Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Pada Mulanya adalah Firman

Ibadah

Pada Mulanya adalah Firman

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 29 Mei 2016

Bacaan Alkitab: Yohanes 1:1-3

(Yoh 1:1-3) “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

Injil Yohanes adalah Injil yang berbeda dengan Matius, Markus, Lukas. Ketiga injil ini memiliki kemiripan sehingga disebut Injil synoptic. Injil Yohanes ditulis oleh murid yang dikasihi Yesus. Siapakah dia? Hampir semua orang berpendapat bahwa ia adalah rasul Yohanes (lihat Yohanes 21: 20 & 24). Yohanes adalah salah satu dari 3 orang yang paling dekat dengan Tuhan Yesus selain dari Petrus dan Yakobus.

Tujuan dari Yohanes menuliskan kitab Injil ini dinyatakan dengan jelas dalam Yoh 20: 30-31: “…supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya”.

Kata “Firman” dalam pembacaan Alkitab di atas adalah Logos. Yang paling penting kita ketahui dari ayat ini adalah bahwa Firman ini adalah Yesus Kristus, seperti dikatakan selanjutnya di dalam Yoh 1:14: “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”.

Yohanes ingin mengajarkan dan memberitahukan kepada kita apa yang dia mengerti setelah 3 tahun bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Dia menuliskan di dalam 3 ayat pertama. Dari seluruh pengalamannya, pengertiannya, maka Yohanes menyimpulkan apa yang paling penting di dalam pengenalannya akan Tuhan Yesus, bahwa Dia adalah Allah yang kekal, pencipta dari segala sesuatu yang ada.

Kita akan merenungkan dalam 3 ayat pertama ini apa yang ingin secara khusus dan spesifik diajarkan Yohanes tentang Yesus: 

  1. Yesus memiliki pra-eksistansi (pre-existence of Jesus)

Yesus adalah pribadi yang sudah ada pada mulanya. Kalimat pertama dari Injil Yohanes adalah “In the beginning” (Pada mulanya). Ini memberikan pararel dengan kitab Kejadian 1 ayat pertama “In the beginning God created the heavens and the earth” (Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi); Yohanes menulis “Pada mulanya adalah Firman;”. Ini adalah pararel yang bukan kebetulan, tapi disengaja karena memang Yohanes ingin menyatakan pada mulanya itu Yesus Kristus sudah ada seperti Allah ada pada mulanya. Dalam ayat yang ketiga, Yohanes menyatakan segala sesuatu itu diciptakan oleh Dia, memang Dia adalah pencipta daripada segala sesuatu.

Yudas 1: 24-25 juga menyatakan hal ini: “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin”.

 2.    Yesus adalah Allah itu sendiri.

Dalam ayat pertama: disebutkan “….dan Firman itu adalah Allah” (…the Word was God).  Ini adalah pengajaran yang sangat penting yang perlu kita mengerti dan mengenal siapa Yesus ini karena ini adalah penentu daripada ajaran yang benar dengan ajaran yang sesat. Contohnya: saksi Yehovah tidak setuju dan tidak terima bahwa Yesus adalah Allah.

Akar dari pengajaran saksi Yehovah adalah arianisme, yaitu dari seorang pendeta di Alexandria yang bernama Arius (abad ke 4). Arius mengajarkan bahwa Yesus Kristus itu bukan Allah, tapi ciptaan yang pertama. Hal ini menimbulkan kekacauan, kebingungan gereja saat itu dan kemudian gereja-gereja berkumpul dan memutuskan bahwa Arius (Arianism) ini adalah bidat, tidak sesuai dengan ajaran Alkitab. 

Yesus Kristus dalam seluruh pengajaran-Nya, hidup-Nya, perkataan-Nya memang menyamakan diri-Nya dengan Allah karena Dia memang adalah Allah. Dengan mempelajari Injil Yohanes ini bagi kita artinya adalah kita akan mendengar dan merenungkan tentang Allah, mempelajari dan mengenal Allah secara pribadi dan supaya kita menjadi semakin serupa dengan Kristus. 

 3.    Relasi Yesus dengan Allah Bapa

Yohanes 1 ayat 1b menyatakan: “… Firman itu bersama-sama dengan Allah…”. Kalau Dia adalah Allah itu sendiri, bagaimana Dia bersama-sama dengan diri-Nya sendiri? Artinya adalah Yesus Kristus berbeda dengan Allah Bapa. Dia adalah pribadi yang kedua daripada Allah Tritunggal. Ini adalah kunci untuk mengerti Allah Tritunggal.

Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah – bukan Allah yang lain tapi adalah Allah itu sendiri.  Jadi ada 2 pribadi yang berbeda, tetapi memiliki satu esensi yang sama. Yesus itu adalah Allah itu sendiri tetapi Dia memiliki relasi dengan Allah Bapa, bersama-sama dengan Allah. Ini adalah esensi Allah Tritunggal, artinya Dia berbeda dengan Allah Bapa, tetapi Dia memiliki esensi yang sama dengan Allah tapi bukan menjadi 2 Allah atau 3 Allah dengan Roh Kudus, tapi cuma ada 1 Allah. Alkitab menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang esa.      

4.    Relasi Firman (Yesus Kristus) dengan ciptaan

Dalam ayat ke 3 dikatakan: “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia artinya Dia adalah pencipta segala sesuatu. Berarti Yesus bukan dicipta, karena Dia pencipta segala sesuatu.

Arius (saksi Yehovah) menerima ayat ini yaitu bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Dia, Dia adalah pencipta segala sesuatu, tetapi bagi Arius hal ini tidak  menyatakan bahwa Yesus tidak dicipta tapi artinya adalah Yesus adalah ciptaan yang pertama. Yesus diciptakan oleh Allah lalu kemudian Yesus menciptakan segala sesuatu. Bagi saksi Yehovah, Yesus adalah ciptaan. Yohanes pasal 1 ayat 3 langsung menutup kemungkinan ini. Tidak bisa menafsirkan seperti itu karena “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” Bagaimana segala sesuatu dijadikan Dia dan Dia juga dijadikan? Kalau Dia yang termasuk diciptakan, bagaimana segala sesuatu diciptakan melalui Dia? Bagaimana Dia menciptakan diri-Nya sendiri? Sebelum Dia menciptakan seharusnya Dia sudah ada. Bagaimana Dia tidak ada lalu menciptakan segala sesuatu termasuk diri-Nya? Hal ini tidak mungkin. Kesimpulannya adalah tidak mungkin Dia diciptakan. Yesus tidak termasuk dalam kategori dari segala yang diciptakan. Segala yang dijadikan itu tidak termasuk Yesus di dalamnya karena Dia yang menciptakan segala yang dijadikan itu.

 

Ringkasan oleh Adrian Gandanegara | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya