Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Membangun Tubuh Kristus

Ibadah

Membangun Tubuh Kristus

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 11 Januari 2015

Bacaan Alkitab: Roma 14:19-23 Roma 15:1-3

Minggu ini kita sekali lagi diperhadapkan dengan realita terorisme yang mungkin bukan lagi menjadi satu pengecualian, tetapi menjadi sesuatu yang akan sering dan terus terjadi di mana saja. Yang paling mengerikan adalah terorisme punya satu tujuan yaitu menghancurkan.  

Ayat-ayat di atas yang kita baca berbeda 180 derajat dengan apa yang dikerjakan orang-orang terorisme ini.  Pekerjaan Tuhan sama sekali bertentangan, bukan ingin menghancurkan, bukan merusak tetapi ingin membangun tubuh Kristus.

Dalam Roma 14 ayat 19 dikatakan: “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun”. Juga dalam pasal 15 ayat 2: “Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.”

Ini adalah tema yang penting dalam Alkitab,  khususnya di dalam tulisan-tulisan Paulus. Kata yang dipakai adalah  “oiko domei” (to build up = membangun).  Dari 18 kata oiko domei  dipakai dalam Perjanjian Baru, 15 kata dipakai oleh Rasul Paulus.  

Ketika kita mengerti bagaimana kita membangun gereja Tuhan, maka:

  • Hal yang pertama adalah kita boleh mengerti pondasinya yaitu Kristus yang sejati. Ini adalah hal yang penting sekali. Karena itu kita perlu belajar dan mengerti Kristus yang sejati. Paulus marah sekali pada orang-orang yang memberitakan Injil yang bukan Injil sejati. Gereja yang sejati dibangun di atas pondasi yang sejati, yaitu Yesus Kristus, Mesias, anak Allah yang hidup.
  • Hal yang kedua adalah ketika kita membangun tubuh Kristus, membangun satu dengan yang lain, membangun gereja Tuhan, maka kita harus mengingat bahwa ini adalah gerejanya Tuhan, milik Kristus. Dalam Roma 14 ayat ke 20 dikatakan: “Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan!”

Karena itu kita perlu memikirkan bahwa dalam gereja Kristus bukan apa yang diinginkan oleh majelis atau pendeta. Tapi yang paling penting dan utama adalah kita terus harus mencari, menggumuli dan terus semakin mengerti apa yang diinginkan Kristus bagi gereja-Nya. Kalau gereja ini milik DIA, kita harus mengerti apa yang diinginkan Kristus bagi gerejaNya, kemana kita boleh bertumbuh, prinsip-prinsip apa yang harus kita pikirkan untuk kita boleh bertumbuh bersama-sama.

Salah satu hal yang kita boleh pikirkan bersama dalam kita membangun tubuh Kristus adalah seperti yang dikatakan dalam Efesus4 : 11-13 “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”

Dalam ayat ini  juga ditekankan bahwa kita adalah tubuh, bukan pribadi lepas pribadi; tetapi keseluruhan tubuh. Tujuan dari Kristus adalah agar semua anggota tubuh, seluruh umat Tuhan bertumbuh bersama-sama ke arah Kristus, bertumbuh bersama-sama semakin hari semakin serupa Kristus.

Di tahun yang baru ini, kita masing-masing harus bertanya apakah saya sudah bertumbuh semakin serupa dengan Kristus, apakah karakter kita sudah semakin sesuai dengan karakter Kristus, semakin penuh dengan cinta kasih, pengorbanan, rasa keadilan, kehidupannya yang penuh hikmat dari Tuhan, kesucian sesuai kehendak Tuhan. Ini adalah menjadi tanggung jawab bagi kita semua, bagi setiap anggota tubuh Kristus; bukan hanya memikirkan diri sendiri.

Kristus bukan hanya menjadi tujuan pembangunan, tetapi juga menjadi teladan kita. Ini dikatakan dalam Roma 15: 3 “Karena Kristus juga tidak mencari kesenanganNya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: “Kata-kata  cercaan mereka , yang mencerca Engkau, telah mengenai aku”.”

Tuhan Yesus menderita caci maki, aniaya, cercaan demi membangun akan kita dan menyelamatkan kita. Inilah juga panggilan kita yang adalah anggota tubuh Kristus, yang dipersatukan dengan Kristus. Biarlah kita masing –masing juga boleh bertanya apakah saya juga sudah menderita, tidak memikirkan diri sendiri tetapi demi kebaikan orang lain, memikirkan kepentingan orang lain demi membangunnya ke arah Kristus. Hal ini tidaklah mudah, tetapi perlu pengorbanan seperti Kristus telah mengorbankan diriNya.

Jika kita adalah anggota tubuh Kristus, orang-orang yang di dalam Kristus, dipersatukan di dalam Kristus, maka Tuhan memanggil kita, menyangkal diri, memikul salib, mengikut Kristus demi membangun tubuh Kristus. Dengan demikian, sebenarnya kita pun semakin bertumbuh semakin serupa Kristus.

 

Ringkasan oleh Adrian Gandanegara | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya