Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Bagaimana Penyelamatan Tuhan Bekerja

Ibadah

Bagaimana Penyelamatan Tuhan Bekerja

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 3 April 2016

Bacaan Alkitab: Hakim-hakim 13:1-25

Bagian Hakim-Hakim kali ini adalah dari kisah lahirnya Simson, yang merupakan baying-bayang Kristus. Kisah Simson adalah kisah yang sangat menarik, namun, ada bahaya jika kita menggeser fokus kita dari pusat kitab Hakim-hakim, yaitu bagaimana Tuhan berkarya menyelamatkan umat-Nya. Oleh karena itu, dalam Pasal 13 ini kita akan melihat dalam berbagai hal bagaimana Tuhan menyelamatkan umat-Nya.

1. Tuhan adalah Tuhan yang beranugerah.

Dalam Hakim-Hakim 13:1, dinyatakan bagaimana orang Israel melakukan apa yang jahat lagi di hadapan Tuhan, dan Tuhan menyerahkan mereka ke tangan musuh. Ini sama dengan bagian-bagian sebelumnya, namun dalam bagian ini ada bagian yang berbeda: Kita sudah membahas bahwa teriakan mereka bukanlah karena pertobatan, namun karena mereka merasa susah.  Namun, dalam bagian ini tidak ada lagi teriakan minta tolong dari orang Israel. Kemungkinan besar karena mereka sudah beradaptasi dalam keadaan yang ditindas dan tanpa harapan, bahkan mereka tidak lagi menyadari bahwa ini adalah hal yang tidak benar.

Namun, Tuhan tetap tidak tinggal diam, dan Dia mulai mengerjakan karya keselamatan-Nya melalui orang tua Simson. Ini adalah sebuah anugerah yang melebihi dari segala dosa dan kebodohan kita, yang bekerja terlebih dahulu sebelum manusia bisa berespons. Hal ini juga terjadi saat kita bertobat, di mana kita bisa percaya kepada Tuhan karena Dia telah memilih kita sebelum dunia dijadikan.

2. Tuhan adalah Tuhan yang berinisiatif.

Di dalam Hakim-Hakim 13:2 diceritakan bagaimana Tuhan berinisiatif di saat isteri Manoah mandul dan tak beranak. Ini juga terjadi di bagian-bagian lain di dalam Alkitab, seperti Sarah, Ribka dan Rahel. Namun, Istri Manoah mandul dan juga tidak bernama. Ini menunjukkan bahwa karya Tuhan seringkali dimulai di dalam keadaan tanpa harapan dan kesulitan yang luar biasa. Seorang penulis mengatakan bahwa seringkali jika Tuhan mau memakai seseorang dengan luar biasa, sering kali Dia akan menghancurkan orang itu dengan luar biasa terlebih dahulu.

3. Tuhan adalah Tuhan yang mendengar doa.

Hakim-Hakim 13:8-9 menceritakan Tuhan yang  berdaulat dan mengerjakan juga menginginkan agar umat-Nya berdoa kepada Dia. Dalam sejarah, Tuhan pertama-tama membangkitkan umat-Nya untuk berdoa sebelum adanya kebangkitan rohani. Fakta bahwa Tuhan yang berdaulat dan sangat besar mendengarkan doa manusia yang kecil dan tak berdaya sangatlah mengagumkan. Oleh itu kita harus menghargai kesempatan untuk berdoa kepada Tuhan, karena Dia mendengar doa kita. Hal ini juga yang dilakukan oleh pemazmur yang sadar bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doa. Hal yang paling penting dalam doa adalah fakta bahwa Tuhan mendengar doa kita. Dalam agama lain, tidak ada sebutan Allah sebagai Bapa. Bahkan, mereka tidak yakin bahwa Allah akan mendengar doa mereka. Namun, Allah kita pasti mendengar doa kita karena Yesus Kristus telah menjadi pengantara kita.

4. Yahwe adalah Tuhan yang memberi batas kepada manusia.

Malaikat Tuhan mengatakan bahwa nama-Nya itu ajaib (Hakim-Hakim 13:18). Tuhan mau mengatakan kepada Manoah bahwa nama-Nya terlalu ajaib untuk dimengerti seluruhnya. Tuhan adalah Tuhan yang mendengar doa kita, namun Dia begitu besar untuk dimengerti oleh kita. Ini sejajar dengan Mazmur 139, dimana pemazmur mengatakan bahwa Tuhan terlalu tinggi dan ajaib baginya. Ada hal-hal yang disembunyikan oleh Tuhan yang tidak mungkin kita mengerti. Kita boleh bertanya namun, biarlah pertanyaan dan pergumulan kita berhenti ketika Alkitab berhenti memberi jawab kepada kita. Contohnya: Martin Luther tidak dapat mengerti mengapa Allah Bapa dapat meninggalkan Allah Anak saat dia di atas kayu salib. We can know the absolute truth but we cannot know the truth absolutely. Kita harus mengenal Tuhan, namun kita harus mengetahui batas, kita tidak bisa mengetahui seluruhnya. Dalam doa kita pun, Tuhan tidak selalu menjawab kita sebagaimana kita kehendaki, namun kita harus rendah hati dan percaya kepada Dia.

5. Yahwe adalah Tuhan yang memberikan hati yang takut akan Dia.

Hakim-Hakim 13:22: "Berkatalah Manoa kepada istrinya: "Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah."". Saat seseorang yang sungguh-sungguh bertemu dengan Tuhan, respon pertama adalah takut. Kesadaran akan murka dan keagungan Tuhan membuat manusia condemned. Seperti Yesaya yang mengatakan bahwa dia telah melihat Tuhan yang mahakuasa sedangkan dia najis bibir. Juga seperti pemungut cukai yang memohon belas kasihan Tuhan Yesus karena dirinya berdosa. Juga seperti para murid yang menjadi takut saat Tuhan Yesus menenangkan badai. Yang menjadi respon mereka adalah sangat ketakutan karena Dia adalah Allah yang adil dan suci, sedangkan kita manusia yang berdosa dan melawan Dia. Ketakutan akan Tuhan ini akan menghilangkan semua ketakutan akan dunia.

Saat Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya yang menggoncang hati kita, Tuhan tidak menghancurkan kita, namun untuk menyatakan kuasa-Nya dan juga kasih-Nya untuk menyelamatkan. Saat kita menyadari betapa kita berdosa dan bagaimana Dia mulia, baru kita menghargai betapa besar anugerah-Nya, pengampunan-Nya dan juga bagaimana Dia mendengarkan doa kita. 

Ringkasan oleh David Sukuandi | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya