Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Anak Anak Allah

Ibadah

Anak Anak Allah

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 24 Juli 2016

Bacaan Alkitab: Yoh 1:9-13

Dalam bukunya Mere Christianity, C.S Lewis menggambarkan 2 kehidupan yang berbeda: “Bios”, hidup secara biologis dan “Zoe”, hidup secara spiritual. Bios adalah hidup yang berakhir dalam kematian, tetapi Zoe bersifat kekal. Bios berpusat kepada diri sendiri, sedangkan Zoe bersifat kepada Allah dan orang lain. Zoe adalah orang-orang yang dilahirkan bukan secara jasmani namun dari Allah.

Kita telah membahas Yoh 1:9-11 yang memperlihatkan tentang keagungan Kristus sebagai terang yang sejati dan menerangi, dan yang telah datang ke dalam dunia. Namun, sekaligus dunia yang diciptakan oleh terang itu tidak mengenal dan menerima Dia. Yeremia 2:13 mengungkapkan dua kejahatan umat Tuhan: meninggalkan Allah, sumber air hidup, dan menggali kolam bagi diri mereka sendir, kolam yang bocor yang tidak bisa menahan air. Kristuslah sumber air hidup itu dan juga terang sesungguhnya, yang ditolak oleh manusia. Namun, apakah seluruh dunia menolak Kristus? Ternyata tidak, karena dalam ayat Yoh 1:12-13 mengungkapkan bahwa semua orang yang menerima-Nya diberi kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu yang percaya dalam nama-Nya. Ayat Yoh 1:13 menjelaskan sesuatu yang terjadi dibalik respons ayat Yoh 1:12, yaitu orang-orang yang diperanakkan dari Allah, di mana ada pekerjaan Roh Kudus yang memberikan hidup baru sehingga mereka boleh menerima dan percaya terang itu.

1 Yohanes 5:1 mengungkapkan bahwa setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus lahir dari Allah. Dalam Bahasa Inggris, kata "percaya" dituliskan dalam bentuk present tense dan kata "lahir" ditulis dalam past perfect tense, yang menunjukkan bahwa orang-orang yang percaya adalah orang-orang yang telah dilahir barukan. Mereka adalah hasil dari pekerjaan Tuhan yang misterius di dalam hati kita, yang kita tidak dapat mengerti seluruhnya. Melalui Injil yang diberitakan, lalu Roh Kudus bekerja dalam orang itu, lalu kemudian ada hidup baru. Orang-orang yang tadinya memiliki hati yang membatu dan mati di dalam dosa, yang tidak mungkin bisa berespons kepada Tuhan dengan dirinya sendiri, namun kemudian bisa berubah dan bisa percaya kepada-Nya.

Mereka bisa beriman kepada Tuhan karena Dia telah terlebih dahulu bekerja dalam hati mereka melalui Injil yang diberitakan. 1 Petrus 1:23 menyatakan bahwa orang-orang yang telah lahir baru dilahirbarukan dengan benih yang tidak fana, yaitu Firman yang hidup dan kekal. Oleh karena itu, kita mengerti bahwa ketika Injil diberitakan kepada orang-orang yang berdosa dan tidak bisa berespons, sebenarnya Roh Kudus bekerja dalam hati mereka dan memberikan hidup yang baru sehingga mereka bisa berespons dan percaya kepada Tuhan. Maka, penting sekali bagi kita untuk mendoakan hamba-hamba Tuhan yang memberitakan Firman dan Injil dan setiap kita yang membagikan Injil. Karena Injil adalah kuasa Allah untuk menyelamatkan. Melalui Firman yang diberitakan, Roh Kudus bekerja dan menyertai Firman Allah itu sendiri dan bekerja secara ajaib dalam manusia yang mendengar sehingga dapat memiliki hidup yang baru, dan boleh berespons kepada Tuhan.

Ini adalah pekerjaan Tuhan yang disatu sisi ajaib, namun sisi lainnya juga misterius. Kita tidak bisa melihat prosesnya, namun kita bisa melihat hasilnya yang menjadi nyata di dalam hidup setiap orang yang telah percaya dan mengalami kelahiran baru di dalam Kristus. Biarlah kita boleh melihat terang sejati yang telah datang ke dunia. Kita juga dahulu adalah orang yang buta dan mati di dalam dosa. Alkitab dalam beberapa bagian mengatakan bahwa manusia yang sudah mati di dalam dosa tidak mungkin bisa berespons kepada Tuhan kalau bukan Tuhan yang terlebih dahulu bekerja di dalam hati manusia. Oleh karena itu, perlu pekerjaan yang radikal oleh Roh Kudus, yang memberikan hati yang baru. Kristus mengatakan (Mat 7:17-19) bahwa setiap pohon yang baik, pasti menghasilkan buah yang baik, tidak mungkin menghasilkan buah yang tidak baik. Oleh karena itu, jika kita ingin menghasilkan buah yang baik, pohon yang tidak baik itu perlu dicabut terlebih dahulu. CS Lewis mengatakan bahwa Tuhan Yesus datang bukan untuk memupuk atau membersihkan pohon, namun untuk mencabut pohon yang lama.  Dia datang bukan untuk memperbaiki hidup kita agar hidup kita lebih normal dan lebih baik, Dia datang pertama-tama untuk mematikan manusia lama kita, dan kemudian memberikan hidup yang baru. Inilah orang-orang yang telah dilahirbarukan oleh Allah.

Kisah Para Rasul memberi contoh (lihat Kis 16) ketika Paulus memberitakan Injil di Efesus, ada seorang perempuan terkemuka, Lidia yang menjadi percaya. Ketika dia mendengar Injil diberitakan, Tuhan membukakan hatinya sehingga dia meresponi Injil yang diberitakan Paulus. Inilah pekerjaan Roh Kudus yang melahirbarukan sehingga siapa yang di dalam Kristus adalah ciptaan baru. Roh Kudus mempersatukan dengan Kristus sehingga manusia yang lama dan berdosa sudah berlalu dan mati, dan ada hidup baru yang mau mentaati dan memuliakan Tuhan. Tidak semua orang menerima kesempatan menjadi anak-anak Allah. Tidak semua orang bisa memanggil Allah “Our Father in Heaven”. Tuhan Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, kalau mereka berasal dari Allah, mereka pasti mengasihi Allah, tetapi mereka membenci Dia dan mau membunuh Dia karena mereka mau mengerjakan kehendak dari bapa mereka, yaitu Iblis. Pertanyaan bagi kita, apakah kita termasuk orang-orang yang memiliki hidup baru, di mana ada Roh Kudus dalam hati kita?

Kelahiran baru atau regeneration adalah pengajaran yang penting dan menjadi keunikan dari Injil Yohanes. Tuhan Yesus mengatakan kepada Nikodemus daam Injil Yohanes (lihat Yoh 3), bahwa jika dia tidak dilahirkan kembali, maka dia tidak bisa melihat kerajaan Allah. Pertama, regeneration ini adalah pekerjaan Allah, maka kemuliaan hanya untuk-Nya. Kedua, melalui Injil yang kita dengar, di mana Roh Kudus bekerja memberikan benih yang baru, yang tidak fana. Ketiga, ini adalah pekerjaan yang radikal, yang memberikan hati dan hidup yang baru.

Pekerjaan regeneration itu juga menghasilkan akibat yang radikal. Ini juga menjadi refleksi bagi hidup kita, apakah betul kita termasuk anak-anak Allah? Meskipun Allah adalah pencipta seluruh alam semesta, tetapi Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa kita baru boleh mengerti apa artinya kita sebagai anak-anak-Nya dan Allah adalah Bapa kita di surga jika kita telah menerima kelahiran baru dari Roh Kudus.

Pertama, kita diberi hak untuk menjadi anak-anak Allah. Ini adalah privilege yang begitu besar. Alkitab mengatakan kita menerima hak untuk menjadi anak-anak Allah dari Allah sendiri. Yesaya 49:15 mengatakan, dapatkah seorang ibu yang menyusui dan melahirkan anaknya sendiri tidak mengasihinya? Hampir tidak mungkin. Namun Tuhan mengatakan, sekalipun ibu kita meninggalkan kita, Dia tidak akan melupakan kita. Ini adalah janji Tuhan kepada anak-anaknya yang melampaui janji apapun di dunia ini karena Dia adalah Bapa kita yang kekal.

Kedua, orang-orang yang percaya kepada Kristus dan telah dilahirbarukan oleh Allah adalah saudara. 1 Petrus 1:22 mengatakan hendaklah kita mengasihi dengan sungguh-sungguh dan ayat 1 Petrus 1:23 menjelaskan alasannya yaitu karena kita telah dilahirkan kembali. Oleh karena itu, hendaklah kita mengasihi satu dengan yang lain dengan sungguh. Walaupun belum sempurna, masih banyak kelemahan dan pasti terjadi konflik, namun kita diingatkan bahwa kita adalah brothers and sisters. Justru Tuhan menginginkan banyak perbedaan, namun juga tetap ada persatuan, unity in diversity. Ini berasal dari Diri-Nya yang adalah Tritunggal, di mana ada unity dan diversity.

Ketiga dan yang terakhir, kita boleh hidup di dalam kebenaran dan tidak berkubang di dalam dosa. 1 Yohanes 2:29 mengatakan bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran lahir dari Allah. Setiap orang yang lahir dari Allah harus berbuat dan hidup di dalam kebenaran. 1 Yohanes 3:9 juga mengkonfirmasi bahwa setiap orang yang lahir dari Allah tidak dapat terus menerus berdosa dan hidup di dalam dosa. Orang-orang yang telah lahir baru terkadang bisa jatuh di dalam dosa, tetapi ketika sadar dan ditegur oleh Firman Tuhan, anak-anak Tuhan akan sadar. Ada Roh Kudus yang telah memulihkan hati nurani kita, sehingga kita pasti sadar dan gelisah saat kita jatuh di dalam dosa. Kita mungkin bergumul dan berkali-kali jatuh di dalam dosa, namun kita tidak diam di situ. Jika kita terus ditegur oleh Firman Tuhan dan saudara seiman, namun terus menutup telinga, maka kemungkinan besar kita belum memiliki hidup yang baru dalam hati kita. Kita masih bisa jatuh ke dalam dosa, namun ada keinginan dan perjuangan yang terus menerus sampai mati dan betemu muka dengan muka dengan Tuhan.

Kita berseru kepada Tuhan agar datang kerajaan-Nya dan jadi kehendak-Nya di atas bumi seperti di dalam sorga karena tahu kehendak Tuhan di bumi belum terjadi seperti di sorga dan kehendak Tuhan belum jadi dalam hidup kita. Namun, kita terus berdoa agar kehendak Tuhan dapat jadi di bumi, dalam hidup kita dan juga teman-teman kita, saudara-saudara seiman. Biarlah ini menjadi doa kita dan kita dapat berdukacita karena dosa. Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang berduka karena dosa justru adalah orang-orang yang benar-benar bahagia. Bahkan Daud, yang mendengar Firman Tuhan yang menegur setelah dia jatuh ke dalam dosa perzinahan bertobat dan kembali kepada Tuhan, karena orang-orang yang telah lahir dari Allah tidak mungkin terus menerus berdosa.

 

Ringkasan oleh David Sukuandi | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya