Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Memuliakan Allah dengan Uang Kita

Ibadah

Memuliakan Allah dengan Uang Kita

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 30 November 2014

Download audio

Bacaan Alkitab: Luk 12:22-34

Tuhan Yesus sangat banyak membicarakan tentang uang, bahkan lebih banyak dibandingkan dosa seksual. Uang sangatlah penting, terutama dalam kaitannya dengan memuliakan Allah. Kiranya dengan menggunakan uang kita, nama Tuhan dibesarkan dan dimulikan.

Dalam Lukas 12:32-34, kiranya ada 3 hal bagaimana kita boleh menggunakan uang kita yang memuliakan dan berkenan untuk Allah.

  1. Tuhan Yesus memerintahkan kepada kita, supaya kita jangan kuatir dan jangan takut. Begitu banyak dari kita menjadi kuatir dan takut karena kebutuhan kita. Tuhan Yesus tahu segala kebutuhan kita, Ia memerintahkan kepada kita agar kita jangan takut dan jangan kuatir. Ketika kita tidak kuatir dan tidak takut, itu adalah respon yang tepat ketika kita mengenal Allah dengan benar. Ada 5 kebenaran tentang Allah dimana ketika kita tidak kuatir, maka Allah dipermuliakan sebagaimana Dia adanya.
    1. Ketika kita tidak takut dan tidak kuatir, maka Allah dikenali dan dimuliakan sebagai gembala kita. Kita adalah kawanan domba yang kecil dan Dia adalah gembala kita yang agung. Kita tidak akan kekurangan karena Dialah gembala kita yang memelihara dan memimpin kita (Mazmur 23). Ketika kita tahu Dia adalah gembala kita, respon kita adalah tidak kuatir dan tidak takut.
    2. Allah dikenali dan dimuliakan bukan hanya sebagai gembala, tetapi juga lebih akrab lagi, yaitu sebagai Bapa. Bapamu berkenan memberikan kerajaan. Kita bukanlah hanya kawanan domba Allah, kita juga adalah anak-anak-Nya. Ia adalah Bapa kita yang di sorga. Ini adalah puncak relasi kita dengan Allah.
    3. Ketika kita tidak takut dan tidak kuatir, maka Allah dikenali bukan hanya sebagai Bapa, bukan hanya sebagai gembala, tetapi Dia dikenali juga sebagai Raja. Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu kerajaan. Gembala menekankan memelihara domba-domba-Nya. Bapa menekankan mengasihi dan kedekatan dengan anak-anak-Nya. Tetapi Raja menekankan kuasa, kedaultan, kekayaan. Segala yang kita miliki berasal dr Dia, Dia berkuasa dan berdaulat atas semua yang kita miliki.
    4. Ketika kita tidak takut dan tidak kuatir, Allah dikenali dan dimuliakan sebagai Allah yang senang memberikan apa yang kita butuhkan. Tuhan berjanji akan melakukan yang baik, bahkan Dia senang memberikan yang baik kepada kita; yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan (Yeremia 32:40-41).
    5. Ketika kita tidak takut dan tidak kuatir, maka Allah dimuliakan dan dikenali sebagai Allah yang murah hati. Ia berkenan memberikan kita kerajaan. Kerajaan itu tidak dipinjamkan atau dijual kepada kita, melainkan diberikan kepada kita. Bapa kita yang di sorga adalah yang memberikan segala sesuatu, tak terbatas, yang berkuasa. Dan sebenarnya, kalau kita berusaha memberikan sesuatu kepada Dia, apapun yang kita berikan itu adalah berasal dari Dia.
  2. Ketika kita mengenal dan memuliakan Dia sebagai sebagaimana adanya, ketika kita tidak kuatir dan tidak takut, sebenarnya hal tersebut mendorong orang-orang Kristen untuk hidup sederhana. Kontras dengan dunia yang hendak mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, orang-orang Kristen hendaklah hidup dalam simplicity. Bukan hanya mengumpulkan harta, tetapi menjual barang yang sudah tidak terlalu diperlukan dan membagikannya kepada orang lain yang membutuhkan. Salah satu akar utama dari korupsi adalah karena gaya hidup mewah. Dari kecil, kita perlu dididik untuk menjalani hidup dan membentuk hidup yang sederhana. Kalau hidup kita sederhana dan mempunyai kepuasaan, korupsi tidaklah berguna. Alkitab mengajar kita untuk demikian; mendorong kita untuk hidup yang sederhana. Bukan demi sederhana itu sendiri, tetapi kalau kau sederhana, engkau sedang membuat harta di sorga yang tidak akan habis. Kesukaan yang besar dalam hal sederhana, kesukaan menikmati dan mengenal Tuhan. Dan kiranya kita boleh pakai uang kita yang ada untuk pekerjaan Tuhan, mengumpulkan harta yang ada di sorga. Hiduplah sederhana dan menjadi berkat untuk orang lain untuk pekerjaan Tuhan.
  3. Ketika kita melakukan hal-hal di atas tersebut dengan uang kita, itu menunjukkan dimana sebenarnya hati kita berada. Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada (Luk 12:34). Tuhan yang tahu dan melihat hati kita, bagaimana kita memakai uang kita untuk apa. Dengan menggunakan uang kita, itu menunjukkan hati kita ada di dunia ini atau di sorga dalam kehendakNya.

Ringkasan oleh David Sukuandi/Emily | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya