Ibadah > Kebaktian Minggu > Ringkasan Khotbah > Bangun! Bangunlah dari tidur!

Ibadah

Bangun! Bangunlah dari tidur!

Pdt. Budy  Setiawan

Pengkhotbah: Pdt. Budy Setiawan
Date: Minggu, 12 Oktober 2014

Bacaan Alkitab: Roma 13:10-14

Kali ini kita akan merenungkan Roma 13:10-14, khususnya ayat 11-12. Persis setelah melewati ANZREC barusan ini dan kita akan memasuki satu event yang penting dan besar yaitu KPIN pada bulan November yang akan datang.

Kalau saudara melihat di dalam ayat ke-12 misalnya, “Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!” Kita adalah garam dan terang dunia. Kita akan memikirkan bagaimana kita boleh memakai perlengkapan senjata terang di dalam kehidupan kita.

Ayat Roma 13:11, “Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.” Kita mendengar sharing atau cuplikan khotbah dari Pak Tong dalam tayangan KPIN / Kebaktian Kebangunan Rohani, “BANGUN, BANGUN!” Kita dibangunkan. Itu adalah kebaktian yang membangunkan kerohanian kita, juga membangunkan orang yang berdosa dari tidur mereka sehingga mereka boleh bangun dan mengerti akan kehendak Tuhan.

Ayat 11 sudah berbicara tentang itu, sehingga saya rasa menjadi pas sekali, tidak direncanakan tapi Tuhan pimpin untuk kita setelah ANZREC selesai, boleh masuk mempersiapkan diri ke dalam KPIN pada 21 November yang akan datang dan boleh mendorong kita dengan hati yang berkobar-kobar bagi pekerjaan Tuhan. 

Dalam Roma 13:11-12, terjemahan bahasa Indonesia sudah jelas, dalam bahasa aslinya sebenarnya hanya mengatakan “And this dan ini lah / dan ini / dan ini lagi)”. Terjemahan Indonesia sudah menjelaskan bahwa hal ini harus kamu lakukan. Bila dikaitkan dengan ayat sebelumnya, kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia karena itu kasih adalah kegenapan Hukum Taurat.

Roma 13:8-10 berbicara tentang hutang kasih, kita tidak boleh berhutang kepada apapun, kepada siapapun, tetapi hanya satu hutang kita yaitu hutang kasih. Karena itu, kasihilah manusia seperti diri-mu sendiri. Karena ketika engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri maka engkau sedang menggenapi kesimpulan dari perintah Tuhan yaitu “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Itu dua hukum yang merupakan kesimpulan daripada seluruh kehendak Tuhan.

Jadi khususnya dari ayat 8-10, engkau harus berhutang kasih, mengerjakan kasih, mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Kenapa? Karena ketika engkau berhutang dan mengasihi orang lain, engkau menggenapi kehendak Tuhan. Itulah kehendak Tuhan, itulah rencana Tuhan, itulah keinginan Tuhan bagi hidup manusia supaya engkau boleh mengasihi sesamamu.

Ayat yang ke-11 kemudian berbicara, “Hal ini harus kamu lakukan.” Lakukan apa? Lakukan kasih. Masih berbicara tentang tema yang sama. Kasihilah sesamamu manusia. Kamu harus lakukan. Tetapi sekarang Paulus memasukkan argumentasi yang lain. Masih dalam perintah yang sama, mengasihi sesama tetapi dengan motivasi, dorongan dan argumentasi yang lain. Kenapa? Karena kamu mengetahui keadaan waktumu sekarang. Jadi ini dikaitkan dengan waktu.

Knowing the time (dalam bahasa aslinya hanya simple saja), knowing the present time. Paulus mendorong kita. Firman Tuhan mendorong kita. Ketika kita mengerti jaman ini, waktu sekarang ini, maka itu mendorong kita untuk boleh mengasihi sesama seperti diri kita sendiri. Betulkah ini mendorong kita? Harap kita memikirkan hal ini. Bagaimana waktu keadaan sekarang ini, jaman sekarang ini, mendorong kita untuk mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri? Apakah kemudian karena saudara mengerti jaman ini, saudara bangun dari tidur dengan semangat untuk berjuang: sekarang saya akan masuk ke dalam dunia ini, berkarya di tengah dunia ini, karena saya mengerti jaman ini maka saya boleh mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri?

Jarang sekali, atau mungkin tidak ada dari kita berpikir demikian. Betapa kita sebenarnya kurang mengerti isi hati Tuhan. Firman Tuhan mengatakan kepada kita, “Knowing the time”. Biarlah Firman Tuhan memberi kita anugerah dan membuat kita mengerti, khususnya mengerti akan jaman ini, maka mendorong kita untuk mengasihi sesama kita.

Apa yang Paulus maksudkan dengan waktu yang sekarang ini? The present time. Waktu yang seperti apa? Kita perlu melihat immediate context dari kalimat ini, dan kemudian boleh melihat juga dalam jaman sekarang ini. Yang pertama, di Roma 12:2 dikatakan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini.” Kata dunia (this world = this age) yang dimaksud bukan dunia secara keadaan saja tetapi juga bicara tentang waktu di mana kamu tinggal. Jaman yang berdosa, yang dikuasai oleh Setan sejak kejatuhan manusia, the present evil age. Maka sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, kejahatan demi kejahatan muncul. Pembunuhan terjadi mulai dari keluarga pertama, Kain membunuh saudaranya sendiri. Perlawanan terhadap Tuhan muncul mulai dari satu orang lalu menjadi satu community terus hingga peristiwa menara Babel dsb. Dan juga sebelumnya Tuhan murka terhadap manusia sehingga mengirimkan air bah. Manusia terus melawan Tuhan sepanjang jaman.

Kemarin saya sempat menonton film Quo Vadis. Sebenarnya dalam sejarah, kata Quo Vadis ini merupakan perkataan Tuhan Yesus kepada Petrus. Ketika Roma dibakar dan orang-orang Kristen dipersalahkan, ditangkap dan mau dibunuh, maka Petrus keluar dari Roma seperti mau menghindar, melarikan diri. Dalam perjalanan itu, Tuhan bertemu dengan Petrus. Tuhan sedang berjalan masuk ke Roma. Lalu Petrus bertanya kepada Tuhan, “Quo Vadis Tuhan? / Tuhan mau ke mana?” Dan Tuhan Yesus menjawab “Saya mau ke Roma untuk disalibkan untuk kedua kalinya. Dan itu menyentuh hati Petrus, menggerakkannya, menyadarkan bahwa dia sudah lari dari kesulitan dan penderitaan anak-anak Tuhan yang sedang dianiaya dan dibakar di kota Roma oleh kaisar Nero. Akhirnya Petrus masuk kembali ke kota Roma berkhotbah menguatkan orang-orang Kristen yang sudah ditangkap di Colosseum. Hidup Petrus pun akhirnya berakhir di situ dengan mati disalib terbalik. Nero amat menyukai musik dan dia membuat puisi, lagu dsb. Itu adalah anugerah umum yang Tuhan berikan kepada semua manusia. Tetapi lagu-lagu dan puisi buatan Nero kata-katanya mengerikan, ingin membunuh, ada darah ada kekejaman ingin menghancurkan orang Kristen. Waktu orang-orang Kristen akan diterkam oleh singa, mereka mulai menyanyi menuji Tuhan, dan sewaktu mendengarnya Nero kaget, bagaimana bisa? Mereka sebentar lagi mati dicabik-cabik singa, tetapi mereka memuji Tuhan.

Inilah jaman the present evil age yang kita hidup di tengah-tengahnya. Ada dua realita:

1. secara global – Kebangkitan Islam

Ini fenomena yang besar di seluruh dunia. Abad ke 20 awal, Islam di seluruh dunia ada 12,4%, dan tahun 1993 (93 tahun kemudian) Islam di seluruh dunia ada 19,6%. Hampir 20% dari seluruh penduduk dunia. Pertambahannya ada 360 juta orang kira-kira yang mayoritas mainstream Islam.  Di dalamnya ada minoritas Islam yang signifikan, yang radikal dan ekstrimis yang kita saksikan sekarang ini ISIS dsb.

 Ada perdebatan di kalangan umat Islam sendiri mengenai apakah di Al Quran memang ada perintah untuk berperang membunuh, apakah di ajaran Islam ada kekerasan. Bisa ditafsirkan demikian, bisa juga ditafsirkan tidak. Jadi memang tergantung siapa orang/kelompoknya. Kita sendiri di Melbourne, Sydney mulai gelisah beberapa minggu lalu bagaimana orang-orang itu diperintahkan untuk membunuh, menangkap siapapun di jalanan. Oleh karena itu mereka digerebek oleh polisi.

Yang lebih memprihatinkan bukanlah kelompok ekstrimis seperti ISIS ini, tetapi Islam secara umum adalah agama yang sebenarnya lebih berhasil daripada kekristenan dalam hal melawan sekularisme. Seorang jurnalis Muslim di London menjelaskan kenapa orang Islam tidak mempercayai kekristenan yaitu karena kekristenan telah menjadi budak sekularisme.

Realita ini tidak membuat kita membenci mereka. Mereka adalah orang-orang yang perlu kita kasihi dan perlu mengenal akan Kristus. Ini realita yang besar dalam jaman ini yang telah muncul di mana-mana. Mereka giat bekerja, apakah kita juga giat bekerja? Apakah kita tidur? Apakah kita tidak melakukan apa-apa? Orang-orang itu terus bekerja melawan kehendak Tuhan. 

2. Sekularisme

Hidup sekuler artinya hidup tidak memperhitungkan Tuhan, hidup hanya untuk sekarang/ saat ini. Istilah YOLO (You Only Live Once) terkenal sekali. Itu bisa dimengerti secara benar bahwa memang kita hidup hanya sekali. Saya rasa Paulus setuju dengan istilah YOLO. Bangun, hidupmu hanya sekali! Kerjakan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Tetapi jelas itu bukan yang dimengerti oleh jaman ini. Jaman ini mengartikan YOLO sebagai : lakukan apa yang ingin kamu lakukan, kamu puas-puaskan sekarang ini, kamu kerjakan yang memuaskan hawa nafsu mu, kamu hidup cuma sekali jangan takut-takut melakukan yang sepertinya sudah dilarang oleh Firman Tuhan, gerejamu, pendetamu. Lakukan saja.

Kita hidup di jaman yang sangat sekuler, khususnya kita sekarang di Australia. Mahasiswa yang datang dari Indonesia, Malaysia, apa yang saudara lihat? Apa yang saudara kerjakan? Apa yang saudara sadari di tengah dunia ini? Semakin jauh dari kekristenan, tidak merasa perlu Tuhan. Saudara berdosa atau tidak, bermalas-malasan, nonton pornografi atau tidak? Bukan saja melakukan yang berdosa secara jelas, tidak ikut kebaktian, persekutuan doa. Sepertinya biasa-biasa saja melakukan kejahatan, melawan kehendak Tuhan. Keluarga yang hidup di sini semakin merasa nyaman, semua semakin secure. Merasa besok masih sama saja, saya masih punya mobil, makanan, pekerjaan, anak-anak masih sekolah, semua seperti biasa. Ini menjadi sangat bahaya. Hidup di jaman yang semakin sekuler.

Negara-negara yang dulu punya latar belakang Kristen, sekarang semakin maju, sistem semakin kuat sehingga orang semakin merasa tidak perlu Tuhan. Kalau tidak ada Gereja, keluarga yang ketat mengajarkan kebenaran, apakah anak-anak bisa mengenal ada Tuhan di tengah-tengah dunia ini? Tidak. Mereka tidak tahu, tidak sadar, tidak mengerti. Mereka terus hidup menjadi heboh dengan hal-hal yang remeh yang tidak berarti, contohnya dalam launching Iphone 6. Antri sehari dua hari sebelumnya. Jaman apa ini?  Ini jaman yang sudah kacau. Kita hidup di jaman ini dimana Tuhan tidak lagi diperhitungkan. Ada Tuhan atau tidak, tidak menjadi penting.

Ada sisi bersyukurnya kalau Australia dikagetkan dengan adanya ISIS, ada teroris yang mau membunuh orang. Mulai gelisah dan mulai sadar. Kalau benar mereka mengambil secara random orang siapapun juga, ikat lalu sembelih dan di-video-kan, semua orang menjadi gelisah. Orang mulai sadar hidup itu begitu rentan. Hidup itu bukan dengan kekuatan sendiri. Hidup itu memerlukan Tuhan.

Biarlah kita sebagai anak-anak Tuhan tidak perlu ditakut-takuti, tidak perlu mengalami hal seperti demikian. Karena kita mengerti ada realita ke-dua di dalam hidup kita di jaman ini. Ketika Paulus mengatakan ayat 11, waktu yang sekarang ini bukan hanya secara luar the present evil age, tetapi juga ada pekerjaan Tuhan di dalam diri kehidupan anak-anakNya.

Ayat yang paralel dengan bagian ini ada di dalam 1 Tes 5:1-9, di mana ada gambaran yang sangat parallel dengan Roma 13 tentang jaman, tentang malam, tentang tidur, tentang bangun, dan tentang anak-anak terang. Pengertiannya adalah mereka ini orang-orang yang tertidur, masih merasa malam, nyaman damai dan aman, tetapi tiba-tiba Tuhan Yesus datang seperti pencuri di tengah malam. Mereka sedang tertidur dan tidak tahu apa-apa, pencuri di tengah malam datang dan menghabiskan seluruh harta mereka. Alkitab mengatakan itulah realita pertama bahwa orang dunia ini tidur di dalam kegelapan, di dalam dosa. Ketika Kristus datang mereka tidak siap, mereka tidak tahu apa yang terjadi bahwa mereka berhadapan dengan murka Tuhan untuk mempertanggung jawabkan seluruh hidup mereka di hadapan Tuhan.

Tetapi Alkitab mengatakan ada realita kedua bahwa kamu tidaklah demikian. Seperti dalam 1 Tes 5:1-9, kita adalah anak-anak terang. Engkau yang di dalam Tuhan, engkau sudah ditebus oleh Kristus. Engkau tidak tidur, engkau bangun! Engkau harus mengerjakan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Ketika Kristus datang, engkau tidak tidur karena hidupmu sudah melakukan kehendak Tuhan, engkau tidak dikagetkan.

Kita hidup di dalam dua jaman yang seperti ini. Kita adalah terang dunia. Tuhan Yesus mengatakan bahwa engkau adalah terang dunia, tetapi engkau hidup di dalam kegelapan. Artinya engkau adalah terang yang menyinari dunia, dunia yang gelap (the present evil age). Tetapi Kristus sudah datang ke tengah dunia dan yang percaya dalam Kristus telah ditebus oleh-Nya. Kita sudah diangkat dari kegelapan ke terang-Nya yang ajaib. Kita adalah milik Tuhan. Keselamatan itu sudah tiba di dalam hidup kita. Keselamatan itu bukan bicara nanti, melainkan sudah kita terima. Kita adalah anak-anak Tuhan, tetapi ketika kita menjadi anak-anak terang, kita tidak diangkat dari dunia ini. Tuhan bahkan mengutus kita di tengah-tengah dunia yang gelap. Seperti domba di tengah-tengah serigala. Engkau bukan serigala, engkau domba. Domba yang diutus di tengah-tengah serigala.

Sejak manusia jatuh dalam dosa, Tuhan sudah berjanji bahwa keturunan perempuan itu akan meremukkan kepala ular (Kej 3:15). Tuhan mengerjakan janji itu secara bertahap. Tidak langsung mengirimkan putera-Nya yang tunggal, namun mengirimkan nabi-nabi mempersiapkan kedatangan Tuhan sampai Kristus datang pada permulaan abad, tahun ke 4. Itulah the year of the Lord. Ketika Kristus datang, mati di atas kayu salib dan bangkit dari kematian maka kuasa dosa sudah dipatahkan, dikalahkan. Kepala ular sudah diinjak oleh Kristus. Maka Paulus dalam 1 Kor 13 mengatakan “Hai maut, di mana sengatmu? Hai maut di mana kemenanganmu?” Maut tidak bisa menjawab karena maut sudah dikalahkan.

Ketika Kristus datang, the present evil age tidak langsung selesai. Jaman yang berdosa dan melawan Tuhan ini masih berlangsung. Tetapi the glorious age to come, jaman keselamatan, waktunya Tuhan itu sudah tiba ketika Kristus datang ke dunia menebus manusia. Jadi kita ada dalam dua jaman ini. Selesainya the present evil age adalah sebentar lagi. Kapan itu? Kita tidak tahu. Tetapi Alkitab mengatakan “The time is nearly over. The day is at hand. Pagi segera tiba.” (Roma 13)

Apa maksudnya telah jauh malam, telah hampir pagi? Seperti matahari akan muncul. Tidak ada yang bisa menahannya. Maka datang hari itu, pasti datang dan akan segera tiba. Sepertinya hal yang utama yang diajarkan kepada orang-orang Kristen yang menjadi percaya kepada Tuhan adalah Kristus segera tiba, datang kembali. Sehingga hidup mereka selalu di dalam terang, hidup dalam kesadaran berjaga-jaga mempersiapkan diri ketika Tuhan datang dan kita bertemu dengan Tuhan mempertanggung jawabkan seluruh hidup kita apakah kita sudah hidup di dalam terang.

Matius 28. Ketika Yesus naik ke Surga, Ia mengatakan “All authority in heaven and earth has been given to Me.” Dialah penguasa, Dialah yang berdaulat, Dialah yang memimpin seluruh dunia ini. Maka itu “Pergilah, jadikan semua bangsa murid-Ku.” Masih banyak orang-orang yang hidup dalam kegelapan, the present evil age itu belum selesai, tetapi sudah ada dalam babak yang terakhir. Kita hidup dalam waktu yang terakhir. Akhir dari jaman akhir. Ketika kita diingatkan akan hal ini, kiranya boleh mendorong kita untuk mengasihi sesama kita.

Sejak kapan Paulus menulis hal ini? Sejak 2000 tahun yang lalu. Kitab Roma, Tesalonika ditulis kira-kira tahun 50an-80an. Lama sekali sejak ditulis, tetapi Kristus belum juga datang untuk ke-2 kali. Saudara harus mengerti dari 2 Petrus 3:8-9. Maranatha artinya Tuhan segera datang, tetapi mengapa belum datang-datang juga? Jangan lupa 1 hari di hadapan Tuhan sama seperti 1000 tahun. Tetapi Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya. Dia sabar terhadap kamu. Karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Tuhan belum datang karena masih ada tugas yang belum kita selesaikan, karena menantikan kita anak-anak Tuhan bangun. Banyak orang-orang Kristen yang tertidur. KPIN yang akan datang ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Kita mengumpulkan banyak orang bukan supaya kelihatan berhasil, tetapi ini kesempatan untuk memberitakan Injil kepada orang-orang yang tertidur. Harap kita yang sudah dibangunkan boleh membangunkan, memberitakan Injil kepada mereka.

Bila 1000 tahun sama dengan 1 hari di hadapan Tuhan, berarti 2000 tahun itu baru 2 hari. Ketika Kristus datang ke-2 kali, itulah disebut general eskatologi:the end of the present evil age, selesai semuanya. Kemuliaan Tuhan dinyatakan dan semua lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengaku Yesus adalah Tuhan. Dunia ini belum mengerti semua. Begitu banyak orang belum percaya, begitu banyak anak-anak Tuhan di luar sana yang masih indekos di tempat-tempat lain. Kita perlu pergi, perlu mengajak, mendoakan, menggerakkan, dengan anugerah Tuhan membawa mereka mendengarkan Firman dan membuat mereka boleh merespon akan panggilan Tuhan. Karena Tuhan bekerja melalui pemberitaan Firman yang diberitakan.

Meskipun Alkitab tidak secara jelas mengatakan tetapi ada argumentasi salah satunya adalah Kristus akan datang ketika Injil itu diberitakan ke segenap suku bangsa. Karena itu para misionaris bekerja dengan giat, masuk ke pelosok-pelosok, pedalaman-pedalaman, desa-desa, pulau-pulau di mana Injil belum diberitakan, di mana tidak ada orang Kristen di sana. Injil terus diberitakan ke semuanya maka tibalah kesudahan. Menjadi tugas panggilan kita memberitakan Injil bagi kita yang berseru “Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di sorga.”

Tetapi saya percaya kalau Kristus belum datang kedua kalinya dalam dunia ini karena belum selesai tugas kita, maka mungkin sekali kita yang terlebih dulu datang kepada Tuhan. Itu adalah personal eskatologi. Jadi sama saja kita bertemu Tuhan. General eskatologi, consummation, akan tiba saat Kristus datang ke-dua kalinya, tetapi sementara belum datang kita yang hidup sekarang ini mungkin yang terlebih dahulu mati datang kepada Tuhan. Karena itu setiap waktu setiap saat kita harus menyadari akan waktu bertemu dengan Kristus. Biarlah anak-anak muda janganlah berpikir saudara masih memiliki waktu yang panjang.

Malam ini kita tidur, kita masih boleh yakin besok matahari akan bersinar. Masih ada hari yang baru. Tetapi mungkin meskipun matahari masih bersinar, matahari tidak lagi bersinar bagi engkau. Bukan menakut-nakuti, ini hanya suatu fakta saja. Fakta yang harus membuat kita berpikir dan mengerti bahwa kapan saja hidup saudara dan saya bisa diambil. Setiap waktu adalah waktu yang berharga, setiap waktu kita harus mengerjakan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Hari telah jauh malam, pagi akan segera tiba. Ini adalah penghiburan juga bagi anak-anak Tuhan, bagi saudara dan saya yang membenci dosa, yang bergumul untuk berhenti dan selesai dengan dosa, dan mengalami anugerah Tuhan yang sempurna itu dalam hidup kita. Sekaligus ini adalah Firman Tuhan yang menguji hati kita. Sungguhkah engkau mengharapkan Kristus segera datang? Apakah kita telah hidup dalam terang kedatangan Kristus? Karena itu Bangun! Bangunlah dari tidur!

Biarlah kita menyadari banyak orang di luar sana yang masih tertidur yang kita perlu membangunkan dengan augerah Tuhan, dengan kekuatan yang Tuhan berikan kepada kita. Biarlah kita meminta pertolongan Roh Kudus untuk membangunkan mereka. Biarlah kita menyadari itulah panggilan saudara dan saya, itulah yang Tuhan ingin untuk memakai kita, karena waktunya tinggal sedikit.

Ringkasan oleh Dewi Sanjaya | Diperiksa oleh Matias Djunatan


Ringkasan Khotbah lainnya