Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Supaya Kamu Percaya, Apabila Hal itu Terjadi

Ibadah

Supaya Kamu Percaya, Apabila Hal itu Terjadi

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 22 Maret 2015

Bacaan Alkitab: Yohanes 13:1-20

Saya akan membuka renungan kita hari ini dengan satu pertanyaan: apa artinya berdoa dalam nama Yesus? Kita selalu berdoa dengan diakhiri dengan “dalam nama Yesus”. Orang Kristen selalu yakin di dalam nama Yesus. Apakah itu menandakan akhirnya suatu doa? Tidak. Kita berdoa di dalam nama Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah satu satunya sarana/jalan kepada Bapa. Dia adalah satu-satunya mediator antara manusia dengan Bapa di surga. Hal ini berbicara tentang kualifikasi. Atas kualifikasi apa manusia sebagai ciptaan yang berdosa, yang terpisah dengan penciptanya, bisa datang kepada Tuhan? Seperti orang biasa yang tidak bisa datang begitu saja menghadap raja atau presiden. Waktu Perdana Menteri Inggris baru keluar dari rapat di rumahnya, Downing Street 10, ada orang jogging yang secara tidak sengaja menabrak PM, orang tersebut langsung di-tackle dan diamankan di lantai. Apalagi di jaman dulu, seperti di dalam kisah Ester, di mana jika orang menghadap raja tanpa dipanggil itu berarti dia harus mati. Ester menjawab Mordekai, “kamu sadar apa yang kamu minta? Yang kamu minta adalah supaya saya siap mati.”

Apalagi jurang antara Allah dengan manusia, antara Allah yang suci dan mulia; dan manusia yang berdosa. Bagaimana kita boleh datang kepada Allah? Efesus 2:18 mengatakan “Karena oleh Dia, kita kedua pihak dalam satu Roh, beroleh jalan masuk kepada Bapa”. Kita harus sungguh-sungguh sadar ketika berdoa di dalam nama Yesus, maka kita mengerti hanya melalui Kristus kita boleh menerima akses kepada Allah, dengan yakin dan berani boleh datang kepada Allah, sadar bahwa Dia akan menerima kita.

John Calvin di dalam bukunya the Institute of Christian Religion mengatakan “Kita sesungguhnya tidak pernah sungguh-sungguh mengenal Allah, sampai kita mengerti apa yang Allah lakukan bagi kita di dalam Kristus”“ Yesus mengubah struktur dasar hati kita. Firman belum kita terima dalam iman jika hanya menyentuh otak kita. Tetapi jika Firman ini berakar  di dalam hati kita, yang terjadi adalah kesukaan sepenuhnya di dalam Kristus. “Sampai manusia mengalami kesukaan yang penuh di dalam Kristus, manusia tidak akan pernah menjalankan hidup mereka secara sungguh-sungguh dan sepenuh hati kepada-Nya.”.

Kita kembali ke dalam hari-hari terakhir Yesus. Tuhan Yesus mengutuk pohon ara, sebagai suatu simbol yang menyatakan kebobrokan orang-orang Yahudi yang tidak berbuah. Kita berharap untuk tidak seperti orang-orang Yahudi tersebut, melainkan menjadi orang Kristen yang berbuah. Kemudian hari pada selasa, Yesus membersihkan bait Allah dengan konfrontasi dengan ahli-ahli Taurat, membongkar kemunafikan mereka, dan itu membuat semakin pasti bahwa Yesus harus mati, karena Yesus menghancurkan fondasi daripada ibadah mereka. Pada hari rabu, Yesus melanjutkan dengan pengajaran, namun kita tidak akan membahasnya kali ini.

Hari kamis, dimulai dengan mempersiapkan makan Paskah. Ada tempat di suatu rumah yang besar, yang kemungkinan besar merupakan rumah seorang kaya, untuk mengadakan perjamuan makan Paskah. Di sini, Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid, suatu hal yang sangat indah suatu “beautiful act”. Kaki mereka memang harus dicuci karena setelah berjalan di tempat yang tidak beraspal dan dengan alas kaki yang sangat sederhana, kaki menjadi kotor sekali. Biasanya di rumah-rumah orang kaya ada budak yang membasuh kaki tamu yang baru datang. Tetapi di tempat itu tidak ada budak yang  mencuci kaki mereka,sehingga mereka masuk saja, duduk di situ dengan kaki yang kotor siap untuk makan. Kemudian Yesus membuka jubah-Nya, dan mulai mencuci kaki mereka satu persatu. Kita bisa membayangkan a very beautiful story, Dia berlutut di depan kaki murid-murid satu per satu.

Di dalam Yoh 13:1 “Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saatnya untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa, sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.”.  Yoh 13:18-19 “Bukan tentang kamu semua Aku berkata, Aku tahu siapa yang telah Ku-pilih , tetapi haruslah genap nas ini, orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Aku-lah Dia.”. Kali ini kita akan melihat Yesus sebagai suatu pribadi juru selamat kita, Dia adalah satu-satunya pribadi di dalam sejarah alam-semesta, yang mengetahui apa yang akan terjadi dengan sempurna kemudian menjelaskannya dan melaksanakannya sesuai dengan kehendak Bapa yang telah dinyatakan di dalam Alkitab. Inilah motivasi dari Yoh 13:18-19, supaya kita mengetahui bahwa Yesus-lah mesias, kita diberitahu terlebih dahulu, dan ketika hal itu terjadi, kita boleh percaya bahwa Dia adalah Anak Allah, dan oleh karena iman kita boleh diselamatkan. Ketika Petrus menghunus pedang dan memutuskan telinga hamba iman agung, Malkus, maka kata Yesus kepadanya (Mat 26:52-54): "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?”. Tidak ada hal dalam hidup-Nya yang terjadi secara kebetulan, dan Dia full control akan semuanya. Kita juga melihat pengkhianatan Yudas, Yesus mengatakan Yoh 13:11 “Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih.”.

Kita akan memfokuskan pada apa yang Yesus katakan dan hal itu terjadi,  Kita akan melihat ini dengan iman kita, supaya kita percaya. Yesus dalam Yoh 14:29 mengatakan “Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.”. Buat saudara yang belum-belum percaya kepada Kristus, biarlah renungan kali ini membuat saudara percaya. Yang lemah imannya boleh dikuatkan, dan yang sudah kuat imannya boleh bertambah kuat.

Yang pertama, Tuhan Yesus memiliki pengetahuan yang sempurna. Yoh 18:4 “Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?”. Tidak ada hal yang mengagetkan Yesus, Dia memilih dan mentaati untuk masuk ke dalam rencana itu. Dia bukan sekedar nabi, karena Dia menggenapi seluruh kehendak Allah. Dia mengetahui semua, Dia mengatakan (Yoh 10:30) “Aku dan Bapa adalah satu”, dan (Yoh 16:15) “Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya”. Dia memiliki pengetahuan seperti Allah Bapa, karena Dia adalah Anak tunggal Bapa.

Yang kedua, semua yang terjadi di dalam hidup-Nya sudah dikatakan sebelumnya di dalam Alkitab.  Perjanjian Lama menubuatkan hidup Yesus secara detil. Begitu banyak detil kehidupan Kristus yang sudah dikatakan ratusan tahun sebelumnya. Prinsip dalam Yoh 13:19 “supaya jika hal itu terjadi kamu percaya bahwa Aku adalah Dia“ dipakai juga dalam Perjanjian Lama. Penulis Perjanjian Lama menyatakan tentang Kristus dan apa yang akan terjadi kepada-Nya, supaya ketika kita mengetahui hal itu terjadi, hal-hal yang begitu detil seperti yang dijelaskan beratus-ratus tahun sebelumnya, kita menjadi percaya.

Beberapa kutipan nubuatan  Perjanjian Lama tentang Yesus:

  • Matius 1:21-23 “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.”. Nubuat yang dibuat 700 tahun sebelumnya.

  • Matius 2:14-15 “Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." (lihat Hosea 11:1).
  • Matius 4:13-16 “Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."”
  • Bagaimana respons orang terhadap mukjijat yang dilakukan Yesus, juga sudah dinubuatkan sebelumnya. Yoh 12:37-38 “Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya,  supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?"”.
  • Demikian juga dengan kebencian orang-orang kepada Yesus, Yoh 15:24 “Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.”.
  • Bagaimana mereka membuang undi atas jubah Yesus, Yoh 19:24 mengatakan “Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.”
  • Tentang lambungnya yang ditikam dan tulang yang tidak dipatahkan di atas kayu salib, Yoh 19:33 “tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."  Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."“

Yang ketiga, Yesus sendiri mengajarkan bahwa hidup-Nya menggenapi seluruh nubuatan di dalam Alkitab. Bukan hanya penulis-penulis Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, tetapi Yesus sendiri mengatakan bahwa seluruh hidup-Nya menggenapi seluruh nubuatan dalam Alkitab. (Luk 22:37) “Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku”

Yang keempat, Yesus sendiri menyatakan dengan begitu banyak detil, seperti dalam Yoh 13:19, supaya kita percaya ketika hal itu terjadi,

  • Yesus mengatakan bahwa Dia akan mati di atas kayu salib, Yoh 3:14 mengatakan “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan”. Juga di dalam  Yoh 12:33 “dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.”
  • Setelah tiga setengah tahun, Tuhan Yesus menunggu dan melayani, Yesus tahu waktunya kapan Dia akan meninggal dengan tepat. Yoh 13:1 “Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.”. Pada waktu perjamuan suci, mereka bernyanyi, ada orang yang mengatakan itu adalah salah satu mazmur, seperti dalam Mazmur 118 “This is the day that the Lord has made” Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!,”. (Yoh 12:27) “Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. “. Yesus tahu sekali bahwa sudah tiba saatnya bagi Dia untuk mati.
  • Yesus tahu dengan persis bahwa Dia akan dikhianati, siapa yang akan mengkhianati, dan kapan waktunya. Yoh 6:64 “Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula , siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. “, Matius 26:2 mengatakan “"Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”, juga Yoh 13:18 “Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku”.
  • Yesus tahu bahwa Petrus akan menyangkal Dia dan kapan waktu itu akan terjadi. (Mat 26:34-35) “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau”. Kristus menjawab (Yoh 14:1) “Janganlah gelisah hatimu; percayalah   kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”.
  • Yesus mengatakan bahwa murid-murid-Nya akan meninggalkan Dia, Matius 26:31 mengatakan “Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.”.

“Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia”, Biarlah yang ditulis dan terjadi dalam ayat ini membuat kita percaya, dan mengalami hidup yang berkelimpahan sepenuhnya di dalam Kristus. Sampai kita mengalami kesukaan di dalam Kristus, kita tidak akan menyerahkan hidup kita secara sungguh-sungguh kepada-Nya. Untuk saudara yang sedang undur imannya, biarlah ini menjadi kekuatan. Bagi saudara yang belum percaya, biarlah kita belajar untuk percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah. Kepada saudara yang belum sungguh-sungguh percaya, semoga pembahasan Firman kali ini membuat saudara percaya sepenuhnya.

 

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya