yang sama “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."  Kehendak Allah tidak mungkin gagal dan pasti akan terjadi. Dalam Yesaya 46:9-10 Tuhan berkata:

”Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan  sampai, dan segala  kehendak-Ku akan Kulaksanakan,”

Seluruh rencana yang Allah sampaikan di sini ada di bawah kedaulatan Allah yang pasti akan terjadi. 

Ini seharusnya menjadi kekuatan yang besar bagi orang yang percaya kepada Tuhan. Tidak ada apapun yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus, karena Allah yang bekerja dari kekekalan membawa kita kepada Kristus, dan Kristus akan memegang dan memelihara kita sampai selama-lamanya. Itulah kehendak Allah yang berdaulat.

Kita bisa menyimpulkan:

--- Yoh 6:20-36 melihat dari sisi manusia, ketika Allah memberikan Kristus kepada orang Yahudi, tawaran Allah ditolak, manusia akan bertanggung- jawab. Allah sudah memberikan Kristus. Demikanlah kita harus memberitakan Injil ke segala tempat. Ketika orang-orang menolak Injil, mereka akan bertanggung jawab atas penolakan mereka atas roti dan air hidup.

--- Yoh 6:37-40 melihat dari sisi Allah dan kedaulatan-Nya yang akan memberikan umat-Nya kepada Kristus. Ketika mereka datang kepada Kristus, Kristus akan pelihara bukan saja sekarang tetapi untuk selama-lamanya. Itulah kehendak Allah yang berdaulat yang pasti akan terjadi.

Bagaimana saya tahu bahwa saya termasuk orang yang dipilih Allah, orang yang Allah berikan kepada Kristus, termasuk orang yang sungguh sungguh datang kepada Kristus dan kemudian Kristus pelihara untuk sela ma-lamanya? Jawabannya sederhana, kita datang dan percaya kepada Kristus.

Mari kita lihat dari Yoh 6:35 mengatakan “Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Kita datang kepada Kristus, kita percaya kepada Kristus bahwa Dia adalah Roti, dan sadar pribadi satu-satunya yang dapat memuaskan jiwa kita. Waktu kita boleh datang dan percaya kepada Kristus, itu bukan kehebatan kita, itu semata-mata karena anugerah Tuhan yang memungkinkan itu terjadi. Ini menjadi kekuatan dan penghiburan bagi setiap kita. Harap setiap kita boleh sunggguh-sungguh menyadari, bahwa kita akan dipelihara bukan hanya untuk sekarang ini tetapi untuk selama-lamanya. Biarlah kita boleh mengasihi Dia dengan segenap hati dan perbuatan kita.

 

[1] https://www.washingtonpost.com/archive/politics/1993/07/22/trapped-woodsman-cuts-off-leg-to-save-himself/048e2c06-191e-42fb-b01e-0302a6df5b78/

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya