Ibadah

Born Again (3)

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 11 Desember 2016

Bacaan Alkitab: Yehezkiel 36: 24-28, Yohanes 3:5-10, Yeremia 33:8

Kali ini, kita masih membahas dan melanjutkan khotbah seri mengenai Kelahiran Kembali (Born Again). Bila kita membaca percakapan antara Yesus dan Nikodemus, yang dinyatakan dalam Yohanes 3:5: “Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”, maka tema kelahiran kembali merupakan berita yang krusial dan merupakan tema sentral yang penting yang dinyatakan Tuhan dalam Alkitab kepada kita. Karena tanpa kelahiran kembali kita tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah, tanpa kelahiran kembali kita tidak dapat melihat kerajaan Allah, tanpa kelahiran baru kita akan binasa dan tidak memperoleh hidup yang kekal.

Kelahiran kembali merupakan pekerjaan yang dashyat dari Roh Kudus yang memberikan kita hidup yang baru dan mempersatukan kita dengan Kristus. John Calvin mengatakan bahwa “the Holy Spirit is the bond by which Christ effectually unites us to himself”, yang artinya bahwa Roh Kudus merupakan perekat yang menyatukan kita dengan Kristus. Jadi bagaimana kita dapat bersatu dengan Kristus merupakan pekerjaan Roh Kudus.

Pembahasan yang lalu, kita mengkaitkan pekerjaan Roh Kudus dengan iman dimana kita juga boleh menerima hidup yang kekal ketika kita beriman di dalam Kristus, seperti yang tertulis di dalam  Yohanes 3:15 “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal”. Dan dilanjutkan dengan ayat 16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.  Kelahiran baru merupakan pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus melahirbarukan kita dengan cara dimana kita boleh percaya atau beriman kepada injil yang diberitakan. Seperti yang tertulis di dalam Alkitab, bahwa Iman yang kita miliki itu haruslah iman yang sejati. Dengan iman yang sejati itulah, kita boleh percaya kepada Kristus dan akhirnya kita dipersatukan dengan Kristus.

Kelahiran kembali merupakan pekerjaaan Roh Kudus yang misterius seperti perkataan Yesus dalam Yohanes 3:8 “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh". Seperti angin, kita tidak bisa melihat wujud dari orang yang mengalami kelahiran kembali, tetapi kita bisa merasakan dampak yang ditimbulkannya.

Apa natur atau ciri-ciri orang yang mengalami kelahiran kembali? Orang yang mengalami kelahiran kembali bukan mengalami perbaikan dari manusia lama tetapi mengalami penciptaan manusia baru secara rohani. Manusia yang disebut telah mengalami kelahiran kembali, bukan sekedar terjadi perubahan dari yang dulu mabuk-mabukan - sekarang tidak, atau yang dulu merokok - sekarang tidak, yang dulu sering memukuli istri - sekarang tidak, dulu tidak pernah datang ke gereja - sekarang datang, dulu tidak pernah memberi persembahan - sekarang memberi persembahan, namun ia akan menjadi penciptaan manusia baru. Dimana orang itu mengalami transformasi yang dashyat menjadi manusia yang telah disucikan, dan yang dosa-dosanya telah diampuni. Ia memiliki hakekat dan natur yang baru.

Kita sekali lagi membaca Yohanes 3:5. Jawab Yesus kepada Nikodemus "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah”. Kita akan merenungkan lebih dalam tentang jawaban Yesus, dan apa maksud perkataan Yesus tersebut. 

Pertama, kata “air” di ayat tersebut bukanlah baptisan oleh air.  Kenapa demikian? Karena ada teologi-teologi tertentu, misalnya gereja Katolik secara umum menyetujui dan mengatakan, ketika seseorang dibaptis oleh air, maka pada moment itu juga, ia mengalami kelahiran kembali dan imenjadi manusia baru. Jika kita melihat ayat-ayat dalam Alkitab secara ketat maka air disini tidak ada hubungan dengan baptisan air. Kenapa air disini tidak ada kaitan dengan baptisan air? Karena hal itu sebenarnya tidak pernah disebut dalam keseluruhan pasal ini. Tapi pasal ini banyak dipakai dan dihubungkan dengan baptisan air, lalu baptisan ini dianggap sebagai kelahiran kembali. Ketika Yesus berbicara tentang hidup yang kekal, di Yohanes 3: 15 “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, maupun di ayat 16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”, dan ayat 18 “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barang siapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah”. Yesus selalu menekankan kata “percaya, percaya, percaya” atau dengan kata lain “iman, iman, iman”, dimana dengan iman kepada Kristus, manusia boleh memiliki hidup yang kekal dan tidak dihukum. Bahkan kaitan baptis dan percaya (iman) lebih jelas dapat dibaca di Markus 16:16 “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. Kalimat ini mau mengatakan bahwa orang yang diselamatkan ialah orang yang percaya (beriman) dan dibaptis, sedangkan orang tetap akan dihukum atau tidak diselamatkan, bila ia “tidak percaya (tidak beriman)” walaupun ia dibaptis. Jadi sudah jelas, bahwa bukan baptisan yang menyelamatkan kita, bukan baptisan yang melahirbarukan kita, tetapi hanya beriman kepada Kristus yang dapat melahirbarukan kita. Dengan demikian, teologi Reformed selalu menekankan, hanya dengan iman, kita boleh dilahirbarukan dan diselamatkan.

Kedua, kata “air” di ayat tersebut tidak menunjuk ke baptisan. Kenapa? Karena hal ini menjadi tidak cocok mengenai teguran Yesus kepada Nikodemus di Yohanes 3:10, setelah sebelumnya ada percakapan Yesus dengan Nikodemus di ayat 8-9: “8. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh”.  9. Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?". Lalu Yesus menjawab di ayat 10, "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?”. Jika pengertian dari apa yang Tuhan Yesus katakan disini adalah tentang baptisan air, maka ini sebenarnya yang menjadi tidak cocok dengan perkataan yang Tuhan Yesus katakan disini yaitu “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?”, yang maksudnya adalah “Engkau adalah pengajar Israel, engkau ahli taurat, engkau orang farisi seharusnya mengetahui kebenaran dalam perjanjian lama, engkau seharusnya mengerti apa yang Aku katakan seseorang harus dilahirkan kembali oleh air dan roh”.  Dan ini jelas, tidak menunjuk ke baptisan. Kalo ini menunjuk ke baptisan, padahal baptisan itu baru dilakukan kemudian, baptisan itu dikaitkan dengan kematian dan kebangkitan Yesus yang belum dilakukan pada zaman itu (perjanjian lama). Yesus mengasumsi harusnya Nikodemus mengerti hal ini, tetapi ia tidak mengerti. Dan sudah jelas, ini bukan menunjukkan ke baptisan yang akan dilakukan kemudian tetapi menunjuk ke Perjanjian Lama.

Jadi apa maksudnya ketika Yesus mengatakan seseorang bisa masuk ke dalam kerajaan Allah jika orang itu dilahirkan dari aiir dan Roh? Dari situ kita bisa membawa renungan ini ke Perjanjian Lama karena di Perjanjian Lama ada banyak hal yang saling mengkait antara air dan roh. Dan salah satu ayat yang mengkaitkan keduanya secara jelas ialah Yehezkiel 36:25-28 “25. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. 26. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. 28. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu”. Kepada siapa Yesus berkata “kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu”? Yesus berkata demikian kepada orang-orang yang kepadanya dicurahkan air dan diberi Roh di dalam hatinya. Jadi orang-orang yang menerima air dan roh, merupakan orang-orang yang akan menjadi umat Tuhan, yang akan masuk ke dalam kerajaan Allah dan memperoleh hidup yang kekal. Orang tersebut mengalami pembaharuan dari air dan roh di dalam kehidupan mereka.

Air dan roh merupakan dua aspek pembaharuan, yang memang tak terpisahkan, namun memang dapat dibedakan. Inilah yang dikerjakan Tuhan agar manusia menjadi umatnya. Pertama, Tuhan menyucikan manusia dari dosa-dosanya dan air menjadi lambang (tanda) penyucian tersebut. Sedangkan yang kedua, ialah Tuhan kemudian memberikan Roh-Nya ke dalam hati manusia.  Dari sini kita dapat melihat, bahwa setiap orang yang mengalami kelahiran kembali mengalami dua aspek penting ini yang tidak bisa dipisahkan antara satu aspek dengan aspek lainnya.

Kita akan memikirkan lebih lanjut kedua aspek ini, bagaimana manusia boleh dilahirkan kembali melalui air dan Roh Kudus di dalam hidupnya. Pada hakekatnya, semua manusia berdosa sehingga harus dihukum. Dosa yang membuat relasi manusia dengan Tuhan terhambat dan dosa jugalah yang membuat manusia merasa bersalah di hadapan Tuhan. Untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan, agar manusia boleh masuk ke dalam kerajaan Allah dan tidak dihukum, maka dosa manusia itu harus diampuni dan disucikan terlebih dahulu.. Di dalam Yeremia 33:8 ada tertulis dan berkata kepada kita “Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku”.  Untuk mengampuni dan menyucikan manusia dari dosa serta melahirbarukan manusia melalui air, maka Tuhan berkata kepada manusia “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu”.

Ketika air dipakai untuk mengampuni dan menyucikan dosa manusia, saya berpikir air ini pengertiannya sangat dekat dengan Justification, dimana kita yang tadinya bersalah karena dosa-dosa kita, sekarang Yesus mati bagi kita sehingga kita dipersatukan dengan Kristus. Sehingga dosa-dosa kita diserap oleh Kristus dan kebenaran Kristus boleh diberikan kepada kita. Sekarang relasi menjadi baik, Tuhan mengatakan “engkau adalah orang yang benar dihadapanKu, bukan karena perbuatanmu, bukan karena kesucianmu, tetapi karena Kristus yang telah mati dan mencurahkan darah-Nya bagimu, menyucikanmu dan menjadikan engkau relasinya benar dengan Aku”. Ini merupakan hal pertama,  yang boleh kita mengerti, mengapa Tuhan berkata “Engkau harus dilahirkan dari air”.

Tetapi tidak berhenti disitu saja, hal yang kedua ialah “engkau harus dilahirkan dari roh”. Yang artinya Tuhan akan memberikan roh yang baru di dalam diri kita. Kembali ke Yehezkiel, Dia akan memberikan hati yang baru di dalam batin. Tadinya hatinya keras seperti batu, yang hatinya tidak responsif terhadap kebenaran dan kesucian firman Tuhan, lalu hati itu dicabut dan digantikan dengan hati dan roh yang lembut di dalam batin kita, yang responsif terhadap kebenaran dan kesucian firman Tuhan, serta hati yang taat terhadap kehendak Tuhan. Seperti yang digambarkan oleh John Piper, dimana hati yang keras tersebut diganti dengan hati yang seperti tanah liat, lembut dan mudah dibentuk. Yang kemudian roh Tuhan masuk ke dalam hati manusia dan membentuk hidupnya sehingga sesuai dengan yang dikatakan Tuhan yaitu “membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya”. Roh Kudus masuk ke dalam hati kita, lalu terus menerus membentuk hati dalam kehidupan kita melalui berbagai macam tantangan, penderitaan dan ujian, sehingga semakin serupa dengan Kristus. Inilah yang dikendaki Tuhan atas hidup kita.

Ada satu ilustrasi tentang cara seorang pandai perak memurnikan peraknya. Caranya ia membakar perak itu sampai mencair, ada kotoran yang besar mengapung, lalu dibersihkan (diambil). Kemudiannya ia membakar perak itu dengan suhu yang lebih tinggi, dan kotoran yang lebih kecil mengapung, kemudian kembali dibersihkan. Kembali ia membakar dengan suhu yang lebih tinggi lagi, dan sekarang tinggal sedikit kotoran yang halus terapung, lalu kembali dibersihkan. Ketika sang pandai perak ini ditanya, “sampai berapa kali ia harus membakar perak itu sampai benar-benar murni?”, maka jawab pandai perak ialah “sampai saya bisa melihat refleksi wajah saya di perak itu”. 

Itulah yang sedang Tuhan kerjakan untuk melahirbarukan kehidupan kita. Jadi sekali lagi, kelahiran baru bukanlah perbaikan dari manusia lama, namun merupakan penciptaan manusia baru, yang dosa-dosanya telah diampuni dan disucikan, serta roh Tuhan masuk ke dalam hati manusia baru itu dan terus menerus membentuknya dari hari ke hari dengan firman Tuhan, sehingga kita boleh menghargai dan melihat kemuliaan Tuhan, semakin mengenal kehendak-Nya dan taat kepada perintah-perintah-Nya, serta semakin lama semakin menyerupai Kristus.   

Ringkasan oleh Budi Walujo | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya