Ibadah

Born Again (1)

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 20 November 2016

Bacaan Alkitab: Yoh 3:1-10

Barna group mengeluarkan hasil riset yang mengagetkan tentang orang Kristen yang sudah born again (mengalami lahir baru): angka perceraian mereka hampir sama dengan orang non-Kristen (https://www.barna.com/research/born-again-christians-just-as-likely-to-divorce-as-are-non-christians/). Hal senada juga dikemukakan oleh Ronald J. Sider di dalam bukunya “The Scandal of the Evangelical Conscience: Why Are Christian Living Just Like the Rest of the World?”. Ia mengatakan bahwa hanya 9% orang Injili memberi perpuluhan, dari 12000 remaja membuat janji untuk tidak melakukan hubungan seks pra-nikah, 80% melakukan hubungan seks pra nikah di dalam 7 tahun, 26% dari kaum evangelical ini percaya kalau hubungan seks pra-nikah itu tidak salah.

Hal yang disimpulkan dari statistik-statistik ini menunjukkan bahwa hampir tidak ada perbedaan antara orang Kristen dengan orang yg bukan Kristen didalam kasih, pengorbanan, dan livestyle mereka. Statistik ini valid tapi ada persoalan besar didalam statistik ini. Pertama, permasalahan pada definisi dari “born again Christian”. Misalnya, definisi born again menurut Barna: “orang-orang yang mengatakan bahwa mereka pernah membuat komitment pribadi dengan Yesus dan komitmen tersebut masih penting sampai sekarang, dan orang-orang ini percaya ketika mereka mati mereka akan masuk surga karena mereka telah mengakui dosa-dosa mereka dan menerima Kristus menjadi Tuhan dan Juru Selamat.”. Persoalan dari definisi ini adalah dalam kata “mereka mengatakan”; Barna menyimpulkan orang sebagai born again hanya dari perkataan responden. Kedua, kesimpulan, dan bukan hasil risetnya, yang dibuat Barna bertentangan dengan Alkitab. Misalnya jika kita lihat beberapa ayat Alkitab seperti 1 Yohanes 2:29 (orang yang born again itu harus berbuat kebenaran), 1 Yohanes 3:9 (setiap orang yang lahir dari Allah tidak terus menerus berbuat dosa), 1 Yohanes 4:7-8 (setiap orang yang lahir dari Allah pasti mengasihi), 1 Yohanes 5:4 ( semua orang yang lahir dari Allah mengalahkan dunia, pasti harus hidup berbeda dari dunia yang berdosa), dan 1 Yohanes 5:18 (setiap orang yang lahir dari Allah tidak terus menerus berbuat dosa), kita melihat bahwa definisi yang diberikan Alkitab tentang orang yang lahir kembali sesungguhnya bertentangan dengan kesimpulan yang Barna ambil.

Justru, kesimpulan yang seharusnya diambil adalah banyak orang di dalam gereja [maupun yang tidak didalam gereja] yang mengaku sudah lahir kembali sesungguhnya belum lahir kembali. Kesimpulan ini harusnya menggelisahkan setiap orang Kristen karena setiap orang yang belum lahir kembali tidak bisa masuk ke dalam kerajaan Allah (Yohanes 3:5); artinya orang ini tidak diselamatkan tanpa kelahiran kembali. Biarlah ini menjadi pemikiran dan perenungan kita dihadapan Tuhan.

Anthony Hoekema, seorang theolog reformed, memberi definisi tentang “born again” sebagai berikut: “Regenerasi [atau born again] adalah pekerjaan Roh Kudus yang mempersatukan orang-orang percaya dengan Kristus, mengubah hati mereka dari mati rohani menjadi hidup rohani, sehingga mereka bisa dan ingin bertobat, percaya kepada Injil, dan melayani Tuhan.”. Beberapa hal yang kita bisa renungkan: pertama, apa yang terjadi dalam regenerasi bukanlah sesorang mendapat agama baru tetapi seseorang mendapat hidup yang baru, dan dari mati rohani menjadi hidup. Nikodemus, seorang Farisi pemimpin agama Yahudi berkata: “Rabbi kami tahu engkau datang sebagai guru yang diutus Allah…”. Kemudian Yesus menjawab: “…seseorang tidak dilahirkan kembali, Ia tidak bisa melihat Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:2-3). Yohanes disini menekankan identitas Nikodemus sebagai orang Farisi pemimpin agama Yahudi untuk menjelaskan bahwa Nikodemus adalah orang yang taat beragama, karena pada waktu itu orang Farisi dan ahli-ahli taurat adalah orang-orang yang paling taat beragama. Tetapi Kristus berkata bahwa ia harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:7). Dengan kata lain, Kristus juga mengatakan kebada Nikodemus bahwa ia masih mati rohani. Maka dari itu, Nikodemus bukan membutuhkan agama baru, Tuhan Yesus tidak memerintahkan kepadanya untuk berjuang lebih keras untuk mentaati firman Tuhan, yang ia butuhkan adalah kelahiran kembali.

Di dalam perumpamaan anak yang hilang, ketika ayah dari anak yang hilang itu memeluk anak yang hilang tersebut, ia berkata: “anak ku yang dulu telah mati dan sekarang hidup kembali.”(Lukas 15:24). Inilah yang terjadi didalam regenrasi: hidup yang sebelumnya tidak ada manjadi ada. Sesuatu yang radikal terjadi, bukan hanya tambah taat kepada Tuhan tetapi ada perubahan yang mendasar; hidup yang mati secara rohani, Tuhan berikan hidup yang baru sehingga manusia tidak lagi mati secara rohani. Tentu pertanyaanya bagaimana seseorang bisa dilahirkan kembali? Yohanes 3:5 menyatakan bahwa kelahiran baru bukan pekerjaan kita; kita tidak ada bagian apapun, sama seperti kita pasif ketika kita dilahirkan secara fisik. Hal ini adalah semata-mata anugerah Tuhan; pekerjaan Roh Kudus didalam hati manusia, yang mempersatukan kita secara misterius dengan Kristus melalui iman didalam Kristus. Jadi, ada kaitan yang penting dengan kelahiran kembali dan iman didalam Kristus. 1 Yohanes 5:4 menyatakan bahwa lahir dari Allah adalah kunci untuk mengalahan dunia dan iman didalam Kristus juga adalah kunci untuk mengalahkan dunia. Kaitan antara kedua hal ini adalah iman didalam Kristus adalah caranya kita mengalami kelahiran kembali, karena Kristus mengatakan: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya, tinggalah didalam Aku, karena diluar Aku, kamu tidak bisa berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5). Kristus adalah pokok anggur, dan ketika kita sebagai ranting-rantingnya menempel, beriman didalam Kristus, maka pokok anggur itu akan mengalirkan kehidupan sehingga ranting-ranting itu juga memiliki kehidupan. Sebaliknya, ketika ranting itu diputuskan dari pokok anggur itu (merupakan gambaran jika kita tinggal diluar Kristus) maka ranting itu mati tidak bisa berbuat apa-apa. Kristuslah pokok anggur, ketika kita menempel, kita tinggal didalam Dia (beriman didalam Kristus) maka kita akan hidup; orang-orang beriman kepada Kristus dipersatukan dengan Kristus sehingga mengalami hidup yang baru.

Proses kelahiran kembali bisa dilihat dari dua pihak. Dari pihak Allah, Roh Kudus melahirbarukan kita dengan mempersatukan kita dengan Kristus. Dari pihak manusia, kita mengalami kelahiran baru melalui iman di dalam Kristus. Bagaimana iman bisa muncul? Dari mendengar firman dan Roh Kudus bekerja dari firman yang kita dengar dan kemudian kita percaya kepada Kristus, menyadari Kristus itu begitu penting dan mulia sehingga kita bisa sungguh-sungguh beriman kepada-Nya. Ketika kita beriman, kita beriman didalam Kristus dan Roh Kudus mempersatukan kita secara misterius dengan Kristus, sehingga kita boleh mengalami hidup yang baru; yaitu kehidupan yang sesuai dengan yang Tuhan inginkan. Di dalam 1 Petrus 1:23&25, firman itu adalah Injil yang diberitakan kepada kita. Di ayat 23, benih dikaitkan dengan kelahiran kembali: “kamu dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana tetapi benih yang kekal yaitu Firman Allah” (ayat 23). Kelahiran kembali itu bisa terjadi melalui benih firman Tuhan dan benih itu menghasilkan iman didalam Kritus, dan iman didalam Kristus mempersatukan menusia dengan Kristus, dan di dalam persatuan itu kita menjadi manusia yang baru karena Kristus sudah mati dan bangkit dari kematian. Roh Kudus melahirbarukan dengan menyebarkan benih dihati manusia melalui orang-orang Kristen yang memberitakan Firman Tuhan yang sejati, kemudian Roh Kudus bekerja di dalam hati manusia untuk mempersatukan manusia dengan Kristus dan manusia itu lahir kembali.

Kalau ini adalah arti dari kelahiran kembali maka kita tahu ini bukan pekerjaan manusia; ini semata-mata pekerjaan Roh Kudus yang memakai manusia untuk memberitakan injil Kristus. Tetapi injil yang diberitakan bukan pertama-tama membuat kita ingin berjuang semakin taat kepada Tuhan dengan kekuatan kita sendiri; kalau hanya sampai disini maka akan jatuh kepada agama moralistik; yaitu ketika kita tahu bahwa perintah Tuhan itu baik dan kita berasumsi bahwa kita bisa memenuhi perintah-perintah tersebut dengan kemampuan kita sendiri. Alkitab menegaskan ketika justru injil diberitakan, maka sebenarnya pertama-tama kita sadar kalau kita tidak mampu untuk melakukan perintah-perintah Tuhan; sadar kalau kita orang yang bangkrut dan berdosa, orang yang miskin dihadapah Tuhan. Kita memiliki kesadaran seperti pemungut cukai yang tidak berani menangkat tangannya ke atas waktu berada di bait suci, tetapi memukul dirinya dan berdoa: “berbelas kasihanlah Tuhan kepadaku karena aku orang berdosa.” (Lukas 18:13). Itulah kesadaran yang pertama waktu orang mengalami kelahiran baru. Tentu tidak akan berhenti sampai disitu karena benih itu akan terus bertumbuh.

Biarlah kita sadar bahwa kelahiran kembali tidak menyebabkan adanya perubahan “tambal sulam” didalam diri kita. C.S. Lewis berkata: “ketika Kristus datang, Ia bukan ingin menambal gigi kita yang banyak lubangnya, memotong ranting dari pohon kita yang sudah banyak rusaknya, memaksa kita untuk melakukan perintah-perintah yang kita tahu itu benar tetapi sebenarnya kita tidak ingin lakukan; tetapi pertama-tama Ia akan mencabut seluruh gigi kita, mencabut seluruh pohon kita dari akar-akarnya, membunuh manusia lama kita, dan kemudian memberi hidup yang baru.”. Hidup yang baru itu diberikan melalui firman yang diberitakan dan firman itu Roh Kudus bekerja memunculkan iman didalam diri kita dan iman itu mempersatukan kita dengan Kristus sehingga ada kehidupan yang baru.

Jadi bukan masalah apa yang kita lakukan secara luar, tapi sedalam hati kita ada kehidupan yang baru, dan Tuhan akan terus bekerja  menumbuhkan hidup yang baru. Richard Sibbes, seorang Puritan, berkata: “tidak selalu hati orang Kristen itu berapi-api; tetapi pada orang yang lahir baru, berapapun kecil api yang ada, itu adalah api yang sejati dan tidak akan padam.”. Tuhan tidak akan meninggalkan umatnya; kalau itu api yang sejati, seberapa kecilnya itu Tuhan tidak akan memadamkan dan malah mengobarkan api itu kembali sehingga api itu mulai berkobar lagi. Apakah kita percaya kepada Kristus dengan sungguh-sungguh, bukan hanya mengatakan dan mengaku dengan mulut tetapi percaya sedalam hati kita karena Roh Kudus yang sudah mengerjakan dan memimpin hidup kita?

 

Ringkasan oleh David Hartana | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya