Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Menaruh Pengharapan kepada Kristus

Ibadah

Menaruh Pengharapan kepada Kristus

Pdt. DR. Stephen  Tong

Pengkhotbah: Pdt. Dr. Stephen Tong
Date: Minggu, 11 Oktober 2015

Bacaan Alkitab: 1 Yoh 3:2-6

Sampel produk yang benar-benar jujur adalah menyatakan kejujuran daripada produsen. Kalau kita pesan suatu barang, lalu kita melihat sampelnya begitu indah, kita langsung pesan berpuluh-puluh ribu barang supaya dikirim dan kita bayar invoice, uang itu dibayar. Akhirnya kita melihat sampel itu begitu bagus sehingga kita tertarik, tetapi ketika produk yang sebenarnya dikirim ternyata berbeda kualitasnya, nah itu adalah kecurangan dalam perdagangan. Kita sekarang mau melihat, Tuhan Allah mengirim sampel, dan sampel itu adalah Yesus Kristus yang mutlak suci adanya. Tuhan Allah pernah menciptakan manusia menurut peta dan teladan Allah. Dia kirim Kristus untuk menjadi sesuatu sampel yang asli supaya kita boleh belajar seperti Dia, menjadi orang yang mirip dengan Tuhan. Bedanya dari contoh di atas adalah kalau produsennya jujur, sampel itu diambil dari materi dan produksi yang sama sehingga tidak ada beda kualitas. Tetapi Kristus sebagai sampel dan kita mengikut teladan-Nya, berbeda kualitas, karena Dia adalah Allah, kita adalah ciptaan. Itu sebab kita harus mirip dengan Dia. Makin mirip dengan Tuhan, makin memuskan hati Tuhan.

Kita kalau sudah mengenal Tuhan Yesus, pengenalan itu tidak berhenti di dalam logika. Pengenalan itu tidak berhenti di dalam rasio yang hanya mempunyai pengertian kognitif. Kata "Pengenalan" itu selalu dalam bahasa Ibrani adalah suatu pengenalan melalui semacam relasi subyektif, sehingga diantara pribadi dengan pribadi bersekutu seintim mungkin. Seperti engkau mengenal seorang anak perempuan, engkau mengenal dia, engkau minta fotonya, engkau setiap hari lihat dia, engkau membayangkan dia, engkau bilang “aku sudah kenal dia”? Orang Ibrani bilang belum. Engkau mengenal dia saat engkau menikah dengan dia, engkau bersetubuh dengan dia, saat itu engkau mengatakan “aku telah mengenal dia.” Pengenalan itu menuntut suatu relasi pribadi. Pengenalan itu menuntut sesuatu keintiman yang tidak ada yang menghalangi di tengah. Pengertian itu sudah melebihi daripada pengertian logika, kognitif, dan rasionil. Itu adalah pengertian pengenalan secara hubungan langsung pribadi dengan pribadi.

Saudara-saudaraku sekalian, demikianlah orang yang mengenal Tuhan. Mari kita mengenal Tuhan dengan suatu hubungan “Aku dan Tuhan”, Engkau milikku, aku milik-Mu, dan aku mengerti isi hati-Mu. Aku bahkan mau menjalankan kehendak-Mu. Pengenalan terhadap Tuhan semacam demikian menuntut kita langkah demi langkah masuk ke dalam rahasia yang ditetapkan oleh Tuhan dari kekal sampai kekal. Ini hanya mungkin dicapai oleh manusia, tidak mungkin dicapai oleh makhluk yang lain karena manusia dicipta oleh Tuhan dan bagi Tuhan. We are created by Him and for Him. Sehingga pada waktu hidup kita dipenuhi oleh rencana Tuhan, hidup kita dipenuhi oleh hadirnya Tuhan dalam diri kita, baru kita sungguh-sungguh puas. Agustinus di dalam My Confession pasal pertama bagian akhir mengatakan: Manusia dicipta dalam satu jiwa yang tidak ada ketenangan. Manusia dicipta di dalam suatu kerohanian yang tidak ada sentosa sampai manusia kembali kepada-Nya dan memperoleh sejahtera hanya di dalam diri-Nya saja.

Di situ manusia mengenal Tuhan dan bersekutu, bersatu dengan intim sehingga Tuhan menjadi milikku. Tuhan mengisi segala vakumku. Tuhan telah datang menempati sesuatu wadah yang memang dicipta sebagai rumah Dia sendiri. Kemuliaan terbesar dari seseorang adalah boleh menjadi tempat berdiam Tuhan sendiri. Hak terbesar dari manusia adalah kita boleh diberikan kuasa menjadi anak-anak Allah dan Tuhan berdiam di dalam diri kita. Berbeda dengan orang Yunani yang percaya bahwa tubuh ini adalah suatu penjara bagi jiwa, maka Alkitab mengatakan tubuh adalah istana Roh. Tubuh adalah tempat berdiam Tuhan Allah. Allah menciptakan setiap jiwa untuk menjadi tempat tinggal Tuhan Allah sendiri dan Allah sendiri mau masuk ke dalam setiap jiwa untuk menghuni di dalam, untuk tinggal di dalam menyatakan Imanuel bahwa Allah menyertai manusia. Itu sebab Tuhan berjanji Aku akan menyertai kamu. Aku akan datang berada di dalam kamu. Di bumi ada tendaku. Di bait Allah ada tempat maha suci. Di dalam hatimu ada bait-Ku. Hati kita menjadi bait Allah sehingga Tuhan berdiam di dalam diriku dan kita mengenal Dia dengan sesungguhnya. Tetapi saudara-saudara, sesuatu keintiman semacam ini akan terwujud 100% pada waktu Yesus Kristus datang sendiri. Itu sebabnya kalau kita mengharapkan Dia dan menanti satu hari kita bertemu dengan Dia, saat itu kita akan seperti Dia. Nah di sini kita tidak menjadi Allah, kita akan menjadi seperti Allah. Sekali lagi perbedaan adalah Yesus Kristus adalah yang riil dan adalah Tuhan. Kita hanya bisa mirip kepada Dia, kita bisa menjadi seperti Dia, tetapi bukan menjadi Dia. Kita menjadi seperti dia di dalam suatu proses.

Saudara-saudara sekalian, keselamatan tidak perlu ada andil dari kita. Keselamatan adalah seluruhnya anugerah Tuhan. Sola Gratia. Tetapi menjadi seperti Tuhan, kita harus bayar korban. Menjadi seperti Tuhan, kita harus bayar harga. Menjadi seperti Tuhan, kita harus belajar bagaimana mengkoreksi diri, bagaimana membersihkan pikiran, jiwa, dan segala ide yang bercampur di dalam roh kita. Sehingga kita boleh mengeluarkan segala hal yang najis dan menampung segala yang suci dari Tuhan. Makin lama makin hari kita menjadi suci seperti Dia dan pada waktu Yesus datang kembali, Dia akan secara spontan merubah kita menjadi seluruhnya suci seperti Dia. Ini ayatnya. Kita akan bertemu Dia. Kita akan seperti Dia dan kita akan melihat Dia yang asli. Apa maksudnya Dia yang asli? Di dalam terjemahan bahasa Inggrisnya: keadaan-Nya yang sebenarnya. Dia yang asli, Dia yang dalam keadaan sebenarnya. Apakah berarti ada Yesus yang tidak asli? Apakah yang dulu dilihat oleh para rasul itu tidak asli? Sampai Yesus datang kembali baru memunculkan yang asli? Apa artinya ini? Ini tidak menyangkut tentang Yesus yang benar dan Yesus yang palsu. Ini menyangkut sesuatu fenomena yang menudungi Yesus pada waktu Dia di dunia 33, 5 tahun dari Yesus yang asli yang ada di dalam sorga.

Saudara-saudara sekalian, seorang raja yang tidak mau menyatakan diri raja, dia pakai pakaian rakyat biasa seperti rakyat yang miskin, berjalan di tengah-tengah pasar, berjalan di tengah-tengah masyarakat dan orang tidak tahu siapa dia karena dia mempunyai satu tudungan yang merahasiakan identitasnya. Itulah Kristus. Pada waktu Yesus Kristus di dalam dunia, Dia bersalut dengan daging dan darah seperti engkau dan saya yang hina. Seperti kita yang miskin rohani. Seperti kita yang tidak layak, yang najis dan berdosa. Yesus seperti orang berdosa, bahkan bersalut dengan tubuh orang berdosa tetapi Dia tidak berdosa. Dia seperti orang berdosa tetapi Dia tidak berdosa. Waktu saya di Medan, saya masuk ke dalam penjara, mengabarkan injil di dalamnya, berkhotbah kepada ratusan orang dan saat itu kepala dari penjaga-penjaga berkata: “Pak Stephen Tong silahkan copot jasmu, engkau sekarang harus pakai pakaian penjara.” Saya sih tidak senang sekali. Ada apa saya ikut-ikutan pakai pakaian penjara? Saya tidak bersalah, saya tidak dihakimi, saya seorang pendeta. Tetapi saya copot jas, pakai pakaian penjara, masuk ke dalam ruangan di mana orang-orang kriminal semua dikumpulkan di situ, baru saya berkhotbah. Saat itu saya punya perasaan, baru saya mengerti apa artinya inkarnasi. Kristus yang suci di sorga datang ke dunia. Ia tidak berdosa, tetapi Dia bersalut dengan daging seperti orang berdosa supaya kita bisa menerima Dia sebagai saudara.

Saudara-saudara, banyak orang pikir kalau Yesus datang dengan tubuh mulia, “Bertobatlah kamu!”, lebih gampang berhasil. Kalau Dia pakai tubuh orang berdosa, sulit meyakinkan orang bahwa Dia adalah anak Allah. Tetapi cara Allah berlainan dengan pikiran orang berdosa yang menganggap diri pintar. Allah sengaja membuat diri seperti bodoh, seperti lemah pada waktu inkarnasi, sehingga orang Grika mengatakan: “Aku tidak percaya. Ini tidak masuk akal”. Orang Yahudi mengatakan: “Aku tidak percaya karena ini tidak ada mujizat”. Orang Yahudi tuntut mujizat. Orang Yunani tuntut bijaksana. Tetapi di dalam Kristus memberikan tampak dia tidak ada bijaksana, dia tidak ada mujizat, khususnya waktu dipaku di atas salib di Golgota. Di Golgota adalah tempat di mana tidak ada mujizat sama sekali. Di Golgota adalah tempat tidak masuk akal sama sekali. “Orang yang telanjang di gantung di sini bisa jadi Juruselamatku? Forget it. Kalau engkau mau menyelamatkan aku, turun dari salib! Selamatkan dirimu sendiri terlebih dahulu, membuktikan engkau ada kuasa menyelamatkan orang lain.” Manusia dengan akal yang sehat tidak bisa terima.  Manusia yang disebut orang yang beragama tidak bisa terima. Sekarang sama, liberal pakai otak manusia yang sudah jatuh mau menafsirkan kitab semau sendiri. Orang karismatik yang radikal pakai tuntutan “sembuhkan saya”, pakai tuntutan “bikin mujizat nyatakan kuasa baru aku percaya kepada Engkau”.

Paulus berkata tidak ada mujizat bagi orang Yahudi, tidak ada bijaksana bagi orang Yunani. Kami memberitakan Kristus dan Dia teralib. Paulus mengatakan: “kau anggap Tuhan bodoh? Maafkan aku harus berkata kepadamu, kebodohan Allah lebih bijak daripada kebijakan manusia. Engkau katakan Tuhan lemah? Maafkan, saya harus mengatakan kepada engkau, kelemahan Tuhan lebih berkuasa daripada perkasa manusia”.

Siapakah yang telah mempengaruhi seluruh dunia? Siapa yang tidak ada satu senjata di tangannya tetapi akhirnya mendapatkan sukarelawan-sukarelawati terbanyak di dalam sejarah? Yesus. Siapa yang tidak pernah membikin kuasa militer untuk membela diri tetapi mendapatkan paling banyak orang rela mati bagi dia? Yesus. Siapa yang tidak pernah membikin satu lagu tetapi merangsang orang menciptakan lagu yang paling banyak untuk memuji Tuhan? Yesus. Siapa yang tidak ada uang membangun satu gedung untuk hidup baik di dalamnya tetapi akhirnya mendapatkan gedung terbanyak untuk menyembah sujud di dalam iman kekristenan? Yesus. Dia berbijakkah? Berbijak tapi tampaknya bodoh. Dia berkuasakah? Dia paling berkuasa tetapi tampaknya lemah. Dia tidak membela diri. Waktu Dia dicaci-maki, Dia tidak membalas dendam. Waktu dipaku di atas kayu salib, Dia tidak minta Tuhan kutuki orang yang memaku. Waktu Dia digantung di atas Golgota, Dia minta pengampunan dari Bapa. Adakah orang yang lebih lemah dari ini? Tidak ada. Adakah orang lebih bodoh dari ini? Tidak ada. Tuhan Allah pakai cara berbeda dengan manusia. Tuhan pakai cara yang dihina oleh manusia. Demi cara itu orang akhirnya menyatakan kebodohan diri sendiri. Inilah rencana Allah. Inilah rahasia Allah. Yesus Kristus dipaku di atas kayu salib bahkan Dia tidak mau terima cuka kecut yang ada khasiat untuk membius Dia supaya tidak merasa terlalu sakit. Dia menolak setelah merasakan. Kalau menolak kenapa merasakan? Dia menghargai orang yang cinta Dia.

Kelemahan yang paling mengerikan adalah kelemahan dan kebodohan di atas kayu salib yang dinyatakan oleh Anak Allah yang tunggal. Dan di situ orang tidak melihat Yesus yang asli, di situ mereka melihat Yesus yang diselubungi oleh penderitaan, kebodohan, kelemahan, kerendahan yang tidak bisa menyatakan kalau Dia adalah Tuhan Allah. Alkitab mengatakan Dia menjadi batu sandungan. Apa artinya? Orang yang melihat Dia tidak bisa beriman. Tersandung oleh Dia. Batu ini ditimpakan kepada siapa? Siapa yang remuk? Siapa yang datang ke batu ini? Siapa yang tersandung? Ini menjadi paradoks yang paling besar. Teka-teki inilah yang Tuhan lempar ke dalam dunia.

Lalu siapakah yang akhirnya menemukan: “ini bukan Dia yang asli, Dia yang asli adalah Kristus di dalam sorga, yang mulia, yang perkasa, Anak Allah, yang mendapat sembah sujud dari ratusan juta malaikat, semua bertekuk lutut di hadapan Dia. Dia yang mulia itu bukan ini. Ini cuma gejala inkarnasi. Yang aslinya bukan begini”? Maka orang yang berbijaksana sunguh-sungguh setelah dicerahkan oleh Roh Kudus, orang yang sungguh-sungguh mau mencari kebenaran dan setelah diinspirasikan oleh Roh Kudus, mereka akan menemukan Yesus yang asli dan yang sungguh-sungguh itu siapa. Di sini ayat mengatakan kalau Dia datang kembali, kita akan melihat Dia yang asli. Kalau Yesus datang kembali, kita akan mengenal Dia di dalam keadaan yang sebenarnya. Saat itu engkau berlutut minta pengampunan dosa sudah tidak keburu, karena kesempatan sudah selesai. Maka Alkitab mengatakan carilah dia selagi Dia dekat, berdoalah kepada Dia selagi Dia masih mau menerima kita. Karena Anak Allah kalau sudah datang kembali, pintu anugerah sudah tertutup. Pada waktu Yesus datang kembali ke dunia, pengampunan tidak diberikan lagi. Saat itu nasib kita sudah menjadi kaku untuk selama-lamanya tidak mungkin dirubah lagi.

Puji Tuhan, Dia datang tidak ada hubungan dengan penghakiman dosa kepada anak-anakNya karena mereka sudah tahu bagaimana membereskan dosa di dalam Dia. Dia datang untuk menyelamatkan mereka yang berharap-harap kepada Dia, karena mereka dari permulaan beriman kepada Dia, sudah mengetahui dengan mata rohani Dia yang asli itu mulia adanya. Tetapi pada waktu Yesus datang kembali, orang-orang yang menanti Dia akan melihat Dia yang sebenarnya, yang riil, yang sesungguhnya. Kemuliaan, kehormatanNya yang penuh akan memancar. Nah sebelum Dia menyatakan yang aslinya pada waktu Dia datang kembali, pernah beberapa kali Dia membocorkan rahasia, khususnya melalui pertemuan 3 orang di atas bukit Hermon, transfigurasi. Waktu Yesus berada di gunung berdoa dengan Petrus, Yakobus dan Yohanes, mendadak di tengah-tengah gunung itu maka ketiga orang murid ini tidur, ada awan yang lewat. Lalu tidak lama kemudian mereka melihat cahaya besar, Yesus menyatakan diri dihadiri dengan Musa dan Elias di kanan kiriNya. Ketiga murid itu terkejut. Mereka melihat sebenarnya Yesus yang biasanya bersama kita, sama2 menginjili, sama2 mendoakan sakit, menyembuhkan orang yang kusta dsb itu adalah seorang biasa, tetapi ajaranNya agung, hidupNya suci dan beritaNya betul-betul mengandung berita yang baik untuk manusia. Tetapi Dia punya tubuh seperti kita. Pada saat di atas gunung Hermon, maka ketiga murid ini pertama kali melihat cahaya Yesus yang asli dan Dia lebih bercahaya dari matahari. Dia lebih terang dari segala benda yang bercahaya di atas langit. Ketiga orang ini merebah dan saat itu mereka mengetahui siapa Yesus yang asli.

Musa dan Elias hanya menjadi pendamping Dia. Yang satu mewakili Taurat, yang satu lain mewakili nabi. Taurat dan nabi merupakan kedua pelayanan yang paling penting di dalam Perjanjian Lama. Kedua macam jabatan yang memberikan pengajaran kepada manusia. Taurat memberikan patokan moral, nabi memberikan pengharapan yang akan datang. Taurat membicarakan tentang kesucian, keadilan dan juga kebajikan Tuhan Allah. Sedangkan nabi mengatakan hanyalah Kristus yang datang yang bisa mencapai kesucian, keadilan dan kebajikan yang dicantumkan dalam Taurat. Dia akan mewujudkan apa yang diminta di dalam Taurat, sehingga Taurat diwakili oleh Musa dan nabi diwakili oleh Elias. Kedua jabatan yang paling penting di dalam PL itu berada di pinggir Yesus. Dan cahaya Yesus melampaui semua dua orang itu bahkan kedua orang itu berbicara tentang kematian Kristus. Nah di sini mengandung satu paradoks yang besar, Yesus yang mulia adalah Yesus yang akan dipermalukan. Yesus yang sumber hidup adalah Yesus yang akan dibunuh. Yesus yang utusan Allah adalah Yesus yang akan ditolak oleh manusia. Yesus yang suci adalah yang akan jatuh ke dalam tangan orang berbuat dosa. Maka Taurat dan nabi diwakili oleh Musa dan Elias sedang berbicara tentang kematian Yesus. Nah hal ini tidak dicantum di dalam Matius, Markus, hanya dicantum oleh satu Injil yaitu Injil Lukas. Lukas mencatat bahwa pembicaraan antara Musa dan Elias adalah berbicara diskusi mengenai kematian Yesus. Apa artinya ini? Ini berarti seluruh kitab suci adalah berbicara tentang satu hari yang akan datang, hari satu-satunya. This is the day the Lord has made it. We should rejoice in it. Inilah hari Tuhan yang kita bersuka cita di dalamnya. Hari itu hari apa? Hari Paskah. Hari dimana Yesus masuk ke dalam Getsemani dan hari esok sorenya Dia dikuburkan. 24 jam itu dibicarakan oleh mereka.

Nah saudara-saudara sekalian, saat inilah saat satu-satunya selama 33,5 tahun murid melihat Yesus yang asli. Setiap hari mereka melihat Yesus orang Nazareth. Setiap hari mereka melihat seorang yang hidup di tengah-tengah mereka tetapi tidak tahu Dia begitu bercahaya. Dia begitu mulia, begitu hormat. Ini adalah sesuatu pembocoran sedikit supaya kalian tahu siapa Yesus. Saya sudah berkali-kali di dalam ceramah memberikan suatu definisi yang sangat berbeda dengan semua buku theology yang lain. Yang disebut visi adalah The sharing of God’s eternal will to His chosen people. “Oh Saya ada visi!” Visi apa sih? “Saya melihat apa, saya mimpi apa.” Saudara-saudara, terlalu banyak orang yang tidak mengerti prinsip Alkitab berani berkhotbah sembarangan. Visi adalah Allah membagi-bagikan, membocorkan, menyatakan rencana kekekalanNya kepada orang-orang yang dipilih sehingga barangsiapa yang mendapatkan pembagian itu dia mengerti melihat rencana Allah, dia kaget, “oh kalau begini saya kalau terima panggilan, saya akan menjalankan apa yang dipaparkan kepadaku”. Jadi visi akhirnya selalu diikuti dengan misi. Karena apa? Orang yang sudah lihat visi bukan diam-diam nonton bioskop. Tuhan mengatakan: engkau sudah melihat, sekarang Saya mengutus kamu mengerjakan sesuatu yang sudah saya paparkan kepadamu. Visi diikuti dengan misi, dan misi diikuti dengan aksi. Orang yang sudah melihat visi, dia mendapatkan misi. Orang yang sudah mendapatkan misi, dia mulai beraksi. Aksi adalah suatu tanda dia sedang bereaksi kepada visi yang diberikan oleh Tuhan.

Yesus kedua kali membocorkan kemuliaan besarNya di dalam kitab suci adalah setelah Dia naik ke sorga. Setelah Dia naik ke sorga, Dia turun menyatakan diri-Nya kepada seorang yang kurang ajar, yang melawan Dia, yang menganiaya Dia. Namanya adalah Saul. Lalu di tengah-tengah jalan Saul pergi ke Damaskus dengan surat sah dari Imam besar, berhak menangkap orang Kristen (nah ini selalu dikerjakan oleh politikus-politikus), di tengah-tengah jalan mendekati pintu itu maka Tuhan menyatakan cahaya besar menjatuhkan Paulus di tengah-tengah jalan, dan Paulus mengetahui tidak mungkin ini orang lain. Ini pasti Tuhan. Maka dia langsung bertanya, “Tuhan?”, karena dia tahu tidak ada kemungkinan lain, ini pasti Tuhan, begitu berkuasa, begitu besar cahaya-Nya, tetapi dia tidak mengerti mengapa Tuhan sekarang menjatuhkan dia, mengapa Tuhan sekarang melarang dia, mengapa Tuhan sekarang memukul dia. “Tuhan siapakah Engkau?” Ini adalah kejatuhan teolog-teolog yang anggap diri hebat. Semua orang yang mengajar tentang agama, pada saat ketemu dengan Tuhan, menyatakan mereka belum mengenal Tuhan. Mereka berani mengajar tetapi mereka tidak kenal. Mereka berani mendidik orang lain tentang ketuhanan, seperti Paulus, lulusan dari sekolah Gamaliel. Seperti Paulus orang yang terpelajar dan terkenal. Seperti Paulus ahli Taurat yang sejak kecil menghafal semua ayat. Tetapi Paulus pada waktu ketemu dengan Tuhan yang asli, dia baru sadar dia belum kenal Tuhan siapa. “Siapakah Engkau ya Tuhan? Tuhan Yehova yang menyelamatkan orang Israel lewat Laut Kolsom? Tuhan Yehova yang membawa orang Israel masuk tanah Kanaan? Tuhan Yehova yang memecahkan sungai Yordan sehingga Elias boleh pergi untuk diangkat ke sorga? Tuhan yang begitu besar, begitu agung, begitu berkuasa? Tuhan itu siapa?” Dia menjawab: “ Aku adalah Yesus yang kau aniaya.” Wah ini bingung nya luar biasa. Karena apa? Di dalam konsepku Tuhan yang maha besar, berkuasa luar biasa, dan Yesus orang Nazareth yang tidak ada arti apa-apa sekarang diintegrasikan konsep ketuhanan yang maha agung dengan orang Nazareth yang bersalut dengan daging  dan darah. Ini kedua kali Yesus membocorkan rahasia siapa Dia di dalam dunia di dalam Alkitab.

Ketiga kali Yesus menyatakan keagunganNya yang aslinya kepada orang yang ketiga yaitu Yohanes di pulau Patmos. Di antara 3 kali ini, Petrus lihat satu kali, dan dia kutip dalam surat Petrus “Kami pernah melihat kemuliaan yang berwibawa di atas gunung yang suci.” Yakobus lihat satu kali. Yakobus belum sempat tulis apa-apa sudah dipenggal kepalanya. Dia adalah salah satu orang yang mati syahid oleh kekristenan dan dia pernah melihat kemuliaan itu. Yang paling dikasihi oleh Tuhan adalah Yohanes, melihat cahaya ini dua kali. Satu kali bersama-sama dengan Petrus dan Yakobus di atas gunung transfigurasi. Kali kedua di pulau Patmos. Ini tercantum di dalam Wahyu pasal 1. “Aku melihat Anak Manusia bercahaya lebih besar dari matahari dan aku melihat Dia pakai pakaian putih dari atas sorga sampai di sini dan dari mulutNya keluar satu pedang yang adalah Firman Tuhan Allah.” Saudara-saudara sekalian, dia melihat dengan takutnya merebah di hadapan Tuhan. Ini ketiga kali Yesus menyatakan diri siapa Dia. Yesus Kristus yang asli, yang sebenarnya, adalah Yesus Kristus yang berada di sorga. Orang-orang Liberal sesudah abad ke 19 akhir, orang seperti Adolf von Harnack, Ferdinand Christian Baur, dan orang-orang yang lain di dalam higher critism, mereka berusaha mengatakan Kristus yang kita imani, bukanlah Kristus yang sejati. Itu adalah Kristus bikinan tambahan, tetapi Yesus yang asli adalah seorang biasa yang tidak ada sifat ilahi, yang dilahirkan di Betlehem, dibesarkan di Nazareth. Mereka tidak percaya. Dasar motivasi mereka yang tidak percaya bahwa Allah menjelma jadi manusia, memulai suatu ajaran yang menyerang Kristologi di dalam liberalisme. Tetapi saudara-saudara, abad ke-20 sudah lewat. Di awal abad 21 baru ini sudah ada kebangkitan dari pelawan-pelawan Kristologi yang asli dari agnostisisme, bukan saja menganggap Kristus bukan Firman menjadi daging, bahkan mengatakan Yesus adalah orang berzinah dan sebagainya. Nah saudara-saudara, ini dunia sudah makin rusak, makin rusak, sampai Kristus datang kembali semua yang tidak beriman akan dilempar ke dalam neraka. Engkau, kalau sungguh-sungguh mempertahankan iman, engkau akan diselamatkan.

Kali ketiga Yesus menyatakan diri sekaligus memberikan seluruh wahyu mengenai dunia akan bagaimana selesai, dunia bagaimana akan kiamat, kepada rasul Yohanes. Sehingga Kitab Suci menjadi lengkap karena ada kitab itu. Kitab pertama bagaimana Allah menciptakan dunia. Kitab terakhir bagaimana Allah akan menghakimi seluruh dunia. Tidak ada buku seperti buku ini yang memberi tahu kepada kita dunia dari mana dan akan ke mana. Tidak ada buku seperti buku ini, yang memberi tahu manusia bagaimana mempunyai kehormatan peta teladan Allah dan manusia jatuh ke dalam dosa, dan manusia mungkin ditebus, dan ada konsumasi yang terakhir, penggenapan yang terakhir, Kristus akan datang kepada kita. Ini sebab Yohanes yang sudah pernah mengenal Kristus, pernah melihat Dia di bukit transfigurasi dan dia akhirnya akan tulis buku Wahyu sekarang menulis kalimat ini: “Kita melihat Dia akan datang, dan waktu Dia datang kita akan menemukan Dia yang asli itu.” Saudara-saudara, saya belum pernah melihat kemulian terbesar seperti itu. Saya belum pernah mempunyai pengalaman seperti rasul-rasul itu, tetapi Roh Kudus sanggup membikin rohani kita terbuka untuk mengerti kemuliaan Allah dengan sesungguh-sungguhnya sehingga kita tidak lihat dengan mata jasmaniah. Kita melihat dengan mata rohani. Ini yang ditulis oleh Paulus di dalam Korintus. Dia mengatakan, kita bukan berjalan di dalam pengaruh dari mata yang melihat ini, kita berjalan di dalam iman.

Nah saudara-saudara sekalian, kita sekarang mengharap kedatangan Kristus. Waktu Kristus datang kembali kita mengharap apa? Mengharap satu hari kita boleh melihat Dia dengan mata kita sendiri dan saat itu kita akan seperti Dia. Saat itu kita akan mulia seperti Dia, hormat seperti Dia, bersukacita di dalam pertemuan dengan Dia, disucikan seperti Dia, dan saat itu kita akan berhenti dari rongrongan penyakit, kematian, segala penderitaan, sengsara dunia ini berhenti pada hari itu. Orang yang mati akan bangkit. Orang yang belum mati, tidak akan mati lagi, tetapi akan dirubah. Berubah dari yang rusak menjadi tidak rusak. Berubah dari yang bisa sakit menjadi tidak bisa sakit. Berubah dari tubuh duniawi menjadi tubuh sorgawi. Berubah dari tubuh yang malu menjadi tubuh yang mulia. Berubah dari tubuh yang sementara menjadi tubuh yang kekal. Berubah dari tubuh yang lemah menjadi tubuh yang kuat. Lima perubahan ini tertulis di dalam 1Kor. 15 - Karena itu kita akan menjadi seperti Dia yang bangkit dari kematian. Saat itu semua orang yang mempunyai tubuh kebangkitan dan tubuh yang berubah seperti tubuh kebangkitan, kita berhenti dari penyakit, penderitaan, air mata, pengeluhan, segala sesuatu yang kita derita di dunia ini. Because we will see Him, see Him

Saudara-saudara, yang mengatakan kalimat bahwa melihat Dia pertama-tama bukan Yohanes, bukan Petrus, bukan Perjanjian Baru, bukan Yesaya – Perjanjian Lama, Daniel, tetapi yang pertama-tama tulis itu adalah Ayub. Di dalam Ayub 19:25 dia penuh dengan penderitaan dihina oleh ketiga kawannya, mengatakan: “I know that my redeemer liveth, and that he shall stand at the latter day upon the earth.” Dan kalimat di bawahnya: “in my flesh shall I see Him after the corruption of this body. (Setelah tubuh ini rusak, saya akan melihat Dia di dalam tubuh).” Apa artinya? Setelah tubuh ini rusak, saya akan melihat Dia dengan mataku sendiri di dalam tubuh. Berarti tubuh ini rusak, masih ada tubuh. Tubuh apa? Tubuh kebangkitan. Jadi Ayub adalah orang pertama yang mempunyai iman kebangkitan, yang sudah menangkap makna yang paling tinggi di dalam rencana Tuhan Allah. Mungkin Ayub sebelum Musa, bahkan selama sejarah mencatat 5 buku Pentateuch yang ditulis oleh Musa atau zaman seperti itu. Karena buku Ayub tidak pernah mengutip Taurat, tidak pernah mengutip ayat-ayat setelah Musa, jadi mungkin dia sezaman atau lebih dulu dari Musa. Mungkin sezaman Abram, atau lebih dulu dari itu. Jadi dia adalah orang pertama yang mengerti ada rencana Allah menebus orang berdosa, memberikan tubuh kebangkitan dan pada akhir zaman manusia yang ditebus oleh Tuhan akan melihat Yesus datang kembali dengan mata sendiri di dalam tubuh kebangkitan. Tidak ada pengharapan lebih besar daripada ini. I will see in my flesh. I will see Him with all my eyes, my own eyes, I’ll see Him stand on the earth.

Saudara-saudara, when Jesus come to stand on the earth, can you stand before Him? Karena ayat lain mengatakan: who can stand when He appears? Siapa bisa berdiri pada waktu Dia tegak berdiri di atas bumi? Tetapi di sini Yohanes mengatakan, kita mempunyai pengharapan. Bahkan kelak kita tidak tahu, tetapi kita tahu kalau Dia menyatakan diri, Dia datang kembali, kita akan seperti Dia (ayat 1 Yoh 3:2). Barangsiapa yang mengharapkan Dia seperti ini, harus menguduskan diri (ayat 3). Mari kita baca sekali lagi ayat ke-3. Di sini menjadi satu perintah yang riil, menjadi suatu pelaksanaan dari iman, menjadi tuntutan perintah dari Tuhan, pelaksanaan yang riil di dalam hidup seseorang. “Barangsiapa yang menaruh pengharapan kepada Dia seperti itu,” apa artinya? Barangsiapa yang mengharap kedatangan Tuhan kali ke-2. Barangsiapa yang menunggu, menyongsong hari kiamat tiba di dalam dunia. Saya mau tanya, siapa? Siapa yang berani menghadapi hari itu? Siapa yang berani mengharapkan hari itu? Kecuali orang yang sungguh-sungguh setia kepada Tuhan.

Kalau seorang murid mengetahui Senin besok adalah hari ujian. Maka dia mengharapkan Minggu ini 24 jam atau mengharapkan jadi 20 jam atau lebih panjang? Mengerti maksud saya? Besok ujian, lebih baik hari ini diperpanjang oleh Tuhan karena saya belajarnya belum selesai. Tetapi kalau besok ujian, saya sudah tunggu lama, cepat-cepatlah datang, karena saya sudah siap dari dulu, saya siap diuji. Nah bedanya di sini. Orang yang mengharapkan Kristus datang, sama orang yang tidak berani menghadapi kedatangan Kristus bedanya apa? Sudah siap atau belum. Saudara-saudara, sudahkah engkau siap menyambut kedatangan Kristus? Sudahkah engkau beres menghadapi segala dosa yang engkau buat? Sudahkan engkau diampuni dari segala kesalahan dan engkau bersih untuk menyongsong kedatangan Kristus? Ini ayatnya. Barangsiapa yang mengharap hari itu, dengan sendirinya mereka menyucikan diri. Sanctify yourself.

Saudara-saudara kalau dirongrong atau diganggu oleh Davinci Code, oleh yang disebut Judas gospel, gospel of Thomas, gospel of Mary Magdalena yang begitu banyak akan terus keluar mengganggu kekristenan, kalau engkau dirangsang, jangan terlalu cepat menjadi kecewa imannya, karena semua itu berdasarkan satu zat yang sama, yaitu mereka tidak percaya ada kesucian. Dengar baik-baik ya. Mereka tidak percaya ada kesucian. Bahkan mereka percaya Yesus pun seorang berzinah yang tidak suci. Itu salah. Dari situlah engkau mengetahui ada rencana yang dari Setan untuk mengganggu dan menggoncangkan kekristenan sehingga engkau tak usah banyak terlibat di dalam perdebatan mereka. Engkau asal mengetahui asal usul adalah dari si jahat maka semua yang dipakai secara dokumen-dokumen yang katanya akademik, itu seperti apa yang saya katakan, academik hanya menjadi enslavement object karena engkau sudah percaya sesuatu, engkau cari segala data untuk membuktikan yang kau percayai itu adalah benar. Tetapi kita menggali dari sudut yang lain. Motivasi mereka adalah menjatuhkan kesucian, motivasi tidak percaya kesucian, motivasi percaya ada kenajisan dan bahkan Yesus itu pun mempunyai kelemahan kenajisan dosa. Tetapi mereka memakai cara yang lain yang disebut holy blood and holy grail. Yesus Kristus menurunkan darah suci. Menurunkan darah suci melalui perzinahan yang tidak suci? Ini tidak masuk akal.

Di sini dikatakan barangsiapa mengharap Kristus, dia pasti menyucikan diri. Saudara-saudara, seorang pengantin, yang hari itu nikah, hari itu senang tidak? Hari itu sudah ditunggu-tunggu lama bukan? Aduh terus tunggu, tunggu itu sangat susah. Meskipun menunggu hal yang baik pun, perasaannya tidak senang. Karena waktu itu menjadi rongrongan. Waktu itu menjadi kekejaman. Orang yang menanti, merasa setiap detik itu seperti satu jam. Setiap jam seperti satu hari. Satu hari seperti satu tahun. Menunggu itu susah sekali. Menunggu, menunggu, betul-betul.. nah, besok saya nikah! Pengantin yang akan menikah satu hari sebelumnya dia akan penuh dengan khayalan, penuh dengan pikiran – besok saya menikah. Akhirnya, tibalah hari pernikahan bagiku! – Saya mau tanya, kalau waktu dia tunggu hari pernikahan, dia benci sekali, dia mengharap hari itu tidak tiba, beres tidak? Tidak beres. Kenapa tidak beres? Dia tidak rela menikah sama yang ini, lebih baik lu mati saja hari ini. Atau kalau lu gak mati, gua gantung diri. Pokoknya hari besok hari pernikahan yang saya tidak rela, saya tidak mau. Tapi saya tanya, kalau dia betul-betul beres, dan sungguh-sungguh sama suaminya (belum suami masih misua), betul-betul mencintai, pacarnya betul-betul baik, dia menanti esok hari datang senang atau tidak? Senang luar biasa. Inilah hari mahkotaku, ini hari kemuliaanku, lalu saat itu dia akan baik-baik untuk memelihara diri.

Saya sedikit menyesal waktu saya menikah. Kenapa? Waktu saya menikah, hari sebelumnya ada satu jerawat yang keluar di sini. Saya jengkel sekali. Ini foto untuk selama-lamanya kok ada jerawat, bagaimana? Kecuali ahli foto bikin betul. Kenapa tidak minggu yang lalu? Kenapa tidak minggu yang depan? Kok betul-betul besok nikah, tuk, keluar satu jerawat. Saya lihat-lihat ini, benci sekali sama jerawat itu. Nah ini cuma satu cerita aslinya, bukan omong kosong. Karena apa? Aku mengharapkan pernikahan itu begitu sempurna, begitu baik, karena ini hari sukacitaku seumur hidup yang paling penting. Nah Alkitab mengatakan, Yesus mencintai kita seperti suami mencintai istrinya. Paulus berkata, aku telah menjodohkan engkau sebagai seorang perawan yang suci kepada Yesus Kristus yang akan menjadi suamimu. Alkitab berkata gereja adalah mempelai perempuan Kristus. Kristus adalah mempelai laki-laki dari gereja. Artinya kita menunggu hari kemuliaan itu datang. Hari kemuliaan ini adalah satu hari yang akan datang seperti hari kesedihan adalah hari yang sudah lewat. Hari kesedihan adalah Kristus dipaku bagi kita. Hari kesukaan adalah Kristus datang menyambut kita, menjadi bersatu dengan Dia, seperti suami dan istri untuk selama-lamanya. Nah saat ini kita menunggu kedatangan Kristus, ayat ini mengatakan: “Barangsiapa…” berarti tidak peduli, tidak ada bedanya, “…mengharap itu” mengharap apa? Mengharap kedatangan Kristus kembali ke bumi. Untuk apa? Untuk melangsungkan pernikahan dengan kita, “…mereka pasti menyucikan diri” berarti apa? Menjaga diri baik-baik karena menunggu hari pernikahan. Engkau pernhkah melihat seorang pengantin sudah memakai baju putih bagus sekali, terus menunggu suaminya belum datang, terus dia pakai baju kemanten main layangan? Tidak ada kan. Pernakah engkau lihat perempuan pakai baju pengantin yang bagus sekali terus suaminya belum datang mobilnya, dia pergi ke pinggir jalan mainan sama anak-anak, main lempung? Tidak ada kan. Dia akan terus biar suka gerak pun tidak gerak-gerak, supaya jangan kusut, jangan sampai pakaiannya itu kisut, jangan sampai kotoran datang. Apakah dia akan sembarangan main tinta di situ, bikin kotor di situ, “Tidak apa-apalah besok habis nikah baru ada kesempatan dicuci lagi. Masih bisa putih kok.” Tidak! Seluruhnya adalah untuk menghadapi detik itu, detik pertemuan, lalu suami yaitu pacarnya yang akan nikah dengan dia datang kepada dia, melihat dia sudah kotor semua, bagaimana perasaannya? Bagaimana dia menghadapinya? Kalimat apa akan keluar dari mulut seorang pacar yang akan menikahinya? “Loh, aku lambat cuma satu jam, engkau sudah kotor seperti ini.” “Ya habis kamu lambat, gua main layangan dulu donk, saya pergi dapur masak-masak dulu, tapi kalau waktu masak kamu datang, gak keburu saya pakai pakaian manten masuk dapur. Gendeng kan?

Bukankah pengantin itu akan menjaga diri, suci, bersih, tunggu. Meskipun lambat sedikit, tunggu sampai calon suaminya datang. Waktu dia datang, dia melihat inilah dia cantiknya, bersihnya, sucinya, mulianya. Kapan lagi aku melihat makhluk ini kecuali hari ini. Hari pernikahan yang sudah saya tunggu lama-lama. Hari pernikahan yang sudah kita sama-sama memimpikan, mengidamkan, yaitu waktu itu. The day when Jesus come. The day when He appears again. The day when He return to His created world. Who is holy enough to welcome Him? Siapakah yang cukup suci menyambut dia? Di sini barangsiapa yang mengharapkan hari itu, mereka pasti menguduskan diri. Nah ini menjadi tanda engkau mencintai Tuhan atau tidak.  Barangsiapa mencintai Tuhan tidak tentu dia mempunyai uang banyak untuk memberi persembahan. Banyak pendeta hanya mengharapkan uangmu, tidak peduli kemajuan rohanimu. Dari khotbahnya kita tahu dia sendiri belajar berapa banyak. Dari perkataannya kita tahu apa yang menjadi isi hati dia. Saudara-saudara, kalau engkau tidak maju di dalam kerohanian, engkau tidak benar di dalam iman, engkau tidak suci dalam hidup, engkau tidak berkobar-kobar dalam hidup mengabar injil kepada orang lain, meskipun kita boleh bangun gedung gereja besar tidak ada gunanya. Meskipun kita boleh berorganisasi administrasi yang kuat sekali sebagai gereja, tidak ada gunanya. Meskipun kita punyai bakat yang begitu banyak, pengetahuan yang begitu tinggi, tidak ada gunanya. Karena itu hanya mencongkakkan diri pribadi sendiri, bukan menggenapkan rencana Tuhan di dalam kelompok yang disebut dengan gereja.

Saudara-saudara, gereja dipersiapkan untuk menjadi satu mempelai perempuan yang beres. Ibuku mengatakan, kalau anak-anakku perempuan, aku harap dia waktu nikah sudah bisa masak, sudah taat suami, sudah mempunyai pengetahuan dan sudah menjadi seorang yang bersiap. Kalau anak-anakku laki-laki, saya akan siapkan mereka sebelum menikah sudah tau tanggung jawab, sudah mengerti kewajiban dan sudah berdaya untuk memelihara keluarga. Itu ibu yang baik. Anak perempuan di bawah saya, saya didik sampai dia taat, dia cinta Tuhan, dia bersiap, bermoral baik, berpengertian sebagai istri bagaimana, dan dia bertanggung jawab. Kalau laki-laki dibesarkan sampai dia tahu kalau dia mau menikah, dia harus mempunyai kesanggupan memelihara, mendidik, mempunyai pengertian takut kepada Tuhan, cinta keluarga, dan bertanggung jawab. Ini semua persiapan adalah persiapan sebelum nikah. Demikian Tuhan mempersiapkan kita menjadi mempelai sebelum nikah menjadi mempelai yang baik, yang suci, yang taat, yang bersiap melayani, karena Tuhan berkata seorang istri diciptakan untuk menjadi seorang penolong bagi suaminya. Sehingga apa yang perlu dikerjakan dia tahu, apa menjadi tanggung jawab dia tahu. Perempuan-perempuan yang paginya jam 11 baru mau bangun, tidak layak menjadi istri orang. Perempuan-perempuan yang apapun tidak mau kerja, hanya taunya pakai pembantu, perintah ini itu, tidak layak menjadi ibu rumah tangga. Saudara-saudara, sampai hari ini di rumah saya, semua kerjaan biasa pembantu yang kerjakan, semua yang paling berat saya kerjakan sendiri. Saya seorang pria mempunyai kekuatan lebih besar dari mereka, saya sudah tua tetapi saya biasa kerjakan yang berat sendiri. Ini saya latih sejak kecil, saya menjadi seorang yang harus bertanggung jawab. Yang bisa saya kerjakan jangan membikin repot orang lain. Yang bisa saya angkat, saya angkat sendiri. Dan kalau saya menambah pekerjaan yang berat kepada pembantu, saya tidak fair, saya harus membantu pekerjaan, di tenggah-tengah mereka saya angkat yang paling berat. Dengan demikian kita menjadi seorang yang menjadi teladan, contoh yang baik bagi orang lain.

Sebagai gereja, Tuhan melatih kita, mempersiapkan kita di dalam proses sanctification. Saya sudah pernah 13 kali khotbah di sini dengan tema penyucian emosi (The Sanctification of Emotion). Saya ceramahkan itu lagi di Hongkong, Taiwan, akhirnya di sini cuma 13 tema. Satu tema satu kali. Di Taiwan, Hongkong, satu tema tiga kali, akhirnya menjadi hampir 40 khotbah. Dan sekarang ditayangkan tiap minggu di TV di Hongkong. TV datang minta khotbah saya ditayangkan, saya tidak usah bayar sama dia, dia juga tidak bayar sama saya. Dan kita membiarkan Firman Tuhan bersiar di Hongkong. Banyak orang belum Kristen boleh melihatnya.

Saudara-saudara, Roh Kudus mengerjakan apa? Mengerjakan penyucian di dalam proses mempersiapkan diri. Roh Kudus menolong kita, membersihkan kita, mencerahkan kita, menggerakkan hati kita. Alkitab mengatakan, digerakkan Roh kudus menjadi suci. Moved by the Holy Spirit to be sanctified. Setiap hari kita melihat apa yang menjadi najis, yang menjadi noda, sesuatu yang mencemarkan saya, mari kita bersihkan. Dan Yesus berkata Roh itu datang akan meyakinkan manusia tentang dosa sendiri dan manusia menegur diri tentang dosa sendiri. Ini salah satu tanda pekerjaan Roh Kudus yang paling stabil, yang paling Alkitabiah. Yaitu di mana Roh Kudus, di situ orang mengkoreksi diri sendiri. Alkitab tidak pernah katakan Roh Kudus datang orang gemetar. Tidak ada. Tak pernah Alkitab katakan Roh Kudus datang orang jatuh lalu pingsan. Satu kali pun tidak ada. Mengapa kekristenan menjadi seperti ini? Karena yang berkhotbah tentang Roh Kudus adalah orang-orang yang paling tidak mengerti Roh Kudus. Tidak mau belajar Alkitab. Lalu mereka mengatakan, “jangan mengikat Roh Kudus dengan kitab cuci. Roh kudus lebih besar dari kitab suci.” Kalimat ini seperti benar dan kira-kira boleh dipertanggungjawabkan secara harafiah, tetapi mereka tidak tahu bahwa Roh Kudus adalah Roh yang membatas diri dengan prinsip-prinsip kitab suci sebagai kebenaran yang diwahyukan. Maka Roh Kudus disebut sebagai Roh Kebenaran. Kalau Roh Kudus datang orang tidak tentu menjadi berkuasa besar lalu bisa lakukan segala sesuatu. Kalau Roh Kudus datang, tidak tentu orang membicarakan tentang nubuat apa yang akan terjadi. Tetapi satu hal yang paling penting, Roh Kudus kalau datang, pasti orang itu ingin hidup suci, orang itu menegur dosa, orang itu dicerahkan dan mengetahui kelemahan, kekurangan diri sendiri.

Kita yang sudah jatuh dalam dosa, selalu cuma mengetahui orang lain tidak beres. Jarang yang mengatakan: aku tidak beres Orang yang mengatakan aku tidak beres bukan semuanya akibat pekerjaan Roh Kudus. Ada orang yang mengatakan: “aku tidak beres, aku tidak beres” akhirnya bunuh diri. Semua orang yang bunuh diri selalu merasa diri tidak beres. Tetapi mereka mengetahui diri tidak beres di dalam sense of destructive. Di dalam suatu perasaan, suatu keadaan yang destruktif bukan konstruktif. Maka ini perbedaan suara setan, suara hati nurani, dan suara Roh Kudus. Setan mengatakan kamu berdosa, hati nurani mengatakan kamu berdosa, Roh Kudus mengatakan kamu berdosa. Kalimatnya sama, inti sama, hurufnya, katanya sama, tetapi waktu Roh Kudus mengatakan: “kamu berdosa”, berbeda dengan hati nurani mengatakan: “kamu berdosa”. Hati nurani adalah wakil Tuhan. Hati nurani adalah hakim pribadi yang diletakkan Tuhan di dalam hati setiap manusia untuk manusia boleh membedakan baik dan jahat. Hati nurani memberikan peringatan, larangan sebelum kita masuk dalam dosa. Hati nurani menjadi pasif pada waktu kita sedang berbuat dosa. Hati nurani kembali menjadi aktif setelah selesai kita berbuat dosa. Dia wakil Tuhan. Setelah mengatakan: “kamu berdosa”; selajutnya hati nurani tidak berdaya apa-apa. Dia hanya bertugas menunjukkan kamu berdosa. Setan mengatakan: “kamu berdosa”. Setelah dia menggoda kamu berdosa, lalu sekarang dia berubah untuk menyatakan: “engkau sudah berdosa toh”. Nah saudara-saudara, sebelum engkau berdosa, setan mengatakan: “inilah manis, inilah enak, silahkan engkau lakukan”. Tidak memberi tahu kepadamu apa bahaya yang mengikuti. Setan berkata kepada Adam dan Hawa: “petiklah dan ambilah, makanlah buah yang terlarang ini, matamu akan terbuka bisa melihat lebih terang”. Itu janji palsu. Setelah setan mengganggu, menggoda, menipu, Adam dan Hawa petik dan makan. Setelah makan setan disappeared, dia tidak ada. Nah setan yang mengganggu dan menggoda kita berdosa, kalau dia kembali dia mengatakan: “kamu sudah berdosa toh, ya toh? Kamu berdosa”. Lalu engkau mengatakan, “bagaimana?” Setan bilang engkau sudah berdosa maka lebih baik bunuh diri saja. Nah itu suara setan.

Saudara hari ini saya meminta saudara melihat perbedaan suara Roh Kudus, suara hati nurani dan suara setan. Di dalam konteks yang sama. Sebenarnya 10 tahun yang lalu saya sudah pernah membuat satu seminar mengenai tema ini. Tetapi hari ini saya konkrit berbicara dengan saudara. Hati nurani memberi tahu engkau berdosa, engkau bilang: “iya aku sudah berdosa”. Hati nurani mengatakan: “aku ikut mengetahui karena aku hati nurani”. Lalu bagaimana? Dia bilang: “engkau sudah tahu berdosa, ya sudah, itulah tugasku memberi tahu engkau berdosa”. Tak ada lagi suatu tindak lanjut daripada hati nurani. Tetapi setan mengatakan: “engkau sudah berdosa”. Ada 2 hal:

  1. Tak apa-apa, orang lain juga. Engkau berdosa, pendeta juga berdosa. Engkau berdosa, majelis juga berdosa. Seluruh dunia berdosa, tak apa. Ini suara pertama, menghibur. Sudah menghibur lalu engkau lega. Kalau gitu tak apa, pendeta juga ada yang berdosa, pastor juga ada yang berdosa, majelis dan tua-tua banyak yang berdosa. Kalau begini masuk neraka pun rame-rame, gak kesepian kok. Besok di neraka, “eh, majelis di sini, ada pendeta di sini, ayo sama-sama yuk main di sini. Sama-sama bikin arisan lagi di neraka. Sama-sama di neraka ayo bikin partai.” Nah itu lah yang bikin partai itulah yang namanya Yudas. Dia juga masuk neraka. Itu suara setan
  2. Mengecewakan dan membunuh diri. Tak ada pengharapan. “Engkau bisa menolong saya?” “Tak bisa, cuma bisa memberi tahu kamu.” “Engkau bisa menyelamatkan? Bisakah bawa saya kepada Tuhan?” “Oh tidak, itu lawanku kok. Aku tidak membawa engkau kepada Dia.” “Jadi bagaimana?” “Ya mungkin engkau perlu pikir bunuh diri aja.” Nah ini suara ke dua.

Tetapi Roh Kudus tidak demikian. Roh Kudus berkata: “kamu berdosa”. Lalu engkau sadar: “iya aku menegur diri”. Pekerjaan Roh Kudus mengakibatkan manusia itu menegur diri manusia itu sendiri. Manusia mengenal diri, menegur diri, mengkoreksi diri, itulah satu pengharapan yang paling besar. Nah inilah cara Roh Kudus membuat engkau menegur diri, dan bukan ditegur oleh luar. Kalau seorang hamba Tuhan sering tegur, akhirnya semua merasa ditegur, merasa dihina, semua pergi, apa gunanya? Yang paling penting adalah orang berdosa menegur orang berdosa itu sendiri. Ini pekerjaan Roh Kudus. Ini tanda yang paling jelas. Kalau ada pekerjaan Tuhan, kalau ada Roh Kudus hadir, kita mau melihat orang berdosa sudah sadar dosa sendiri atau tidak. Kalau sadar, itu pekerjaan Roh Kudus. Lalu engkau mengatakan: “aku sudah berdosa, sudah sadar, sudah tegur diri sendiri, lalu aku bagaimana?” Roh Kudus mengatakan: “memang dosamu berat, tetapi ada yang menebus engkau, yaitu Yesus Kristus.”

Nah ini perbedaan suara Roh Kudus, suara hati nurani dan suara setan. Suara setan bersifat destruktif. Suara setan tidak pernah membangun. Suara setan tidak pernah memberikan jalan keluar. Dia hanya menghibur, menghiburnya selau salah. Setan selalu menipu. Suara hati nurani hanya menyatakan sesuatu dan tidak ada jalan keluar. Suara Roh Kudus mengatakan: “meskipun engkau berdosa berat, tetapi lihatlah Anak Domba Allah yang mati sengsara mengganti dosamu. Datanglah kepada Dia. Terimalah Dia sebagai Juruselamat.” Lalu memimpin engkau datang kepada Injil, memimpin engkau ke bawah kayu salib, memimpin engkau untuk menerima Yesus Kristus. Di situ engaku diubah, dibentuk kembali, diberikan pengharapan yang baru. Ini pekerjaan Roh Kudus.

Barangsiapa yang mengharap hari itu, barangsiapa yang menanti kedatangan Kristus, orang itu pasti membersihkan diri sampai suci untuk melayakkan diri berdiri di hadapan Tuhan. Those who have hope on the coming of Jesus Christ, surely they will sanctify themselves. Saya mau tanya: apakah GRII dan anggota GRII selalu instropeksi, selalu mempersiapkan diri, membersihkan diri supaya kita boleh menjadi layak menghadapi Kristus pada waktu Dia datang kembali. Kiranya Tuhan menolong kita memberi kekuatan kepada kita menjadi manusia seperti ini. Mari kita berdoa. Bapa di dalam Sorga, kami berterima kasih karena semua pengajaran dari Firman-Mu adalah membawa kami kembali kepada pangkuan-Mu, ke hadirat-Mu, di bawah kaki-Mu untuk mempersiapkan diri kami menjadi orang Kristen yang baik, yang berkenan di mata Tuhan. Dengar doa kami dan beri berkat selanjutnya kepada kami sehingga kami boleh membedakan suara dari setan, suara dari hati nurani, dan suara dari Roh Kudus, Roh-Mu yang memberikan semangat konstruktif dan memberikan pencerahan untuk kami menegur diri, dan memberikan pengharapan menuntun kami kepada Injil Yesus Kristus kiranya bekerja dalam hati kami. Berkati kami masing-masing.

Siapa yang berkata, “Tuhan saya berterima kasih, hari ini saya sudah mendengar Firman Tuhan. Saya bersiap untuk meninggalkan dosa. Saya mau hidup suci. Saya mau berkenan kepada Tuhan. Saya mau mempersiapkan diri menghadapi kedatangan Kristus untuk hidup di dalam kesucian.” Mari kita berdoa bersama-sama. Semua meminta Tuhan bekerja terus menerus dalam hati kami. Bapa di dalam sorga kami berterima kasih untuk Firman yang suci yang sudah kami dengar. Kami berterima kasih untuk pengajaran, peringatan, pencerahan dan pengkoreksian yang akan merubah hidup kami menjadi sama seperti Tuhan. Kami berdoa kiranya Tuhan memberikan kekuatan kepada kami untuk hidup suci, hidup menguduskan diri, merubah untuk menjadi sama seperti Tuhan. Dengar doa kami. Pimpinlah kami masing-masing. Beri kekuatan kepada kami untuk menaati segala FirmanMu, untuk menjalankan segala kehendakMu, untuk memuliakan namaMu di tempat sorga yang maha tinggi. Dengar doa kami. Beri kekuatan kepada kami untuk membedakan suara dari setan, suara dari hati nurani dan suara dari Roh Kudus, sehingga kami tidak terjebak di dalam segala penipuan-penipuan yang licik dari padanya. Dengar doa kami Tuhan. Kami mengharapkan kedatanganMu kedua kali. Kami mau membersihkan diri, hati kami, untuk menjadi orang mengikut Engkau terus-menerus sampai Kristus datang kembali. Dengar doa kami yang kami panjatkan dalam nama Yesus Kristus, Penebus dan Juruselamat kami yang hidup, kami berdoa. Amin.

Ringkasan oleh Dewi Sanjaya | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya