Ibadah

Born Again (2)

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 4 Desember 2016

Bacaan Alkitab: Yoh 3:1-16

Kelahiran kembali” dalam istilah teologisnya adalah regeneration. “Kelahiran kembali” merupakan tema utama dalam percakapan Yesus dengan Nikodemus yang merupakan isi dari perikop Alkitab kali ini. Istilah ini disebutkan berkali-kali: Yoh 3:3 mengatakan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." ,Yoh 3:5 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.“, Yoh 3:7 “Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.”      

Saya berharap dalam membahas regeneration mencapai dua hal yang sering terjadi ketika Firman Tuhan yang sejati itu diberitakan yaitu menggelisahkan orang yang tenang, dan juga menenangkan orang yang gelisah. Bagi orang yang merasa diri baik-baik saja datang ke Gereja setiap minggu secara rutin, harap mereka mulai memeriksa diri kembali, mengkoreksi diri secara dalam, berpikir secara mendalam apakah betul saya yang sudah termasuk mengalami kelahiran kembali. Sebaliknya, harap Firman Tuhan memberi keteguhan akan iman kita, membawa kita sungguh-sungguh beriman dan percaya, disitulah kita boleh mengalami ketenangan dan kedamaian yang sejati, menenangkan kegelisahan manusia.

Paling sedikit ada tiga aspek mengapa “kelahiran kembali” ini boleh menggelisahkan sekaligus juga menenangkan:

  • Ajaran Yesus Kristus tentang “kelahiran kembali” menunjukkan keadaan manusia yang tanpa harapan diluar anugerah Allah yang melahirbarukan kita. Dengan kata lain, mereka yang belum dilahirbarukan adalah orang yang mati secara rohani, mereka hidup tanpa anugerah Allah, tanpa pengharapan. Mereka adalah orang yang mati rohani, rusak secara moral dan bersalah di hadapan hukum Allah. Secara rohani mereka mati, secara moral rusak, secara legal, mereka bersalah dihadapan Allah, hakim yang adil itu.
  • Yang kedua, semakin menggelisahkan, bukan hanya hidup tanpa pengharapan, tetapi pengharapan itu bukan berasal dari diri kita. Kelahiran kembali menunjuk kepada sesuatu yang dilakukan kepada kita, bukan sesuatu yang kita lakukan. Kata kita “dilahirkan kembali” berarti kita pasif, tidak ada apapun yang bisa kita lakukan. Orang yang mati, yang belum lahir, tidak bisa melahirkan dirinya sendiri. Petrus 1:3 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,” Ini adalah pekerjaan Tuhan, dan tidak ada sesuatu apapun yang bisa kita lakukan. Ini bukan berbicara secara fisik tetapi ini adalah secara rohani. Doktrin kelahiran kembali mengatakan tidak ada apapun yang bisa manusia lakukan untuk mendapatkan kelahiran baru. Hal ini menggelisahkan kita.
  • Kelahiran rohani tergantung sepenuhnya kepada Allah dan bukan kepada kita. Kalau kita boleh mendapat hidup yang baru, percaya kepada Tuhan, melakukan sesuatu yang benar, itu bukan karena apapun yang kita lakukan, bukan karena inisiatif diri kita, tetapi semata-mata karena Tuhan terlebih dahulu sudah memberikan anugerah-Nya kepada kita. Bukan karena respons Dia terhadap permintaan kita. Anugerah yang dinyatakan kepada orang yang mati, yang tidak dapat berbuat apa-apa, yang belum lahir.

Banyak orang yang mengaku dilahirkan kembali sesungguhnya belum dilahirkan kembali, ini menjadi sesuatu yang menggelisahkan kita. Pengharapan kita hanya kepada Allah. Biarlah kita berdoa bersama-sama supaya Tuhan menyatakan anugerahnya kepada kita, seperti di dalam Effesus 2:4-5 “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan”.

Apakah tidak ada sesuatu yang kita bisa lakukan selain hanya memohon kepada Tuhan? Apakah permohonan itu sendiri adalah menjadi bagian dari response kita atau apa permohonan itu adalah Tuhan tuntut dalam memperoleh kehidupan yang baru?  Jawabannya dapat kita lihat dari bagaimana kita boleh mengalami kelahiran kembali di dalam hidup kita.

Yang terjadi di dalam kelahiran kembali adalah bukan kita mendapat agama yang baru tetapi mendapat hidup yang baru. Menjadi anggota Gereja tertentu, menjadi anggota GRII, anggota Baptis, dll. itu tidak menyelamatkan kita, tetapi kita harus mengalami kelahiran kembali. Harus ada yang terjadi di dalam hidup kita, di dalam jiwa dan roh kita supaya kita boleh mengalami kelahiran kembali.

Dalam kelahiran baru, yang terjadi adalah bukan hanya kita setuju bahwa Yesus bisa melakukan mukjijat, tetapi kita harus bisa mengalami mukjijat itu sendiri di dalam hidup kita. Dalam Yoh 3:2 Nikodemus berkata kepada Yesus "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Nikodemus melihat, mukjijat-mukjijat itu, menyadari dan menyimpulkan bahwa Yesus memang adalah seseorang yang diutus oleh Allah. Ini adalah suatu konfirmasi dan pujian dari Nikodemus kepada Yesus Kristus. Tetapi Yesus Kristus tidak bersuka cita akan pujian itu, melainkan mengatakan kepada Nikodemus (Yoh 3:3) “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”. Tuhan Yesus dengan kata lain mengatakan kalau kamu tidak dilahirkan kembali, kamu tidak bisa melihat kerajaan Allah, kamu tidak akan menerima hidup yang kekal, kamu akan binasa selama-lamanya. Yesus Kristus mengatakan ini dengan keras kepada Nikodemus seorang pemuka agama yang sudah banyak melakukan hal yang baik. Nikodemus yang setuju, menyadari bahwa tanda-tanda itu adalah dari Allah, itu semua tidak menyelamatkan Nikodemus.

Percaya akan mukjijat tidak menyelamatkan Nikodemus, ini justru kebahayaan daripada mukjijat. Kita tidak membutuhkan hati yang baru untuk mengagumi mukjijat. Manusia lama yang tidak ada kehidupan rohani akan tetap terpana melihat mukjijat-mukjijat. Ibilis sendiri mengakui bahwa Yesus adalah anak Allah, percaya bahwa Yesus bisa melakukan segala mukjijat, tetapi Iblis tidak diselamatkan. Tidak cukup kita percaya keapda mukjijat, tetapi lahir baru mengharuskan kita mengalami mukjijat kelahiran baru di dalam hidup kita. Mukjijat yang saya maksudkan di sini adalah kelahiran kembali dari orang mati secara rohani menjadi orang yang hidup secara rohani. Dari orang yang tidak bisa beresponse apapun kepada Tuhan menjadi orang yang mempunyai hidup yang baru, yang meresponi kebenaran Firman Tuhan.

Hal ini ditekankan kembali dalam Yoh 3:6 “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh”. Engkau harus dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, engkau harus mengalami mukjijat itu sendiri, engkau harus mengalami kelahiran kembali di dalam hidup mu, barulah engkau mendapatkan kelahiran baru.

Mukjijat itu harus terjadi. Mukjijat yang terbesar dalam diri Allah, adalah ketika Dia menjadi manusia, tetapi Mukjijat yang terbesar yang boleh dialami manusia yang berdosa adalah ketika dia mendapatkan lahir baru, dari mati menjadi hidup, dari tidak mengenal Tuhan menjadi mengenal Tuhan, dari keberdosaan menjadi masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib, dari tidak memiliki kehidupan rohani sama sekali menjadi memiliki kehidupan yang baru. Kita harus mengalami mukjijat ini.  

Ketika Injil diberitakan, dan orang-orang yang datang dari segala tempat, dapat berubah hidupnya, ini adalah mukjijat yang terbesar yang boleh dialami manusia. Bukan kesembuhan secara fisik atau kesuksesan dalam bisnis tetapi dari mati rohani menjadi hidup secara rohani.

Dalam suatu KKR, kami ikut melayani, dan setelah kotbah Pak Tong meminta orang yang menerima Yesus, untuk maju ke depan untuk didoakan. Ternyata ada seseorang yang kerasukan setan, berteriak-teriak memaki-maki, muka dan pakaiannya berantakan. Kemudian para pendeta turun dan mendoakan orang itu. Beberapa hari berikutnya, pak Tong kembali memanggil orang-orang untuk bertobat, dan saat itu orang yang kerasukan setan itu kembali mendatangi kami, dan saya kaget sekali, karena kemarin waktu dia kerasukan keadaan dia begitu mengerikan, dan hari ini, mukanya begitu cerah, pakaiannya rapih dan mengucapkan terimakasih. Hanya di dalam beberapa hari, dia berubah begitu luar biasa, dari orang yang tadinya menyembah iblis, setelah mendengarkan Firman, menjadi orang yang mengalami kelahiran baru. Dari orang yang terputus dari kehidupan yang sejati, menjadi orang yang mendapatkan hidup yang sejati.

Bagaimana kita bisa mengalami mukjijat kelahiran kembali ini? Kita harus melihat kaitan yang penting dari ayat-ayatyang penting di dalam Yoh 3.

  • Yoh 3:6 mengatakan “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Kelahiran kembali adalah pekerjaan Roh Kudus di dalam roh yang bekerja memberi hidup yang baru.
  • Yoh 3:15-16 “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dua hal di atas adalah dua hal yang sangat penting: dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, dengan percaya kepada Kristus. Apa kaitan kedua hal ini? Kaitannya adalah Roh Kudus melahirbarukan kita, Roh Kudus melakukannya dengan mempersatukan kita dengan Kristus yang adalah hidup itu sendiri. Dalam Yoh 14: 6 --- Tuhan Yesus mengatakan “Akulah jalan kebenaran dan hidup”, dalam bagian lain Yoh 6:48 --- Dia mengatakan “Akulah roti hidup”; dalam Yoh 11:25 --- “Akulah kebangkitan dan hidup”; dan juga Yoh 1:4 mengatakan “Di dalam Dia (Kristus) ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia”.

Bagaimana manusia mengalami kelahiran kembali? Dengan Roh Kudus yang melahirbarukan, dan mempersatukan kita dengan Kristus yang adalah hidup itu sendiri. Dalam Yoh 15,Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya. Ketika ranting-ranting itu menempel kepada pokok anggur, ranting-ranting itu mendapat makanan dan menjadi hidup. Sebaliknya ketika ranting dipotong, ranting itu menjadi mati dan tidak dapat berbuat apa-apa. Demikian juga dengan hidup kita.

Ayat kunci yang harus kita mengerti dengan baik adalah Yoh 6:63 “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup”. Kalau kita mengkaitkan ini semua, maka kita harus mengerti bahwa Roh Kudus memberi hidup melalui Firman Tuhan yang adalah hidup itu sendiri. Melalui Firman yang dikatakan oleh Kristus yang diberitakan di atas mimbar, Firman itu adalah Firman yang hidup. Roh Kudus bekerja melalui Firman itu, memberikan iman kepada kita, mempersatukan hati dan roh kita dengan Kristus.

Waktu kita mengerti akan kelahiran kembali, kita akan sungguh-sungguh memperhatikan Firman yang diberitakan. Kita mengalami juga pekerjaan Tuhan yang supra natural itu.

Ada suatu kisah dari perjanjian lama yang menggambarkan kebenaran ini (lihat Yehezkiel 37). Nabi Yehezkiel diberi penglihatan oleh Tuhan suatu lembah yang penuh dengan tulang-belulang yang sudah amat kering, berserakkan di lembah itu, dan Tuhan berkata “Hai Yehezkiel dapatkah tulang-tulang itu dihidupkan kembali?” dan Yehezkiel berkata “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengetahui”. Yehezkiel tahu sekali bukan manusia yang bisa menghidupkan tulang-tulang itu, hanya Tuhan saja yang bisa melakukannya. Tuhan kemudian menyuruh Yehezkiel: “Berfirmanlah kepada tulang-tulang yang kering itu: dengarkanlah Firman Tuhan supaya mereka menjadi hidup.” Ketika Yehezkiel mengatakan seperti demikian dan memberitakan Firman Tuhan, tulang-tulang itu mulai bergerak, mulai bersatu, dan mulai tertutup dengan daging dan kulit menjadi tubuh, namun mereka masih mati.

Tuhan kemudian menyuruh Yehezkiel sekali lagi: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali." Yehezkiel mentaati dan memberitakan Firman Tuhan kepada tubuh-tubuh yang mati itu, dan nafas hidup memasuki tubuh-tubuh itu.  Kemudian orang-orang itu berdiri menjadi satu laskar tentara yang besar. Tuhan kemudian menjelaskan kepada Yehezkiel arti penglihatan tersebut bahwa tulang-tulang itu adalah seluruh kaum Israel. Itulah umat-Ku yang mati, yang tulang-tulangnya sudah kering, mereka tidak pernah bisa mengerti dan tidak bisa meresponi. Segala hukum yang sudah Aku lakukan, mereka tidak pernah sungguh-sungguh percaya dan bertobat. Karena itu melalui Firman-Nya Tuhan bekerja dan tulang-tulang itu menjadi hidup, dan membentuk laskar yang besar.

Ketika kita mendengar Fiman dengan sungguh-sungguh, ketika orang-orang mendengarkan Firman yang sejati. Di dalam KKR-KKR, biarlah kita patut mendoakan supaya Tuhan melimpahkan rahmat-Nya yang besar. Dia ingin menyelamatkan manusia, Dia ingin nama-Nya dimuliakan. Ketika Injil yang sejati diberitakan Roh Kudus bekerja di dalam roh dan jiwa manusia, sehingga manusia itu bisa sadar. Tadinya mereka tidak percaya, menganggap perkataan Yesus itu omong kosong, tidak ada artinya, hanya dongeng dari orang-orang barat. Kita patut berdoa supaya Tuhan menyatakan kuasa-Nya, supaya mereka mulai sadar dan percaya bahwa Yesus Kristus adalah segala-galanya.

Tadinya mereka tidak percaya, namun sekarang mereka sadar bahwa Yesus adalah segala-galanya. Kematian-Nya adalah satu-satunya jalan keselamatan bagi manusia. Yesus Kristus adalah Juruselamat dan Tuhan. Tanpa Kristus aku tidak berarti apa-apa, tanpa Kristus aku binasa. Aku meninggalkan dosa-dosaku dan beriman sungguh-sungguh kepada Kristus.

Bagaimana itu bisa terjadi? Itu boleh terjadi semata-mata karena Roh Kudus yang bekerja. Bukan kehebatan pengkotbah, bukan karena kepintaran pendeta, bukan karena teknik-teknik berkotbah. Kalau itu karena kehebatan manusia, maka itu bukan kelahiran kembali. Roh Kudus-lah yang bekerja mempersatukan orang itu dengan Kristus yang adalah hidup itu sendiri, sehingga mereka bisa memperoleh hidup yang baru.

Biarlah kita berdoa terus, ada banyak kebaktian atau KKR di banyak tempat, banyak keluarga kita yang belum percaya, kita ajak mereka untuk mendengar Firman di kebaktian/KKR, mendengar Injil Kristus yang jauh lebih penting dari segala sesuatu karena itu menyangkut hidup kita, bukan hanya hidup kita yang sekarang tetapi hidup yang selama-lamanya.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya