Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Yang Lumpuh Disembuhkan

Ibadah

Yang Lumpuh Disembuhkan

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 28 Mei 2017

Bacaan Alkitab: Yoh 5:1-18

Ketika seseorang menerima suatu pengajaran yang keliru atau memiliki pemahaman yang keliru, maka orang itu dapat melakukan atau membenarkan terjadinya kekerasan dan kekejaman dengan dasar agama. Khotbah kali ini, diangkat dari kitab Yohanes 5:1-18, dimana Yohanes ingin memperkenalkan kasih Kristus kepada kita melalui sifat dan teladan hidup-Nya, dan bagaimana kita boleh memberi kesaksian dan menyalurkan kasih Yesus yang kita terima kepada orang di sekeliling kita.

Terdapat dua bagian besar yang dapat dimengerti ketika kita membaca kitab Yohanes 5:1-18. Bagian besar pertama, adalah ketika Yesus menyembuhkan orang yang sakit secara fisik. Dari peristiwa penyembuhan orang lumpuh oleh Yesus di kolam Batesda, Yohanes ingin menceritakan dan mengajarkan beberapa sifat Tuhan Yesus kepada kita, yaitu:

1. Tuhan Yang Maha Tahu: dalam Yohanes 5:6 ditulis “Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?". Tuhan tahu bahwa orang tersebut telah lumpuh selama 38 tahun tanpa ada orang lain yang memberitahukannya. Tuhan juga tahu bahwa orang itu telah lama menderita dan ingin sembuh dari penyakitnya. Tuhan memiliki pengetahuan yang sempurna. Dia tahu masa lalu kita, Dia tahu apa yang ada di hati kita dan Dia juga tahu apa yang akan terjadi kepada kita. Bahkan Dia sudah mengetahui segala sesuatu tentang kita sebelum kita dilahirkan. 

Ketika kita menghadapi pergumulan, tantangan dan penderitaan, Tuhan juga mengetahuinya. Pada saat kita berdoa, Tuhan juga sudah mengetahui apa yang ingin kita sampaikan. Namun Tuhan tetap ingin agar kita berkomunikasi dengan-Nya, walaupun Dia sudah mengetahui segalanya. Tuhan selalu mendengar doa kita, dan Ia akan menjawab doa kita dengan waktu dan cara-Nya sendiri.

2. Tuhan Yang Penuh Belas Kasihan: Tuhan tentu mengetahui bahwa orang lumpuh ini telah menderita selama 38 tahun. Tuhan tergerak hatinya untuk menolongnya. Hal ini bisa diketahui bahwa Tuhan Yesus sengaja pergi ke Yerusalem lalu datang ke kolam Betesda ini lalu menyembuhkan orang lumpuh ini. Dalam alkitab, banyak peristiwa dimana Tuhan sengaja datang ke suatu tempat lalu memberi pertolongan kepada orang tersebut. Kita juga perlu mengenal Kristus yang penuh dengan belas kasihan.

Dalam kejujuran, kita terus datang, berdoa  dan berseru meminta belas kasihan dari Tuhan.  Tuhan yang penuh belas kasihan itu selalu mendengar doa kita dan turut merasakan pergumulan, penderitaan dan kesulitan kita. Dan Tuhan yang penuh belas kasihan akan menolong umat-Nya, bukan menurut kehendak kita, tetapi menurut rencana dan kehendak-Nya.

3. Tuhan Yang Maha Kuasa: dari peristiwa penyembuhan itu, kita bisa melihat kuasa Tuhan yang berdaulat, dimana Tuhan cukup berkata “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.", maka saat itu juga, sembuhlah orang yang sakit lumpuh itu. Kita perlu mengenal lebih dalam Tuhan yang penuh kuasa ini. Bukan berarti setelah kita percaya, ketika kita meminta sesuatu kepada Tuhan, maka Tuhan pasti mengabulkannya. Yohanes ingin mengajarkan kepada kita bahwa kita harus beriman kepada Tuhan yang demikian, yang berkuasa atas seluruh ciptaan-Nya.   

Bagian besar kedua ialah Tuhan tidak hanya menyembuhkan sakit orang tersebut secara secara fisik, namun juga menyembuhkan jiwanya yang sakit. Sebelum bertemu dengan Yesus, orang yang sakit tersebut merasakan bahwa hidupnya sudah tidak berpengharapan lagi sebab tidak mungkin ada pertolongan yang akan datang padanya dan dia harus menderita kelumpuhan sampai akhir hidupnya karena banyak sekali orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

Hal ini ditulis dalam Yohanes 5:7 ”Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku". Setelah mendengar perkataan orang itu, pada saat itu juga Yesus menyembuhkan orang itu. Pada saat itu pula jiwa orang yang tak berpengharapan tersebut berubah menjadi hidup yang berpengharapan.

Setelah Yesus menyembuhkan orang yang lumpuh itu, Ia menghilang di tengah-tengah kerumunan orang sakit tersebut. Bahkan si orang lumpuhpun tidak tahu siapa yang telah menyembuhkannya. Hal ini bisa dibaca di Yohanes 5: 12-13 “Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu”.

Mengapa Yesus memilih meninggalkan kerumunan orang sakit dan tidak memilih menyembuhkan mereka walaupun Yesus pasti mampu melakukan semua itu? Karena Yesus tidak mau orang datang kepadaNya hanya karena Dia mampu melakukan mukjizat penyembuhan (penyembuhan fisik) saja. Hal ini dikonfirmasi pada saat Yesus bertemu dengan orang lumpuh tersebut di bait Allah, seperti yang tertulis dalam Yoh 5:14 “Kemudian Yesus datang kepadanya dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk”. Dari perkataan Yesus, kita dapat menyimpulkan bahwa Yesus tidak hanya memperhatikan kesembuhan fisik orang lumpuh tersebut, tapi Dia juga memperhatikan keselamatan jiwanya. Jadi Tuhan Yesus mau mengatakan disini ialah “TujuanKu ketika menyembuhkan fisikmu ialah untuk menyembuhkan jiwamu”.  

Sekali lagi Yesus menekankan agar orang tersebut jangan berbuat dosa lagi, hiduplah kudus dan takut akan Allah. Akan menjadi sia-sia kesembuhan fisik tersebut tanpa adanya pertobatan karena sesuatu yang lebih buruk akan terjadi. Sesuatu yang lebih buruk itu apa? Sesuatu yang lebih buruk itu menyangkut hukuman yang kekal. Kita bisa membaca jawabnya di Yohanes 5:28-29 “Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum”.

Yesus menyembuhkan fisik orang itu bukan sekedar agar orang tersebut mampu berjalan selama sisa hidupnya di dunia ini, tetapi Yesus ingin orang tersebut beriman kepadaNya, meninggalkan dosa, hidup suci sehingga orang tersebut bisa beroleh hidup yang berpengharapan yaitu hidup yang kekal untuk selama-lamanya.

Yohanes ingin mengajarkan kepada kita bahwa kita patut mengenal Tuhan yang sejati yaitu Tuhan yang Maha Tahu, Tuhan yang penuh belas kasihan dan Tuhan yang Maha Kuasa atas segala ciptaannya termasuk berkuasa atas hidup kita dan berkuasa atas sejarah, agar setiap orang yang percaya  mampu mengalami kasih, kebaikan, pertolongan dan kekuatan dari Tuhan di dalam hidup kita. Anugerah atas segala kebaikan fisik yang kita terima dari Tuhan, apakah itu kekayaan materi, kesehatan, gereja yang bagus merupakan anugerah yang terkecil dari Tuhan untuk kita di dunia.

Anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita ialah apabila kita mampu memperoleh hidup yang kekal bersama Kristus di surga. Yohanes juga mengingatkan agar kita senantiasa beriman, bergantung kepada Tuhan, hidup meninggalkan dosa, hidup suci di hadapan-Nya, selalu berdoa, berseru meminta belas kasihan dan pertolongan Tuhan, Sehingga akhirnya kita boleh merasakan anugerah dan kebaikan kasih Kristus, serta memiliki pemahaman tentang kebenaran dan kasih Kristus yang sesungguhnya, yang boleh kita salurkan kepada orang yang berada di sekeliling kita.  

Ringkasan oleh Budi Walujo | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya