Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Yesus Membaptis dengan Roh-Kudus

Ibadah

Yesus Membaptis dengan Roh-Kudus

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 4 September 2016

Bacaan Alkitab: Yoh 1:29-34, Kis 1:4-8

Sebelumnya kita telah membahas kesaksian Yohanes Pembaptis akan Yesus yang sangat penting (Yoh 1:29) “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Harap kita makin menyadari bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Sekaligus kita juga bisa menikmati, kesukaan yang besar sebagai orang-orang yang sudah dihapus dosanya. “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” adalah suatu pernyataan yang objektif. Harap setiap dari kita dapat mengalami kebenaran objektif ini. Kebenaran ini objektif: tidak akan berubah, meskipun manusia menolak atau menerimanya, meskipun manusia percaya atau tidak, karena kebenaran ini adalah dari Tuhan, kebenaran yang objektif. Namun harap dapat kita juga bisa menerima hal ini sebagai kebenaran yang subjektif, didalam kehidupan kita, secara pribadi. Kita boleh mengalami dengan sungguh bahwa Dia adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosaku. Sehingga kita sungguh-sungguh menyadari kebenaran yang begitu berharga di dalam hidup kita. Hal itu akan mempengaruhi setiap hal di dalam hidup kita. Di dalam segala kesulitan yang kita hadapi, hal ini menjadi kekuatan yang besar. Aku tidak perlu melakukan apapun supaya Dia lebih mengasihi aku. Dia sudah mengasihi kita sepenuh-penuhnya, Dia sudah mati bagi kita ketika masih berdosa, ketika kita masih seteru Allah, kita boleh diangkat menjadi anak-anak-Nya. Ini menjadi suatu kekuatan yang besar bagi kita, harap kita bisa mengalami hal ini.

Kali ini, kita boleh merenungkan kesaksian Yohanes Pembaptis yang penting lainnya yaitu Yoh 1:33b “Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.” Mengapa Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa Yesus Kristus adalah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Bukankah Yohanes Pembaptis bisa mengatakan banyak hal tentang Yesus Kristus, bahwa Yesus adalah terang itu, Dia adalah jalan, kebenaran dan hidup itu sendiri. Tetapi dari seluruh hal dari yang Yohanes Pembaptis ketahui, dia  memilih untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, dan dalam bagian ini, Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa Roh Kudus datang ke atas Yesus, dan Yesus Kristuslah yang membaptis dengan Roh Kudus.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu membandingkan baptisan Yohanes Pembaptis dengan baptisan Yesus. Yoh 1:31, Yohanes Pembaptis mengatakan “aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.” Kalau kita membaca kitab sinoptik (Matius, Markus, Lukas), memang Yohanes Pembaptis membaptis dengan air, dan baptisan itu adalah baptisan untuk pertobatan, untuk menyiapkan diri pada kedatangan Mesias. Tetapi di dalam bagian ini, Yohanes Pembaptis membaptis dengan air untuk pertobatan, tetapi itu bukan tujuan akhirnya, tujuan akhirnya adalah supaya Yesus dinyatakan kepada Israel. Baptisan memang ciri-khas pelayanan Yohanes Pembaptis, tetapi yang dilakukan Yohanes Pembaptis adalah bukan untuk dirinya sendiri namun untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus. Bahkan baptisan itu sendiri adalah supaya Yohanes Pembaptis bisa menyatakan Yesus kepada orang banyak.

Yoh 1:32 menyatakan Yohanes Pembaptis memberi kesaksian “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.” Injil sinoptik menyebutkan Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, namun Injil Yohanes tidak menyebutkan secara eksplisit peristiwa pembaptisan itu, tetapi hanya apa yang ada pada Yoh 1:32 di mana Yohanes Pembaptis menyatakan aku melihat Roh Tuhan turun dan tinggal di atas-Nya.

Mengapa burung merpati? Ini adalah gambaran yang ideal, karena berbicara tentang Roh Kudus yang turun dari langit kepada Yesus. Pasti gambaran yang tepat adalah dengan menggunakan burung. Tetapi bukan hanya burung, merpati adalah salah satu binatang yang dapat dipersembahkan sebagai korban yang kudus. Pada jaman itu jika orang tidak bisa mempersembahkan domba, maka orang itu bisa mempersembahkan merpati. Burung merpati juga sering digunakan oleh orang-orang jaman ini untuk melambangkan kesucian, kesetiaan, humility dan perdamaian.

Roh Kudus adalah pribadi Allah Tritunggal yang ketiga yang paling melupakan diri. Ketika Roh Kudus datang ke atas Yesus, itu adalah untuk meninggikan Yesus dan bukan meninggikan Roh Kudus. Kita melihat juga pada Yoh 1:32 “dan Ia tinggal di atas-Nya”, ini mau menekankan bahwa Roh Kudus tidak lagi meninggalkan Kristus, namun terus ada di dalam Dia. Oleh karena itu Yesus dapat membaptis dengan Roh Kudus kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Dalam Yoh 1:33, Yohanes Pembaptis juga mengatakan “akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.” Sekali lagi Yohanes Pembaptis ingin kita mengerti bahwa Yesus adalah jauh lebih mulia dan lebih agung daripadanya.

Membaptis dengan air adalah simbol daripada yang sesungguhnya yaitu bahwa Yesus Kristus yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Yohanes Pembaptis ingin membandingkan seperti cincin pernikahan dengan pernikahan itu sendiri, seperti sertifikat lahir dengan bayi itu sendiri. Fokus dalam bagian ini, Yohanes Pembaptis ingin menyatakan kemuliaan Yesus Kristus dalam konteks Yesus Kristus-lah yang membaptis dengan Roh Kudus.

Kadang-kadang dalam teologia Karismatik, baptisan Roh Kudus adalah Roh Kudus yang membaptis kita. Hal ini keliru, karena di sini, Yesus Kristus-lah yang membaptis dengan Roh Kudus.

Mengapa Yohanes Pembaptis menekankan bahwa Yesus yang akan membaptis dengan Roh Kudus? Karena di dalam Perjanjian Lama, sangat jelas Mesias yang dijanjikan akan datang dengan kuasa Roh Kudus. Misalnya Yes 11:1-2 “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;.” Yesaya menubuatkan anak daripada Isai (ayah Daud), dan dari keturunan Daud-lah akan muncul Mesias, dan kalau Dia datang, Roh Tuhan akan ada pada-Nya.

Yes 61:1 juga bicara tentang Mesias yang akan datang, ayat ini menyatakan “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,“. “Roh Tuhan ada pada-Ku” ini adalah kutipan yang di dalam Luk 4, yang dikutip Yesus di rumah Ibadat. Yesus Kristus mengutip Yes 61:1 (lihat Luk 4:18-21) “Roh Tuhan ada pada-Ku” dan mengatakan (Luk 4:21) “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

Di dalam terjemahan Inggris (Luk 4: 18) “The Spirit of the Lord is on me, because he has anointed me”. Kata anointed me (yang diurapi) adalah Mesias. Ini adalah salah satu kata yang unik daripada Mesias. Di dalam Perjanjian Lama ada banyak ayat yang mengutip tentang Mesias, kebanyakan dari ayat-ayat itu merujuk kepada raja yang diurapi. Tetapi ada dua ayat yang sangat penting yaitu di dalam kitab Daniel, berbicara tentang Mesias yang diurapi, dan berbicara kapan Mesias itu akan datang. Kalau saudara menghitung tanggal-tanggal tersebut, waktunya adalah persis ketika Yesus datang ke dalam dunia. Yang kedua yang dipakai, adalah dalam Yes 61:1 di atas, yang dikutip di dalam Luk 4, “Roh Tuhan ada pada-Ku .. Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Yohanes Pembaptis mengerti sekali Perjanjian Lama, sehingga ketika dia menyatakan “Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.” Yohanes Pembaptis mau mengatakan Dialah sang Mesias itu. Dialah yang dinanti-nantikan di dalam Perjanjian Lama, Dialah yang dijanjikan di dalam Perjanjian Lama, akan datang Mesias yang membebaskan manusia daripada dosa, Dialah pengharapan dari seluruh Israel bahkan juga bagi seluruh dunia.

Juga digambarkan apa yang akan terjadi bagi orang-orang yang mengikuti Mesias, yaitu saudara dan saya. Orang Kristen (Christian), berarti pengikut Kristus. Kita melihat di dalam Kis 2 tentang peristiwa Pentakosta, di mana Roh Kudus dicurahkan kepada orang-orang yang percaya. Kis 2:14-18 mengatakan:

“Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel: Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.”

Ini menjadi penggenapan dari janji Yesus Kristus yang dinyatakan oleh Yohanes Pembaptis, yaitu bahwa Yohanes Pembaptis membaptis dengan air tetapi Dia akan membaptis dengan Roh Kudus. Roh Kudus dicurahkan bagi setiap orang yang percaya.

Apa artinya Yesus membaptis dengan Roh-Kudus? 

  • Hal yang pertama berarti Roh Kudus itu datang melalui Yesus Kristus. Roh Kudus diutus oleh Yesus Kristus. Roh Kudus tidak datang melalui diri-Nya sendiri, tidak bekerja terlepas daripada Yesus Kristus, tetapi Roh Kudus datang melalui Yesus Kristus.
  • Hal yang kedua adalah bahwa Yesus Kristus akan mencurahkan Roh Kudus bagi orang yang percaya sehingga seluruh hidup orang itu dikuasai oleh Roh Kudus. Ini adalah sesuatu yang sangat penting bagi kita. Bukan hanya dibaptis oleh Roh Kudus, tetapi juga seluruh hidup kita dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus.

Ketika Roh Kudus turun ke dalam hidup kita, paling tidak ada empat hal yang boleh kita renungkan.

1)      Kita memiliki hidup yang baru. Yesus berkata kepada Nikodemus (Yoh 3:3) “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Selanjutnya Yesus mengatakan (Yoh 3:6) “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.”, dan (Yoh 3:5) “jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika Yesus Kristus mencurahkan Roh Kudus kepada kita, kita mendapat lahir baru. Ketika kita mendengar Injil, maka Roh Kudus bekerja di dalam hati kita, secara misterius, mencelikkan mata rohani kita, sehingga yang tadinya kita tidak mengenal Dia, namun sekarang kita bisa percaya kepada-Nya. Yang tadinya kita anggap kekristenan itu adalah omong kosong, ketika Roh Kudus bekerja di dalam hati kita, Roh Kudus memberikan hidup yang baru sehingga kita boleh meresponi berita Injil, percaya kepada-Nya dan kita menjadi anak-anak Tuhan.

2)      Bukan hanya kita menjadi penerima hidup baru, kita juga menjadi pemberi daripada hidup. Yoh 7:38-39 mengatakan “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya;” Ketika kita menjadi percaya kepada-Nya, di dalam hati kita muncul aliran-aliran air hidup, sehingga kitapun boleh menjadi orang-orang yang memberikan hidup. Memberikan hidup bukan dari diri kita sendiri tetapi melalui perkataan kita, melalui kesaksian kita, melalui Firman yang diberitakan, Roh Kudus memimpin kita dan terus berkarya di dalam hidup kita. Sehingga perkataan kita boleh menghibur orang, boleh menguatkan orang, boleh membawa orang percaya kepada Tuhan. Kita perlu sekali di dalam hidup kita sebagai anak-anak Tuhan, harap kita boleh mengerti kesulitan saudara-saudara seiman kita. Harap kita boleh membantu mereka dan mengatakan kebenaran, karena ada Roh Kudus di dalam hati kita. Kita bukan hanya penerima hidup, tetapi juga pemberi hidup kepada mereka yang bergumul, mengalami kesulitan di dalam hidup mereka.  

3)      Roh Kudus memberi kesaksian tentang Yesus Kristus. Yoh 15:26 mengatakan “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.” Roh Kudus akan bersaksi bahwa Yesus Kristus itu adalah jalan, kebenaran dan hidup, bahwa Yesus Kristus adalah air hidup itu, bahwa Yesus Kristus adalah gembala yang baik, yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Bahwa Yesus Kristus adalah pokok anggur yang benar, dan kita adalah carang-carangnya, barangsiapa di luar pokok anggur itu akan mati dan dibuang ke dalam api, tetapi yang tetap menempel di pokok anggur itu akan berbuah banyak.

Roh Kudus adalah pribadi Allah Tri-Tunggal yang ketiga yang sangat melupakan diri. Karena pekerjaan Roh Kudus adalah mengajarkan dan memberitakan kesaksian tentang Yesus Kristus ke dalam hati kita. Kalau kita melihat Yesus Kristus lebih berharga daripada hartamu, kalau kita melihat Yesus Kristus lebih indah daripada segala yang indah di dalam dunia ini, maka itu adalah pekerjaan Roh Kudus di dalam hati kita. Seringkali hal ini diuji di dalam krisis dan benturan kepentingan. Contohnya jika kita sedang berlibur di luar kota, pada hari Minggu, biarlah kita mencari Gereja, beribadah kepada Tuhan. Hal-hal yang kecil seperti ini, perintah yang kita sering anggap remeh: ingatlah dan kuduskanlah hari sabat. Itu adalah perintah yang sama bobotnya dengan jangan berzinah, jangan mencuri, jangan membunuh. Biarlah benturan-benturan kepentingan itu menjadi ujian bagi kita, apakah betul Yesus Kristus adalah segala-galanya bagi kita, lebih dari segala harta yang aku miliki, atau apakah itu hanya kata-kata yang manis saja, yang bukan dari hati kita yang paling dalam.

Kalau itu menjadi realita di dalam hati kita, itu adalah pekerjaan Roh Kudus, karenanya kalau Roh Kudus datang Dia akan bersaksi akan Yesus Kristus, menyatakan keindahan, kemuliaan Kristus.

4)      Roh Kudus akan memuliakan Yesus Kristus. Yoh 16:13-14 mengatakan “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.” Ketika Roh Kudus itu datang maka Roh Kudus akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus tidak memimpin kita kepada yang lain, Dia memimpin kepada Kristus, Firman yang menjadi daging. Dia akan memimpin kita kepada kebenaran Alkitab, karena Alkitab itu adalah Firman-Nya. Dia tidak harus memimpin kita ke dalam bahasa lidah, seperti yang banyak dibicarakan di teologia Karismatik. Bahasa lidah tidak lagi menjadi tanda bahwa seseorang dibaptis akan Roh Kudus. Kalau kita mempelajari hamba-hamba Tuhan yang Tuhan pakai secara luar biasa seperti Martin Luther King, John Calvin, Charles Spurgeon, Jonathan Edwards, dan juga Pdt Stephen Tong, maka tidak pernah ada tanda bahwa mereka pernah berbahasa lidah. Bagaimana mungkin engkau mengatakan bahwa orang-orang ini tidak dibaptis dengan Roh Kudus. Karena ketika Roh Kudus itu datang, Dia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, akan menyadari Firman itu akan lebih indah daripada emas bahkan emas yang paling murni, lebih manis daripada madu yang paling manis. Roh Kudus akan membawa kita kepada kebenaran Firman Tuhan. Roh Kudus akan memuliakan Yesus Kristus, karena Roh Kudus akan memberitakan apa yang diterima-Nya daripada Yesus Kristus.  

Roh Kudus akan memimpin kita untuk kembali kepada Kristus. Itulah yang terjadi pada hari Pentakosta. Hari Pentakosta adalah penggenapan dari apa yang dikatakan Yohanes Pembaptis, bahwa Yesus Kristus akan membaptis dengan Roh Kudus. Kalau kita membaca Kis 2, Petrus pada hari Pentakosta, dia tidak berkotbah tentang Roh Kudus, tetapi tentang Yesus Kristus, tentang Kristus yang mati menebus dosa manusia. Karena memang pekerjaan Roh Kudus adalah untuk memuliakan Yesus Kristus. Baiklah kita juga, orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus, maka kita juga orang-orang yang sudah dibaptis dengan Roh Kudus. Roh Kudus melahirbarukan kita, menjadikan Kristus begitu berharga, boleh percaya kepada-Nya. Biarlah di dalam hidup kita, kita boleh memuliakan Kristus di dalam hidup kita, karena itulah pekerjaan Roh Kudus.

Apakah kita sudah memuliakan Yesus Kristus di dalam hidup kita? Bagaimana kita memuliakan dan membesarkan Yesus Kristus di dalam hidup kita. Saya akan memberikan suatu ilustrasi bagaimana kita membesarkan Yesus Kristus. Ada dua cara membesarkan sesuatu: membesarkan dengan memakai Mikroskop, atau membesarkan dengan teropong. Dengan mikroskop kita membesarkan sesuatu yang sebenarnya kecil. Dengan teropong kita membesarkan sesuatu yang sebenarnya besar sekali, seperti bintang di langit yang sebenarnya begitu besar, tetapi terlihat begitu kecil karena begitu jauh. Tetapi ketika kita memuliakan Yesus Kristus, biarlah kita tidak membesarkan Yesus Kristus seperti memakai mikroskop, seperti sesuatu yang begitu remeh yang kita besar-besarkan. Tetapi biarlah kita membesarkan nama Kristus seperti memakai teleskop. Membesarkan bintang yang terlihat kecil di dalam dunia ini, tetapi sebenarnya bintang itu adalah besar sekali, jauh lebih besar dari bumi ini. Dunia menganggap Kristus begitu kecil, namun sebenarnya Dia sangat besar, biarlah hidup kita yang dipenuhi oleh Roh Kudus boleh membesarkan Dia. Karena Dia memang Tuhan yang besar, yang mulia dan agung. Biarlah di dalam saat-saat kritis kita tahu, bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dia memimpin dan memelihara umat-Nya.

Ketika kita menghadapi hal yang ultimate, yaitu kematian kita menjadi tidak takut menghadapi kematian, karena kita memiliki Kristus yang sudah mati dan bangkit daripada kematian. Biarlah kita membesarkan Kristus melalui perkataan kita kepada orang-orang lain supaya mereka mengenal betapa besarnya Tuhan kita. Meskipun di mata orang-orang dunia ini Kristus begitu kecil begitu tidak berharga, biarlah Roh Kudus yang ada di dalam hati kita, yang bekerja melalui kesaksian hidup kita, sehingga orang juga mengenal Dia, mengenal betapa besarnya dan agungnya Yesus Kristus. Itulah yang dikatakan Yohanes Pembaptis “aku membaptis dengan air, tetapi Dia akan datang membaptis engkau dengan Roh Kudus”.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya