Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > To Tell or Not To Tell

Ibadah

To Tell or Not To Tell

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 10 April 2016

Bacaan Alkitab: Hakim-hakim 14:1-20

Setelah kita melihat bagaimana Yahweh memulai penyelamatan Israel dengan membangkitkan Simson (lihat Hakim-Hakim 13), di sini kita melihat bagaimana rencana keselamatan dari Allah ini kemudian mulai dilaksanakan. Tema dari Hakim-Hakim 14 ini adalah berkaitan dengan to tell or not to tell, Kata ‘to tell’ di dalam Hakim-Hakim 14 ini ada 14 kali dikatakan. Contohnya: (ayat 2) "Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya…". Kata "memberitahukan" yang dipakai di sini adalah "Higit" ‘to tell’. (ayat 6) "…Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya…,"; (ayat 9) "…Tetapi tidak diceriterakannya kepada mereka…"; "tidak diceritakan" atau "not to tell’.  Jadi ada banyak sekali kata “Higit”(to tell) yang dipakai dalam pasal ini, sehingga tema dari pasal ini adalah ‘to tell or not to tell’ yang di dalamnya mengandung rahasia (secret).

Struktur dari kitab Hakim-Hakim 14 ini dibagi berdasarkan kata yang lain yaitu “Yarat” (to go down/pergi. Contohnya: (ayat 1) :Simson pergi…, "; (ayat 5) "Lalu pergilah Simson…, " (ayat 7) "Maka pergilah ia ke sana…, "; (ayat 10) "Setelah ayahnya pergi…," dst. Hal ini menjadi struktur dari pasal 14 ini yang berpusat pada rahasia pekerjaan Tuhan, rahasia dari teka-teki Simson, rahasia akan apa yang terjadi pada waktu itu. Kita bisa membaginya menjadi empat rahasia:

1. Rahasia rencana Allah (Hakim-Hakim 14:1-4)

Di bagian ini, kita bisa melihat ketegangan, Simson pergi ke Timna dan melihat seorang gadis Filistin lalu bilang ke orangtuanya, untuk meminta mereka untuk mengambil gadis itu sebagai istrinya. Terjemahan Bahasa Indonesia bagian ini terlalu sopan, tidak seperti NIV yang cukup baik mengatakannya sebagai: I have seen a Philistine woman in Timnah. Now, get her for me as my wife. Sepertinya Simson memerintah orang-tuanya dan tidak menggunakan kata tolong’.

Kemudian terjadi kekacauan di rumah Manoah dan istrinya (orang tua Simson). Mereka pasti sedih sekali mendengar bahwa Simson, anaknya yang sudah pemuda, ingin menikah dengan gadis yang bukan dari bangsanya. Maka mereka bertanya apakah tidak ada perempuan lain dari bangsa sendiri? Simson menatap tajam kepada orangtuanya dan mengatakan satu kalimat saja di ayat 3: Ambilah dia bagiku sebab dia kusukai. Simson tidak mau kompromi lagi, pokoknya: Get her for me, because she is the right one for me. Jadi Simson berpikir dan melihat bahwa gadis itu adalah orang yang tepat baginya.

Saya biasanya menjelang akhir dari pre-marital counceling tidak bertanya: "Apakah dia orang yang cocok bagimu?" Tetapi justru minta masing-masing untuk bertanya pada diri sendiri: "Apakah kamu orang yang cocok bagi dia?" “Am I the right person for him/her?” Setelah beberapa lama berkenalan, mengerti karakter, kelemahan, kehebatan, pikiran, impiannya, dsb, maka pertanyaan terakhir yang engkau harus tanya bagi dirimu adalah: Apakah aku orang yang cocok bagi dia? Apakah aku siap menerima dia apa adanya? Jangan pikir waktu mau menikah: Ah nanti aku akan bisa rubah dia/ Tidak! Justru engkau siap berubah tidak? Kalau iya, baru bolehlah menikah. Kalau belum, ya jangan menikah dulu. Jadi siap berubah, bukan siap mengubah.

Sebaliknya Simson di sini mengatakan bahwa pokoknya dia yang benar. Ini menjadi kesusahan yang besar bagi Manoah dan istrinya, dan kemudian mereka bergumul mengenai hal ini. Namun mereka sepertinya tidak bisa apa-apa, dan akhirnya mereka harus menuruti keinginan Simson. Tetapi ada rahasia rencana Tuhan di situ (ayat 4). Kalau saja orangtuanya tahu bahwa pernikahan ini adalah dalam rangka Tuhan memulai rencana keselamatanNya melalui Simson untuk mencari peperangan dengan orang Filistin, ini akan menjadi penghiburan yang besar bagi mereka.

Bukan berarti orangtua Simson salah ketika melarang (tentu dalam pikiran mereka harusnya benar untuk mencarikan pasangan yang seiman, tidak boleh campur dengan bangsa kafir). Bukan berarti Simson benar ketika menginginkan menikah dengan perempuan bangsa kafir (Simson sebenarnya hanya didorong oleh nafsunya saja, tidak berpikir sedang menaati dan menggenapi apa yang Tuhan inginkan di dalam hidup dia). Yang mau dikatakan dalam bagian ini yaitu bahwa Tuhan bisa memakai kebodohan, keras kepala Simson bahkan kesalahan seseorang itu untuk menggenapi rencana-Nya.

Harap saudara boleh mengerti, bahwa dalam keterbatasan pikiran, kita hanya bisa bertindak sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh Firman Tuhan. Tetapi saat kita mengikuti Firman kadang-kadang ada peristiwa-peristiwa yang secara pribadi kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Ini menjadi pengalaman banyak orangtua juga, yang dalam keterbatasan dengan sesetia mungkin mendidik anak-anak dalam kebenaran, tetapi akhirnya sering terjadi ada anak-anak yang melawan kehendak Tuhan, yang meninggalkan iman Kristen, dan jatuh dalam dosa. Salah satunya adalah Billy Graham, anaknya yang bernama Franklin Graham itu sesungguhnya pernah menjadi pecandu narkoba. Tetapi dalam semuanya itu, biarlah kita mengerti bahwa seringkali Tuhan punya rencana yang tidak kita mengerti. Sepanjang kita berjalan dalam kehendak-Nya, maka Tuhan akan pimpin dan membukakan sesuatu yang dikemudian hari baru kita mengerti bahwa ada rencana Tuhan dalam semua itu, bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya dan bahwa Dia bekerja secara rahasia.

Ada satu kisah dari buku Ravi Zacharias ketika dia ke Thailand di Chiang Mai ada satu desa yang bernama Ban Sanuk, yang berarti Fun House. Di situ ada sekelompok orang yang sedang menenun kain, salah satu namanya Bondite Baen, berumur 25 tahun, yang biasa dipanggil Thu. Ravi menulis dari caranya menenun, dari wajahnya ketika menenun, dari senyumnya, membuat kita ingin memperhatikan dia. Menarik sekali caranya menenun. Ketika Ravi datang, Thu mengangkat tangannya dan tersenyum berkata: “Aku sedang menenun ombak yang besar, aku ingin menenun patron ombak yang colourful, dan membuat baju seluas samudra, sehingga aku punya ruang yang cukup untuk bermain dan berenang di dalam mimpiku.” Lalu dia tertawa. Dia memakai teknik Saori (teknik Jepang untuk menenun). Dia dan 12 temannya yang lain sedang menenun berbagai patron yang berbeda-beda sesuai dengan pikiran dan impian mereka. What is so special about this? Ravi mengatakan, yang special adalah dari 13 orang yang menenun itu, 3 di antaranya memiliki cacat fisik, 6 di antara mereka mengidap Down Syndrome, dan 3 lainnya memiliki learning/developmental disability. Termasuk Thu yang adalah seorang yang memiliki Down Syndrome. Di samping Thu ada seorang perempuan yang mengatakan: “Thu ini adalah anakku dan dia sudah menjual 60 hasil tenunannya. Setiap kali dia menjual dan mendapat uang hasil penjualannya itu, dia selalu menyerahkannya kepada saya. Dan dia selalu berkata kepada saya: ‘Mama ini milikmu, karena tanpa engkau saya tidak mungkin membuat tenunan itu.’” Demikian kata Ravi Zacharias: Di dalam keterbatasannya, Thu tahu apa yang dia hasilkan bahkan hidupnya itu sendiri tidak akan ada tanpa ibunya yang mengandung, memelihara dan mengasihi dia. Karena itu dia selalu membawa hasil dari tenunan itu ke kaki ibunya.

Contoh ini mengingatkan kita hal-hal sedemikian. Banyak hal di kehidupan kita yang tidak kita mengerti kenapa Tuhan ijinkan terjadi (anak-anak Down Syndrome, dsb), tetapi dalam segala macam kesulitan (yang dalam pasal ini adalah keinginan daging Simson), Tuhan mempunyai rahasia yang menjadi penghiburan terbesar kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan. Meskipun kalau kita berdosa, kita harus bertobat, namun bahkan dosa yang terbesar pun ketika kita bertobat, Tuhan memiliki rencana.

2. Rahasia Singa dan Madu (Hakim-Hakim 14:5-6)

Singa muda artinya singa yang paling gagah, garang, dan kuat, tetapi Simson ternyata lebih gagah dan kuat daripada singa ini. Singa itu dicabik dan dibunuh dengan tangan kosong. Madu yang dihasilkan dari kerangka singa itu adalah tanda kekuatan dari Tuhan. Hal ini pun tidak diberitahukan kepada orangtuanya. Saya bayangkan ketika Simson mengambil madu dari kerangka singa, pasti lebahnya ngamuk tetapi Simson baik-baik saja menghadapi itu semua. Ini mau menyatakan apa yang bisa Tuhan kerjakan melalui Simson.

Saat itu orang Israel dalam keadaan ditekan oleh orang Filistin, tetapi uniknya mereka tidak lagi berteriak minta tolong kepada Tuhan. Mereka sudah beradaptasi dengan keadaan itu. Tetapi Tuhan tidak membiarkan, Tuhan berinisiatif melalui Simson dengan memberikan kuasa untuk menyelamatkan orang Israel. Tuhan mau menunjukkan kekuatan, kebesaran, kedahsyatan seperti apa yang Tuhan akan kerjakan melalui Simson kepada bangsa Filistin.

Peristiwa Simson membunuh singa dengan tangan kosong dan lebah-lebah yang menyerang dia adalah preview. Hendaknya kita menghargai preview-preview seperti ini dalam kehidupan kita. Hal-hal yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita, pertolongan-pertolongan Tuhan yang sepertinya “kecil” dalam hidup kita, tetapi sebenarnya Tuhan sedang ingin mengerjakan sesuatu yang indah dan besar.

Ingat Daud sebelum masuk dalam panggung sejarah kerajaan Israel dan menjadi raja, titik baliknya adalah ketika dia mengalahkan Goliat bukan? Dia menghadap Saul untuk melawan Goliat yang sudah berminggu-minggu mengejek dan menantang orang Israel untuk melawan dia satu lawan satu. Tidak ada yang berani, sampai Daud muncul. Tapi Saul meragukan Daud yang masih begitu muda dan kemerah-merahan. Goliat dari sejak muda adalah pahlawan yang gagah perkasa dengan tinggi 3 meter. Daud kemudian menceritakan bagaimana ketika dia menggembalakan domba, dia membunuh beruang dan singa yang berusaha menerkam domba-dombanya karena Tuhan yang menyertai dan menyerahkan beruang dan singa ke dalam tangannya. Maka Tuhan yang sama, Yahwe, akan menyerahkan orang Filistin yang tak bersunat itu ke dalam tangannya.

Menggembalakan kambing domba terlihat seperti hal yang sepele, tetapi Tuhan sedang mempersiapkan Daud. Janganlah kita meremehkan apa yang Tuhan kerjakan di dalam kehidupan kita, ketika kita menghadapi kesulitan-kesulitan (hampir tidak mungkin menghadapi beruang) di dalam zaman ini. Ada tantangan, tanggung jawab yang kita rasa begitu besar, begitu sulit, biarlah engkau tetap setia terhadap apa yang Tuhan percayakan, bersandar kepada-Nya, lakukan yang sebaik-baiknya dan Tuhan sebenarnya sedang melatih, menguji engkau agar boleh lulus dan bisa menghadapi pekerjaan Tuhan yang lebih besar.

3. Rahasia teka-teki Simson (Hakim-Hakim 14:10-18)

Dalam rahasia ke-2 kita melihat kekuatan Tuhan, sebaliknya rahasia ke-3 kita melihat kelemahan dari pelayan Tuhan.  Di bagian ke-3 ini ayah Simson pergi ke perempuan itu dan Simson mengadakan perjamuan. Ada 30 orang Filistin yang menemani pesta pernikahan ini. Selagi pesta pora, Simson berpikir untuk membikin lebih seru dengan melontarkna teka-teki yang menarik dan bertaruh dengan orang-orang Filistin . Orang-orang Filistin berpikir-pikir mencari jawaban tetapi tidak dapat menjawab. Lalu mereka mendatangi istri Simson dan mengancam membakar rumahnya. Mulailah istrinya ketakutan dan mengangis kepada Simson merengek-rengek. Ini adalah strategi untuk membuat Simson rasa bersalah dan akhirnya setelah 7 hari merengek tidak tahan lagi Simson memberi tahu (ayat 7). Di kemudian hari, Delilah menggunakan strategi yang sama terhadap Simson. Akhirnya Simson kalah dan mengikuti permintaan istrinya. Seorang hamba Tuhan juga penuh dengan kelemahan. Simson yang kuat akhirnya lemah karena ada seorang perempuan yang terus menerus menekannya.

Biarlah setiap kita sadar akan kelemahan diri masing-masing. Seringkali kelemahan pria adalah jatuh pada 3 TA: WaniTA, HarTA, TahTA. Tahun lalu di retreat Ibu Ina sudah menjelaskan bahwa di Perjanjian Lama sudah dikatakan 3 syarat yang tidak boleh dilakukan seorang Raja, yaitu: tidak boleh punya banyak istri (wanita), tidak boleh punya kekuasaan yang sangat besar (tahta), tidak boleh mengumpulkan kuda-kuda begitu banyak (harta). Kita harus lawan 3 TA ini dengan TA yang keempat: TAkut akan Tuhan.

Ketika Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani, Dia berdoa bergumul menghadapi salib. Tuhan memperingatkan murid-murid jangan tidur tetapi berdoalah dan berjaga-jaga karena Iblis sedang mencobai, karena roh memang penurut tetapi daging lemah (lihat Matius 26:41). Murid-murid pun gagal, tidak tahan, dan mereka tidur. Akhirnya ketika Tuhan Yesus ditangkap, tercerai-berailah mereka ketakutan karena gembala ditangkap dan domba-domba cerai berai.

Setiap orang punya kelemahan berbeda-beda yang harus disadari. Kita tahu legenda Yunani, seorang bernama Achilles yang gagah perkasa, yang dimainkan oleh Brad Pitt dalam film Troy. Dia pahlawan yang kebal terhadap apapun, tidak mati-mati. Tetapi suatu kali berperang akhirnya mati juga karena tumitnya terpanah. Di situlah kelemahannya, dikatakan ketika Achilles lahir maka orangtua nya membawanya ke sungai Styx dan mencelupkan dia ke sungai itu. Tumitnya dipegang supaya tidak tenggelam, jadi seluruhnya tercelup dan menjadi kebal hanya tumitnya yang tak tercelup sehinga itulah kelemahannya. Ini kemudian menjadi simbol bahwa setiap orang mempunyai Achilles heel.

Kita harus sadar akan kelemahan dan berjaga-jaga supaya tidak jatuh dalam pencobaan dan berdosa. Banyak pemuda yang bergumul dengan game. Itu memang addicted sekali. Saya pernah juga addicted dengan game. Kalau saudara sadar, harus berhenti, tidak main game sama sekali. Ada yang kelemahannya adalah shopping. Putuskan kecanduan itu sehingga saudara tidak jatuh dalam hal itu. Banyak hal kelihatannya simpel tetapi sebetulnya serius yang bisa membawa kita jauh dari Tuhan, jatuh dalam dosa sehingga akhirnya kita tidak pernah mengerti rencana Tuhan yang baik dalam hidup kita.

Salah satu contoh lagi, Yusuf ketika digoda terus oleh istri Potifar untuk tidur dengannya. Yusuf seorang muda yang tampan, sehat, normal, belum mempunyai istri. Pasti itu godaan yang besar sekali bagi Yusuf, tetapi Yusuf tidak mau. Akhirnya ketika dijebak oleh istri Potifar maka dia lari meninggalkan istri Potifar dan mengatakan: Bagaimana aku bisa melakukan hal yang jahat ini dan berdosa kepada Allah? Karena dia takut akan Tuhan maka itu menghindarkan dia. Kalau misalnya Yusuf mengikuti keinginan istri Potifar, dia mendapatkan keuntungan yang banyak sekali. Yang pasti dia tidak akan dituduh oleh istri Potifar dan masuk penjara. Kemungkinan besar dia menjadi kesayangan istri Potifar, mendapatkan perlakuan yang istimewa. Dia sudah menjadi pemimpin dari seluruh rumah dan bisnis Potifar yang sering pergi. Sekarang dia juga bebas menikmati seks dengan istri Potifar dengan tidak usah bayar, dan pasti bersih. Dia bisa mendapatkan keuntungan yang banyak kalau mengikuti istri Potifar, tetapi dia akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga yaitu penyertaan Tuhan dalam hidupnya.

Keberhasilan Yusuf adalah karena Tuhan menyertai dia. Bahkan ketika dia di penjara sekalipun Tuhan tetap menyertai, memimpinnya. Dalam penjara itu ada kesulitan, dia bingung kenapa dia dipenjara, dia bertanya, dia bergumul. Dari film kita tau Yusuf menanam pohon di penjara dari benih. Lalu benih itu jadi pohon besar setelah bertahun-tahun, ada yang mengatakan dia di dalam penjara 7 tahun, ada yang mengatakan 13 tahun. Karena takut akan Tuhan dia penjara. Tentu susah dan bergumul di penjara tetapi ada rencana Tuhan. Kalau dia ikut istri Potifar, dia pasti kehilangan sesuatu yang sedang Tuhan kerjakan untuk membentuk dia, yaitu bahwa kemudian dia bahkan menjadi orang ke-2 Firaun, Potifar ada jauh di bawah dia. Biarlah kita boleh menyadari rencana Tuhan dan menyadari kelemahan kita dan boleh terus taat dalam kehendak Tuhan sehingga kehendak-Nya yang baik, mulia, dan sempurna itu boleh terjadi di dalam kehidupan kita, anak-anak Tuhan.

4. Rahasia pembunuhan 30 orang Filistin (Hakim-Hakim 14:19-20)

Roh Tuhan berkuasa atas Simson, dan di ayat 19-20 ini adalah yang dikerjakan Simson. Tuhan mulai mengerjakannya  dengan mencari gara-gara melalui kemarahan Simson yang besar terhadap orang Filistin. Meskipun kelihatannya dia membunuh orang-orang dari kemarahannya, tetapi kita boleh melihat ini ultimately karena Roh Tuhan yang berkuasa atas dia. Matthew Henry mengatakan: “Lebih baik kita bermusuhan dengan dunia yang berdosa ini daripada berdamai tetapi perlahan-lahan kemudian ditarik oleh mereka.” Jadi memang Tuhan ingin bekerja melalui Simson, Tuhan tidak meinginkan Simson dan bangsa Israel hidup seperti orang Filistin. Meskipun mereka sendiri sepertinya sudah adaptasi sebagai jajahan, Tuhan tidak tinggal diam. Dia bekerja, cari gara-gara, Tuhan ingin mengadakan permusuhan karena bangsa Israel sudah tidak sadar hidup terus dalam dosa, makin jauh dari Tuhan.

Ini persoalan banyak gereja yang berusaha menjadi sama dengan dunia ini untuk bisa menarik mereka. Cara pikirnya, lagunya, sama dengan dunia. Banyak gereja bikin acara “welcoming days” bukan dengan Firman Tuhan, tetapi dengan doorprize dan segala macam cara dunia. Persoalannya adalah ketika kita menarik orang dengan cara-cara duniawi, maka sebenarnya kita menarik mereka kemana? Kepada Kristus? Pasti tidak. Mereka datang pun dengan tujuan yang sudah salah.

  • "Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya." (Yoh 1:11)
  • "Akulah terang dunia" --> artinya: Dunia ini gelap. (Yoh 9:5)
  • "Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang." (Mat 10:34-36)

Kita perlu mengerti kalimat-kalimat di atas ini dengan tepat. Bukan berarti kita cari-cari musuh, bertengkar dengan siapa saja. Sebisa mungkin kita ingin berdamai dengan siapa pun, mengasihi, menghargai akan siapa pun. Tetapi dalam hal yang benar, prinsip yang dinyatakan dalam Alkitab, kita tidak boleh kompromi. Yesus adalah Raja Damai dan datang membawa damai, tetapi damai itu selalu harus di dalam kebenaran. Damai sejati harus ada dalam Kristus, sang Kebenaran itu. Mau tidak mau kita akan berbeda dengan dunia ini. Perbedaan menjadi sesuatu ujian dan tandanya, bukan tujuannya.

Martyn Llyod Jones mengatakan: “Orang Kristen tidak pernah sangat menarik daripada ketika dia berbeda dengan dunia ini.” Banyak anak muda ingin menjadi unik, tidak suka diatur, tetapi sebenarnya seringkali yang mereka lakukan hanya ikut-ikutan teman. John Stott menulis buku tentang khotbah di bukit yang berjudul "Berani Tampil Beda". Kalau engkau ingin menjadi orang yang benar-benar berbeda, maka taatilah Firman Tuhan, bangunlah karakter seperti karakter anak-anak Tuhan dari khotbah di bukit maka kau akan berbeda luar biasa dengan dunia ini.

Maka di sinilah Tuhan memulai penyelamatannya melalui Simson, meski hanya lewat 30 orang dibunuh dan dikalahkan, tetapi ini baru permulaan saja. Setelah bagian ini, kita akan melihat Simson berhadapan dengan ribuan orang Filistin, dan Tuhan bekerja dalam hidupnya. Umat Tuhan yang sejati selalu menghargai dan bersyukur untuk pertolongan-pertolongan kecil yang kita alami dalam hidup kita.

Biarlah kita bisa menghargai hal-hal kecil seperti ini. Saya percaya banyak pertolongan Tuhan dari yang kecil sampai yang besar. Tuhan punya rencana yang indah bagi setiap anak Tuhan untuk boleh memuliakan Dia.

Ringkasan oleh Dewi Sanjaya | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya