Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Tetap Tinggal di dalam Kristus

Ibadah

Tetap Tinggal di dalam Kristus

Pdt. DR. Stephen  Tong

Pengkhotbah: Pdt. Dr. Stephen Tong
Date: Minggu, 22 Februari 2015

Download audio

Bacaan Alkitab: 1 Yoh 2:26-29

1 Yoh 2:26-29 merupakan ayat-ayat yang sangat penting namun seperti tidak kelihatan keunikannya. Tetapi ayat-ayat ini bisa dipakai oleh orang yang tidak mengerti dan tidak bertanggung-jawab untuk menjadi sok-tahu dan tidak menerima pengajaran. Karena di sini dikatakan (1 Yoh 2:27) “tidak perlu kamu diajarkan oleh orang lain”, karena pengurapan itu sudah berada di dalam dirimu dan engkau sudah mendapat pengajaran itu dari Dia, pengajaran itu tidak dusta, tidak salah, maka engkau tidak usah belajar lagi. Itulah sebabnya di dalam agama Kristen paling banyak orang yang tidak mau belajar. Seorang dari STEMI ingin ditahbiskan langsung menjadi pendeta, saya tolak, saya tidak mau sembarang orang bisa pakai nama Reform. Saya tidak mau ada orang yang hanya mengambil nama, dan mau mengambil untung dari gerakan ini. Kalau toko namanya adalah toko berlian, di dalamnya bukan jual ketelo/ubi/singkong. Itu sebab gerakan Reform harus benar-benar mengerti, karena Reform mempunyai pengajaran yang begitu limpah sebagai sesuatu yang dipercayakan oleh Tuhan. Kalau kita hanya mengerti five point Calvinisme lalu kita kira kita sudah Reform, kita mempermalukan Tuhan dan menipu masyarakat. Paulus berkata kepada Timotius: aku serahkan pengajaran ini kepadamu dan kamu harus serahkan kepada orang yang bisa mengajar kepada orang lain. Aku terima dari Kristus, aku sampaikan kepadamu, kamu sampaikan kepada muridku, muridku sampaikan kepada mereka yang mau belajar dengan baik, generasi per generasi belajar Firman dari Tuhan, dan meneruskannya di dalam sejarah.

Tetapi orang-orang yang tidak mau belajar, suka memakai ayat ini, mereka mengatakan bukankah kita tidak perlu diajar oleh orang lain? “Orang lain” itu siapa? Paulus mengatakan (Gal 1:8) aku sudah memberikan Firman kepada engkau, jika ada orang baik dia rasul, maupun dia malaikat, datang mengajar kamu hal Injil yang berlawanan dari apa yang aku ajarkan, orang itu harus dijatuhkan kutukan.  Bukan berarti kita tidak boleh belajar dari orang lain. “Orang lain” di sini artinya adalah mereka yang mengajarkan apa yang berbeda dengan apa yang kita terima dari Tuhan, berbeda dari apa yang kita terima melalui pimpinan Roh Kudus dan berbeda dengan ajaran-ajaran dari Rasul yang harus kita pertahankan.

Dengan demikian ayat ini tidak boleh disalah gunakan, tidak boleh disalah mengerti. Paulus berkata aku memberikan kepadamu sesuatu yang aku terima pada hari itu dari Kristus dan Kristus telah mengajar kita, Roh Kudus telah memberikan penjelasan kepada kita, rasul memberikan kita patokan iman, yang tidak boleh kita selewengkan dan abaikan. Saudara-saudara, sebab itu peliharalah dirimu di dalam Tuhan Yesus, di dalam bimbingan Roh-Kudus, dan tidak perlu diajar oleh “orang lain” lagi. “Orang lain” yang mengajarkan apa yang lain daripada apa yang diberikan kepada kita melalui warisan rasul. Gereja yang sejati dengan ketat menerima apa yang diwariskan dari ajaran rasul. Perhatikan kalimat ini, yang selalu saya ulang-ulang terus: ciri khas dan tanda Gereja yang sejati adalah dengan tetap memelihara, mempertahankan, memperjuangkan, mewarisi iman kepercayaan yang diturunkan dari rasul. Kalau ini sudah menjadi longgar Gereja akan membuka pintu untuk serigala untuk masuk, memalsukan gembala dan domba. Kalau itu sudah menjadi longgar kita tidak akan mungkin lagi mempunyai pengertian sesungguhnya mengenai apa yang diwahyukan Tuhan. Itulah sebabnya Gereja harus terus mengkoreksi diri, terus kembali kepada Tuhan, senantiasa me-reformkan diri melalui semangat yang mau transformed through Reform spirit, untuk berubah terus kembali kepada Firman, dan tetap menjadi Gereja yang sesungguhnya.

Salah satu pertanyaan paling besar di dalam hidup saya adalah siapa mewakili kristen yang sejati? Setelah berpuluh-puluh tahun, saya mencari, akhirnya saya menemukan teologi Reform, yang memberikan pemahaman komprehensif. Itulah yang membuat kita sanggup mewakili Tuhan di dunia ini. Dengan keyakinan sepenuhnya kita akan bertahan, tanpa keraguan, bukan mudah-mudahan tetapi merupakan kepastian. Kalau engkau bertanya kepada saya “Apakah engkau sedang mengharap ke surga?”, saya jawab, tidak. Aku bukan berharap ke Surga, tetapi aku sedang berjalan ke surga, I’m not hoping to go to heaven, I’m now going to heaven. Ini yang menjadi konsep bagi saya untuk menulis lagu “Aku sedang berjalan dengan Tuhanku” bukan lagu “Aku mudah-mudahan pergi ke situ”. Aku sedang berjalan dengan Tuhanku menuju ke surga yang mulia dan kekal.

Itulah sebabnya di ayat 1 Yoh 2:27 dituliskan “Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu … demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia”. Perlu diperhatikan disini ada istilah “pengurapan” dan “Dia”. Kata “Dia” di sini adalah Yesus Kristus, “pengurapan” itu Roh Kudus. Yesus Kristus yang sudah menjadi batu penjuru, menjadi the cornerstone of the Church, di mana Gereja didirikan di atas fondasi rasul dan nabi, di mana Kristus menjadi batu penjurunya. The cornerstone of the foundation is Christ, and the foundation is the teaching of the Bible, and the teaching is in the testaments, the old-testament by the Prophets, the new testament represented by Apostles. Rasul, Nabi Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama mewakili seluruh kitab-suci menjadi fondasi Gereja di mana Kristus adalah batu penjurunya. Kristus sendiri yang sudah masuk ke dalam sejarah, hadir melalui fakta-fakta sejarah. Dia dilahirkan, dibesarkan, dicobai, menang atas dosa, diadili, dicambuk di berikan hukuman, mati di kayu salib,  dan akhirnya Dia bangkit. Hidup-Nya selama 33 tahun di dalam fakta sejarah telah menjadi pengharapan dan sumber keselamatan. Setelah kita mempunyai cornerstone ini lalu Dia turunkan Roh Kudus untuk menjadi pengurapan.

Orang yang mengatakan saya mempunyai Roh Kudus dan tidak perduli pengajaran yang lain karena saya dapat langsung mendapat pengajaran dari Roh Kudus, itu salah. Karena Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. Roh Kudus adalah roh yang mewakili Kitab Suci. Roh Kudus adalah roh yang memberitahukan kepada kita seluruh rencana Allah melalui Alkitab. Saya mengatakan Allah Tritunggal adalah Allah yang rela membatasi diri. Pertama, Allah Bapa membatasi kebebasan-Nya secara mutlak dengan rela ke bawah secara attribut moral daripada Allah. Kedua, Allah Anak membatasi diri menjadi daging sehingga Reinkarnasi memungkinkan Firman hidup di tengah-tengah kita, membawa keselamatan, penebusan, pengampunan, perdamaian, dan hidup kekal. Ketiga, Roh Kudus membatasi diri di dalam Kitab Suci sebagai ikatan kebenaran yang kita boleh pegang. Jadi siapa mengatakan Roh Kudus lebih besar dari Alkitab, kalimat ini tidak salah. Tetapi jika dilanjutkan dengan --- maka dari itu segala sesuatu tidak perlu diuji oleh Alkitab, kalimat itu salah. Yang tidak salah sebagian, yang salah sebagian. Kita bisa tertipu oleh kotbah-kotbah yang tidak bertanggungjawab karena tidak seimbang dan tidak komprehensif mengertinya. Kaum Injili bisa berkata siapa datang kepada Tuhan pasti Dia tolong, ini menjadi suatu propaganda, membuat KKR sukses. Tetapi kehilangan satu kalimat, jikalau Bapa tidak menarik, maka tidak ada satu orangpun yang bisa datang kepada-Nya, itu tidak dikotbahkan. Orang Kharismatik berkata, penyakit apa saja bisa disembuhkan, ini menarik banyak orang dan membuat KKR sukses. Tetapi mereka tidak mengatakan Tuhan memberikan kepada orang kemungkinan disembuhkan dan kemungkinan juga tidak disembuhkan. Paulus sendiri ingin Tuhan mencabut duri dalam dagingnya, tetapi Tuhan mengatakan anugerah-Ku cukup untuk kamu. Hal yang seperti Paulus doakan ini justru tidak dikotbahkan.

Reform harus membawa orang Kristen dan seluruh dunia ke dalam keseluruhan Kitab Suci, dan tidak timpang ke dalam satu ekstrim saja. Namun demikian, ajaran Reform sulit diterima karena manusia mempunyai selective perception untuk menyukai yang lebih enak didengar. Saudara bisa bicara kepada siapa saja, mungkin ada bagian yang enak, yang memuji, ada juga yang mengoreksi, langsung secara otomatis orang itu pasti senang kalau dipuji tetapi membenci bagian yang mengkoreksi. Kalau demikian sikap kita kepada Tuhan, kita tidak mungkin mendapat pengertian yang komprehensif dari Alkitab. Ada satu kalimat yang saya sangat kagum di Yeremia (Yer 42:6), “Maupun baik ataupun buruk, kami akan mendengarkan suara Tuhan, Allah kita ….“ Orang seperti ini akan diberkati Tuhan. Jadi manusia mempunyai selective perception, yang enak diterima, yang tidak enak ditolak. Apakah kita tidak harus mengatakan hal-hal yang mengkoreksi dan tidak enak didengar? Tetap harus kita katakan, dan itulah salib kita. Dengan demikian Roh Kudus memberikan pengertian. Yesus Kristus sudah meletakkan fondasi Injil dan keselamatan. Roh Kudus adalah roh yang mewahyukan, mencerahkan kebenaran, roh yang membikin manusia mengerti kebenaran, yang memimpin Gereja kepada segala kebenaran. Kata “Segala” dalam 1 Yoh 2:27 bearti no-selection, tidak ada seleksi, bagian yang gampang dimengerti harus dipelajari, bagian yang susah dimengerti harus juga dipelajari, yang enak didengar harus didengar, yang tidak enak didengar tetap harus didengar.

Ayat 27 mengatakan bahwa urapan itu mengajar, maka kamu tidak perlu belajar dari orang lain. Namun ini tidak berarti kamu tidak usah belajar. Yang disebut “orang lain” itu adalah mereka yang memalsukan rasul bahkan memalsukan malaikat. Apa yang mereka ajarkan adalah berlainan dengan apa yang diajarkan oleh para rasul. Jadi Kristus meletakkan fondasi, Roh Kudus memberikan penjelasan. Di dalam Perjanjian Lama para nabi memprediksi sesuatu something yet to happen. Lalu Kristus datang dan menggenapi apa yang sudah dinubuatkan oleh nabi. Para rasul kemudian menjelaskan apa artinya kedatangan Yesus. Tetapi mengenai yang ditulis oleh nabi dan rasul, kecuali Roh Kudus sendiri yang mewahyukan kepada para rasul dan para nabi, siapa yang bisa menjelaskan arti yang sesungguhnya. Surat yang saya tulis kepada kamu mungkin kamu salah tafsir, tetapi kalau ada orang yang betul-betul mengerti saya atau saya sendiri yang menjelaskannya, maka kamu akan dihindarkan dari kesalahan pentafsiran. Ini adalah tugas Roh Kudus. Roh Kudus sudah mewahyukan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, sekarang dokumen wahyu tersebut sudah lengkap. Maka engkau harus menggunakan Roh Kudus, karena the Spirit whom already revealed it to you, is now stay within you.

Roma 8:9-11 mengatakan “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kudus, ia bukan milik Kristus … Dan jika roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam hatimu …”. Roh Kudus diam di dalam hati orang Kristen untuk memimpin, untuk memberikan kesaksian, memberikan suatu materai. Di situ Dia diam di dalam hatimu, memeteraikan engkau dan bersaksi bahwa engkau anak Allah. Roh Kristus dan Roh kita menyaksikan kita adalah milik Tuhan, yang diberikan adalah Roh Anak supaya kita bisa memanggil Bapa yang ada di Surga (Roma 8:15). Jadi Roh Kudus di dalam hati kita untuk mengajar, mendidik kita terus membawa kita kepada kebenaran. Ini adalah the Anointment of the Holy Spirit. Kristus yang meng-Anoint dan Roh Kudus adalah Anoinment-nya. Kristus mengurapi saya dengan urapan yang disebut Roh-Kudus untuk diam di dalam diriku, untuk memberi pencerahan kepadaku, untuk memeteraikanku dan menjadi saksi bersama diriku dan mengajar kebenaran kepadaku. Pengajaran Roh-Kudus di mana? Di dalam Kitab Suci, hanya di dalam Kitab Suci dan hanya bila yang bersangkutan hidup bergaul dengan Tuhan, concerning live dan concerning Godliness.

Kita harus tetap di dalam Kristus, dan taat kepada Roh-Kudus. Engkau menerima urapan dari Dia, urapan itu Roh-Kudus. Yesus yang mengurapi kamu melalui Roh Kudus sebagai sesuatu media untuk mengurapi kamu. Apa artinya tinggal di dalam Kristus? Tinggal di dalam Kristus berarti Dia-lah wilayah, kategori dan batasan hidup. Aku tinggal di rumah ini, maka rumah ini menjadi wilayah, kategori dan batasan hidupku. Tinggal di dalam Kristus berarti Dia menjadi pelindung, kategori batasan dari seluruh tindakan. Sekarang banyak orang yang sudah membeli rumah tetapi tidak mau tinggal di situ. Ada yang memiliki banyak rumah dengan bermacam-macam alasan seperti untuk investasi, mau di-renovasi atau buat simpan gundik. Mereka tidak tinggal di dalam rumah-rumah itu. Memiliki rumah dan menghuni rumah itu berbeda. Kalau begitu mereka yang punya banyak rumah itu nikmatnya di mana? Ada rumah besar, yang tinggal hanya pembantu di situ, pemiliknya tidak tinggal di situ, yang menikmati mungkin pembantunya. Tetapi saya lihat lagi, pembantu tidak merasa memiliki rumah itu. Lalu saya melihat anjing peliharaannya, saya pikir mungkin anjing itulah yang paling menikmati, karena tidak usah beli rumah, tidak bekerja namun diberi makan, dan selalu goyang-goyang ekor. Tetapi saya pikir lagi yang menikmati pasti si pemilik rumah itu, karena anjing tidak mengerti apa arti nikmat memiliki rumah, karena anjing orang miskin ataupun anjing orang kaya itu sama perasaannya: “saya ini Cuma anjing”. Kalau memiliki rumah tetapi tidak tinggal di dalamnya itu kurang nikmat. Kalau engkau mempunyai Kristus tetapi tidak tinggal di dalam Kristus itu pasti berbeda. Memiliki rumah itu status, tetapi tinggal di dalamnya secara kenikmatan aku mengalami. Adakah orang yang statusnya orang Kristen tetapi tidak tinggal di dalam Kristus? Ada, namanya di dalam Kristus, tetapi tinggalnya di luar Kristus. Ada orang di Hongkong  yang tinggal di gubuk di dalam gunung, namun dia memiliki banyak rumah dan apartemen yang dia sewakan kepada orang lain. Setiap bulan dia mendapat uang sewa yang banyak sekali, dia terus menumpuk uangnya. Dia hanya ada income tidak ada expense, setelah dia mati uangnya untuk apa? Dia secara status kaya, secara hidup sehari-hari miskin, tidak ada kenikmatan.

Banyak orang Kristen seperti ini, engkau mengaku menerima Kristus, tetapi apakah engkau tinggal di dalam Kristus. Namanya Kristen tetapi hidupnya dengan pelacur, namanya sudah diselamatkan, tetapi hidupnya tetap berantakan. Yesus berkata barangsiapa di dalam diri-Ku Aku berada di dalam diri-mu (Yoh 6:56, Yoh 15:5). Waktu saya kecil saya berpikir tentang perkataan ini. Ketika kira-kira umur 7, saya melihat ada coklat di dalam satu kaleng. Di kaleng itu ada gambar satu perempuan yang sedang memegang coklat yang sama, dan di dalam gambar coklat itu ada gambar perempuan yang sama memegang coklat yang sama, yang di dalamnya ada gambar perempuan yang sama dengan coklat juga, dst.  Seperti melihat ke dalam dua cermin yang berhadapan. Lebih gampang mengerti botol di isi air, dan botolnya dimasukkan ke dalam air, jadi botol lebih besar dari air atau air lebih besar daripada botol? Saya baru mengerti hal ini waktu saya mulai pacaran, “Aku di dalam kamu dan kamu di dalam aku” harus dimengerti bukan dari skala, tetapi dari relationship. Di dinasti Sung sekitar 850 tahun yang lalu, ada satu syair tentang baiknya pria dan wanita yang menikah: aku segumpal lempung/tanah liat, engkau juga segumpal lempung, sampai ada yang menggabungkan dua gumpalan lempung menjadi satu, akhirnya di dalam dirimu ada aku dan di dalam diriku ada kamu. Engkau tinggal di dalam Dia, berarti you live within the limit of Christ that is your dwelling place. God is my dwelling place, how beautiful is my dwelling place.

Di dalam Kristus, en-Christos, menjadi wilayah baru. Di dalam Adam (en-Adam) dan di dalam Kristus (en-Christos) adalah dua wilayah yang memisahkan eksistansi manusia ke dalam dua kubu. Tuhan Allah hanya bertanya engkau di dalam Kristus atau di luar? Di dalam Kristus secara kedudukan sudah menerima Tuhan, sudah bertobat, sudah menjadi anak Tuhan. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, apakah engkau tinggal di dalam Kristus? Orang yang menikah secara hitam di atas putih sudah menjadi suami istri, tetapi apakah hati mereka menyatu? Engkau harus tetap tinggal di dalam Dia, kalau engkau tinggal di dalam Dia, setiap hari menikmati anugerah-Nya, diikat oleh kebenaran, tidak bisa keluar dari ikatan yang manis, dan disiplin bagi orang yang mengenal kebenaran.

Yang tidak mau tinggal di dalam, mau bebas, itu bukan bebas, itu liar, itu bukan bebas tetapi buas. Kalau engkau berkata aku tidak boleh merokok, aku tidak boleh begini dan begitu, aku tidak boleh melacur dsb, maka engkau akan kesusahan menjadi orang Kristen. Tetapi kalau engkau mengatakan, aku tidak mau, aku tidak suka, maka engkau bisa menikmati hidup Kristen. Mempunyai kerelaan dan pengertian, karena mengerti kebenaran, maka rela , tidak ada kebuasan. Karena mengerti kebenaran tidak perlu hiburan yang berdosa. Saat umur 16, saya pernah mendengar Dr Andrew Gih berkotbah “Engkau perlu berjudi, engkau perlu melacur, perlu berdansa, silahkan lakukan itu”, tetapi kemudian dia melanjutkan dengan kalimat yang mengagetkan, “Mengapa saya menyuruh demikian? Karena engkau tidak ada kesukaan di dalam Kristus, karena kalau tidak berjudi, berdansa, dan melacur maka engkau akan lebih suka bunuh-diri.” Orang Kristen yang sejati diajakpun tidak pergi, ada kesempatanpun tidak melakukan, karena dia tahu, bahwa itu tidak perlu, karena ada suka cita yang lebih besar yang sudah dia miliki. Jika engkau selama seminggu ini ke tempat-tempat yang tidak beres, itu karena engkau belum mendapatkan suka-cita yang sebenarnya. Tinggallah tetap di dalam Dia.

Selain dari tinggallah tetap di dalam Kristus, ada dua hal lagi yang penting: yang pertama engkau berjalan dalam keadilan dan kedua: ketahuilah hanya yang di dalam Dia yang menjalani keadilan. Saya dari kecil menuntut kehidupan yang fair, kita ingin diperlakukan secara adil oleh orang lain maka engkau harus memperlakukan orang lain secara adil juga. Ini adalah salah satu tanda engkau tinggal di dalam Kristus. Kalau kita sungguh-sungguh hidup di dalam Kristus (en-Christos), Dia yang adalah yang suci dan yang adil, engkau akan hidup seperti itu. Di sini istilah “kebenaran” sebenarnya bukan istilah Alitheia tetapi aslinya adalah Dikaiosune, yaitu kebenaran keadilan (fairness, righteousness), bukan kebenaran content truth. Engkau harus hidup di dalam keadilan sebagaimana Tuhan adalah keadilan, engkau harus hidup di dalam Dia, Dia adalah yang benar, engkau sudah dibenarkan melalui iman, dan engkau harus hidup menyatakan kebenaran. Dengan demikian engkau hidup di dalam Kristus, menyatakan kepuasan sukacita dari atas, dan mengutarakan sifat keadilan seperti Kristus yang hidup menderita, dengan demikian engkau menjadi terang dunia.  Biar kita bukan saja mempunyai kedudukan, identitas, nama I’m Christian, tetapi kita harus menjadi a Christian who is living in Christ, and manifest the spirit of Christ, and show righteousness of Christian attribute. Tuhan memberkati kita.

Ringkasan oleh Matias Djunatan | Diperiksa oleh Sianny Lukas


Ringkasan Khotbah lainnya