Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Kasih Allah (Yoh 3:16)

Ibadah

Kasih Allah (Yoh 3:16)

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 26 Februari 2017

Bacaan Alkitab: Mat 5:44-45, Yoh 3:16

Sebelumnya kita telah membahas 7 kata yang menjelaskan 7 realita yang penting dari Yohanes 3:16. Dari 7 kata yang dibahas, ada 1 kata yang penting yaitu kasih (love): “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kali ini kita akan membahas secara khusus tentang pengertian kasih Allah yang begitu besar ini dan kemudian kita akan melihatnya di dalam pengertian secara lebih utuh dalam bagian-bagian yang lain tentang apa yang dimengerti mengenai kasih Allah yang dinyatakan oleh Alkitab.  

Dalam buku D A Carson yang berjudul The Difficult Doctrine of the Love of God, dia menceritakan tentang pengertian kita, termasuk orang Kristen dan dunia ini yang banyak mengalami distorsi tentang pengertian akan kasih Allah. Contohnya dalam gerakan LGBT yang menyetujui akan pernikahan sesama jenis, salah satu argumentasi mereka adalah mengapa kita yang saling mengasihi satu dengan yang lain tidak diperbolehkan menikah. Ini adalah salah satu distorsi pengertian daripada kasih yang tidak lagi sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh Alkitab. Contoh lain dari pengertian kasih yang sudah mengalami penyimpangan atau tidak menjadi utuh adalah bahwa Allah itu mengasihi setiap orang dengan kasih yang persis sama. Pertanyaannya adalah mengapa kalau Tuhan mengasihi setiap orang di dalam dunia ini dengan kasih yang persis sama mengapa tidak semua orang selamat? Mengapa tidak semua orang ada di sorga?

Karena itu kita akan memikirkan dan merenungkan tentang apa yang Alkitab katakan tentang kasih Allah ini. Jangan kita membawa asumsi dan pengertian kita sendiri tentang kasih Allah dan memaksa Alkitab  kemudian menyatakan pengertian kasih itu sesuai dengan keinginan kita.

D A Carson menyatakan ada 5 jenis kasih atau 5 macam ekspresi dari bentuk kasih Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab. Kita hanya akan membahas 4 di antaranya:

1. Kasih Allah kepada anak-Nya yang tunggal. Dalam Yohanes 3:35 dinyatakan: “Bapa mengasih Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.” Ini adalah bentuk kasih yang pertama yang berbeda dengan Allah yang mengasihi dunia yang berdosa (Yohanes 3:16). Yesus Kristus adalah anak Allah yang tidak berdosa, yang suci, yang seluruh hidup-Nya menyenangkan hati Bapa-Nya.

2. Kasih Allah bagi seluruh ciptaan-Nya. Mazmur 145:9 mengatakan: “Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.” Hal ini juga dinyatakan dalam Matius 5:44-45

3. Kasih Allah bagi dunia yang berdosa ini (Yohanes 3:16). Dunia yang dimaksud di sini adalah dunia yang berdosa, kumpulan manusia di dalam totalitasnya melawan Tuhan dan sedang menuju kebinasaan. Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Dia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Kasih ini tentu membuka pintu bagi setiap orang, menjadi dorongan, dasar bagi orang-orang Kristen, anak-anak Tuhan yang sudah mengalami kasih Allah dan percaya Kristus untuk pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia supaya orang mendengar Kristus, percaya dan dengan demikian mereka boleh diselamatkan. Ini menjadi dasar daripada penginjilan di seluruh dunia, menjadi dasar bagaimana para misionaris pergi ke tempat-tempat yang jauh supaya orang-orang yang belum pernah mendengar Injil boleh mendengar Injil Yesus Kristus dan mereka boleh percaya dan dengan demikian mereka boleh diselamatkan.

Dalam Yehezkiel 33:11, Allah menyatakan “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?” Ini adalah isi hati Tuhan yang menginginkan orang-orang kembali daripada jalan mereka yang salah dan jahat, supaya mereka boleh percaya. Ini adalah kerinduan hati Tuhan supaya manusia tidak binasa. Bentuk kasih ini adalah kasih Allah yang tidak diskriminatif; kasih dimana setiap orang yang percaya, kemudian beriman, kemudian mereka diselamatkan. Dalam penginjilan ini disebut sebagai the free offer of the gospel to all.    

4. Kasih Allah yang memilih umat-Nya bagi diri-Nya sendiri. Ini adalah bentuk kasih Allah yang berbeda dan melampaui bentuk kasih yang ketiga: kasih yang menghancurkan dan mengambil hati yang keras, dan memberi hati yang baru, kasih yang memberi hidup yang baru bagi orang-orang yang sudah mati di dalam dosa, kasih yang ketika melihat orang-orang berdosa yang tidak takut akan neraka, yang tidak memperdulikan akan Allah tetapi ketika Injil diberitakan kepada dia, Tuhan dengan kasih-Nya bergerak, Roh Kudus dengan kasih-Nya bekerja di dalam hati orang itu dan mulai sadar akan dosa dan kesalahannya, diberi hati yang baru dan dia mulai mengerti, mengenal Kristus, dia mulai sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan dia boleh diselamatkan. Ini adalah bentuk kasih yang bukan hanya menawarkan Injil itu kepada seseorang, tetapi Tuhan bekerja mengasihi orang itu, merebut hatinya, menghancurkan kekerasan hatinya dan membuat orang boleh percaya kepada Tuhan. Bentuk kasih ini seringkali menjadi persoalan dalam orang-orang yang tidak mengerti akan bagian ini. Tuhan menyatakan bentuk kasih yang begitu dalam ini di Alkitab, contohnya di dalam Ulangan 10:14-15, 7:6-8, Efesus 2: 4-6, Yohanes 10:25-29, Yohanes 6:37, 44, 65.

Berkali-kali Alkitab menegaskan kepada kita bahwa orang-orang yang boleh percaya, orang-orang yang termasuk akan domba-domba Kristus ini adalah orang-orang yang Tuhan sudah pilih, digerakan untuk datang kepada Kristus. Itulah satu-satunya cara untuk manusia boleh percaya dan kembali kepada Tuhan.

Kembali pada Yohanes 3:16, kita mungkin bertanya mengapa tidak semua orang percaya akan khabar baik yang begitu indah ini? Mengapa tidak semua orang percaya ketika kita memberitakan Injil? Tuhan menjelaskan hal ini dalam ayat 18 dan 19: “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.  Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” Alkitab menyatakan orang-orang yang tidak percaya adalah karena mereka lebih menyukai kegelapan daripada terang. Tetapi kalau ada orang-orang yang percaya adalah karena ada kasih yang lebih besar, kasih yang memastikan bahwa umat pilihan-Nya akan menjawab panggilan Tuhan.

D L Moody memberikan ilustrasi kasih dalam Yohanes 3:16 adalah seperti pintu yang di depannya tertulis: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” – Percayalah kepada Kristus, anak tunggal Allah maka engkau tidak akan binasa. Ketika kita mendengar Injil, percaya kepada Kristus dan masuk melalui pintu itu. Di belakang pintu itu ada tulisan yang lain: Kamu bisa percaya karena Aku telah memilih engkau sebelum dunia dijadikan.

Tapi ada respons yang lain dari orang-orang yang mendengar tentang kasih ini, yaitu mungkin ada orang-orang yang tersandung dan mulai bertanya: aku mungkin bukan domba-domba Tuhan, aku tidak percaya karena itu aku tidak perduli. Orang yang demikian adalah orang-orang yang lebih mengasihi dunia ini, lebih mencintai kegelapan.

Respons yang lainnya adalah mungkin ada orang-orang yang mulai mempertanyakan, mulai goncang dan mulai bergumul: bagaimana aku dapat percaya, apakah aku termasuk orang yang percaya, apakah aku termasuk domba-domba Kristus, apakah aku termasuk umat pilihan Tuhan? Kalau kita bergumul akan hal ini, kemungkinan besar kita adalah termasuk umat pilihan Tuhan. Karena kalau bukan umat pilihan, bukan orang percaya, maka tidak akan bergumul dengan kebenaran ini. Mungkin ada dosa, ada hidup kita yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan menyatakan bukan kita yang memilih Dia tetapi Dialah yang memilih kita, Dia yang terlebih dahulu mengasihi kita sebelum kita ada. 

Ringkasan oleh Adrian Gandanegara | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya