Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Bergumul dan Disegarkan Bersama-sama

Ibadah

Bergumul dan Disegarkan Bersama-sama

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 7 Juni 2015

Bacaan Alkitab: Roma 15:30-33

Kita sudah melihat sebelumnya tentang berdoa bersama dimana Paulus mendorong jemaat di Roma untuk bergumul di dalam doa kepada Allah, dan bagaimana itu diaplikasikan di dalam hidup kita sebagai Gereja Tuhan di dalam persekutuan doa. Kita belajar pentingnya memuji Tuhan di dalam doa, yang biasanya disingkat dengan ACTS (Adoration, Confession, Thanks giving and Suplication (permohonan)). Adoration di taruh di tempat pertama menjadi bagian yang sangat penting, memberikan perspektif yang jelas di dalam doa kita. Bahkan sebelum meminta sesuatu, kita bisa memuji Dia terlebih dahulu. Pujian itu harus keluar secara natural dari dalam hati kita. Ketika kita melihat sesuatu yang bagus, yang luar-biasa, maka secara natural kita mengekspresikan pujian secara eksplisit dengan kata kata yang superlative. Bahkan ekspresi ini kadang-kadang susah ditahan. Waktu Tuhan mengajak kita untuk memuji Dia, Dia ingin kita melihat pujian lebih penting daripada permohonan. Seperti di dalam doa Bapa Kami, dimulai dengan pujian “Bapa Kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu”, sebelum dilanjutkan dengan permintaan “berilah kepada kami makanan kami yang secukupnya”. Porsi yang paling besar di dalam hidup kita adalah pujian.

CS Lewis mengatakan "Prayer not only expresses Joy but it also actually completes the joy" [1]. Ketika kita memuji Tuhan, bukan hanya pujian itu berkenan kepada Dia, namun itu juga untuk kebaikan kita. Dia sedang mengasihi kita. Dia ingin kita mengenal Dia, betapa besar, betapa agung dan betapa baiknya Tuhan itu, dan kita dipanggil untuk memuji Dia. Itulah kasih Tuhan kepada kita, waktu kita memuji dan meninggikan Tuhan.

Hari ini kita akan memfokuskan pada salah satu realita hidup Kristen dan kemudian melihat aplikasinya di dalam Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) atau small group. Di dalam bacaan kali ini, ada dua kata yang akan kita renungkan yaitu “bergumul” (Roma 15:30) dan “disegarkan” (Roma 15:32). Roma 15:30 “Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku”, Roma 15:32 “agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu.”

Sebelum membahas dua kata ini, mari kita terlebih dahulu melihat kata “bersama-sama” yang merujuk kepada persekutuan di antara saudara seiman.

Di dalam Roma 1 (ayat 8-15), Paulus memiliki kerinduan untuk dapat beribadah bersama dengan saudara seiman di Roma, Roma 1:10-13 “Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain”.

Sejak bagian awal kitab Roma, Paulus sudah menyatakan kerinduan yang dalam untuk memiliki persekutuan dengan jemaat di Roma, (Roma 1:9b-10a) “How constantly I remember you in my prayer at all times” (ayat 11) “I long to see you …” (ayat 12) “…that you and I may be mutually encouraged by each other’s faith…” (ayat 13) “….. in order that I might have a harvest among you,… ”.

Kalau kita melompat ke Roma 15, Paulus juga menyatakan hal yang sama, (Roma 15:24) “aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku dapat singgah di tempatmu dan bertemu dengan kamu, sehingga kamu dapat mengantarkan aku ke sana, setelah aku seketika menikmati pertemuan (bersekutu) dengan kamu”. Ini sangat penting bagi kita, kita harus memiliki kerinduan seperti para Rasul dan orang-orang Kristen sepanjang untuk bersekutu dengan saudara-saudara seiman. Di sini kita melihat Paulus sangat rindu untuk bersekutu dengan mereka, love one another, encourage serve one another. Ini adalah sesuatu yang dikehendaki Tuhan. 

Ketika kita memiliki persekutuan yang dalam maka kita akan bertumbuh. Di dalam persekutuan yang dekat maka kita mengalami dan menyadari bahwa Allah itu adalah Allah yang hidup. Salah satu cara mengenal Tuhan adalah melalui persekutuan. Persekutuan yang dalam, yang dekat, yang saling mengasihi, saling mengasah, saling membangun membawa kita untuk menyadari bahwa Allah itu adalah Allah yang besar, yang hidup dan hadir di tengah-tengah kita. Kita semakin mengalami dan menyadari bahwa Allah itu adalah Allah yang hidup. Ketika kita mendengar sharing dari teman-teman kita, kita di dorong, dikuatkan dan disegarkan untuk maju dan mentaati Tuhan. Tuhan menghendaki kita untuk jangan menjauhkan diri dari pertemuan ibadah, Ibrani 10 mengatakan (Ibrani 10: 25) “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat”. Saya harap kita bisa memiliki saudara-saudara seiman di mana kita boleh menangis bersama-sama, saling menegur, karena Tuhan bekerja melalui saudara-saudara seiman.

Bergumul bersama sama dan disegarkan bersama-sama adalah dua aspek di dalam kehidupan Kristen. Dua aspek ini seperti paradoks, Allah menghendaki kita untuk mengalami pergumulan, dan setelah pergumulan itu mengalami kelegaan yang Tuhan berikan kepada kita.

Lukas 13:24 mengatakan “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat”. 

Kata berjuang “agoniseste” (agony) sama dengan kata yang dipakai dalam “bergumul”.

Mengapa perlu berjuang? Tuhan Yesus menjelaskan di dalam Matius 7:13 -- ”Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya”. Itulah panggilan Tuhan bagi kita untuk berjuang karena jalannya sempit dan sesak. Ada yang mengatakan jalan yang sempit itu ada di tengah-tengah jalan yang lebar, namun arahnya berlawanan, karena dunia ini memang menuju kebinasaan dan begitu banyak orang yang tidak mentaati Tuhan.  

Secara paradoks mengikut Tuhan bukan hanya bergumul tetapi juga ada kesegaran, ada sukacita ada penghiburan yang Tuhan sediakan.

Di dalam Mat 11:28-30 Yesus mengatakan “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan”.

Kata kesegaran di dalam Roma 15 sama dengan “anapousa” “kelegaan” di dalam Matius 11, ada inner peace di dalam hidup kita. Tuhan menginginkan hidup Kristen sebagai hidup yang sangat paradoks, harus bergumul dan juga disegarkan, berjuang dan menerima kelegaan.

Mengapa harus ada kedua-duanya? Karena sebagai akibat manusia, termasuk kita, sudah jatuh di dalam dosa,  kita secara natural tidak mencari kelegaan di dalam Kristus. Apa yang orang biasanya lakukan untuk mendapat kesegaran? Banyak hal di dunia ini yang dapat mendatangkan kelegaan, seperti misalnya makanan, seks, uang, kesuksesan, anak, pasangan dlsb. Hal-hal ini tidak salah tetapi apabila itu menjadi utama, maka itu menjadi berhala, menggantikan Allah. Kita yang sudah jatuh di dalam dosa, secara natural tidak akan mencari kelegaan di dalam Tuhan. Karena itulah kita harus bergumul, menyangkal keinginan-keinginan kita yang tidak mendahulukan Tuhan. Ketika kita mengikuti Kristus, hati kita akan berlabuh di dalam Tuhan walaupun pergumulan terus terjadi, seperti yang Agustinus katakan “You have created us for yourselves our Lord, and our heart are restless, until we find rest in You”. Segala hal yang lain, bahkan yang salah seperti pornografi justru membawa kita kedalam kekosongan, hati kita tidak ada inner peace. Hanya ketika kita datang kepada Kristus kita akan menemukan ketenangan yang sejati.

Mengapa harus ada kedua-duanya? Karena kita sebagai manusia sudah jatuh di dalam dosa, dan dunia sudah jatuh di dalam dosa.  Di tengah dunia yang berdosa harus ada pergumulan, melawan arus, melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Tetapi ketika hati kita sudah ada di dalam Kristus, Dia yang menjadi fokus kita, maka dalam pergumulan itu baik melawan dosa kita sendiri maupun melawan dosa dunia, maka ada kelegaan.

Paulus mengatakan bahwa bergumul dan disegarkan merupakan realitas hidup Kristen.

Kita akan aplikasikan hal ini di dalam KTB (Kelompok Tumbuh Bersama). Paulus mengatakan bergumul bersama-sama, mendapat kesegaran bersama-sama. Di dalam KTB, bergumul bersama-sama dan disegarkan bersama-sama adalah sangat ideal. Banyak di antara kita yang mensharingkan bahwa mereka banyak bertumbuh di dalam iman Kristen mereka di dalam KTB.  Di dalam Gereja, mungkin terlalu besar, di dalam keluarga, mungkin terlalu kecil, dan bisa ada kesalahan yang terjadi di dalam kelompok yang terlalu kecil. Tetapi di KTB, bisa ada 8-12 orang yang menjadi tempat yang ideal untuk berbagi, share dan disegarkan bersama-sama. Paulus mengatakan “bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku.”

Apakah saudara memiliki orang-orang yang  berdoa bagi saudara seperti Paulus meminta jemaat di Roma berdoa bagi dia? Saya sebagai hamba Tuhan meng-encourage saudara, untuk mempunyai  saudara seiman yang berdoa dan bergumul bagi saudara, untuk kesulitan yang kita hadapi. Karena Tuhan memang menciptakan kita sedemikian. Ketika Tuhan menyelamatkan kita, Dia tidak biarkan kita sendiri, memang masing-masing pribadi harus berrespons kepada Tuhan, tetapi ketika berrespons kepada Tuhan, maka Dia tempatkan kita di dalam satu keluarga Allah, di dalam satu tubuh Kristus. Ketika kita membagikan beban kepada teman-teman kita, maka beban kita langsung menjadi separuh. Kadang-kadang kita hanya perlu mendengar, waktu cerita saja, langsung bebannya separuh. Sebaliknya ketika berbagian sukacita maka suka cita itu menjadi dua kali lipat.

Paulus di dalam Roma 1:12 mengatakan “supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku”.

Kalau saudara belum memiliki kelompok KTB, atau teman-teman yang dapat menguatkan saudara, maka saudara akan terus mundur, imanmu akan sulit berkembang.

Saya mengajak saudara untuk masuk ke dalam kelompok-kelompok itu, memang ada risiko di dalam membangun relasi, tetapi Tuhan menginginkan kita bergumul dan bertumbuh bersama-sama.

 Banyak pergumulan di tengah-tengah dunia ini, tetapi biarlah kita datang kepada Kristus.

Kita boleh datang kepada Kristus, menerima kesegaran, kelegaan, ketenangan di dalam Kristus yang telah mati bagi kita.

Kita yang percaya kepada-Nya boleh dipersatukan dengan Kristus yang boleh memikul salib-Nya dan mati bagi kita di dalam pergumulan-Nya yang berat, sehingga boleh memberi kita kelegaan yang sejati. Itulah panggilan Tuhan bagi kita, untuk menyangkal diri, memikul salib, mengikut Kristus, mengikuti bagaimana Dia hidup, bergumul di tengah-tengah dunia yang berdosa ini.

Kita boleh menyangkal diri kita, menyangkal kehidupan yang berdosa, yang tidak mengutamakan Kristus.

Kita boleh datang mengingat Dia sudah mati bagi kita, Dia sudah menyerahkan tubuh-Nya bagi kita, supaya kita boleh menerima kesegaran yang sejati, kelegaan, ketenangan di dalam Kristus.

Biarlah kita boleh bergumul dan disegarkan bersama-sama. 

 

[1] http://www.cslewisinstitute.org/God_Invites_Us_to_Enjoy_Him

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya