Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Pahlawan yang Penakut

Ibadah

Pahlawan yang Penakut

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 31 Januari 2016

Bacaan Alkitab: Hakim-Hakim 6:36 – 7:22, Ibrani 11: 32-34

Mengulang bacaan dari kitab Hakim-Hakim 6:1, kita mengetahui bahwa orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN yaitu menyembah Baal sehingga Tuhan menghukum mereka dengan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya. Dalam kekuasaan orang Midian, orang Israel sangat melarat, sehingga kembali orang Israel berseru kepada Tuhan agar Tuhan dapat menyelamatkan mereka dari tangan orang Midian.

Kali ini kita akan merenungkan bagaimana Tuhan menyertai, memampukan dan memberi kekuatan kepada orang yang lemah yaitu Gideon untuk melaksanakan misi yang besar. Tuhan memilih Gideon sebagai pemimpin orang Israel, berperang melawan orang Midian.

Gideon merupakan orang yang taat kepada Tuhan serta mengetahui secara jelas kehendak Tuhan yaitu menyelamatkan orang Israel melalui perantaraannya. Namun Gideon merupakan pemimpin yang lemah, ragu-ragu dan penakut sehingga beberapa kali dia meminta tanda-tanda dari Tuhan sebagai konfirmasi. Dan Tuhan mengabulkan permintaan Gideon. Hal ini dapat kita baca dalam kitab Hakim-Hakim 6:36-40 (36. Kemudian berkatalah Gideon kepada Allah: "Jika Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan itu, 37. maka aku membentangkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan; apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka tahulah aku, bahwa Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan." 38. Dan demikianlah terjadi; sebab keesokan harinya pagi-pagi ia bangun, dipulasnya guntingan bulu itu dan diperasnya air embun dari guntingan bulu itu, secawan penuh air. 39. Lalu berkatalah Gideon kepada Allah: "Janganlah kiranya murka-Mu bangkit terhadap aku, apabila aku berkata lagi, sekali ini saja; biarkanlah aku satu kali lagi saja mengambil percobaan dengan guntingan bulu itu: sekiranya yang kering hanya guntingan bulu itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun”. 40. Dan demikianlah diperbuat Allah pada malam itu, sebab hanya guntingan bulu itu yang kering, dan di atas seluruh tanah itu ada embun).

Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu (Hakim-Hakim 6:2). Gideon mengumpulkan orang Israel di atas bukit sebanyak 32,000 orang untuk melawan orang Midian yang jumlahnya berkali kali lipat dari mereka yang digambarkan dalam Hakim-Hakim 6: 5 seperti belalang dimana orang-orangnya tidak terhitung banyaknya. Dari perhitungan manusia, adalah sesuatu yang mustahil melawan pasukan midian dengan kekuatan yang hanya 32,000 orang.

Mungkin bagi Gideon, jumlah 32,000 pasukan Israel tidak seimbang untuk melawan pasukan Midian. Namun rencana Tuhan seringkali berbeda dengan rencana manusia, dan cara Tuhan bekerjapun  berbeda dengan cara manusia. Dari kitab Hakim-Hakim 7:2-7, kita membaca bahwa Tuhan bukannya menambah pasukan Israel, namun sebaliknya Tuhan mengurangi pasukan Israel dengan proses seleksi dimana jumlah pasukan Israel yang pada awalnya berjumlah 32.000 orang, disaring menjadi 10.000 ribu dan terakhir disaring lagi menjadi 300 orang.  (2. Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. 3. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang. 4. Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi”. 5. Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum”. 6. Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air. 7. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya”. 8. Dari rakyat itu mereka mengambil bekal dan sangkakala; demikianlah seluruh orang Israel disuruhnya pergi, masing-masing ke kemahnya, tetapi ketiga ratus orang itu ditahannya. Adapun perkemahan orang Midian ada di bawahnya, di lembah). Jadi Tuhan hanya memberikan 300 orang Israel .kepada Gideon untuk menghancurkan musuh. Penyertaan Tuhan kepada Gideon dalam proses seleksi pasukan, sekali lagi membentuk keimanan Gideon. Tuhan juga menunjukkan kemuliaan, kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada Gideon dan orang Israel bahwa hanya dengan bersandar kepada kekuatan dan penyertaan Tuhan, sesuatu yang kelihatan mustahil bagi manusia  akan menjadi tidak mustahil di tangan Tuhan.

Proses seleksi merupakan tahap sebelum eksekusi penyerangan. Tuhan mengetahui hati Gideon masih ragu-ragu dan takut dalam menjalankan tahap eksekusi. Namun betapa indah dan luar biasanya Tuhan bekerja dalam diri Gideon yang taat, dimana Tuhan selalu menyertai dan memimpin Gideon, memberikan semangat dan kekuatan dalam menjalankan kehendak Tuhan sampai mencapai kemenangan. Hal ini dapat dibaca di Hakim-Hakim 7:9-22 (9. Pada malam itu berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Bangunlah, turunlah menyerbu perkemahan itu, sebab telah Kuserahkan itu ke dalam tanganmu. 10. Tetapi jika engkau takut untuk turun menyerbu, turunlah bersama dengan Pura, bujangmu, ke perkemahan itu; 11. maka kaudengarlah apa yang mereka katakan; kemudian engkau akan mendapat keberanian untuk turun menyerbu perkemahan itu." Lalu turunlah ia bersama dengan Pura, bujangnya itu, sampai kepada penjagaan terdepan laskar di perkemahan itu. 12. Adapun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya. 13. Ketika Gideon sampai ke situ, kebetulan ada seorang menceritakan mimpinya kepada temannya, katanya: "Aku bermimpi: tampak sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar-bangkirkannya, demikianlah kemah ini habis runtuh”. 14. Lalu temannya menjawab: "Ini tidak lain dari pedang Gideon bin Yoas, orang Israel itu; Allah telah menyerahkan orang Midian dan seluruh perkemahan ini ke dalam tangannya”. 15. Segera sesudah Gideon mendengar mimpi itu diceritakan dengan maknanya, sujudlah ia menyembah. Kemudian pulanglah ia ke perkemahan orang Israel, lalu berkata: "Bangunlah, sebab TUHAN telah menyerahkan perkemahan orang Midian ke dalam tanganmu”. 16. Sesudah itu dibaginyalah ketiga ratus orang itu dalam tiga pasukan dan ke tangan mereka semuanya diberikannya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu. 17. Dan berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah aku dan lakukanlah seperti yang kulakukan. Maka apabila aku sampai ke ujung perkemahan itu, haruslah kamu lakukan seperti yang kulakukan. 18. Apabila aku dan semua orang yang bersama dengan aku meniup sangkakala, maka haruslah kamu juga meniup sangkakala sekeliling seluruh perkemahan itu, dan berseru: 'Demi TUHAN dan demi Gideon!. 19. Lalu Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai ke ujung perkemahan itu pada waktu permulaan giliran jaga tengah malam, ketika penjaga-penjaga baru saja ditempatkan. Lalu mereka meniup sangkakala sambil memecahkan buyung yang di tangan mereka. 20. Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon! 21. Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri. 22. Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.).

Melalui cerita di atas, kita mendapat satu pengajaran yaitu asal kita sungguh-sungguh beriman dan taat kepada Tuhan, mengerti kehendak Tuhan, selalu mengandalkan kekuatan dari Tuhan, maka penyertaan Tuhan akan menjadi nyata dalam hidup kita. Walaupun kita lemah dan penuh dengan berbagai kekurangan, namun Tuhan sanggup memimpin dan memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukan perkara-perkara yang besar.  Seperti kata Paulus dalam Ibrani 11:32-34: “32. Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi, 33. yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 34. memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing”. 

Ringkasan oleh Budi Walujo | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya