Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Hidup dan Terang

Ibadah

Hidup dan Terang

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 12 Juni 2016

Bacaan Alkitab: Yohanes 1:4-5, Yohanes 5:24-26

Saya bagikan sedikit tentang commentary dari J. C. Ryle mengenai Yoh 1:1-5. Dia adalah seorang Anglican Bishop yang meninggal tahun 1900, seorang reformed dan puritan yang mempelajari dan menyelidiki khususnya tentang Injil Yohanes. Dia memakai sumber kira-kira lebih dari 70 penulis sebelum dia, mulai dari Bapa-Bapa gereja sepeti Agustinus, Origen, dan juga para Reformator sepeti Melanchthon, Zwingli, Calvin, dsb, untuk menghasilkan commentary dengan perjuangan yang besar. Setelah menjelaskan kelima ayat yang kita baca, di bagian akhir dia mengatakan satu kalimat yang bagi saya sangat indah: “Saya merasakan suatu kesadaran akan ketidakmampuan yang besar dari para penafsir Alkitab manapun untuk menangkap seluruh kekayaan dan kedalaman lima ayat pertama. Saya telah berjuang dengan keras untuk menuliskan hasil penyelidikan saya, tetapi saya merasa baru menyentuh permukaan dari ayat-ayat yang hanya akan jelas dalam terang kekekalan.”

Jadi dari apa yang kita bahas mengenai ayat-ayat ini, jangan pikir kita sudah mengerti seluruh ayat ini. Kita baru mengerti permukaan saja. J. C. Ryle saja mengatakan hal itu, apalagi kita. Banyak orang yang bahkan permukaannya saja tidak tahu. Tetapi biarlah dalam kesempatan yang ada, kita boleh mengerti sejauh dan sedalam mungkin ayat-ayat yang begitu indah dan limpah ini, yang sesungguhnya tidak akan habis dibahas sampai kapan pun.

Kali ini kita khusus membahas ayat keempat dan kelima. Di sini Yohanes membawa dua tema besar, yang selanjutnya akan diulang dan dikembangkan terus di dalam sisa Injil ini, yaitu: Hidup dan Terang.

Apa artinya ketika Yohanes berkata: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia?”. Kita tahu Dia adalah Firman. Kita tahu Firman itu adalah Kristus sendiri. Firman itu bersama-sama dengan Allah. Firman itu adalah Allah, dan di dalam Firman (Allah-Kristus) ada hidup. Apa artinya?  

Arti pertama yang boleh kita pikirkan adalah bahwa Yesus Kristus adalah sumber dari segala makhluk hidup. Di dalam Kejadian 2:7 dikatakan: “… Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Ada kata ‘hidup’ di sini. Nafas dalam bahasa Ibrani adalah ruah. Manusia diberi ruah dan hiduplah manusia itu. Dia adalah hidup itu sendiri dari ultimate reality, bukan dari matter+chance+time, bukan juga soup seperti yang dikatakan orang-orang ateis. Mereka tidak tahu apa mulanya, mereka mengatakan itu adalah primordial soup, lalu kemudian ada chance, ada matter, ada time, tiba-tiba muncullah kehidupan. Mereka mengatakan bahwa ultimate reality itu awalnya adalah matter. Mereka juga hanya menebak saja, tidak pernah bisa dibuktikan sebenarnya. Tetapi Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa pada mulanya adalah Allah yang adalah hidup, di dalam Dia ada hidup, dan dari situlah kemudian muncul akan kehidupan-kehidupan yang lain. Bukan hanya kehidupan lain tetapi juga segala benda-benda yang ada di dunia ini berasal dari Allah. Kristus yang menciptakan segala sesuatu.

Kebenaran ini memberi dampak yang besar, ketika kita mengerti bahwa manusia itu diciptakan oleh Allah menurut gambar dan rupa Allah. Pemazmur di pasal 8 menyadari akan keindahan itu. “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.” Ini adalah dasar bagaimana kita boleh mengasihi dan menghargai manusia. Siapapun dia, ras dan suku apapun, bagaimanapun keadaannya, kalau dia adalah manusia, maka dia adalah manusia yang Tuhan ciptakan menurut gambar dan rupa Allah.

Pdt Stephen Tong juga sering berkhotbah bahwa dasar hak asasi manusia adalah karena manusia itu sendiri. Bukan hak yang negara berikan, bukan hak yang orangtua berikan, bukan hak yang siapapun orang di dunia ini berikan, melainkan karena Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah. Manusia diciptakan hampir sama seperti Allah dalam segala sesuatunya, tetapi dalam porsi ciptaan. Allah adalah pencipta.

Ada seorang misionaris, John Paton, yang pada tahun 1800-an memberitakan Injil ke orang-orang di daerah kepulauan Vanuatu. Kita boleh melihat perjuangan John Paton ini adalah karena dia menghargai orang-orang kanibal di situ. Misionaris-misionaris yang datang ke daerah itu sebelum John Paton, langsung diserang dan dimakan oleh orang-orang itu ketika baru mendarat dari kapal. Namun John Paton bersama istrinya yang sedang mengandung datang ke pulau yang lain di kepulauan itu. Lalu tidak lama setelah melahirkan, istri dan anaknya sakit malaria dan mati. Ia menguburkan istri dan anaknya dengan tangannya sendiri. Dia bertahan dan berjuang selama 4 tahun di pulau itu. Akhirnya dia juga diusir oleh orang-orang di sana. Dia pergi transit ke UK lalu ke Australia dan melayani dengan membagikan visinya kepada banyak orang untuk ikut mendukung pelayanan di kepulauan Vanuatu itu. Setelah beberapa tahun, dia bersama dengan istri ke-2 nya pergi kembali ke salah satu pulau di sana dan melayani selama 41 tahun sampai istrinya mati. John Paton meninggal di Melbourne, kuburannya ada di Kew Cemetery. Mengapa dia mengorbankan seluruh jiwa raganya? Karena dia mengasihi manusia yang tidak pernah kenal Tuhan, tidak pernah dengar Injil, dan menyadari bahwa manusia itu diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Sampai akhir dari pelayanannya, semua orang di pulau yang dia layani menjadi orang Kristen sampai sekarang.

Orang-orang Kristen adalah orang-orang yang paling menghargai manusia sebagai gambar dan rupa Allah. Tetapi kalau kita mendengar berita yang terjadi di sekitar kita, maka kita menyadari manusia kadang bisa menjadi begitu jahat, biadab. Ketika kita membahas Hakim-Hakim, kita tahu kebiadaban orang Israel sendiri (membunuh, memperkosa), dan kejahatan itu terjadi sampai sekarang di mana-mana. Alkitab adalah kebenaran yang mengajar kita bahwa manusia itu sangat berharga. Namun Alkitab sekaligus juga adalah kebenaran yang paling memberitakan bahwa manusia yang begitu mulia, indah dan dicipta menurut gambar dan rupa Allah itu sudah jatuh dalam dosa. Dosa merusak sampai ke akar-akarnya sehingga persoalan manusia itu menjadi begitu rumit, kejam dan mengerikan.

Inilah yang sebenarnya ingin dikatakan Yohanes secara khusus di dalam ayat 4-5 yang kita baca. Yohanes pertama-tama ingin berbicara khusunya tentang kehidupan rohani. Bukan kehidupan secara fisik, karena jelas sebelumnya dari ayat ke-3 bahwa segala sesuatu dijadikan oleh Dia, tanpa Dia tidak ada segala sesuatu yang jadi dari segala yang dijadikan. Namun ayat ke-4 ini bicara tentang hidup rohani karena manusia sudah jatuh dalam dosa dan mati secara rohani. Tidak ada yang lebih parah dari mati. Alkitab mengajar kita bahwa manusia bukan hampir mati tetapi sudah mati di dalam dosa-dosanya. Karena itulah Alkitab mengajar bahwa Kristus adalah kehidupan. Dia satu-satunya Pribadi yang boleh memberi kehidupan baru. Yohanes 5:24-26 menegaskan akan kebenaran ini. Kita yang percaya tidak lagi tinggal dalam maut/ kematian, tetapi kita telah lompat pindah ke dalam hidup.

Mati rohani artinya terpisah dari Allah, tidak bisa meresponi akan panggilan Tuhan. Orang mati tidak punya keinginan apapun, tidak bisa menaati Tuhan, tidak percaya kepada Tuhan. Lalu bagaimana caranya bisa pindah ke dalam hidup? Maka di dalam Dia (Kristus) yang adalah hidup terdapat hidup yang menjadi satu-satunya jalan manusia boleh berespon kepada Tuhan dengan cara lahir kembali. Manusia harus diberi hidup yang baru. Kepada Nikodemus di Yohanes 3, Tuhan Yesus berkata: “… jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Inilah yang Tuhan inginkan, bukan hanya memberi hidup yang baru di dalam kita, tetapi Tuhan juga ingin menyertai hidup baru itu. Tuhan ingin kita mengalami segala pekerjaan Tuhan dalam hidup kita, sampai kita mengenal Dia dan sungguh-sungguh hidup sesuai kehendak-Nya.

Ini semata-mata adalah anugerah Tuhan yang besar jika kita boleh mengalami dari mati menjadi hidup. Anugerah ini datang lewat Firman yang diberitakan kepada kita, Firman tentang Kristus yang mati untuk dosa kita, dan melalui kematian-Nya memberi kita hidup baru. Roh Kudus bekerja secara misterius dalam Firman itu. Ketika mendengar Firman diberitakan, ada orang-orang yang kemudian bisa percaya, ada sebagian yang tidak bisa percaya dan sampai seumur hidup tidak akan percaya. Bagaimana ada yang bisa percaya? Bukankah keduanya sama adalah orang-orang yang sudah mati dalam dosa mereka? Bukankah Alkitab mengatakan mereka tidak bisa berespon kepada Tuhan? Ini sebenarnya karena Roh Kudus bekerja di dalam Firman yang berkuasa, Dia memberi kita hati yang baru sehingga kita mengalami kelahiran baru. 2 Kor 5:17 mengatakan: “…siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Dari hidup yang baru itulah kita menyadari akan dosa kita, menyadari akan berharganya Kristus, menyadari Kristus sudah mati menebus dosa kita, menyadari Kristus adalah sumber hidup dan Dia adalah hidup itu sendiri. Hal ini ditegaskan oleh kalimat selanjutnya ketika Yohanes mengatakan hidup itu adalah terang manusia. Kenapa dikatakan hidup itu adalah terang manusia? Karena manusia tidak sadar bahwa dia di dalam keadaan mati rohani sampai hatinya diterangi Roh Kudus.

Saat diterangi Roh Kudus dan lahir kembali, manusia baru sadar, mengerti dan bisa melihat kerajaan Allah, melihat betapa berharganya Kristus. Dalam bahasa Inggris ada istilah: Oh..I see. Itu artinya: saya mengerti. Kalau mengerti baru bisa melihat. Roh Kudus menyadarkan kita bahwa kita adalah manusia yang mati secara rohani. Orang-orang dunia ini yang tidak percaya kepada Kristus, tidak menjadikan Kristus yang paling berharga. Tidak ada orang Kristen yang sedalam hati sungguh-sungguh percaya kepada Kristus yang tidak menjadikan Kristus sebagai harta paling berharga dalam hidupnya. Kalau ada orang Kristen seperti itu berarti dia belum sungguh-sungguh mengenal Dia, karena Alkitab mengatakan kerajaan sorga itu seperti seorang yang menemukan harta terpendam di tanah milik orang lain, yang begitu berharga, maka dia pendam lagi lalu pulang dengan sukacita menjual semua miliknya dan kemudian membeli tanah itu supaya mendapatkan harta yang paling berharga. Artinya ada perubahan, tadinya dia anggap semua miliknya berharga, tetapi ketika bertemu dengan Kristus dan mengenal Kristus, maka dia mengetahui bahwa Kristus adalah segala-galanya, yang paling utama dalam hidup ini sehingga menjual semua miliknya untuk mendapatkan Kristus.

Bila kita bertemu dengan orang-orang yang belum percaya kepada Kristus dan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang mati, maka mereka akan anggap kita gila. Mereka memang bisa makan, bisa melakukan ini dan itu, tetapi sesungguhnya menurut kacamata Alkitab, semua orang yang di dalam dosa, yang tidak beriman dan mengalami pekerjaan Roh Kudus, maka mereka tetap di dalam dosa, kegelapan, dan kematian. Mereka tidak akan pernah sadar, sampai Roh Kudus bekerja dalam hati, karena hidup itu adalah terang manusia. Inilah Hidup dan Terang. Ketika hati kita diterangi, dan diberi hati yang baru, kita baru mengerti bahwa Kristus satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup. Kita baru mengerti bahwa kematian-Nya adalah kematian yang sangat berharga.

Seperti yang Paulus katakan di dalam Tuhan itu adalah segala-galanya, karena hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21). Bagaimana kita boleh mengatakan bahwa mati adalah keuntungan kalau kita tidak mengenal Kristus? Tidak mungkin. Ini menjadi peringatan bagi kita. Harap kita boleh mengatakan untung ketika kita mati secara fisik. Bagaimana bisa untung? Bukankah mati berarti meninggalkan semua orang yang kita kasihi, menginggalkan seluruh jerih lelah kita, meninggalkan kenikmatan yang bisa kita nikmati di dunia ini? Bukankah mati adalah kerugian bagi orang dunia ini? Ya, kita mati meninggalkan semua, tetapi kita mendapatkan Kristus. Dia lebih berharga dari segala sesuatu. Segala sesuatu kuanggap sampah; yang aku inginkan adalah mengenal Dia, kuasa kebangkitan-Nya, kata Paulus. Ketika kita mengenal Kristus seperti demikian, barulah saat mati kita bisa berkata untung.

Semua itu semata-mata bisa terjadi karena anugerah Tuhan. Manusia ada yang sudah dikasih tau, sudah diberitakan Firman, tetapi tidak mengerti, tidak ada terang di dalam hatinya, itulah natur manusia berdosa. Segala bentuk dosa yang mengerikan terjadi karena manusia tidak mengenal Kristus, tidak diterangi hatinya, tidak mendapat hidup dari Tuhan. Hidup semata-mata adalah anugerah Tuhan. Harap kita menyadari anugerah Tuhan yang besar dan juga menyadari banyak orang di luar sana yang mati di dalam dosa.

Ayat di atas mengatakan: “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” Tidak menerima dan tidak mengenal. “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” Artinya ada peperangan antara terang dan kegelapan. Gelap tidak mengerti terang. Selain itu ada unsur gelap itu mau menerkam, menguasai terang, tetapi gelap tidak bisa menguasai terang. Ini menjadi penghiburan bagi kita bahwa terang yang telah datang itu akan menang, berkuasa dan menerangi setiap orang yang Tuhan anugerahi untuk bisa percaya kepada-Nya.

Terang juga adalah gambaran yang universal tentang iluminasi pikiran. Lampu menjadi symbol yang banyak dipakai secara universal. Perjanjian Lama khususnya sangat menekankan Allah sebagai terang. Daud berkata: Tuhan adalah terangku dan keselamatanku; sebab pada-Mu ada sumber kehidupan, di dalam terang-Mu kami melihat terang.                     

Bagaimana terang itu akan menang? Jawabannya di Yoh 1:12-13. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” Inilah pekerjaan Roh Kudus, ketika terang itu datang, dia akan mengusir kegelapan. Kegelapan tidak bisa menguasai terang. Terang tidak mungkin ditolak oleh kegelapan. Tuhan Yesus berkata di dalam Yohanes 8:12: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Kalimat ini disimpulkan dengan indah oleh rasul Paulus dalam 2 Korintus 4:6, “Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.” Paulus sadar orang-orang Perjanjian Lama, bangsa Yahudi sangat mementingkan terang. Mereka mencari terang. Surat Korintus juga ditulis dalam konteks kepada orang-orang Yunani, yang sangat mementingkan hikmat dan pengetahuan. Surat itu juga ditulis di jaman kekuasaan Roma, yang sangat mementingkan akan kemuliaan. Inilah kesimpulan yang begitu indah. Dia yang adalah terang, Dia yang adalah hidup, Dia juga yang menyatakan kemuliaan-Nya dan memberikan kebenaran pengetahuan yang tetinggi, Dia juga mau kita mengenal Dia. 

Kalau ada di antara kita yang belum percaya kepada Kristus, biarlah saudara boleh datang kepada terang, dan melalui Firman yang saudara dengar, saudara boleh disadarkan bahwa di dalam Kristuslah ada kehidupan, sehingga saudara boleh datang beriman kepada-Nya, dan diberi hidup baru. Bagi kita yang sudah hidup di dalam terang, yang sudah Tuhan pindahkan dari dalam mati ke dalam hidup, maka biarlah kita juga boleh mengingat perkataan Kristus kepada kita bahwa: kamulah terang dunia. Kita diutus ke tengah dunia. Terangilah dunia yang gelap, melalui hidupmu, perkataanmu, dan membawa orang kembali kepada Tuhan. Biarlah orang melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga. Kristus adalah terang dunia. Kita adalah lilin-lilin kecil yang mengambil terang dari sumber terang untuk menerangi sekeliling kita di mana pun kita ditempatkan. Kita juga adalah terang karena kita percaya, beriman dan menerima anugerah di dalam Kristus.

 

Ringkasan oleh Dewi Sanjaya | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya