Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Christmas without Christ is not Christmas at all (KKR Natal 2015)

Ibadah

Christmas without Christ is not Christmas at all (KKR Natal 2015)

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 22 November 2015

Bacaan Alkitab: Yoh 1:1-5, Yoh 1:10-14

Satu kali saya mengikuti kelas Filsafat Asia. Dr. Stephen Tong mengajarkan ajaran Konfusius yaitu taoisme. Bagi Konfusius, tao adalah sesuatu yang begitu agung, mulia dan indah. Dan tao tidak diciptakan oleh apapun, tetapi segala sesuatu berasal dari dia. Seluruhnya bergantung kepada tao untuk keberadaannya di tengah-tengah dunia ini. Yohanes 1:1 di dalam bahasa Mandarin, berkata “Pada mulanya adalah Tao”. Waktu itu kami membandingkan injil Firman Tuhan Yohanes 1:1 dengan tao. Waktu saya merenungkan dan mempelajari bagian itu, saya baru sadar ada sesatu yang sangat berbeda. Meskipun tao dalam ajaran Konfusius adalah sesuatu yang agung, mulia, indah dan sumber dari segala sesuatu. Hampir mirip dengan Yohanes 1: 1-2 yang berkata Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Tetapi ketika kita mempelajari tentang taoisme dalam Filsafat Asia, maka sesungguhnya tao dalam konfusius tidak pernah ada dalam pikiran konfusius, tidak pernah ada dalam pikiran manusia siapapun pun, tao yang begitu agung, firman yang begitu agung dan mulia itu bisa turun ke dalam dunia menjadi manusia. Firman itu adalah Allah, Firman itu bersama-sama dengan Allah tetapi firman itu telah menjadi dan diam di antara kita. Kolose 2:9 mengatakan Di dalam dia seluruh kepenuhan dari keilahian hadir secara tubuh di dalam Kristus. Di sini sesuatu yang tidak pernah dipikirkan dan terpikirkan oleh manusia di manapun sepanjang sejarah. Yang tak terbatas menjadi begitu terbatas. Yang kekal menjadi diam sementara di dalam tubuh yang begitu kecil.  Yang mulia datang dalam kehinaan. Inilah Natal.

Bagaimana Allah turun menjadi manusia. Ini adalah satu-satunya pengharapan kepada manusia. Dan inilah dasar dari segala penghiburan bagi manusia. Inkarnasi adalah sesuatu yang unik dari kekristenan. Jangan anda salah bedanya inkarnasi dan reinkarnasi. Inkarnasi dalam Alkitab satu-satunya kali terjadi Allah menjadi manusia. Di dalam pengajaran reinkarnasi, manusia bisa berubah-ubah kembali dulunya manusia, besok mati dan lahir menjadi hewan, lalu mati dan lahir lagi menjadi tanaman, lalu menjadi hewan lagi, dan sebagainya. Tetapi di dalam Alkitab, hanya satu kali terjadi yaitu ketika Allah, sang firman itu menjadi manusia. Allah yang begitu besar, Allah pribadi kedua Tritunggal yang begitu mulia dan begitu agung yang menciptakan segala sesuatu sekarang datang sendiri ke dalam dunia di dalam tubuh yang begitu terbatas. Tidak ada dalam kepercayaan manapun allah yang menciptakan segala sesuatu menjadi begitu lemah dan menjadi sama dengan ciptaan lainnya.

Dalam inkarnasi Allah menjadi sama dengan manusia secara total sehingga orang-orang di sekeliling-Nya bahkan tidak melihat sesuatu yang istimewa dengan penampakan Yesus. Bukankah dia anak Yusuf tukang kayu itu? Bukankah ibu-Nya itu Maria? Bahkan saudara-saudara-Nya ketika melihat Yesus sudah mulai melakukan sesuatu yang tidak seperti biasanya, dan saudara-Nya menarik-Nya pulang dan berkata dia sudah gila. Markus 3:21 he is out of his mind. Seperti apa Yesus itu? Dia datang ke dalam dunia sungguh-sungguh menjadi manusia seperti saudara dan saya. Seperti pemuda pada umumnya? Bayi Yesus seperti apa? Apakah ada halo ketika dia lahir di sekitar kepala-Nya sbagai tanda kesucian? Apakah ada cherubim-cherubim di kepala ketika lahir? Tidak ,dia seperti bayi lahir pada umumnya di timur tengah. Dia menangis waktu dilahirkan. Di dalam lagu Away In A Manger, Ketika binatang-bintang berbunyi bayi Yesus terbangun tapi Dia tidak menangis. Saya rasa itu tidak tepat. Karena saya yakin ketika Yesus lahir, Dia benar-benar sama seperti saudara dan saya pada umumnya. Saya percaya dia menangis. Dia juga minum air susu ibu-Nya. Dia betul-betul bertumbuh seperti manusia di tengah-tengah dunia ini. Dan Yesus menjadi manusia bukan karena hukuman seperti dewa yang memberontak di sorga. Tetapi dia rela dan dengan sukacita datang ke dalam dunia, merendahkan diri-Nya, mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba. Kenapa dia harus melakukan itu semua? Karena dia menjadi sama seperti kita, supaya Dia bisa menyelamatkan kita semua manusia yang berdosa.

Mari kita renungkan bahwa Yesus dilahirkan betul-betul seperti saudara dan saya. Dia dilahirkan bahkan sebagai Yahudi dalam konteks sejarah itu. Bangsa Yahudi adalah bangsa yang kecil, yang tidak banyak meninggalkan peninggalan sejarah seperti Mesir, Babel, Yunani dan Romawi.  Bahkan lebih dari itu, bangsa Yahudi adalah bangsa yang tegar tengkuk.  Mereka adalah bangsa yang dikasihi Tuhan, Tetapi ketika Tuhan mengasihi mereka bukan karena kehebatan mereka, , Tetapi ketika Tuhan mengasihi bahkan mereka terus menerus menolak akan Tuhan, Ketika Tuhan mengirim nabi-nabi-Nya, mereka membunuh nabi-nabi itu. Di dalam Perjanjian Lama kita melihat Tuhan terus mengirim nabi-nabi-Nya dan firman-Nya namun selalu ditolak, dibuang dan dibunuh. Dan akhirnya ketika Yesuspun datang ke dunia, merekapun menolak-Nya. Dia datang kepada  milik kepunyaan-Nya namun milik kepunyaan-Nya tidak menerima-Nya. Dia adalah Juruselamat yang dilahirkan sebaga bangsa yang bodoh, tegar tengkuk dan bangsa yang pada waktu itu menjadi budak dari Romawi. Dia adalah pencipta segala sesuatu pencipta segala bangsa dan pencipta kebudayaan yang baik namun memilih dilahirkan sebagai bangsa Yahudi. Tuhan Yesus yang adalah penguasa segala bangsa, dia memilih bangsa yang begitu kecil, yang begitu remeh dan menjadi budak pada waktu itu. Ini adalah kabar baik bagi kita, karena bagi kita yang mengalami segala kesulian ,pergumulan mengalami kegagalan, kehinaan, kita memiliki juru selamat yang rela dan telah turun lebih rendah ke keadaan apapun dari yang kita alami. Dia seorang yang tidak memiliki gelar, kedudukan terhormat, anak tukang kayu, seorang yang lemah, miskin, dihina dan ditolak. Dialah Juruselamat kita Yesus Kristus. Cory TenBum, seorang yang pada rezim Nazi disiksa dan penjara,  di dalam kesulitan pergumulan dan aniaya yang dialaminya,  pernah berkata satu kalimat kepada temannya,  There’s no pit so deep that God’s love is not deeper still. Natal adalah kabar baik bagi kita sekalian. Karena Yesus kristus sang pencipta alam semesta telah datang ke dunia menjadi sama dengan kita semua untuk menyelamatkan kita manusia yang berdosa.

Lukas 2:40 mengatakan "Anak itu bertumbuh besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya". Kita masih memikirkan dan merenungkan kadang-kadang kita berkata melihat Yesus dan kita benar-benar lupa bahwa ketika Yesus datang ke dunia dia bayi. Ada empat bagian dari ayat ini :

(1) “Bertambah besar”. Bagaimana Allah bisa bertambah besar? Bertumbuh adalah bagian yang wajar dalam hidup kita. Bertubuh dalam pikiran kita, secara fisik juga, juga membentuk konsep konsep dalam pikiran kita. Bagaimana Allah yang berkuasa dan sumber dari segala hikmat harus bertumbuh dalam pikiran-Nya? Tetapi dia harus bertumbuh karena dia datang ke dalam dunia sebagai  manusia. Pada waktu kecil, Yusuf membacakan hukum taurat kepada Yesus, karena pada waktu kecil Yesus belum bisa membaca. Pada hari yang ke-8 dia harus disunat. Dan ketika disunat, saya yakin Yesus kecil akan menangis. Yesus disunat sebagai tanda perjanjian anugerah sebagai umat Allah, meski sesungguhnya dia tidak perlu memiliki tanda perjanjian anugerah. Karena dia sendiri adalah tanda perjanjian anugerah di dalam daging. Tapi dia harus mengalami semua itu, karena dia harus menjadi Juruselamat bagi manusia yang berdosa.

(2) “Menjadi kuat”. Dia yang menopang seluruh alam semesta dengan firman-Nya yang penuh kuasa itu perlu bertumbuh menjadi kuat. ‘’ Dia harus bertumbuh dan makin hari makin kuat.  Dan dia begitu lahir tidak langsung menjadi ‘Iron Man’. Ketika Dia bermain dengan teman-Nya, Dia tidak selalu menang. Bahkan Dia tidak pernah menjadi juara Olimpiade diadakan tidak jauh dari tempat pada waktu itu. Waktu tubuh-Nya masih kecil, Dia tidak dapat mengangkat balok kayu yang besar. Dia adalah seorang Anak yang lemah menurut ukuran orang dewasa. Dia perlu bertumbuh di dalam kekuatan.

(3) “Penuh hikmat”.  Dia juga perlu bertumbuh di dalam hikmat-Nya. Dalam Kolose 2:3 tertulis “Sebab di dalam Kristus tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. Tetapi Dia yang memiliiki segala harta hikmat dan pengetahuan itu harus bertumbuh di dalam hikmat”. Dia tidak langsung mengetahui segala sesuatu ketika baru lahir. Dia tidak mengetahui hikmat-hikmat daripada Amsal.  Seperti tertulis di dalam Amsal 1:8 “Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu”.  Dia perlu belajar tetapi Dia tidak pernah melawan akan hikmat Allah yang diajarkan kepada-Nya. Tidak heran dia menjadi orang yang penuh hikmat ketika berumur 12 tahun. Ketika berdebat dengan pemimpin-pemimpin agama pada waktu itu, pemimpin agama itu menjadi heran karena hikmat-Nya anak 12 tahun ini. Dia menjadi manusia sama seperti kita, tetapi tanpa dosa. Dia selalu mentaati dan mendengar setiap perkataan akan Firman Tuhan.  Apabila kita melihat anak-anak kita, anak-anak kita akan terlihat berbeda dari kecil. Ada anak-anak yang berhikmat. Yesuspun demikian, meskipun masih kecil tetapi dia juga harus bertumbuh di dalam hikmat dengan cepat, karena Dia tidak pernah menolak hikmat dan kebenaran pengajaran dari Allah.

(4) “Kasih karunia Allah ada pada-Nya”. Dari kecil Yesus belajar apa artinya hidup menyenangkan Bapa-Nya di surga. Dia menyadari bahwa menyenangkan dan mentaati Allah adalah yang paling penting dalam kehidupan-Nya. Dia selalu mentaati Allah dan selalu menjadi the happiest child in the room. Ibrani 1:9 berkata tentang Kristus yang mencintai keadilan dan membenci kefasikan. Sebab itu Allah mengurapi dia dengan minyak kesukaan melebihi teman-teman-Nya.

Saudara sekalian inilah Tuhan kita Yesus Kristus menjadi sama dengan kita di dalam segala sesuatu meskipun tanpa dosa. Dia menjadi sama seperti kita supaya Dia bisa menyelamatkan kita. Sebelum lahir, Malaikat memberitahukan kepada Maria bahwa dia akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau akan menamai dia Yesus. Karena dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Nama Yesus berarti Yahwe, yang artinya The Lord saves. Dan ketika malaikat berkata demikian, berarti Yesus disamakan dengan Yahwe yang menyelamatkan umat-Nya. Dan kita lihat sejak Dia lahir, malaikat sudah berkata bahwa Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka, berarti sudah ada bayang-bayang salib di situ. Bagaimana Yesus akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka? Melalui mati di atas kayu salib. Sejak lahir dia menjalani hidup yang pada akhirnya menuju Golgota. Dia adalah Allah yang berkuasa, Dialah Allah yang berdaulat, tetapi Dia datang ke dunia menjadi manusia yang berdaging seperti saudara dan saya. Supaya di dalam daging itu segala dosa ditimpakan kepada Dia. Sehingga kita semua yang boleh percaya dan beriman kepada Kristus, dosa kita semuanya boleh ditanggung di atas kayu salib itu. Dia menjadi manusia berdaging seperti, supaya di dalam daging itu dosa bisa dihukum dan keadilan Allah boleh dinyatakan.

Saudara sekalian, Juruselamat kita harus adalah Allah dan manusia. Yesus Kristus adalah satu-satunya pribadi di dalam dunia ini yang adalah Truly God and Truly man. Kalau dia hanya manusia saja seperti saudara dan saya,  berarti dia juga adalah orang yang berdosa dan dia mati karena menanggung dosanya sendiri. Tetapi kalau dia hanya Allah, maka Allah tidak mungkin mati. Tetapi dia adalah Allah sejati dan manusia sejati. Dia manusia tetapi manusia yang tidak berdosa sehingga dia bisa mewakili kita manusia berdosa dengan menanggung hukuman dosa atas dirinya. Dia adalah Allah, karena itu ketika Dia mati untuk menanggung dosa kita, Dia juga bangkit untuk mengalahkan maut, dan berkata “Dosa di manakah sengatmu? Dosa dimanakah kekuatanmu?”.

Saudara sekalian, biarlah kita pada hari Natal ini, mari kita kembali mengerti apa artinya Natal. Karena Christmas without Christ is not Christmas at all. Di hari Natal ini biarlah kita merayakan Kristus yang sungguh-sungguh lahir di dalam kita. Ketika Yesus Kristus datang ke dalam dunia, Yusuf dan Maria tidak mendapatkan tempat untuk melahirkan Yesus Kristus. Tidak ada tempat bagi Dia di dalam dunia ini, supaya di dalam hati kita Dia memiliki tempat untuk selama-lamanya. Selamat Natal.

Ringkasan oleh Yohanes Halomoan | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya