Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Lihatlah Anak Domba Allah yang Menghapus Dosa Dunia

Ibadah

Lihatlah Anak Domba Allah yang Menghapus Dosa Dunia

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 28 Agustus 2016

Bacaan Alkitab: Yoh 1:19-31

Kali ini kita masuk ke dalam bagian besar yang pertama dari pelayanan Yesus di dunia. Sebelumnya Yoh 1:1-18 merupakan prolog/pembukaan, di mana ada tema-tema yang paling penting yang diperkenalkan. Setelah itu mulai ayat 19, penulis mengajak kita masuk secara lebih detil ke dalam pelayanan Yesus, khususnya dengan kaitannya dengan Yohanes Pembaptis. Mulai ayat 19, ini adalah minggu pertama dari permulaan pelayanan Yesus. Seorang penulis bernama Paul Trudinger, seorang teolog Perjanjian Baru, menulis suatu artikel yang menarik “The Seven days of the New Creation in St. John Gospel”. Tulisan ini membandingkan tujuh hari pertama pelayanan Yesus dengan tujuh hari pertama kisah penciptaan. Karena sepanjang Yoh 1, penulis mengatakan “the next day” beberapa kali. Dalam analisa tulisan tersebut, ayat 19-28 adalah hari pertama, setelah itu ayat 29 “pada keesokan harinya…” adalah hari yang kedua, dan selanjutnya pada ayat 35 “pada keesokan harinya” adalah hari ke tiga. Sampai pada Yoh 2:1, peristiwa di perkawinan Kana adalah hari yang ke enam, dan hari yang ketujuh adalah Yoh 2:12 “Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja “; Yesus beristirahat di situ, mirip dengan hari ketujuh dari kisah penciptaan. Perkawinan di Kana adalah hari ke enam, kalau kita mengingat pada hari ke enam penciptaan, Tuhan mendirikan lembaga pernikahan (lihat Kej 2). Di dalam pernikahan Kristen, ada ayah dari mempelai wanita, yg membawa mempelai/pengantin wanita untuk diserahkan kepada pengantin laki2nya di Altar. Demikian juga Allah sebagai yang mencipta membawa Hawa seperti ayah-Nya kepada Adam. Kalau kita melihat juga puncak sejarah kehidupan orang Kristen, kita melihat perjamuan kawin Anak Domba dengan Gereja-Nya.

Di bagian Alkitab kali ini, kita memasuki hari pertama dari New Creation. Yohanes mau membandingkan New Creation dengan penciptaan yang pertama khususnya Adam.

Barangsiapa di dalam Kristus adalah ia ciptaan baru (New Creation). Karena ciptaan yang pertama sudah rusak, jatuh kedalam dosa. Meskipun manusia tetap merupakan gambar Allah, tetapi manusia merupakan gambar Allah yang sudah rusak. Manusia tidak lagi mencerminkan keindahan Tuhan,  begitu rusak, membunuh satu sama lain. Karena itulah Kristus harus datang ke dunia untuk mengembalikan maksud semula Tuhan menciptakan segala sesuatu. Dari creation kepada new creation, dari Adam kepada Kristus. 

Di bagian Alkitab ini, kita belajar tentang Yohanes Pembaptis, kalau kita membaca secara lebih detil, misi Yohanes Pembaptis adalah memberikan kesaksian tentang Kristus. Yoh 1:6-8 “Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.”

Ketika Yohanes Pembaptis ditanya siapa dia, dia selalu menghindar untuk menyatakan siapa dia, tetapi sebaliknya dia menyatakan siapa yang dia mau beritakan. Ketika imam-imam dan orang-orang Lewi datang kepadanya dan bertanya “"Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?.” Maka Yohanes Pembaptis menjawab "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."

Ini menarik sekali, ketika Yohanes Pembaptis ditanya, dia tidak memberitakan tentang dirinya sendiri, tetapi dia justru memberitakan tentang Kristus. Dari sini kita boleh melihat bahwa Yohanes Pembaptis adalah bukan siapa-siapa tanpa kaitannya dengan Kristus. Ini adalah suatu contoh yang indah, dia sadar dirinya tidak berarti apa-apa, diluar Kristus aku tidak dapat berbuat apa-apa. Jawabannya seluruhnya berkaitan dengan Kristus, tanpa Kristus dia tidak ada artinya sama sekali.

Kita mundur sedikit untuk lebih mengerti apa yang Yohanes Pembaptis katakan, dengan melihat latar-belakang sejarah. Kita akan melihat mengapa imam-imam dan orang-orang Lewi diutus untuk menanyakan siapakah dia. Kita harus mengerti konteks sejarah sebelum Yohanes Pembaptis datang.

Jaman itu adalah jaman intertestamental, jaman antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Peristiwa pada Perjanjian Lama yang terakhir adalah peristiwa nabi Nehemia memimpin orang Israel dari pembuangan di Babel. Jaman ini adalah sekitar 400 tahun, dan jaman ini adalah sangat menyedihkan bagi Israel, karena selama jaman itu, Israel dijajah oleh berbagai bangsa. Dijajah oleh Persia, lalu oleh Grika pada jaman Alexander the Great,  oleh Hasmonean, lalu oleh Romawi. Di dalam kekuasaan Grika, ada penghinaan yang besar bagi Israel, khususnya oleh Anthiokus yang mendirikan patung Zeus yang ditaruh di dalam bait Allah. Kemudian mereka mempersembahkan babi kepada patung itu yang ada di dalam bait Allah. Orang Israel terhina sekali tetapi mereka tidak bisa melawan. 400 tahun ini disebut sebagai the silence years, bukan hanya karena mereka dijajah, tetapi juga karena tidak ada Firman Tuhan yang datang, tidak ada nabi Tuhan yang datang.

Jadi saudara bisa bayangkan, ketika tiba-tiba Yohanes Pembaptis muncul, dengan kuasa, dengan hidupnya, dengan pakaian yang seperti nabi. Karena itu ketika Yohanes Pembaptis ditanya apakah dia Elia. Dia tidak menjawab pertanyaan tsb. tetapi mengatakan Kerajaan Allah sudah dekat, dan Yohanes menyatakan kemuliaan-Nya. Ini membangkitkan pengharapan yang besar di antara orang Israel. Maka orang-orang Yahudi begitu bersemangat dan datang mendengarkan Yohanes Pembaptis. Sebagai antisipasi dari peristiwa yang dahsyat ini, bahwa Kerajaan Allah segera akan datang, maka Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa engkau harus bertobat dan sebagai tanda pertobatan itu engkau dibaptis. Berita ini tersebar cepat ke seluruh Yudea, dan orang-orang berbondong-bondong datang untuk dibaptis. Pemimpin-pemimpin Yahudi di Yerusalem akhirnya mengutus beberapa orang untuk menanyakan siapakah Yohanes Pembaptis, menanyakan apakah Mesias yang sudah dijanjikan itu sudah datang, apakah Yohanes Pembaptis adalah Mesias.

Yohanes Pembaptis sadar bahwa spekulasi tentang Mesias sedang panas-panasnya. Maka dia menjawab langsung; Yohanes Pembaptis mengaku, tidak berdusta, melainkan mengaku (tiga kali) bahwa dia bukan Mesias, dia bukan Elia. Dia tidak banyak berkata-kata tentang dirinya sendiri, tetapi apa yang dia katakan secara positif, dia berbicara tentang siapakah Kristus. Ini menjadi ciri khas yang kita boleh belajar dari Yohanes Pembaptis, dan harus menjadi ciri khas dari hidup kita sebagai anak-anak Tuhan.

Ada tiga hal yang Yohanes Pembaptis katakan tentang Yesus:

1)      Yesus itu adalah Tuhan itu sendiri. Di dalam Yoh 1:23 Yohanes Pembaptis menjawab “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”. Kita juga lihat dalam Yesaya 40:3-5 “Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya". Kata TUHAN yang dipakai disini menunjuk kepada YAHWE, bukan hanya Kyrios (Lord). Kalimat ini menunjuk kepada pencipta langit dan bumi, TUHAN yang memiliki relasi dengan umat-Nya, yang membuat covenant dengan umat-Nya, “Aku akan menjadi TUHAN-mu dan engkau akan menjadi umat-Ku”. Siapakah Tuhan yang disebut dalam Yoh 1:23? Yesus Kristus. Jadi Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah TUHAN itu sendiri.

Ketika Yohanes Pembaptis mengerti akan fungsinya, mengapa dia ada di dalam dunia ini, justru dia menjadi berharga luar biasa.  Bukan karena kehebatannya sendiri, tetapi justru di dalam kaitannya dalam rencana Tuhan. Kita harus mengerti hidup kita dalam kaitannya dalam Tuhan, mengerti siapa kita, mengerti betapa berharganya kita di dalam rencana Tuhan. Kita harus mempunyai kesadaran bahwa di luar Tuhan aku tidak dapat berbuat apa-apa. Kalau saudara ditanya, siapa kamu, betapa berharganya engkau, maka biarlah kita mengerti hidup kita seperti Yohanes Pembaptis, mengerti bahwa hidup kita berharga di dalam kaitannya dengan Tuhan. 

2)      Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa Yesus jauh lebih mulia dari dia. Ketika ditanya dalam ayat Yoh 1:25 “Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" Maka jawaban Yohanes Pembaptis sekali lagi, tidak menyatakan mengapa dia membaptis, tetapi dia terus membelokkannya kepada Kristus. Maka jawabnya (Yoh 1:26-27) “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa Yesus lebih agung daripadanya. Dia membaptis bukan untuk menyatakan kehebatannya, tetapi untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus. Membuka tali kasut adalah pekerjaan seorang budak, bahkan seorang murid tidak akan melakukan hal itu kepada gurunya. Yohanes Pembaptis menyatakan bahkan sebagai budak-Nya pun dia tidak layak. Ini untuk menyatakan betapa kecilnya dia dihadapan Yesus. Biarlah aku semakin berkurang dan Dia semakin bertambah, biarlah orang melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapa-Mu.  Ini harus juga menjadi semangat pelayanan kita.

3)      Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa Yesus-lah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Yoh 1:29 “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Ini adalah kalimat yang menjadi puncak kesaksian Yohanes Pembaptis. Kemudian Yoh 1:35-37 mengatakan “Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!".  Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.” Yohanes Pembaptis membiarkan muridnya mengikuti Yesus, membiarkan dirinya semakin berkurang dan Yesus semakin bertambah. Biarlah orang bukan datang kepadaku, menghormati aku, tetapi biarlah orang mendengar perkataan ku supaya mereka datang kepada Kristus.

Kristus-lah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Kalau kita mengerti hal ini dan renungkan, hal ini akan sangat melegakan. Solusi di dalam hidupmu, sebenarnya solusinya bukan aku, aku tidak punya solusi. Solusi untuk persoalan yang paling dalam hanya ada di dalam Kristus. Dia-lah yang hanya bisa menjadi jawaban bagi masalah manusia. Kita tidak bisa menjadi jawaban dari masalah kita. Maka dari itu datanglah kepada-Nya.

Yohanes Pembaptis juga menekankan bahwa Yesus adalah satu-satunya yang bisa menghapus dosa dunia. Anak domba merujuk kepada korban di dalam perjanjian lama. Orang Israel membawa anak domba yang tidak bercela, tidak ada cacatnya. Tetapi kita sekarang mengerti bahwa darah domba tidak bisa menghapus dosa manusia. Bagaimana darah binatang itu bisa menghapus dosa manusia? Sebenarnya perjanjian lama ingin menyatakan hal ini sebagai bayang-bayang yang menuju kepada Kristus.

Kristus adalah satu-satunya pribadi yang sempurna dan tidak bercela. Bagaimana bisa Yesus tidak berdosa? Bukankah semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah.  Dosa masuk melalui satu orang dan semua manusia berdosa dan mengalami kematian, karena upah dosa adalah mati. Kalau Yesus berdosa juga maka tidak mungkin dia yang berdosa itu menghapus dosa orang yang lain.

Bagaimana bisa Yesus tidak berdosa? Karena Yesus lahir bukan melalui proses kelahiran manusia biasa yaitu melalui persetubuhan antara suami dan istri. Kita tahu bahwa Dia lahir melalui anak dara Maria. Dalam Lukas 1, ketika malaikat datang kepada Maria dan mengatakan bahwa dia akan mengandung, Maria menjadi takut dan berkata “bagaimana hal itu bisa terjadi karena aku belum bersuami”. Maka jawab malaikat itu “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah yang maha tinggi akan menaungi engkau, sebab anak yang akan engkau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” Ini adalah sesuatu yang sangat penting.

Bukan hanya dari proses kelahirannya, bahkan dalam seluruh hidup-Nya, Yesus tidak berdosa. Tidak ada dosa sama sekali di dalam mulut-Nya. Dalam perkataan-Nya kepada orang-orang Yahudi “Siapa yang dapat membuktikan bahwa Aku berbuat dosa”, maka tidak ada yang menjawab karena memang tidak ada yang bisa membuktikan bahwa Yesus sudah berbuat dosa. Di dalam sejarah manusia, tidak ada orang lain yang berani bertanya seperti Yesus “Siapa yang dapat membuktikan bahwa Aku berbuat dosa.”

Tidak ada seorang pun yang bisa menjadi Juruselamat kita, hanya Yesus Kristus yang dapat melakukannya. Yesus adalah truly God and truly Man, Dia adalah Allah sejati, Dia menjadi manusia sejati. Kalau Dia hanya Allah sejati, maka Dia tidak mungkin mati, Allah itu adalah Roh yang suci dan mulia, dan tidak mungkin bisa mewakili manusia yang berdosa yang harus mati. Yesus harus menjadi truly Man, yang dapat mewakili manusia. Tetapi Dia juga harus truly God, karena semua manusia adalah sudah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Ketika Yesus di tampar sebelum disalib, maka Dia mengatakan “Mengapa engkau menampar aku, kalau aku bersalah, apakah salahku?” Tidak ada yang bisa menjawab. Bahwa orang-orang yang membunuh Kristus sendiri, mereka tahu bahwa Dia adalah tidak bersalah.

Dua implikasi terakhir yang mengagetkan dari “Dia adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”:

1)      Dia harus mati disembelih sebagai korban penghapus dosa. Ini mengagetkan bahkan bagi para murid. Murid-murid terus tidak mengerti, bahkan sampai Yesus ditangkap, dan disalib. Mereka tidak mengerti mengapa Dia harus mati, sampai Yesus bangkit dari kematian. Yesus menyatakan kepada dua murid di dalam perjalanan ke Emaus. Dia memperlihatkan di dalam Alkitab, bukankah itu yang dinyatakan di dalam Perjanjian Lama? Bukankah Mesias harus menderita, disalibkan dan mati? Baru kemudian para murid mengerti. Dari pertama Yohanes Pembaptis sudah menyatakan Dia adalah Anak Domba Allah, yang artinya anak domba itu akan disembelih dan harus mati. Kematian-Nya persis pada the day of atonement, saat domba disembelih. Dia harus mati, dan itu menjadi penghiburan bagi kita sekalian.

2)      Keselamatan bukan hanya bagi orang Yahudi, tetapi juga bagi dunia ini. “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Ini juga hal yang mengagetkan. Petrus dan seluruh murid yang lain terus tidak mengerti, bahkan setelah Yesus bangkitpun mereka tidak mengerti. Yesus berkata “jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”. Sebelum kenaikkannya ke Surga, Yesus berkata (Kis 1:8) “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”. Yohanes Pembaptis sudah menyatakan sebelumnya, Yesus mengatakan hal yang sama berkali-kali, tetapi para murid tetap belum mengerti, bahwa Injil harus diberitakan ke seluruh dunia, bukan hanya kepada bangsa Yahudi.

Maka Tuhan memberikan penglihatan kepada Petrus ( Kis 11: 1-18), di mana di dalam penglihatan itu ada segala makanan yang haram yang Tuhan perintahkan untuk Petrus memakannya. Tetapi Petrus menolak dan Tuhan berkata “Apa yang kukatakan halal tidak boleh kamu katakan haram” Sampai penglihatan itu hilang dan kemudian ada orang yang mengetok pintu dan memintanya pergi ke tempat Kornelius yang bukan dari bangsa Yahudi. Lalu Kornelius dan keluarganya menjadi percaya.

Roh Kudus turun kepada mereka, Petrus dan orang-orang Yahudi lainnya kaget dan tercengang-cengang. Karena mereka juga berbahasa lidah. Tuhan perlu menyatakan bahwa Injil bukan hanya bagi bangsa Yahudi, bahwa Anak Domba mati bukan hanya bagi bangsa Yahudi. Keselamatan bukan hanya bagi bangsa Yahudi, tetapi bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus.  Yoh 3:36 mengatakan “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”

Para murid masih berpikir bahwa keselamatan hanya bagi bangsa Yahudi, mereka kaget. Setelah itu Petrus dipanggil ke Yerusalem dan mereka rapat. Petrus mempertanggung jawabkan mengapa dia membaptis Kornelius dan seluruh keluarganya. Karena Petrus tahu ketika dia melihat mereka berbahasa lidah seperti di hari Pentakosta di dalam Kis 2. Peristiwa yang sama persis artinya Roh Kudus yang sama yang mengurapi mereka adalah Roh Kudus yang sama yang mengurapi Kornelius dan keluarganya. Ini menjadi peristiwa yang melegakan di antara para rasul, mendorong mereka memberitakan Injil ke seluruh dunia. Mereka taat sampai mereka satu-per-satu mati, karena ada orang-orang di segala bangsa yang milik Tuhan, untuk menggenapi rencana Tuhan untuk menyelamatkan dunia.

Kalau kita kali ini boleh menerima Injil, mungkin tidak ada orang Yahudi di antara kita, tetapi karena ada para rasul yang mengabarkan Injil. Thomas pergi ke India, Petrus dan Paulus pergi ke Roma, mereka juga akhirnya mati di Roma. Orang-orang percaya kembali tersebar ke mana-mana memberitakan Injil. Sampai tiba kepada kita, kepada hamba-hamba Tuhan yang memberitakan Injil, kepada orang-tua kita sehingga kita boleh percaya. Ini adalah karena misi Tuhan yang dinyatakan di dalam perkataan Yohanes Pembaptis “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya